Tuesday, September 29, 2020

Cinta Pada Kenangan

  


Untuk yang telah pergi,

Untuk yang memilih untuk berlalu, 

Dan untuk yang berbaik hati meninggalkan jejaknya, namun akhirnya menghilang jua... 


Semua tetap ada tanpa cela... 

Karena selalu ada masa, 

Ketika kenangan membuat kita kembali jatuh cinta... 


#Relationship #Friend #Family #Love ❤️❤️❤️

Sunday, September 27, 2020

Untukmu Suatu Saat Nanti

 



Setiap waktu yang berlalu, adalah detik yang menghilang

Setiap jauh kaki melangkah, adalah jejak yang kian menjauh

Setiap barisan pengalaman, adalah titik yang meliuk


Setiap kita ingin pergi, menjauh semakin jauh

Setiap kita ingin melihat, yang belum terlihat

Setiap kita ingin merdeka, sebebas merpati


Pergilah, pergi sejauh engkau ingin

Lihatlah, dengan mata yang tak terlihat

Bertumbuhlah, dengan apa yang tumbuh dalam relungmu


Satu yang tak lekang oleh waktu, 

Adalah rindu 

Rindukan kami yang tak pernah hengkang dari hatimu

Adalah kami, 

Rumah dengan pintu selalu terbuka untukmu pulang… 


#UntukmuSuatuSaatNanti

#AllMyLoveInOnePicture 

Saturday, July 4, 2020

Gelas Baru Kosong atau Menunggu Isi



Jangan menatapku
Apalagi dengan keibaanmu
Karena sesungguhnya itu tak perlu

Mungkin kau lihat aku tak berisi
Mungkin kau liat aku terabai
Tapi sejatinya tidak

Aku membuat diriku sendiri dan kosong
Agar cukup banyak udara dapat mengisi
Untuk memberi nyala pada sumbu api

Tak perlu takut terlihat sendiri
Karena sendiri membuatmu berisi
Sendiri memberimu ruang
Untuk menakar dan menakir

Ketika keriuhan tak lagi menjadi pecut
Ketika keriaan tak lagi berarah
Saatnya untuk sendiri dan mengosongkan diri
Pilih dan pilah
Apa dan mana yang berfaedah
Dan membuatmu maju

Lippo Carita,
04 July 2020

Menjadi Manusia



Lembut ditelapak kakiku
Sejuk menerpa rambut tipisku
Hangat mengaliri kerongkonganku
Sepi mengisi pikiranku

Siang tak lagi terik
Matahari seolah enggan berlaku
Ombak terdengar pilu
Angin bernyanyi mendayu

Karena aku adalah manusia
Maka aku merasa

Bilamana aku adalah pasir, angin, secangkir kopi, atau rasa...
Maka aku hanya berada pada masa dan tempatnya...

Ah, manusia...
Membuat semua menjadi terasa...

#Rasa
#MenjadiManusia

Siang di Lippo Carita,
4 Juli 2020


Saturday, June 27, 2020

Saatnya Mengistirahatkan Jiwa

Tatkala jiwa meronta,
Raga bicara
Tatkala jiwa meminta,
Raga terhina

Lepaskan,
Letakkan,

Tiada guna kita meronta
Tiada guna kita mencerca
Karena yang ada hanya kita
Karena yang rasa hanya kita

Istirahatlah,
Tidurlah,
Esok kita akan bercengkerama lagi dengan alam alam
Dengan gembira dan suka cita


Friday, June 26, 2020

Mimpi Yang Tak Pernah Mati


Saya tidak pernah takut bermimpi, dan saya tidak pernah takut mengatakan seperti apa mimpi saya pada siapa saja yang tertarik. Banyak yang bilang bahwa mimpi ketinggian itu namanya halu, dan saya setuju. Memang yang namanya mimpi ya pasti halu. Halusinasi. Halusinasi yang membayangi otak kita, sehingga kita membayangkan yang indah-indah, yang menyenangkan, dan memberikan kita kepuasan. Itu memang benar. 

Mungkin yang membedakan adalah, apakah kemudian kehaluan itu hanya akan berhenti pada kesenangan sesaat manakala sedang ber halu ria, ataukah kita mencatat kehaluan kita dan menjadikan itu sebagai mimpi yang ingin kita wujudkan suatu saat nanti? 

Bagi partner hidup saya, mungkin yang namanya mimpi dan kehaluan saya itu sudah tidak bisa dihitung lagi. Sejak saya berpacaran dengannya, hingga saat ini kami sudah punya anak yang sudah masuk SD, saya masih memiliki hobby yang sama, yang itu mimpi. Dan sayangnya, Mas Bojo saya ini bukanlah tipe yang supportive pada mimpi istrinya. Bahkan dia lebih cenderung pesimis menurut saya. Setiap mimpi yang saya ceritakan padanya, dia akan menanggapi dengan dingin, atau justru memicingkan mata dan berkata "apaa sih, nggak jelas". Dan itu bukan sekali dua kali. Hampir di semua mimpi yang saya ungkapkan padanya, mendapat respon yang seperti itu. 

Tapi saya tidak menyerah. Saya sakit hati, saya kecewa, dan saya lontarkan kekecewaan saya padanya, namun tidak merubah apapun. Cibiran dan picingan mata juga yang saya dapat ketika saya menyampaikan mimpi saya. Tidak apa-apa. Namanya manusia, tidak akan ada yang terlahir sama. Bahkan cenderung berbeda untuk saling melengkapi, teorinya sih gitu. 

Apakah saya hanya memelihara mimpi saja? 
Tentu tidak ferguso... 
Saya juga mengupayakannya untuk menjadi nyata. Saya memulai dengan mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan mimpi saya, mencari sebanyak-banyaknya referensi, dan lain sebagainya. Setelah itu saya membuat jalan saya menuju mimpi saya dengan bagan. Entah sudah berapa banyak saya punya yang seperti ini. Namun sudah banyak sekali juga yang hilang lenyap entah kemana. Tidak masalah. Seperti itulah mimpi di kehidupan. 



Beberapa waktu belakangan ini saya juga sedang menjalani salah satu mimpi saya. Mimpi saya yang ini sih sudah mulai ketika masih SD. Entah sudah berapa banyak yang hilang sejak saat itu. Tapi saya tetap memelihara mimpi saya hingga saat ini. Karena saya percaya, mimpi yang dipelihara dan dirawat itu, akan menemukan jalannya sendiri suatu saat nanti.

Terbukti dengan dimulainya tahun ini. Secercah harapan dari mimpi saya mulai menampakkan diri. Perlahan semakin menerang dan benderang. Saya ikuti dengan senang hati. Apakah mimpi saya akan jadi kenyataan? Mimpi saya selalu menajdi kenyataan, ketika saya merawatnya sedikit lebih maju, sedikit lagi, sedikit lagi. Semua proses itu adalah mimpi saya. Hasilnya adalah bonus dan berkah.

Sunday, June 14, 2020

Seize The Day

Selamat Hari Minggu!

Pict by: Mas Bojo
Akhir pekan... Adalah dua hari (terkadang 2,5 hari jika menyertakan Jum'at Sore, atau 3 hari jika pula menambahkan Senin pagi) yang selalu berlalu dengan lebih cepat. Lebih cepat dari hari-hari biasanya. Menurut saya.

Meskipun bekerja dari rumah bukanlah hal yang baru untuk saya, namun tetap saja mengatur waktu untuk "Me Time" dihari kerja itu tidak mudah. Terkadang memang saya bisa produktif jika sedang semangadh bangun pagi, atau sedang bisa melek hingga malam. Namun seringnya saya membiarkan alarm pagi saya terus menerus berteriak hingga matahari hadir terlebih dahulu. Dan sering pula saya ikut terlelap mengejar kisah yang saya bacakan untuk anak saya, bahkan ketika anak saya belum mulai tidur. 

