Showing posts with label Diam. Show all posts
Showing posts with label Diam. Show all posts

Saturday, December 12, 2009

Lazy Day...zzzzz


Hari yang indah ini kulewatkan dengan menikmati suasana rumah saja. Awalnya, banyak sekali bayangan2 muncul untuk melewati weekend ini kemanaaa gitu. Ke suatu tempat yang aku harap bisa membuat aku memanfaatkan waktu dengan baik.


Namun nampaknya, urusanku dengan angka2 yang cukup ribet itu belum rela melepasku. Aku juga sih yang salah…mengerjakan sedikit dengan selingan banyak sekali. Alasannya karena bosanlah…karena pegel lah…karena lieurlah…dan alasan2 lainnya yang membuat kecepatanku dalam mengerjakan angka2 itu melambat sekian kali.


Tapi rupanya itu bukan masalah. Justru dengan begitu, aku benar2 dirumah, tanpa keluar melebihi pagar rumah ini. Angka, facebook, browsing, bloging, angka lagi, tidur, facebook, browsing, baca buku, nonton tv, tiduran, angka lagi….begitu seterusnya hingga waktu 10 jam berlalu begitu saja. J


Sempet sedikit di semprot ama temen2 kerja gara2 nggak ikutan dating ke kondangan si sentot. Hahhaa…alesannya, takut patah hati, takut sentot batal kawin gara2 aku dating, takut aku nggak mau pulang…dan bla..bla…bla…hahaha…alas an.


Entah kenapa hari ini memang aku pengen banget di rumah, bermalas2an. Emang dasarnya malas sih…Cuma satu yang nggak malas tadi pagi. Tumben, mandi pagi. Hasratnya sih pengen seger sepanjang hari, tp yang ada malah masih pagi juga udah gerah. Dan lagi, penampakanku yang selalu tak berbeda antara sudah mandi atau belum ini juga merugikan sekali. Tetep dikira nggak mandi. Hahaha


Rencananya aku juga mau maskeran and luluran. Cuma berhubung lulurnya ketinggalan di kosan ijah, mungkin aku hanya akan melakukan satu saja. Maskeran dengan jebuk sari kiriman mami tercintaku. Udah lama nggak pake ni masker, padahal ibu udah susah payah mencari dan mengirimkannya jauh2 dari jogja. Hahaha…ampun ya bu…rada ribet sih kl maskeran. Tp malem ini, aku pasti pake koq… ^_^


Targetku pagi tadi ketika membuka mata (selain dengan susunan rencana semu yang tidak terlaksana), adalah untuk menyelesaikan urusan angka2 ini hari ini. Setelah itu, aku harus menyelesaikan membaca buku “antara ibuku dan si Turki” yang aku pernah beli di sale Botani Square. Harus selesai…biar besok, aku bisa membaca yang lain…belakangan ini, jadwal ku membaca buku menjadi acak2an. Seiring dengan acak2annya jadwalku buang air besar. Hehehhe…ya..karena aku seringkali menuntaskan membaca sebuah buku sewaktu sedang khusyuk menunggu kotoran dalam perutku keluar alias sedang boker… :P


Selain beberapa kegiatan yang aku sebutkan di atas, adalagi satu kegiatan yang hari ini aku lakukan. Menemani anak kecil bermain..hurray… mainannya bukan gundu atau pula karet tapi ya… ini bermain menggunakan logico yang dikeluarkan oleh sebuah MLM internasional yang cukup terkenal di Indonesia ini. Logico itu merek atau namanya gitu. Dia adalah seperangkat mainan yang terdiri dari satu paket lengkap.


Paket ini isinya ada beberapa macam, sesuai kelasan umurnya. Hari ini, aku memainkan mainan untuk level pra TK. Mainan ini menggiring pola piker anak2 kecil mulai dari yang paling dasar. Urutan pemberian mainan pun jelas, dan gamblang. Sedikit demi sedikit, level permainan akan semakin sulit dan membutuhkan logika/penalaran yang cukup tinggi untuk kelas anak2. Yang paling mudah, levelnya dimulai dengan menyamakan warna, dan juga menyamakan bentuk. Setelah itu, mulai dengan pasangan2, kemudian mana yang lebih besar/kecil, kemudian puzzle/bagian2 yg hilang, dan ada juga yang urutan kegiatan. Keren deh mainannya….


Mainan anak jaman sekarang memang sangat beragam sekali ya….tadi aku sempat terkecoh dan salah mengerjakan permainan itu. Di ketawai lah aku. Hahaha….that means I didn’t smarter than Playgroup grader…hayhayhay… :P


Permainan ini layak untuk di gunakan dalam mendidik anak dan mengajari cara berpikir yang cerdas. Namun memang, harga untuk 1 paket permainan ini lumayan mahal. Tapi demi anak yang pintar, pasti setiap orang tua bisa menyisihkan uangnya kan…hehehe..berharap ketika nanti aku jadi orang tua dari anak2, aku bisa membelikan mereka permainan yang keren kayak gitu…. :P


Thursday, December 10, 2009

Don’t let a lot of tears gone for nothing


And again….this is my lovely quote for this time….


