Sebelumnya mulai ngemeng ngalor-ngidul, saya bilang dulu ya. Bunga ini saya foto hari ini, Kamis 22 Desember 2022. Pas Hari Ibu ya. Nggak ada hubungannya, tapi nggak papa. Eh ada dink. Alm Ibuk saya sangat suka bunga yang cantik-cantik. Tangannya juga dingin sehingga tanamanya sering tumbuh subur.
So, here is for you... Happy Mothers Day! Aku yakin Tuhan memberimu taman bunga yang super indah hari ini di surga. ^_^
Baiklah... Saya akan bercerita seperti yang saya tuliskan di judul unggahan ini.
"Belajar dari si Bunga Cantik yang Ditelantarkan"
Sekitar Tahun 2017an (saya lupa persisnya), kami sering berbelanja keperluan bulanan di sebuah swalayan di bilangan Kota. Swalayan itu terkenal cukup lengkap dan harganya lebih miring. Karenanya kami rela berkendara cukup jauh untuk membeli keperluan bulanan kami di sana.
Saya masih ingat saat itu, saya membeli beberapa bumbu dapur, dan melihat 1 buah rimpang gendut yang dibungkus plastik. Saya tidak bisa memanggil memori saya, apakah saat itu ada tulisannya atau tidak. Intinya saya beli satu, dibawa pulang, tidak tahu untuk apa, saya tanam di halaman samping.
Jreng!!! Rupanya rimpang itu mudah sekali tumbuhnya. Tanamannya cepat menjulang tinggi dengan daun lebar-lebar. Cocok dengan tanahnya mungkin ya. Singkat kata, kami merasa tanamannya terlalu besar dan tidak tau harus diapakan. Kami cabut dan buang.
Rupanya masih ada rimpang yang tertinggal di situ, dan tumbuh lagi. Kami biarkan karena tanamannya tidak sebesar saat tumbuh pertama. Namun, saat kami melakukan sedikit renovasi rumah, kami harus membongkar area bertanam saya, termasuk si tanaman ini. Saya buang tanamannya ke lubang pembuangan sampah basah kami. Ternyata dia tumbuh lagi. Hahahha
Awalnya kami biarkan. Tetapi mungkin karena bersama sampah, terlalu subur dan daunnya besar-besar lagi. Kami timbun dengan sampah-sampah. Benar-benar tidak ada usaha untuk mencari tau atau memanfaatkannya. Duh.
Hingga tahun berganti, si tanaman ini juga berpindah ke sana dan ke sini sesuka hati kami. Ajaib memang, dia terus dan tetap bertahan.
Akhir tahun 2021 kemarin, untuk kesekian kali kami melakukan bongkar pasang rumah tumbuh kami ini karena alasan bocor. Imbasnya, lubang sampah saya ditutup sama mamang tukang, saya lupa minta dibuatkan lagi. Si tanaman liar, entah bagaimana memberi 1 anakan kecil yang menurut saya bagus. Jadi saya pertahankan 1 yang kecil itu, dan membuang yang besar. Bersama dengan 1 tanaman keladi yang tak kalah uniknya karena setiap dipindah ke pot mati, tapi dibuang hidup subur, mereka berdua akhirnya tumbuh di bawah pohon jeruk purut kami.
Sekitar 2 minggu lalu, saya sudah melihat tanda-tanda bahwa tanaman ini mengeluarkan bakal bunga. Namun, karena masih abai dan cukup sibuk, saya hanya melihat sekilas setiap lewat. Meskipun saya tahu kalau bunganya sudah mekar berwarna ungu pink beberapa hari terakhir ini.
Tadi sore, K menarik tangan saya dengan sayang bersemangat. Dia menarik saya ke pintu belakang, dan berhenti di teras samping sambil menunjuk, "Bunda, see. That is a beautiful flower. Very pretty!" Katanya. Saat itu, saya bilang sudah tahu. Tapi dengan segera mengambil ponsel untuk mengabadikannya. Saya memperhatikan beberapa lama bunga itu, memang sangat cantik sekali. Dan melihatnya, membuat saya kembali mengingat perjalanan hidupnya yang sebagian besar ditelantarkan oleh saya. Saya sedih. Maaf ya.
Setelah ambil foto dan puas mengagumi kecantikan bunga itu, saya kirimkan ke WAG kecil tetangga saya untuk menanyakan barangkali ada yang tahu tanaman apa. Salah satu tetangga saya mengirimkan tangkapan layar dari laman pencarian, menunjukkan beberapa nama latin dari tanaman ini. Saya cari yang paling mirip, dan mencari ulang informasi detailnya. Saat itu saya baru tahu, bahwa ini ternyata adalah tanaman Temulawak. Hahahahahahahhahahahahhaha
Saya betul-betul tertawa ngakak mengetahui bahwa ini adalah tanaman temulawak. Karena kan temulawak banyak manfaatnya. Sejak hari ini, saya niatkan untuk tidak lagi menelantarkan tanaman temulawak ini.
Dari temulawak ini saya belajar, bahwa selagi kita yakin pada kemampuan kita, yakin pada kualitas diri kita, tak perlu takut, minder, sedih atau putus asa jikapun ditelantarkan atau harus hidup terlantar. Tetaplah hidup, tetap mengeluarkan versi terbaik dari kita, makan pada saat yang tepat, kita akan menjadi sesuatu juga.
Bunga ini cantik, saya persembahkan untuk almarhum Ibuk saya. Beliau senang sekali dengan bunga-bunga cantik. Setiap tanaman bunganya, pasti tumbuh dengan cantik juga. Bahkan jauh sebelum beliau sakit dan meninggal, beliau sering berpesan pada kami, anak-anaknya, untuk membeli 7 tenggok bunga dan menebarkannya di makamnya kalau beliau meninggal. Saya lakukan. Mudah-mudahan Ibuk senang dan tenang. Pastinya bahagia karena tanaman bunga di Surga pasti jauh lebih indah. Kami merindukanmu ibuk... ^_^
No comments:
Post a Comment