Tapi, sebisa mungkin saya masih mengusahakan agar akhir pekan saya tidak berlalu begitu saja tanpa bekas. Seperti banyak akhir pekan di beberapa tahun yang telah berlalu. Saat dimana otak kanan saya sedang hibernasi jangka panjang. Saat-saat itu saya melewati akhir pekan saya dengan kurang bermanfaat. Ada manfaatnya, tapi masih kurang dan belum cukup banyak sepertinya. 

Sekarang-sekarang ini, terlebih dengan banyak bergabung dengan komunitas kreatif, ditambah lagi dengan situasi pandemic yang membuat kita semua harus anteng-anteng dirumah, membuat saya semakin berusaha memaksimalkan akhir pekan saya. Saya perbanyak agenda membaca saya, dengan harapan saudara kembarnya (menulis) bisa mengikuti dibelakang. Saya sesekali merajut lagi, untuk memenuhi tantangan dari group yang isinya orang-orang ahli Craft di Kota Hujan ini. Luar biasa. Saya merasa lebih bersemangat. 

Ternyata, badan kita memang mengikuti niat dan semangat kita. Semakin banyak melakukan sesuatu, semakin semangat dan prima raga kita. Dan ketika lelah datang, saya merasa lelah dengan puas dan lebih bahagia. Saya ingat bagaimana seringnya saya mengeluh lelah, meskipun saya tidak mengerjakan apapun dulu. Badan saya rasanya sakit-sakit semua, walaupun seharian saya hanya duduk, sesekali mengobrol dengan tetangga, scrolling up dan scrolling down hidup orang di media sosial. Jiwa dan raga saya justru lebih sering memberontak. 

Seringkali terbersit dalam benak saya, bahwa bagaimana kita menikmati waktu kita sendiri (ketika sedang sendiri), adalah yang menentukan kulitas hidup kita. Saya bicara mengenai kualitas hidup dilihat dari sisi inti diri kita ya. Maksudnya, akan sangat berbeda sepertinya apabila orang menjalani waktu "sendirinya" untuk dirinya sendiri, dengan orang yang menjalani waktu "sendirinya" dengan melibatkan orang lain. Membaca, membuat prakarya, berkesenian, bermain musik, menyanyi, jogging, mendaki gunung, yoga, kontemplasi, dll adalah jenis spending time untuk diri kita sendiri. Kita melakukan sesuatu untuk diri kita, dan kita yang menikmati setiap detiknya. Bahkan yang menikmati hasilnya juga. Nonton, mengikuti media sosial orang lain, mengobrol dengan teman, mengobrolkan tentang teman, dll adalah bentung spending time yang melibatkan orang lain. Hasilnya terkadang justru tidak memberi ketenangan pada jiwa kita. Dan cenderung menguras energi yang seharusnya diisi. Tapi mungkin ini relatif ya. Hanya pandangan saya saja.

Semoga ikhtiar saya untuk meningkatkan kualitas hidup khususnya di akhir pekan, bisa terus berlanjut dan seterusnya. Aamiin. 

Akhir pekan ini, saya menyelesaikan bacaan saya dari Mitch Albom yang "Five people you meet in heaven", dan saat ini sudah mulai membaca yang "Tuesdays with Morrie" yang juga dari Mitch Albom. Semoga ada semangat untuk menulis review nya juga. Melatih mentransfer apa yang saya baca (meskipun perjuangan sekali membaca, mentranslete, dan menceritakan kembali) kedalam tulisan saya sendiri. Ciayo!!!

Oh iya, hari ini saya sudah berhasil mengirimkan cerita pendek yang nantinya akan menjadi bagian dari Antologi Rasa milik para Alumni Kaizen. Semoga tulisan saya layak dibaca dan banyak yang menikmatinya. Tunggu yaaa... :-)

Love, 
WJ

#WeekendActivity
#AkhirPekanYangProduktif
#QualityTime
#MeTime
#MitchAlbom
#FivePeopleYouMeetInHeaven
#TuesdayWithMorrie