Tuesday, May 11, 2010

Kind of Mistaken Diplomat

"Pak, Mendingan bapak banyak2 doa aja deh dari pada sok tau kayak gitu..... hehehehhehe"

Mungkin seharusnya kemarin kata2 itu perlu di sampaikan kepada seorang bapak yang aneh tapi nyata keberadaannya di depanku. Ya, karena kelakuan si bapak yang baik hati tapi terlalu sok tau itu, aku, Ijah, dan Patrick harus tertawa all day long. Itu juga menyebabkan rasa lapar kami menjadi semakin cepat datang, padahal keuangan kami sedang berada pada limited edition.

Cerita itu terjadi kemarin siang, di Stasiun Kota Jakarta. Ketika kami sedang dalam masa penantian kereta kelas AC-Ekonomi menuju Bogor. Aku, Ijah dan Patrick baru selesai melewati weekend di Pulau Seribu, tepatnya pulau Pramuka. Tujuan bisnis dan wisata yang di gabung. :)

Kami menunggu kereta di peron sambil duduk dan ngobrol ngalor ngidul dengan bahasa campur aduk ala gado2. Maklum, Bule di bawa sama 2 makhluk aneh dari pribumi. Jadilah sebuah perjalanan aneh yang sarat makna dan pengalaman. hahahhaa.....lebay.

Karena baru datang dari pulau, kami semua sibuk dengan kepentingan pribadi masing2. Ijah sibuk mencari toilet untuk segera membuang "sampah2" nya, Patrick sibuk mencari sumber penghidupan yang bernama makanan karena dia sudah sangat kelaparan, sedangkan aku sibuk menikmati lalu lalang orang yang memadati stasiun (malas bergerak dan memilih menjaga barang2 saja). Nampaknya karena kemarin itu adalah hari Senin, maka suasana stasiun sangat ramai sekali.

Beberapa waktu kemudian, Patrick kembali tanpa hasil karena dia tidak menemukan makanan yang dapat mengganjal perutnya. Minimarket yang ada di stasiun itu terlalu padat orangnya sehingga dia malas berdesak2an mencari makanan. Dia malah asik memperhatikan bapak2 yang memakai seragam PNS, menggunakan kopian, menyandang sajadah, dan berteriak2 di seberang tempat kami duduk.
"Wilis, what is he doing?" tanyanya
"Hahahha..... i think he just crazy."
"ya... i think so...." katanya.

Memang bapak2 itu kelihatan sekali kalau gila koq. Dia bergaya khotbah dan membacakan haditz atau wejangan2 pada orang2 yang ada di sana, sambil berkeliling2 dan bergerak kesana kemari. Atau mungkin si bapak itu korban audisi jadi ustadz yang gagal. Who knows? :p

Beberapa waktu kemudian, giliran Ijah datang sambil tertawa2. Rupanya sudah ada koleksi cerita lucu baru yang siap meluncur dari kepala dan mulutnya. Yaaa.... seprti biasa. Ketika kami pergi bersama, selalu saja ada banyak kejadian yang menghibur dan menjadi bahan tertawaan kami. Toh pada dasarnya kami memang hobi mentertawakan sesuatu atau seseorang. :p

"Kenapa lagi?" tanyaku
"Mbak, lu tau nggak sih. Waktu gw ngantri di toilet. Kan ada nenek2 yang ngantri di depan pintu. Di belakang dia itu ada anak muda. Gw nggak tau sih ya...siapa yang dateng duluan disana. Cuma waktu orang yang di dalam toilet keluar, di anak muda langsung nyalip nenek2 itu dan masuk ke toilet. Nah, si nenek2 yang udah nggak kuat nahan kebeletnya itu ngomel2. Dasar anak muda, nggak tau apa ini orang tua udah ngantri karena nggak tahan. hahahhahah
"hahahhaha..... Tapi terus nenek2 itu tetep ngantri atau gimana?"
"hahaa.... nggak tau deh akhirnya. Yang jelas si nenek2 itu ampe angkat2 roknya gitu. Mungkin dia kencing di sana kali. hahhahaa"
"Dasar anak muda jaman sekarang...." kata kami berdua.

Ya.... tambah lagi masalah anak muda jaman sekarang. Selama perjalanan, kami banyak membicarakan pengalaman2 seputar penilaian orang tua kepada anak muda jaman sekarang, dalam beberapa kasus.

Si Ijah pernah di tegur secara tidak langsung oleh orang tua, manakala dia sedang dalam perjalanan ke pulau seribu beberapa waktu yang lalu. Kala itu, dia pergi bersama dengan beberapa anak Lawalata dalam rangka liburan juga. Rupanya, saat kapal menyeberang, mereka mendapatkan serangan ombak besar, sehingga semua penumpang yang ada di atas geladak di haruskan turun ke dalam kapal.

Ijah dan anak lawalata yang lainnya, seperti biasa merasa bahwa lenggak2 kapal yang di hempas ombak itu adalah keadaan yang menyenangkan. Karenanya mereka ber-whaaa.....whaaaa ria sambil tertawa2. Tiba2 ada ibu2 yang berkata,
"Dasar anak muda jaman sekarang. Ada ombak besar bukannya doa malahan seneng....."
Dan merekapun hanya bisa tersenyum semanis mungkin.... :)

Lain lagi pengalaman Salmul. Dia juga pernah mendapatkan teguran secara tidak langsung ketika sedang berada dalam sebuah perjalanan. Namun, suara tegurannya berbeda,
"Dasar anak muda jaman sekarang, Bukannya berdzikir, malah sibuk update status facebook...."

