Showing posts with label rasa. Show all posts
Showing posts with label rasa. Show all posts

Thursday, December 10, 2009

Don’t let a lot of tears gone for nothing


And again….this is my lovely quote for this time….


Sebuah kata penyemangat diri sendiri, dan lebih kepada teriakan untuk mencegah kebodohan. Janganlah membuang-buang air mata hanya untuk sesuatu yang sia2. Sayang, percuma, dan tiada berguna. Biarkan saja semua berlalu dan berlalu bersama waktu. Dan aku akan tetap disini, dengan semua yang masih sanggup ku rengkuh, untuk melewati hari demi hari.


Kalau ku turuti keinginan hati, ingin sekali aku berteriak. Ingin sekali aku berlari. Ingin sekali aku ke pantai dan menghabiskan waktu seharian disana, berteman ombak, sepi, dan derak bebatuan yang tergerus di tepian. Tapi itu hanya jika ku turuti perasaanku.


Kalau kuturuti nafsu, ingin sekali ku cabik2 onggokan daging itu. Ingin sekali ku banting gelas kesayanganku yang selama ini setia menemaniku setiap pagi. Ingin ku injak2 rerumputan yang tumbuh sembarangan di depan rumah itu. Ingin ku meraung dan menggerung sambil berguling2 di lapangan di bawah hujan. Tapi itu hanya jika aku menuruti nafsu yang ada dalam diriku.


Sekarang, kucoba untuk tidak menuruti keduanya. Kucoba sekuat hati untuk diam, menelan banyak2 air minum dan ludahku sendiri, agar semua rasa itu secepat-cepatnya tertelan dan mengendap di dasar hatiku. Mengendap, mengeras, membatu, dan tak terpahat lagi meskipun oleh derasnya air yang mengguyurnya. Biarkan saja semua menjadi endapan abadi.


Banyak yang bertanya, kenapa, ada apa, mengapa, dan mengapa bisa. Haruskah ku jawab satu persatu pertanyaan itu? Untuk apa? Untuk memuaskan hatiku dengan mengumbar apa yang sedang bergeliat di dalam sini? Untuk meluapkan emosi dan amarah yang meletup2 di dalam sini agar tidak menggerogotiku dari dalam? Atau untuk sekedar menggalang simpati agar banyak yang tahu bahwa saat ini aku sedang “sakit” ? aku ingin….tapi aku tidak tahu caranya dengan benar.


Aku tidak ingin mengobati lukaku dengan cara menciptakan luka baru, baik padaku, ataupun pada orang2 yang ada di sekitarku. Hanya akan menimbulkan setitik kepuasan yang berakhir dengan kepedihan berkepanjangan. Memang tidak baik memelihara nyala api yang berkobar di dalam sini, karena hanya akan membuatku kepanasan. Tapi, lebih baik kepanasan sendiri daripada harus membiarkan lidah api ini menjilat bangunan2 rapuh dan kering di sekitarku. Biarkan saja….


Andaikan aku seorang musisi, pasti sudah kuciptakan lagu untuk bisa dinyanyikan dengan lantang, sehingga orang menjadi tahu apa yang terjadi. Andaikan aku seorang penyair, tentu sudah kubuat berderet2 puisi yang bisa di teriakkan secara gamblang agar banyak orang bisa terhipnotis karenanya. Tapi aku hanyalah aku yang seperti ini. Hanya bisa berkeluh kesah di dalam sebuah situs bernama blog. Tapi aku cukup bangga dengan aku yang seperti ini. Dengan begini, aku tidak perlu merengek2 dan tidak perlu meneriakkan pada orang bahwa “ aku sakit”.


Tapi aku tidak munafik dan tidak juga menjadi naïf….. aku tidak bilang bahwa aku ingin terlihat kuat. T.I.D.A.K. suatu saat aku akan berteriak, suatu saat aku akan menjerit, suatu saat aku akan berguling2, suatu saat aku akan menangis. Suatu saat aku akan pergi ke pantai, membiarkan air llaut merendam celanaku sampai sebatas lutut, dank u teriakkan lantang menantang datangnya ombak. Dan suatu saat akan ku tunjukkan bahwa “Hey….Aku Sakit…”.


Hanya saja, tidak sekarang. Belum saatnya, dan belum layak untuk melakukannya sekarang. Karena sejatinya, aku masih belum yakin dengan apa yang sedang berlaku. Atau bahkan, mungkin saja sejatinya “sedang tidak terjadi apa2” padaku. Diam…..diam….dan diam dulu….hanya itu yang aku perlu nampaknya. Agar tidak ada Sesuatu yang terburu-buru.


Hey….hidup ini indah….dan sempurna adanya…..

Friday, April 10, 2009

Aku Tahu Aku Salah.....


Aku tahu aku salah….

Tetapi entah kenapa aku senang melakukannya. Aku merasa senang ketika merasakan tanda-tanda kehidupannya, dan aku cukup bahagia ketika merasakan kedekatannya mmeskipun semu. Entah sejak kapan aku selalu berharap dapat melihat bahwa dia di seberang sana, sedang melakukan hal yang sama, memikirkan hal yang sama, meskipun tidak saling menyapa.

Sepertinya aku menyukainya…menyukai perasaan ini. Rasa penasaran, rasa ingin tahu, rasa ingin diperhatikan, dan rasa ingin dibutuhkan. Aku menikmati ini semua.

Perlukah aku peduli dengan larangan, halangan, rintangan, ataupun tantangan yang membentang di depanku?? Entahlah….

Aku hanya ingin bicara, aku hanya ingin bercanda, aku hanya ingin bertukar cerita…tidak lebih.

Atau lebih tepatnya, tidak lebih untuk saat ini.

Aku tidak berniat lebih, namun aku tidak bisa menjanjikan bahwa ini cukup. Terkadang, apa yang aku inginkan, menjauhiku. Sedangkan apa yang tidak aku inginkan justru bergerak mendekatiku. Tetapi aku tidak akan menolaknya. Kubiarkan semua mengalir seperti air…dan mendesir seperti angin.

Jika ini salah, aku tidak ingin cepat-cepat mengembalikannya ke jalan yang benar. Akan ku biarkan saja kesalahan ini berjalan, hingga akhirnya menemukan sendiri pintu kebenaran itu.

Aku tidak ingin menyakiti siapapun. Tetapi aku juga tidak akan mampu menjaga semua perasaan orang yang ada disekitarku. Rasa sakit adalah hal yang lumrah dan wajar dirasakan oleh setiap insan, bahkan hanya untuk sekedar memastikan bahwa kita tidak bermimpi. Biarkan yang tersakiti merasa sakit, dan biarkan aku menikmati perasaan yang tidak jelas ini.

Pada akhirnya, aku meyakini satu hal bahwa semua akan kembali seperti semula. Rumput akan kembali menghijau, bungan akan kembali mekar, awan akan kembali berarakan, angin akan kembali berhembus, dan air akan kembali mengalir.

Rasa yang tak dapat terucapkan,

10 April 2009