Tapi bukan masalah mandi muntahannya yang membuat saya gemesh dan pengen ngulek sambel saat itu juga. Tapi melihat sejarah sebelum acara mandi muntahan itu terjadi. Hahahaha #lebay
Jadi, begini ceritanya...
Kemarin itu ada sepupu K yang datang jauh-jauh dari Yogyakarta ke Bogor selama 2 hari. Di hari terakhir, kami ajak mereka jalan-jalan ke sebuah nursery di Bogor. Pulangnya, kami turun di pintu tol jagorawi dan berjalan ke sebuah restoran cepat saji dekat-dekat situ. Tujuannya adalah mau menyuapi K dengan ayam goreng dan nasi hangat, karena biasanya anak-anak kan suka banget makan itu. Apalagi sambil main di playground nya.
Dan, long short story, K pun main sambil makan. Sekali suap main sekali suap main lagi. Lahap sekali, dan akupun bahagiaaaa....
Sampai pada saatnya datang dua ibu muda berkerudung membaca 2 anak mereka. Kedua anak itu (laki-laki dan perempuan) ikut bergabung dengan K di playground. Daaan... terjadilah yang terjadi. Si anak perempuan menjambak K. ea...ea...ea...
K yang memang pada dasarnya sensitif, dan masih kurang bisa mempertahankan diri (lebih memilih untuk menangis keras) akhirnya memulai dramanya. Dia menangis keras sambil menunjukkan kekesalannya sama si anak perempuan itu. Ibunya? ehm... lempeng aja tuh... hahahhaa #apa yang bisa saya harapkan btw? :-p
Akhirnya aku ajak K duduk, mencoba menenangkan. Tapi apa daya, K yang seperti aku bilang tadi, belum terlalu baik dalam mengendalikan rasa kesalnya menangis semakin keras. Dan menyemburlah semua makanan dan minuman yang baru saja saya masukkan dengan penuh harap. Semburan pertama, semburan kedua, semburan ketiga, sampai tak ada lagi yang keluar dari mulutnya...
Aku? Ya sudahlah ya... Pasrah aja sambil senyam-senyum sama mas bojo, yang hanya bisa menatap haru (plus tatapan iiyyuuuhhhh juga sih).
Karena kondisiku yang basah kuyup karena muntahan sangat parah, setelah mas bojo selesai mengganti baju K, dia menyeberang jalan ke Bo***i Square beli baju untuk istrinya.
K duduk denganku sambil menunggu mas cleaning service nya. Aku pun memperhatikan ada satu anak lagi yang datang ke playground dan berusaha menaiki tangga. Apa yang terjadi? Si anak perempuan itu menendang anak yang baru naik ke tangga donk. Oh my god. Dan si ibu ya lempeng aja lagi... ck...ck...ck....
Setelah mas cleaning service nya datang, aku pun sibuk bersih-bersih dengan mas cleaning service nya. Kasian nambah-nambahin kerjaan mas nya aja. K kembali main, tapi hanya di pinggiran sambil memainkan Rabbit hadiah dari restoran itu.
Drama kedua kembali terjadi. Masih dengan anak yang sama pula. Anak itu menarik tangan K, dan K pun menangis lagi. Emak yang sudah basah kuyup ini hampir emosi sebetulnya.... Hampir terjadi amukan typhooon... hahahaha. Akhirnya aku cuma bisa bilang "K, nggak usah nangis. Dia kan anak kecil nggak tau kalau nggak boleh narik orang". K terus menangis dan aku harus terus2an bilang "nggak papa... sama anak kecil harus maklum K. Dia nggak tau kalau menarik orang itu bikin sakit".
Setelah beberapa kali aku bilang (dengan suara lebih keras) baru si ibunya bilang "maaf ya adeknya nakal...." hhmmmm....
Akhirnya mas bojo datang dengan celana panjang dan kaos baru... I love you full mas bojo... Apalah aku tanpamu... butiran debu... uwoooo uwoooo :-p
Akupun berganti baju di toilet. Sekembali dari toilet, mas bojo bilang kalau tadi si anak perempuan (ehm) itu mencakar muka anak perempuan yang tadi ditendangnya sampai nangis. Kata mas bojo si ibunya cuma bilang "maaf ya pak" gitu doank... Oh my God!!!
Maaf lah yess kalau aku sedikit sensi jadinya... Hahaha. Nggak ada hubungan sih antara baju dengan tingkah polah anak. Tapi menurutku sih biasanya kan orang-orang2 ilmu agamanya lebih bagus, ilmu mendidik anaknya juga bagus kan (kayaknya aku kebanyakan ikut grup aneh, jadi pola pikir mulai ikutan aneh. Soalnya di grup2 aneh itu kebanyakan ibu2nya ilmu agamanya bagus, dan mereka selalu sharing ilmu mendidik anak dengan bagus...bla....bla....bla...). aahahahahhahaa.
Menurutku yang awam ini, harusnya si anak donk yang di suruh minta maaf dan kasih tau kalau itu salah. Jangan orang tuanya. Kalau orang tuanya kan yang ada anak merasa dilindungi terus sama orang tuanya. Nggak akan belajar dia. hahahaha #sayasudahiemosinyadisinisaja
#postingannggakpenting
#daripadajadibisul
#dibuangsayang
#belajarlagidanlagi
No comments:
Post a Comment