Well, today is just another (bad) day... I Guess
Sepertinya saya PMS.
Nafsu untuk memamah (bukan biak) manusia memenuhi dada dan kepala. Tapi on the bright side, ini membuat saya menambah deretan dunia khayal saya. Jikalau suatu saat saya kebanjiran uang dan peluang, saya akan mengumpulkan teman-teman yang pintar berbahasa inggris dan ingin mengajar bahasa inggris, ataupun merekrut orang yang ingin mengajar bahasa inggris. Syaratnya cuma satu (selain daripada kemampuan bahasa inggrisnya pastinya), yaitu mengedepankan pelayanan dan memiliki mental melayani.
Dalam kegemasan saya hari ini, saya semakin memahami ke-masuk akal-an biaya sekolah yang nilainya bisa membuat kita geleng-geleng kepala di jaman now. Apalagi kalau sekolahnya sudah menggunakan tagline "International school" atau "English as a daily language" nya. Kenapa? Karena anak-anak akan mendapatkan pelajaran dan praktek bahasa inggris lebih banyak, dilingkungan yang menyenangkan (setidaknya mostly menyenangkan). Bukan di lingkungan yang kadang terasa diskriminasi atau mengecilkan orang lain, entah dengan pertimbangan apa.
Long short story, akhirnya K, Saya, dan Mas Bojo memutuskan untuk bergabung dengan sebuah lembaga bahasa inggris yang konon katanya cukup melegenda dengan pengalamannya yang lebih dari 40 tahunan itu. Long story nya sangat long, jadi saya simpan untuk kapan-kapan (kalau mau) ya.
Sebetulnya saya ingin bercerita panjang lebar mengenai pengalaman yang menggemaskan hari ini, namun saya kok malas membuang lebih banyak energi untuk itu. Tapi saya juga tidak ingin memendam kesal karena PMS hari ini didalam hati. Jadi, saya keluarkan banyak-banyak, namun sedikit saja tulisan disini. Sekedar pengingat mengenai konsekuensi yang pernah kami ambil bersama. Seperti sebuah kata bijak yang berbunyi, "Tidak ada kesalahan, yang ada hanyalah sebuah keputusan dan konsekuensi yang harus kita terima dan jalani". Exactly.
Obrolan saya hari ini bersama teman yang anaknya ikut kelas bahasa yang sama, namun ditempat yang lain:
Saya: "Hei, selama ini, komunikasi tentang kelasnya M di situ, pakai apa? WA? lancar?"
Teman 1: "Halo, iya pake WA. Lancar. Selalu dibalas cepet. Aku punya 3 nomer, 3-3 nya selalu fast respond"
Saya : hhh... okay, catet dulu.
Kemudian saya bertanya pada teman yang anaknya ikut kelas di tempat yang sama dengan K, hanya berbeda level:
Saya: "Hei, lo komunikasi sama itu, via WA juga? Lancar?"
Teman 2: "Enggak bangettt... Nggak lancar... bla bla bla bla... Cuma karena gw udah bayar sekaligus aja ini jadi mau nggak mau terus... Bingung mau pindah kemana... Males kalau blah blah blah..."
Curhatnya lebih panjang dari saya. Catet dulu.
Sayapun bertanya pada tetangga yang anaknya juga ikut kelas di tempat yang sama, berbeda level juga.
Saya: "Tante, komunikasi sama itu pake apa? WA? Lancar?"
Teman 3: "Enggak mbak. Nggak lancar blasss. Awalnya saya pikir karena beda level sama murid lain. Maklum yang lain dijemput pake alphard atau mercy. Tapi setelah online kok ya sama aja"
Saya tertawa mendengar alasan tetangga saya. Mas Bojo yang mendengar alasan tetangga saya, mengiyakan karena dia banyak mendengar berita tentang diskriminasi yang terjadi di lembaga itu. Catet lagi.
Mau tahu obrolan saya dengan mereka? It's be like:
(Ini setelah sebelumnya pernah kejadian juga, pesan tidak dibaca sampai dengan waktunya trial. Ketika selesai trial, Mbak nya bilang "Nanti kalau ada pertanyaan, silakan di WA saja bu". Dan saya langsung menjawab "Oh, ok. Tapi mungkin WA saya kemarin dibaca dulu kali ya mbak?" eeerrr)
Date: 27 January 2021 - 10 pagi
Saya: Pagi, maaf mau nanya kalau buku les K ready kapan ya?
.
.
.
08.30 malam
Mereka: Baru dibaca dan dibalas, mengatakan bahwa akan mengecek dengan finance.
Date: 29 January 2021 - 1 siang
Saya: Udah ada hasil ngeceknya belum ya? (Sudah malas bermanis-manis rasanya)
.
Jam 2 siang dibalas (cepet hitungannya ini yekaaan)
Mereka: Siang ibu, bukunya baru ready di hari ini, maaf baru mengabari kembali. Sudah dapat diambil ya mama K. Terima kasih.
Saya: Ok. Saya kirim gojek.
Setelah buku tiba, saya melihat benar-benar hanya 2 buah buku tanpa petunjuk apapun. Jadi saya WA lagi mereka. Sangking malasnya basa-basi, saya WA:
Saya: "Would you mind to give us guidance on how to join the class next week, please? "
Ajaib!!!
Langsung dibuka, langsung dibalas. Amazing, huh?
Saya: "Nice to hear your quick respond. finally. for once. Thank you.
Dan ternyata ketika saya log in ke web nya, jadwalnya belum ada. Aaarrrggghhh... Malas banget sebenernya balik lagi nanya. Apbolbu lah ya. Apa boleh buat...
Saya: "One more question please. When will the schedule of the class available in the website?"
Dan amazingly, langsung dibuka, dan dibalas.
Well, it is what it is...
Sudah bayar, sudah komitmen ikut kelas selama kurang lebih 4 bulan, jadi ya Suck It Up, Wilis!!!
Sekian curahan erosi jiwa emak-emak yang lagi PMS ini. You guys have a good weekend! :-)
No comments:
Post a Comment