Monday, December 26, 2022

It's about Comparison of Teacher, Ayah, & Bunda Raging

Cuacanya benar-benar mendukung kegiatan meditasi pant*t ya, alias mager. Kalau magernya sendirian, biasanya paling enak kalau main game atau nonton drakor yekaaan... 

Nah, kalau magernya bareng sama anak wedhok, saya yuh nggak bisa mingkem. Penasaran sama banyak hal sampai kadang membuat dia erosi jiwa dan bilang "udah deh bunda. Stop asking me question!" Hahahaha. Ya BundaPiaraAkanDaku ini kan suka kepo mbak sis... Maklumi ya. :-p

Saya mau sharing hasil mager bersama anak wedhok yang terbaru boleh yaaa. Sayang kalau hilang atau lupa. (karepmu) 😅

Saya: "K, kenapa anak-anak itu, lebih takut sama guru dibandingkan ayah atau bundanya?" 
Nak Wedhok: "Karena kalau teacher' raging (guru murka) itu kayak bisa sampai ke surga gitu. Kalau Ayah's raging kayak sampai tempat paling tinggi pesawat jet terbang. Nah, kalau Bunda's raging itu kayak sampai di atas pohon gitu lah... "  (Setelah itu K buru-buru bilang, "tapi Bunda don't get the idea to rage higher to the heaven ya

Mungkin kesimpulannya adalah, guru sangat jarang murka tetapi kalau sampai murka bisa mengerikan. Ayah kalau murka sesekali aja, tapi serem juga. Bunda keseringan murka, jadi ya biasa aja. Bhaiquelaaahhh... 

Pertanyaan saya yang kedua kepadanya,
Saya: "Sekarang pertanyaannya ini. Menurut kamu sebagai anak, kenapa anak cenderung membantah perintah orang tua tetapi menurut sama perintah gurunya. 
Nak Wedhok: Karena, kalau dirumah tuh kita kan punya feeling that we will long life together kan. Jadi kita masih bisa do it later. Kalau di sekolah itu kan cuma sebentar, on that certain period. Jadi ya kita harus do, can not wait.
Saya: "Jadi, menurut kamu apa yang orang tua harus lakukan untuk mengatasi itu? Maunya kalian anak-anak tuh gimana biar kalian bisa lebih nurut sama orang tua?" 
Nak wedhok: "Orang tua itu harus kasih time period. Like you can say -10 menit lagi ya- gitu." 
Saya: "Iya juga ya..." 

Hahahha. Begitulah mager berfaedah kami berdua. Semoga bisa bermanfaat, buat saya tentunya. :-)

#CelotehAnak

No comments: