Stephenie meyer dengan buku tetraloginya twilight saga, adalah hal yang aku hindari tahun2 belakangan ini. Bukan karena aku memiliki dendam pribadi kepadanya, karena sejatinya aku juga belum pernah bertemu dengannya sekalipun. Bukan pula karena aku iri atas keberhasilannya menghebohkan panggung per-novelan di dunia ini. Bukan....Mulai dari pertama kali novel Twilight muncul, aku sudah rajin membaca resensi dan reviewnya. Dan itu semakin membuatku menguatkan niat untuk "tidak menyukainya". Jangan.... Jangan sampai aku menyukainya. Atau paling tidak, jangan sekarang....*membatin*
Apa sebab?
Novel Twilight bagus !!!!

Yep.... I know that....
Aku tahu kalau novel Twilight itu bagus. Paling tidak menurutku, novel itu sesuai dengan seleraku. Lebay, memancing imajinasi tingkat tinggi, dan melegalkan dunia khayalan. hehehhee
Justru karena aku tahu kalau novel ini bagus, maka aku berusaha sekuat tenaga menghindarinya.
Novel Twilight bagus, dan aku yakin novel2 selanjutnya akan sama bagusnya menurutku. Paling tidak aku tahu kalau aku menyukainya. Dan novel2 itu tebal2.... wuidiiiihhh.... Tebal+Bagus=Mahal bukan? hahahaha
Itulah alasan mengapa aku berusaha sekuat tenaga menghindarinya. Mahal bo.... Belum ada budjet untuk menuruti nafsuku memburu edward, bella, dan jacob. Selain karena faktor ekonomi, ada juga faktor emosional. Aku khawatir akan menjadi kecanduan dan sulit dihentikan dalam menyelesaikan buku2 itu (dan terbukti pada akhirnya). Tetapi aku yakin suatu saat nanti akan ada edisi lengkap dari tetralogi ini di rak bukuku. :p
Namun rupanya, semua keyakinanku runtuh gara2 sebuah rayuan maut. Rayuan dari seorang teman yang dengan setengah memaksa untuk meminjamkan bukunya padaku. Hiks.... Entah kenapa aku yang keras dan sering brutal ini selalu saja luluh lantak ketika menghadapi sebuah kasus yang berhubungan erat dengan "Pinjaman" dan "Gratisan". Terlebih lagi di tambah unsur "Paksaan". hehehheheAkhirnya aku meminjam salah satu bukunya, Twilight saja. Temanku yang lain juga meminjam buku yang lain. Aku pikir, mungkin nanti aku bisa bertukar dengan temanku itu. Namun rupanya temanku itu meminjam buku yang ketiga, Eclipse. Jadilah aku membaca Tetralogi Twilight Saga dengan urutan acak2an. Twilight dan kemudian Eclipse.
Rasa penasaran membuatku belingsatan untuk segera membaca seri kedua, New Moon. Karenanya aku bergerilya mencari siapa yang punya edisi New Moon yang paling mudah di raih dari tempatku berada. Hampir saja aku kolaps dan memacu motorku ke toko buku kalau saja tidak mendapatkan secercah harapan dari seorang teman. Dia punya edisi New Moon. Aasyiiikk....

Dan Edisi New Moon pun selesai dalam waktu 1 hari 1 malam, sebagai akibat ngadatnya keyboard laptopku. Rupanya penasaran yang aku khawatirkan dari awal memang benar2 terjadi dan menderaku. Aku mulai berfikir bagaimana cara mendapatkan edisi terakhir dari tetralogi itu, Breaking Dawn. Dan karena aku sudah tidak tahan lagi, akhirnya pertahananku jebol dan aku membelinya dari toko buku. Buku yang paling tebal dari ke tiga buku sebelumnya.
Setelah membaca kisah Bella, Edward, dan Jacob, aku semakin yakin
bahwa aku akan segera memiliki edisi lengkapnya. Namun saat ini aku masih sedikit galau mengenai sumber dan caraku mendapatkannya. Aku sedang memikirkan untuk pergi ke Pasar Senen atau Stasiun untuk bisa menghemat beberapa lembar rupiahku, daripada harus membeli di toko buku yang menawarkan harga beberapa kali lipat. Semoga saja nanti aku bisa menemukan cetakan yang bagus dengan harga miring itu. Toh isinya aku sudah tahu, tapi tetap saja tidak boleh tertiipu oleh pembajak bukan? hahahahha
No comments:
Post a Comment