Hwakakaakkaa..... Memang yang namanya anak muda itu memang luar biasa ya.... Selalu saja melakukan hal2 yang menurut orang tua adalah aneh dan tidak pada tempatnya. Ya... Namanya juga beda zaman, dan beda trend. Meskipun nggak semua trend itu bener juga ya.... Namanya juga anak muda bu.... ^_^

Tapi jangan salah juga. Orang tuapun sering melakukan hal2 aneh dan nggak lazim koq. Dan itu menjadi ceritaku, Ijah, dan Patrick kemarin juga. Cerita yang mampu membuat kami tertawa sepanjang perjalanan dari Stasiun Kota menuju Stasiun Bogor. Tertawa hingga membuat perjalanan berasa sangat cepat, padahal lebih lama dari biasanya. hahahha

Begini ceritanya. Setelah bosan menunggu kereta dengan cara duduk, kamipun berjalan menuju peron stasiun bertiga. Masih juga sambil bercanda2. Kami berdiri di garis batas penunggu kereta. Aku dan Ijah berdiri berdekatan, sedangkan Patrick seperti biasa akan menjelma menjadi sosok autis yang bergerak kesana kemari. hahahaha

Ketika Patrick bergerak menjauh dari kami, Ijah berkata,
"Patrick.... honey.... where do you go?" Patrick hanya menengok saja
"Its ok... go...go... go far away ya..." kataku pula.

Keadaan menjadi sangat sempurna karena Patrick hanya menengok ke arah kami dan mengernyitkan muka, tanpa membalas perkataan kami. Keretapun datang mendekat, dan kami bersiap untuk naik.

Tiba2 aku melihat ada bapak2 yang penampakannya seperti pegawai kantoran atau mungkin dosen yang bergerak mendekati Patrick. Dia nampak berkata sesuatu sambil menggerak2kan tangannya. Dari gerakan tangannya, aku melihat bahwa bapak itu menunjuk ke arah aku dan Ijah. Dan si Bapakpun bergerak menuju pintu kereta yang berada di belakang kami. Aku melihat Patrick hanya sedikit tersenyum2. Tuing...tuing.... curiga...curiga....

"Patrick, what's he talking about?" Tanyaku ketika berada di pintu setelah berkumpul bertiga lagi.
"He said, Maybe they just tried to practise their English" Kata Patrick
"Is "They" refers to me and Wilis?" tanya Ijah
"Ya..... " kata Patrick sambil senyum2.

Dan kamipun masuk dan memilih tempat duduk. Baru kemudian melanjutkan topik diskusi yang nampaknya akan menjadi kocak itu.
"Maybe he think that we aren't together" Kataku
"Yaaa... Exactly.." Kata Patrick yakin

Yaa..... Rupanya si Bapak2 hanya melihat sepotong dari adegan kami di stasiun. Jadi, dia hanya melihat bagaimana seorang bule (Patrick) berjalan di peron stasiun, dan kemudia ada 2 anak perempuan yang penampakannya kucel karena baru pulang dari pulau berusaha memanggil2 dan berbicara pada bule itu. Padahal ketika 2 anak perempuan itu memanggil2, si bule hanya bersikap sok acuh dan tidak peduli. Jadilah aku dan Ijah seolah gagal menggoda si bule, di mata si bapak2 itu.

Kamipun menjadikan kasus ini sebagai bahan obrolan yang menarik sepanjang sisa perjalanan yang baru saja di mulai.
"So, honey... maybe we need to go to him, and than introduce ourself now. Tell him that we are team." kata Ijah.
"No... maybe we need to tell him that i am your bodyguard and Ijah is your household." Kataku
hwaakakkaakkakaa..... Ngakak terus berkelanjutan.

"Or just tell him that we slept together on tent lastnight and i've been kiss ones of you" Kata Patrick.

Kamipun menyimpulkan bahwa Bapak2 itu adalah contoh bapak yang sok tahu. Mungkin saja Bapak2 itu sering bertemu dan berinteraksi dengan bule, dan berfikir bahwa nggak mungkin kalau bule bisa berteman dekat dengan orang2 sekucel aku dan Ijah. hahhahaha.... Kacaw... :p

"Gw koq pengen banget ya ke tempat bapak itu dan ngasih tau siapa kita" Kata Ijah
"Ya ampun jaah.... yang sabar ya... Kita ini di mata dia nggak layak jadi teman Patrick. Apa jadinya kalau dia tau kalau lu pacarnya Patrick? bisa sakit jantung nanti dia..." kataku
"Gw sih pengen banget kasih tau kalau kita semua ini temenan lho... Sok tau banget sih ya dia..." kata Ijah lagi

"Patrick, i think i will write this story. What do you suggest for the tittle?" Tanyaku
"Kind of mistaken diplomat" kata Partick

Ijah.... yang sabar ya.... Ini bisa jadi pengalaman berharga buat kita. Kita bisa kasih tau temen2 yang sama kucelnya kayak kita (Kalau pulang dari lapang) dan sedang sama bule, bahwa ada kemungkinan hal2 seperti ini terjadi. Biar teman2 kita nggak pada syok dan menangis darah.... hahahahahahhahaha

2 comments:

PelintangPulau said...

kocak banget si mb..
hahaha

Ini Wilis said...

Hahahhaa....
Begitulah ubo... Cerita menarik seputar bule, bodyguard, dan pembantunya... :p