Pagi ini aku bangun dengan semangadh dan niat menggebu untuk menyelesaikan pekerjaan rumah yang sempat tertunda karena sakit common cold berjamaah sekeluarga. Beberapa sudah bisa selesai, dan masih ada beberapa lagi. Tetiba aku mendapatkan kiriman Anu.... Dan entah kenapa semua semangadh dan niat tulus pagi hari langsung mengudara dan menguap tanpa bekas.
Anu itu memang kecil dan kurang berarti, tapi rupanya mampu menghancurkan semangadh pagi hariku. Semagai morning person, rasanya bangun pagi tanpa melakukan sesuatu sedini mungkin itu justru membuat sakit dan makin sakit.
Memang buat orang lain, Anu ini bukanlah sesuatu yang penting. Buatku juga sebetulnya tidak penting juga sih... Tapi lebih baik tidak ada daripada ada.
Kalau memang Anu ini ada karena tidak sengaja, maka tak mengapa. Tapi bagaimana kalau Anu ini ada karena memang disengaja? Itu baru sesuatu. Tapi, itu hanya prasangka... Karena aku nggak tau dan nggak mau tau dan nggak mau mencari tau ke yang ngirim. Biarkan saja dia dengan alasannya, dan aku dengan ketidaktauanku. Semuanya akan lebih tenang kalau didiamkan dalam ketidakjelasan.
Berhubungan dengan sesama manusia berbeda semuanya membuat banyak perbedaan juga dalam banyak hal. Sebetulnya kurang match dan ada yang kurang klop, tapi tak mengapa. Lumrah dan wajar saja. Kadang ada juga yang tidak wajar, tapi bisa apa kita? Keran harus tetap mengucurkan airnya, agar kehidupan dibawah sana berjalan dan bertumbuh. Nikmati saja sebisanya. Masalah kebahagiaan kita cari ditempat lain. Kata Mas C.S Lewis "Don't let your happiness depend on something you may lose"
Merasa hilang semangadh sebentar boleh. Bersedih sebentar juga boleh. Malas ini itu sebentar juga boleh. Ibarat pepatah yang mengatakan 'Karena Anu setitik, maka rusaklah Mood sebelanga'.
No comments:
Post a Comment