Sunday, December 30, 2018

Evaluasi Rencana Tahun 2018 dan Rencana Tahun 2019

Farewell 2018 and Welcoming New Year 2019

Akhir tahun adalah waktunya mereview kembali apa yang sudah direncakan, sudah terjadi, belum terjadi, dan juga yang perlu di lanjutkan untuk tahun setelahnya bukan?

Menilik kembali harapan dan rencana untuk Tahun 2018 saya disini, maka saya rekap dan update untuk Tahun 2019 di sini...

1) #1 dan #2 = Failed Pending and to be continue for 2019 :-p

2) #3 = Not so bad... Ada beberapa hasil karya yang tercipta. 2019 should be better. :-)

3) #4 = It was good and better than 2017. Berhubung Bulan Maret 2019 sudah membayangi... Wait, tahu kan ada apa di bulan Maret? Duuuh... Itu lhooo... BBW... ahahahaha. Yess... Berhubung BBW Serpong sudah membayangi, saya jungkir balik selesaikan novel yang sudah di beli di BBW 2018. Biar Mas Bojo legowo nanti mengantarkan saya kembali ke ICE dan mengajak pulang beberapa buku lagi yekaaan.... Kiss kiss

4) #5 = Hidroponik beralih fungsi menjadi tanaman biasa. Saya pakai untuk menanam Bunga Telang. Sampai hari ini, belum berbunga. Mungkin kurang nutrisi. Tapi saya berhasil menanam Cabe dan Rempah di kebun samping. Selain itu buah-buahan juga sangat memuaskan. 2018 kami bisa panen Mangga melimpah, Sirsak banyak, dan terakhir kemarin Rambutan yang maniiiiissss sekali menutup tahun 2018. Alhamdulillah

2019? Saya rencananya mau lebih banyak lagi menanam tanaman rempah, bumbu, dan bunga-bunga. Selain itu pengen bikin area bermain dengan kelinci. Aamiin :-)

5) Kunjungan ke Taman Nasional Kali ini juga lumayan... Selain TN Ujung Kulon dan TN Gunung Merapi yang selalu kita sambangi kalau mudik atau TNG Halimun Salak tempat kita camping kalau weekend, kami menambahkan TN Way Kambas di Lampung, dan TN BTS (Bromo Tengger Semeru). 2019? Rencana sih ke Baluran, atau at least TN G Ciremai gitu yekaaan... :-)

6) #7 dan #8 kita anggap to be continued saja yess... Yes!

7) Kursus = Tahun 2018 saya sempat mengambil trial kursus online untuk Excel. Mustinya sih saya lanjut ke level selanjutnya. Tapi karena Q4 2018 loading pekerjaan lumayan banyak, jadi belum lanjut. Will re-join the class on 2019. Smangadh!!!

8) Diet Caffeine = Oh my god. Totally failed di 2018. Malah sebaliknya. Konsumsi caffein jauh lebih banyak daripada tahun-tahun sebelumnya. 2019 should eh no, MUST be less caffein!

9) Fin Plan: Masih bocor sana dan sini... Nafas masih sedikit berat... Tapi overall all is well... 2019 I have to be careful and diligent. Karena banyak pos yang cair di 2019, dan perlu segera di re-alokasikan kesana dan kesini. Demi Financial freedom as soon as possible yekaaan :-)


Saya rasa rekap dari Rencana 2018 sudah selesai...

Apa yang baru untuk 2019 ya? Oh iya. Ada beberapa hal yang sepertinya perlu di fikirkan, seperti:

1) Tawaran Ibu, Insya Allah akan terlaksana.
2) Punya anak lagi.... Yess, we're finally trying  :-)
3) Start a new thing (ini masih sangat perlu digodog dan digoreng)
4) Ini
5) Itu

#SmangadhTahunBaru
#Smangadh2019

Wednesday, December 5, 2018

Today is the Start Day

Hari ini, adalah hari untuk masa depan K... Menurut saya.

Kenapa? Karena saya mengambil formulir pendaftaran SD nya dia. ahahhaa

Receh banget kan?

Receh tapi penting menurut saya. Alasannya panjang kali lebar kali tinggi kali berjuta kali... Didalam hati dan obrolan saya bersama suami. kekekeke

Bismillahirrohmaanirrohiim....

Semoga Allah SWT memudahkan, memberikan kelancaran, merestui, dan memberkati langkah yang kami ambil untuk buah hati kami ini. Sehingga K bisa masuk ke sekolah yang kami pikir baik untuknya. Aamiin

Itu saja.
Hanya ingin meninggalkan sedikit catatan tentang hari ini. :)

Sunday, November 4, 2018

Metode Baru Dalam Belajar Dikte Bersama K

Membaca judulnya, jangan langsung mengira saya mau nggaya yaaa... #dikitsih

Jadi ceritanya, disekolahan si K ini kalau latihan dikte yang bahasa sekolahannya adalah Spelling Test, sudah mulai panjang. K sih masih seperti biasa, selow. Tapi terlihat juga kalau dia sedikit mulai nervous.

Setiap Hari Senin, pulang sekolah di tas nya pasti terselip 1 lembar kertas berisikan 10 kata. Harapannya sih anak-anak dirumah mencoba mengucapkan berulang-ulang, kemudian latihan menuliskan kata tersebut sesuai dengan pengucapannya. Ya maklum, karena kan hurufnya kalau digandeng, bunyinya suka beda keluarnya... hehehe.

Setiap membaca kertas-kertas tersebut pula, saya kemudian menunjukkan ke K list katanya, dan bertanya bagaimana pendapatnya. Ternyata, dari bulan ke bulan, respon-nya berbeda-beda dan bertingkat. Seperti ini contohnya:

*Ketika kata masih terdiri dari 3 huruf:

Saya: "K, gimana? kamu ngerti kata-katanya?"
K: "Iya ngerti"
Saya: "Kamu confident bisa ngerjain?"
K: "Confident itu apa?"
Saya: "Ya kamu yakin kalau bisa enggak?"
K: "Bisa"
Saya: "Mau nyobain dirumah enggak?"
K: "Tenang aja bunda... Aku kan udah bisa sendiri dari sekolah..."


*Ketika kata menjadi 4 huruf:

Saya: "K, gimana? kamu ngerti kata-katanya?"
K: "Iya ngerti"
Saya: "Kamu confident bisa ngerjain?"
K: "Tenang aja bunda... Aku kan udah bisa sendiri dari sekolah..."


*Ketika kata menjadi two consonant blend:

Saya: "K, gimana? kamu ngerti kata-katanya?"
K: "Iya ngerti"
Saya: "Kamu confident bisa ngerjain?"
K: "Sini coba lihat aku baca dulu..."


*Ketika kata menjadi three consonant blend:

Saya: "K, gimana? kamu ngerti kata-katanya?"
K: "Sini coba lihat aku baca dulu..."
Saya: "Kamu confident bisa ngerjain?"
K: "Bisa sih..."
Saya: "Kita cobain dulu dirumah?"
K: "Nanti malem aja ya"


Semakin lama, mungkin dia semakin merasa bahwa dia tidak bisa menggampangkan materi spelling test-nya lagi. I am so proud of her!

Saya juga sebagai ibu, pengen bisa membantu, tapi tidak ingin terlalu mencampuri belajarnya dia. Terkadang saya ingin membantu dia belajar, tapi saya terlalu malas banyak kerjaan. Akhirnya saya ikut mencari cara agar bisa terlibat dalam proses belajar K, tapi tidak perlu menambah tekanan padanya.

Akhirnya saya mencoba cara baru untuk membantu K belajar spelling. Lumayan juga sambil memanfaatkan waktu luang ketika kami bersama, seperti ketika diatas motor menuju sekolahnya, atau pas kita duduk-duduk diruang TV tapi tidak ingin nonton TV.

Mulai dari yang pendek-pendek, sampai akhirnya yang cukup complicated menurut saya. It works for us! Cekidot on below short video :-)


Learning is fun!

Saturday, November 3, 2018

Rangkaian Kegiatan United Nation di Sekolah K, 2018

Yuhuuuuuu...

Salah satu hal yang saya suka dari sekolah K adalah ada acara United Nation setiap akhir October. Ini adalah kali ke-3 K berpartisipasi dalam acara ini. Ketika K preshcool dan KGA, acara nya adalah hari pertama pakai baju book character, hari kedua baju internasional, dan hari ketiga bazaar. Bazaar nya, yang jualan anak-anak kelas 1 - 6, anak-anak kecilnya jajan saja :-)

Tahun 2016 adalah kali pertama K ikut acara. Waktu itu karena kadung punya baju Black Cat hasil beli pas mampir ke tempat Tante Zee, jadi pakai itu saja. Masih sedikit kebesaran, dan K pun masih malu-malu. Ya harap maklum... Untuk International Costum Day nya, K waktu itu pakai baju kebaya warna krem saja. Bawahannya batik. Batik kan juga International yekan... (Photo di hardisk, males nyarinya. heuheuhe)

Untuk Jajan, kalau tidak salah ingat waktu itu dia bawa uang 20 ribu rupiah apa ya. Lupa saya.

Tahun 2017, K sudah bisa memilih sendiri costum apa yang dia mau. Dia mau Tinker Bell untuk Book Character. Dan untuk International Costume Day, hak prerogative emak masih berlaku. Karena sengaja beli lagi pas sekalian meeting di Bandara Madrid, jadilah K pakai Flamenco Dress lengkap dengan sepatunya. As a Spanish Dancer Girl. Ciamik yekaaan... Oh iya, nggak lupa donk finishing touch dari emaknya, bikin bunga mekar gede dari rajut untuk hiasan kepalanya... ahahahha

Untuk Jajan, kalau tidak salah ingat juga, sekitar 50 ribu rupiah. Saya lupa dia beli apa, sepertinya model jepit rambut dan bross gitu apa ya... entahlah... :-p

Book Character 2017 - Tinker Bell

International Costume 2017 - Spain Flamenco Girl
Tahun ini - 2018, K semakin fasih memilih dress untuk Book Character Costume Day. Dia kali ini memilih untuk jadi Rapunzel. Tapi dengan catatan lengkap dengan Magic Long Hair nya. Cuss, sebulan yang lalu saya pesan sekalian mumpung sedang ada uang lebih. Eeerrr... 

Sayangnya tahun ini alih-alih International Costume Day, sekolah malah mengadakan Halloween. Well... Saya sih bukan penentang atau anti dengan acara halloween. Hanya saja, saya tau kalau Halloween adalah peringatan akan sesuatu. Jadi saya tidak terlalu bersemangadh. Padahal tadinya saya sudah berencana menyiapkan baju Indian - Native America (lungsuran dari Mima) untuk K. Eh rencana berubah. Tapi demi sportifitas dan juga mendukung niatan saya untuk mengenalkan keberagaman kepada K, saya siapkan juga dia ikut acara. Tapi bajunya pakai baju pas dia Preschool lagi aja. Saya tinggal coret-coret wajahnya dengan facepainter. ahahaha

Saya: "K, remember, ok? We are not celebrating Halloween"
K: "Why not?"
Saya: "Because We are Moslem. And Halloween is for Chatolic and Christian Friends."
K: "Tapi aku kan pengen pakai Black Cat dan digambar Hello Kitty di wajah"
Saya: "No problem. Kamu boleh pakai baju black cat dan nanti bunda gambar wajahnya. Tapi hanya untuk participating on your school's event, and to support your friends who celebrate aja..."
K: "Ok, fine..."

Book Character 2018 - Rapunzel

Rapunzel With the Magic Hair

Scary Costume 2016 and 2018 - Black Cat
Hari berlalu dengan sangat bersemangadh oleh K dan teman-temannya. Tiba saat nya hari ke - 3 pagi, emak berpesan kepada K.

Emak: "K, nanti lihat di bazaar. Pasti banyak makanan. Kalau ada yang K suka, beli 2 ya."
K: "Why?"
Emak: "Kalau ditanya Miss Ita, bilang aja kalau K mau beliin Pak Yasin (satpam)"
K: "Ok"

Kejadiannya.........
Cerita Seputar Charity Bazaar 2018
Pada saat penjemputan sekolah...

K: (teriak sambil berlari ke arah emaknya yang menunggu didepan pintu) "Bundaaa... Aku shopping nya banyaaaakkk... Ada 6"
Emak : "Waaahhh... Banyak bangeeettt....Coba bunda lihat"
K: Ngasih kantong kreseknya
Emak: Ngubek-ubek kantong... "Lho, mana makanannya?"
K: "Aku nggak beli..."
Emak: "Lho, yang bunda pesen mana?"
K: "Aku lupa jadi nggak beli..."
Emak: "Koq bisa lupa?"
K: "Aku kan beli toys semua... Karena aku kan belum punyaaaa...."

Emak: Eeerrr....Eeerrr...Eeerrr...

Dari uang 100ribu rupiah, hasil belanjanya seperti dibawah ini. Sisa uangnya tinggal 5rebu. Yassalaaammm....
Hasil Belanja di Charity Bazaar 2018

Sunday, October 21, 2018

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Ini sebetulnya kocak bin koplak tapi apadaya ini adalah kejadian nyata. Ini juga yang kadang membuat saya semakin 'apatis' pada orang-orang 'yang begitu' di sekitar tempat tinggal saya. Sudahlah mana tidak kenal, tidak mau mencari tahu, tapi main samber saja seperti kereta... Yang ada kan jadi malu - maluin sendiri.

Pengen cerita kronologinya, tapi koq malas. Saya share sajalah reaksi saya pada waktu kemaren itu... Kan katanya don't make stupid people famous... Yekaaannn? :-p



Sunday, October 14, 2018

Membaca Dengan Metode Phonic

Tumben-tumben rasanya pengen bikin tulisan yang ada isinya ... :-)

Mungkin karena sudah hampir 3 tahun K sekolah dan belajar dengan metode ini, dan saya melihat dia tidak mengalami kesulitan dalam membaca. Jadi saya ingin sharing begitu...

Namanya membaca dengan metode Phonic...

Saya juga baru tahu ketika mendaftarkan anak saya sekolah di tempat yang sekarang sih. Gurunya menjelaskan, kemudian ketika beberapa hari pertama anak sekolah, saya diajari anak saya. Pas pertemuan wali murid, saya minta di ajari gurunya... :-p

Berikut adalah beberapa link yang bisa dibuka untuk mengetahui lebih lanjut lagi tentang Metode Phoenic, diantara ribuan link yang ada diluaran sana. Maklum pencarian kilat hanya untuk gambaran saja:

Phonics made fun and easy

Free phonics books

Phonics readers early reading

Kids Phonic Books

Printable 2

Youtube 1

Youtube 2

Youtube 3

Youtube 4

Saya pernah ngobrol dengan teman yang rajin mengajari anaknya membaca dengan Metode Abaca. Saya minta ditunjukkan bagaimana caranya. Tapi sepertinya saya kurang memperhatikan waktu itu, atau memang otak saya cetek nangkepnya. Yang jelas Abaca ini melibatkan kartu-kartu dengan huruf dan gambar gitu. Yang saya lihat dan masih saya ingat, sepertinya metode ini melibatkan ingatan si anak terhadap struktur kata.

Teman saya itu mengajari anaknya membaca secara intens, dan dalam waktu 2 minggu anaknya sudah bisa membaca katanya. Keren kan. Silakan di browsing jika ingin tahu lebih lanjut. Selain Abaca, banyak lagi metode baca dengan menggunakan kartu, hanya saya tidak terlalu mengikuti.

Nah, kembali lagi ke Metode Phonic ini. Sepertinya metode ini sangat cocok dengan saya yang tidak punya jiwa mengajar ini. Kebayang kalau saya harus mengajari anak saya membaca dengan kartu2. Yang ada kartu flashcard nya bisa berganti fungsi menjadi kartu terbang. Dengan metode Phonic, anak saya (dan teman-temannya) diajari untuk mengenail bunyi dari masing-masing huruf.

Seperti misalkan Huruf "a" itu bunyinya seperti yang ada di kata "annie apple" --> a dimana raut muka dan bunyinya seperti orang menyeringai ; Huruf "b" itu bunyinya seperti pada kata "bouncy ben" --> bunyinya seperti b' (beuk); dan seterusnya.

Nah, ketika anak-anak sudah hafal huruf, kemudian tau bagaimana bunyinya, bagaimana suara dan ekspresi ketika mengucapkannya, maka saya melihat anak-anak ini begitu saja bisa membaca. Mereka tidak lagi mengeja B A BA B I BI, tapi begitu melihat tulisan Babi, mereka otomatis merapatkan bibirnya, menggabungkan Bouncy Ben dengan Annie Apple, ketemu lagi dengan Bouncy Ben, dan Impi Ink, dan keluarlah "Babi".

Saya juga amazing ketika tanpa sengaja saya mencuri dengan anak saya membaca buku ceritanya sendiri. Sejak saya tahu, beberapa kali saya minta dia membaca sendiri buku cerita malamnya. Kadang mau kadang enggak... heuheuhe

Oh iya, setelah tau bahwa sekolah K menggunakan metode Phonic, saya langsung browsing buku-buku cerita pendukung metode phonic ini di internet, dan menemukan beberapa recomendasi. Perburuan pun dilakukan tanpa henti (meskipun berapa kali kena semprit ayahnya). Pilihan saya jatuh ke Bob Books. Bukunya simpel banget sebetulnya. Bahkan kalau kita rajin, bisa gratis download, print, dan bikin sendiri buku macam ini. Tapi karena saya suka melihat rak buku dengan buku warna-warni membaca manual yang suka dengan buku fisik, jadi saya putuskan untuk membelinya saja. 2 nitip teman, dan 1 beli langsung dari toko online.

Sebetulnya antara dilema dan dilema sih mendukung kegiatan membaca K ini. Karena kadang saya melihat dia membaca dan kepikiran "ya ampun mbak... sekecil kamu udah baca kayak gitu... kasian kamu yaa... ", tapi disatu sisi karena disekolahnya memang begitu, ya mau bagaimana lagi yekan. Semoga K tetap semangadh dan senang-senang deh belajarnya. #Caiyo

Sok mangga untuk yang anaknya sudah mulai senang belajar, atau sudah mulai sekolah, bisa mulai dipertimbangkan mau menggunakan metode apa. :-)


Monday, September 24, 2018

Tukik di Ujung Genteng - September 2018

Ceritanya, Mbak K sudah sampai pada masa libur mid semester kembali. Sedangkan emak dan bapak tidak libur dan malas cuti. Mikir punya mikir, gimana ya enaknya? Kasihan kalau nggak diajak jalan, tapi koq malas juga keluar uang banyak-banyak buat libur (lagi dan lagi). Yowes lah, sambil menyelam minum air, kita ngebolang aja liat tukik ke Ujung Genteng. Sambil nostalgia masa emak dan bapak remaja. Akhirnya diputuskan bahwa setelah PTC, kita akan cuss ke Ujung Genteng (ngajakin tante nya K), dan minggu liburnya kita mudik aja ke Jogja. Emak kerja aja disana. Anak main dihalaman saja, sudah berasa di kuntum tiap hari kalik... hahaha

Seperti biasa, emak segera sibuk di depan Magic Com membuat Lontong untuk menghemat biaya... :-p 
Lontong Abon Sapi Andalan Keluarga Nala

Kita berangkat dari Dramaga jam 5.30 pagi. Cussss... Happy Holiday!

Ujung Genteng Trip - September 2018

Destinasi Pertama - Klenteng Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa, Sukabumi

Saya hanya tahu mengenai klenteng ini dari Mas Bojo ketika berangkat. Mas Bojo bilang "Mau berhenti di klenteng budha Sukabumi nggak? Ada bagus lho di pinggir pantai...". Dan akhirnya kamipun mampir ke warung depan klenteng. Lokasinya di pinggir jalan, berseberangan dengan laut. Dari depan klentengnya keliatan kecil. Tapi kalau melihat dan membaca review orang (salah satunya disini), sepertinya klenteng nya luas. Next musti di agendakan lagi ketempat ini.

Foto dari Warung

Catatan: Kami tidak masuk untuk foto, karena sedang banyak pengunjung yang berdoa. Kan nggak etis kalau sedang ada yang beribadah terus kita masuk cekrak cekrek cuma narsis. Jadi kita menikmati pemandangan sambil menikmati pop mie, kacang kulit, dan teh manis panas saja.

Ada satu penyesalan saya mengenai tempat ini, yang kalau ingat membuat saya pengen ngulek-ngulek suami saya. Jadi di warung depan klenteng ini, dijual ikan asin kecil2 dan juga rebon yang bagus2, di jual plastikan gitu. Waktu itu saya mau beli. Salahnya saya (dan entah kenapa kesalahan ini selalu saya ulangi lagi dan lagi) adalah mengungkapkan niat untuk beli itu kepada Mas Bojo. Yang mana sudah barang tentu kita semua ketahui jawabannya adalah klasik sekali dan berbunyi "Nggak usah. Nanti banyak disana yang jual. Beli disana aja".

Yang mana saya waktu itu ragu-ragu, antara yakin nggak ada lagi yang jual, dan yakin seharusnya beli disitu saja. Namun entah kenapa (saya bodoh kembali) saya mengikuti saran Mas Bojo saya. Dan hasilnya Zonk!!! Tidak ada lagi yang jual ikan asin dan rebon sampai ke Ujung Genteng. Eeeerrrrrr....

Destinasi Kedua - Bukit Panenjon

View nya bagus untuk foto. Cocok untuk para foto hunter :-)

Destinasi Ketiga - Puncak Darma

Disini view nya juga bagus... :-)

Meeting time... :-p
Biar kekinian :-p

Dibalik Kacamata

Emak bahagia ketemu abang photo cetak & kelapa muda



Destinasi Keempat - Geopark Ciletuh

Cucer sekali... Sun Bright like a diamond pokoknya

Properti wajib : Cengdem, Topi, Scarf
Yang tak dapat dilupakan dari Geopark Ciletuh adalah Masterpiece dari Haji Batman.
Di salah satu kaca rumah dibagian depan (mungkin untuk registrasi), ada gambar batman kuning (sepertinya untuk menandakan bahwa ini adalah bagian dari properti Haji Batman), dan dibawahnya terdapat tulisan yang entah sengaja disalahkan atau salah karena kecelakaan :
- Represionis
- Contac
- Persion

You know what I mean? Kalau kenal dengan Haji Batman, tolong kasih tau ya... :-p


Destinasi Kelima - Pantai Pangumbahan Ujung Genteng

Be aware!

Tahun 2010 jalan ini belum begini

Tukik

Senang Mau Lihat Tukik

Tempat Telur Penyu Ditetaskan

Bedanya main sama emak dan bapak
Menunggu Sunset dan Pelepasan Tukik

Pak Beben menyebarkan tukik yang siap mengembara

Go Hatchling!!! Be Strong and Live Well!!!

Happy to be here, together ^_^

Feeding the Big Turtle
Shantay pagi

Endorse dulu sis... Mari di order... :-)
Meet New Friend

Ngadeeeemmmmm

Love Life Leyeh Leyeh

Destinasi Keenam - Curug Cikaso

Us!!!



Dry Waterfall... The water is not fall anymore :-(

Row The Boat, Gently!

Mumpung Ada Camera Cetar :-p

Curug Cikaso

Perburuan mencari Warung Makan Sunda - Failed

Mendarat di Rumah Makan Padang Simpang Raya :-)))))))))

Wonderful Adventure, K!