Monday, March 23, 2015

An Appetite For Reading

Beberapa akhir pekan yang lalu, kami (aku, suami, dan anak) menikmati akhir pekan di sebuah pusat perbelanjaan berinisial B O K E R. Rencananya kami hanya akan berada disana sampai tengah hari, dan kemudian lanjut ke pameran produk organik di depan Kampus yang terletak disebelahnya. Namun rupanya rencana tinggalah rencana. Kami terjebak hujan deras dan akhirnya harus nge-tem di sana sampai sore, tidak beranjak kemana2. Eh salah dink, kami beranjak dari satu kafe ke kafe yang lainnya... #iiyyuuuhhhh

Salah satu kegiatan yang kami lakukan adalah mengunjungi toko buku dilantai dasar. Beberapa buku akhirnya kami bawa pulang diantaranya buku dongeng nusantara dan novel Gelombang nya Dee Lestari. Oh iya, Kiraniul menggandeng Bontal dan tidak mau dilepas sampai rumah, namanya Moopie. Oh Kiraniul, tanganmu cekatan sekali mengambil benda lucu nak... :-p

Kegiatan yang lainnya sangat menarik dan menyenangkan, tetapi bukan itu yang ingin ku tuliskan. Aku lebih tertarik untuk menuliskan kisahku dan Gelombang.

Book should be above a gadget, not the other way
Picture taken from here
Sebetulnya, sudah lama sekali aku merasa pengen meng-koleksi buku karya Dee Lestari. Namun sampai saat ini, baru 2 buku yang nangkring di perpustakaan mini tak berbentuk ku, yaitu Perahu Kertas dan Gelombang. Buku yang pertama mengandung sejuta cerita yang mengikutinya. Ingat buku Perahu Kertas, aku jadi ingat satu blog ku yang mungkin keberadaan nya sudah di hilangkan oleh system karena tak pernah lagi kukunjungi. Kisah yang sudah selesai dengan kata 'The End' sempurna. Mudah2an semua pemeran yang tersebut didalamnya, berbahagia dimanapun kalian berada :-)

Buku yang kedua - Gelombang.

Sebetulnya bukan karena alasan -pengen meng koleksi buku Dee- itu yang menjadi alasanku membeli buku itu, waktu itu. Lebih karena aku masih kurang yakin dengan Appetite ku untuk membaca. Tahu sendiri bagaimana I Am Malala sudah menguning tanpa tersentuh, atau Kindle yang sudah di charge ulang baterainya tanpa terbaca sebarispun e book nya. Di situ kadang saya merasa sedih...

Karena itu aku hanya melakukan pemilihan acak pada tumpukan buku yang menggiurkan di toko buku itu. Memilih buku yang sekiranya tidak menuntutku berpikir keras (dengan enggres2an) atau buku yang bisa menyeretku pada ketidakingatan waktu (fiksi cantik dan petualangan seru macam twilight gitu).

Gelombang terpilih begitu saja.

Seperti yang sudah ku duga, nafsu membacaku masih kurang bisa dibangkitkan. Rindu rasanya saat2 dimana dalam seminggu satu novel ber Bahasa Indonesia terselesaikan, atau dalam satu bulan satu novel ber Bahasa Inggris terbaca tuntas. Sekarang ini, novel hanya tersentuh jika aku melakukan ritual harian di kamar mandi (buang h*j*t). Sedih... Sedih sekali...

Tapii....

Rupanya buku Gelombang ini sedikit berbeda. Mungkin tak lepas dari kepiawaian Dee dalam membawa hanyut semua pembacanya kedalam cerita petualangan Ichon. Entahlah... Yang jelas, melalui buku ini, timbul kembali keinginan kuatku untuk membaca. Muncul lagi kegiatan membaca sebelum tidur, membaca ketika istirahat kerja, membaca ketika tidak ada lagi yang bisa dikerjakan, dan yang pasti masih ada ya membaca ketika ber ritual di kamar mandi. Selain membaca pada saat yang disebutkan terakhir itu, adalah prestasi yang menurutku perlu dirayakan dengan secangkir kopi nikmat. Karena hal2 itu rasanya sudah lamaaaaa sekali tidak aku lakukan. Tidak ada keinginan yang begitu besar yang bisa mengalahkan Faceb**k, Inst***am, ataupun games Plant and Zombie 2 dari HP suamiku.

Tapi setelah ada Gelombang di perpustakaan miniku, kegiatan2 itu kembali ada.  My Appetite for reading is back!!! Satu hal yang tidak kutuliskan dalam barisan Resolusi 2015 justru muncul dengan sendirinya. Mudah2an ini bertahan dan bertambah. I really want it to be come true... Memelihara nafsu untuk membaca sungguh sangat tidak mudah bagiku. Namun aku tahu bahwa aku tidak sendirian. Teman baikku pernah memposting sebuah link yang membuktikan hal itu. Banyak orang di belahan bumi lain juga mengalami hal yang sama. Mudah2an semua kembali menemukan Their Appetite for Reading as soon as possible. Karena untuk orang yang (dulunya) suka membaca, kehilangan nafsu untuk membaca adalah salah satu siksaan yang belum ada rumus penawarnya.

Happy Reading Folks!


2 comments:

Dewi Rieka said...

wahh tinggal di bogor yaa, ortuku di bogor lho hehe...sering bolak-balik ke bogor aku..iyaa, membaca itu emang angot2an..kalau aku lagi malas baca, biasanya larinya ke komik Miiko :)

Ini Wilis said...

Wuiih.... Makasih banyak udah mampir kesini Mbak Dedew...

Iya, aku di Bogor. Di daerah Darmaga sebelum Kampus IPB darmaga. Mudah2an kapan2 ada kesempatan ketemu ya...

Project selanjutnya apa nih skarang? :-)