Sebuah kata penyemangat diri sendiri, dan lebih kepada teriakan untuk mencegah kebodohan. Janganlah membuang-buang air mata hanya untuk sesuatu yang sia2. Sayang, percuma, dan tiada berguna. Biarkan saja semua berlalu dan berlalu bersama waktu. Dan aku akan tetap disini, dengan semua yang masih sanggup ku rengkuh, untuk melewati hari demi hari.


Kalau ku turuti keinginan hati, ingin sekali aku berteriak. Ingin sekali aku berlari. Ingin sekali aku ke pantai dan menghabiskan waktu seharian disana, berteman ombak, sepi, dan derak bebatuan yang tergerus di tepian. Tapi itu hanya jika ku turuti perasaanku.


Kalau kuturuti nafsu, ingin sekali ku cabik2 onggokan daging itu. Ingin sekali ku banting gelas kesayanganku yang selama ini setia menemaniku setiap pagi. Ingin ku injak2 rerumputan yang tumbuh sembarangan di depan rumah itu. Ingin ku meraung dan menggerung sambil berguling2 di lapangan di bawah hujan. Tapi itu hanya jika aku menuruti nafsu yang ada dalam diriku.


Sekarang, kucoba untuk tidak menuruti keduanya. Kucoba sekuat hati untuk diam, menelan banyak2 air minum dan ludahku sendiri, agar semua rasa itu secepat-cepatnya tertelan dan mengendap di dasar hatiku. Mengendap, mengeras, membatu, dan tak terpahat lagi meskipun oleh derasnya air yang mengguyurnya. Biarkan saja semua menjadi endapan abadi.


Banyak yang bertanya, kenapa, ada apa, mengapa, dan mengapa bisa. Haruskah ku jawab satu persatu pertanyaan itu? Untuk apa? Untuk memuaskan hatiku dengan mengumbar apa yang sedang bergeliat di dalam sini? Untuk meluapkan emosi dan amarah yang meletup2 di dalam sini agar tidak menggerogotiku dari dalam? Atau untuk sekedar menggalang simpati agar banyak yang tahu bahwa saat ini aku sedang “sakit” ? aku ingin….tapi aku tidak tahu caranya dengan benar.


Aku tidak ingin mengobati lukaku dengan cara menciptakan luka baru, baik padaku, ataupun pada orang2 yang ada di sekitarku. Hanya akan menimbulkan setitik kepuasan yang berakhir dengan kepedihan berkepanjangan. Memang tidak baik memelihara nyala api yang berkobar di dalam sini, karena hanya akan membuatku kepanasan. Tapi, lebih baik kepanasan sendiri daripada harus membiarkan lidah api ini menjilat bangunan2 rapuh dan kering di sekitarku. Biarkan saja….


Andaikan aku seorang musisi, pasti sudah kuciptakan lagu untuk bisa dinyanyikan dengan lantang, sehingga orang menjadi tahu apa yang terjadi. Andaikan aku seorang penyair, tentu sudah kubuat berderet2 puisi yang bisa di teriakkan secara gamblang agar banyak orang bisa terhipnotis karenanya. Tapi aku hanyalah aku yang seperti ini. Hanya bisa berkeluh kesah di dalam sebuah situs bernama blog. Tapi aku cukup bangga dengan aku yang seperti ini. Dengan begini, aku tidak perlu merengek2 dan tidak perlu meneriakkan pada orang bahwa “ aku sakit”.


Tapi aku tidak munafik dan tidak juga menjadi naïf….. aku tidak bilang bahwa aku ingin terlihat kuat. T.I.D.A.K. suatu saat aku akan berteriak, suatu saat aku akan menjerit, suatu saat aku akan berguling2, suatu saat aku akan menangis. Suatu saat aku akan pergi ke pantai, membiarkan air llaut merendam celanaku sampai sebatas lutut, dank u teriakkan lantang menantang datangnya ombak. Dan suatu saat akan ku tunjukkan bahwa “Hey….Aku Sakit…”.


Hanya saja, tidak sekarang. Belum saatnya, dan belum layak untuk melakukannya sekarang. Karena sejatinya, aku masih belum yakin dengan apa yang sedang berlaku. Atau bahkan, mungkin saja sejatinya “sedang tidak terjadi apa2” padaku. Diam…..diam….dan diam dulu….hanya itu yang aku perlu nampaknya. Agar tidak ada Sesuatu yang terburu-buru.


Hey….hidup ini indah….dan sempurna adanya…..