![]() |
| And not forcing others to care... |
Saya yakin banyak diantara kita yang sering merasa atau mengatakan bahwa jujur itu lebih baik daripada ketidakjujuran. Terbuka lebih baik daripada ditutup-tutupi. Pertanyaannya adalah, apakah pada prakteknya begitu? belum tentu.
Banyak juga diantara kita mungkin yang pernah atau sering berselisih paham dengan orang lain. Mungkin tersinggung atau salah paham. Berbagai macam alasan bisa mendasari kesalahpahaman. Terlebih lagi jaman now dimana orang banyak mengungkapkan isi kepala melalui jari jemari ke media sosial. Level perselisihan jauh lebih tinggi daripada dahulu kala ketika mentok-mentok tersinggung karena cara menatap atau nada suara ketika bicara. ahahahahaha
Setelah berselisih paham, apakah kemudian terjadi rekonsiliasi? kadang iya, kadang tidak. Kadang setelah rekonsiliasi, bisa jadi kembali normal, bisa jadi tidak. Semua tergantung kepada pribadi masing-masing. Jika menggunakan saya sendiri sebagai contoh, saya punya contoh untuk beberapa case. ahahahaa...
Inti dari sampah tulisan ini kali ini adalah, bahwa terkadang hubungan bisa berakhir hanya karena sebuah kesalahpahaman. Terlebih lagi, jika pihak yang berselisih tidak ingin menyelesaikan hal yang menyebabkan perselisihan sampai ke akar-akarnya. Kenapa? Banyak faktor.
Ibaratnya nih ya menurut saya, seperti sebuah batangan besi. Ketika masalah muncul, anggaplah mulai ada karat dan debu menempel di batangan besi ini. Kalau saya, lebih senang menggosok semua karat dan debu sampai hilang, hingga besi mulus lagi. Tapi ada juga orang yang (mungkin) malas ribet dan ribut akhirnya membiarkan karatnya, dan merasa cukup dengan memoles dengan cat beraneka warna. Yang ada besinya makin karatan juga, dan lama-lama rapuh. Itu pilihan saja sih...
Sebentar... tadi saya mau nulis apa ya?
Errrrr.... Lupa lagi. Kepanjangan intro jadi lupa kan arah dan tujuan aseli nya.... Yassalaaamm...
-------
Kalau tidak salah ingat, inti dari kisah tak beralur ini adalah:
I feel sorry untuk orang-orang yang mungkin harus menjalani hari-harinya dengan kurang normal akibat adanya saya di dunia ini. Yang harusnya berjalan lurus, harus berbelok. Yang tadinya mau lurus jadi harus menunduk. Yang awalnya sumringah jadi cemberut... Ahahahaha...
Bukan sorry atas apa yang sudah terjadi, tidak. Bukan sama sekali. Karena bukan pilihan saya untuk memelihara karat dipermukaan besi ya. Tapi ya itu, lebih sorry karena jadinya daily activity nya menjadi kurang normal. So sorry to hear that... :-p
Salah satu hal yang saya suka pada diri saya adalah, saya cepat move on nya. ahahahhhaha
#GeErMaksimal
#SyndromeAkhirBulan
#SepertiItu

No comments:
Post a Comment