Makanan andalan, Nasi Campur Men Weti
Pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Dewata ini, teman saya mengenalkan pada makanan khas Bali ini. Dan sejak saat itu pula, saya jatuh cinta padanya (nasi campurnya, bukan pada teman saya). Jadi, rasanya tidak pernah saya melakukan perjalanan ke Bali, tanpa makan di Nasi Campur Men Weti walau sekali. Meskipun saat ada meeting kantor di hotel, pasti ada masanya saya melewatkan sarapan bersama dan kabur ke Nasi Campur Men Weti ini.
Nasi Campur yang saya kenal adalah yang terletak di Sanur, tepatnya di Pantai Sindu. Perempatan McD kalau orang bilang. Bukan jam 7.30. Biasanya sebelum buka saya sudah nangkring di depan warung, demi mendapat antrian awal. Maklum ya, kalau sudah mulai siang, antrian nya bisa mengular.
Nasi campur Men Weti ini mungkin saja sama dengan nasi campur lain di tempat lainnya. Namun, bagi lidah saya dan Mas Bojo, tetap nasi Men Weti yang ada di hati. Rasanya itu passs sekali. Mungkin karena di racik dengan tangan, di emek-emek, di cuwel-cuwel gitu ya, jadi makin nikmat. Hahaha. Saya sempat mencicipi Nasi Campur Warung Adi, Nasi Ayam Kedewatan Bu Mangku, Nasi Mak Juwel, dan Nasi Campur di beberapa tempat lain di Bali. Namun lagi-lagi hanya ke Nasi Campur Men Weti kami kembali... Enaaakkk...
Yang paling saya suka dari nasi campur Men Weti ini adalah sambal goreng dan kulit ayamnya. Sambel gorengnya itu selalu bikin keringetan dan huhah huhah. Kerupuk kulitnya krispi kriuk-kriuk banget gitu. Buat hiburan kalau sudah mulai kepedasan. Nikmat deh ih...
Secara harga, Nasi Campur Men Weti memang terhitung mahal. Seingat saya, dulu pertama kali saya makan Nasi Campur Men Weti itu harganya masih 15-20 ribuan. Sekarang satu porsi biasa harganya 30ribu rupiah. Untuk porsi anak, yang artinya tidak pakai sambal, harganya 20rb rupiah. Saya pernah mencuri dengan orang bertanya apakah bisa membeli seharga 15rb, jawabannya adalah bisa jika dibungkus. Kalau makan di tempat, tidak bisa. Saya? Heheehe. Seperti yang saya bilang bahwa saya mencintai sambal goreng dan kulit, jadi pesanan saya selalu berbunyi "Mbok, saya dibungkus 3. 2 extra sambal dan ekstra kulit, yang satu untuk anak". Dan bayarnya 100rb. Pada akhirnya Mas Bojo selalu menghibahkan sambal gorengnya pada saya, jadi kebahagiaan saya terasa sempurna... #eeeaaa
Oh iya. Saat saya beli Nasi Campur Men Weti untuk di bungkus beberapa waktu kemarin, saya mendapat informasi baru. Sepertinya ada warung Nasi Campur Men Weti yang lain, entah di mana. Dan mungkin (ini baru temuan sekilas ya, alias gosip) keberadaan warung nasi campur Men Weti yang lain itu, tidak baik-baik saja di mata Qarung men Weti Sanur. Karena waktu saya sedang mengantri, si mbok yang melayani saya sedang berbicara dengan seseorang di ponsel yang dia apit diantara kepala dan pundaknya. Dia bilang:
"... Kalau pesan di Ojek Online, pilih yang ada Sanur nya. Kalau nggak pakai Sanur, KaWe!!!" Saya kasih 3 tanda penthung karena waktu itu memang si mbok rada nge-gas ngomongnya. Hahahaha
Seperti itu yaaa...
Bagi kalian yang datang ke Bali, seandainya ke daerah Sanur, jangan lupa di coba Nasi Campur Men Weti di Jl. Pantai Sindhu. Perempatan MCD lurusss ke arah pantai. Nanti kalau ada warung makan di kanan jalan yang ramai orang duduk-duduk atau berdiri menganteri, itulah warungnya. Biasanya belum sampai tengah hari nasinya sudah habis dan tutup. Selamat mencoba! :-)