Sunday, November 4, 2018

Metode Baru Dalam Belajar Dikte Bersama K

Membaca judulnya, jangan langsung mengira saya mau nggaya yaaa... #dikitsih

Jadi ceritanya, disekolahan si K ini kalau latihan dikte yang bahasa sekolahannya adalah Spelling Test, sudah mulai panjang. K sih masih seperti biasa, selow. Tapi terlihat juga kalau dia sedikit mulai nervous.

Setiap Hari Senin, pulang sekolah di tas nya pasti terselip 1 lembar kertas berisikan 10 kata. Harapannya sih anak-anak dirumah mencoba mengucapkan berulang-ulang, kemudian latihan menuliskan kata tersebut sesuai dengan pengucapannya. Ya maklum, karena kan hurufnya kalau digandeng, bunyinya suka beda keluarnya... hehehe.

Setiap membaca kertas-kertas tersebut pula, saya kemudian menunjukkan ke K list katanya, dan bertanya bagaimana pendapatnya. Ternyata, dari bulan ke bulan, respon-nya berbeda-beda dan bertingkat. Seperti ini contohnya:

*Ketika kata masih terdiri dari 3 huruf:

Saya: "K, gimana? kamu ngerti kata-katanya?"
K: "Iya ngerti"
Saya: "Kamu confident bisa ngerjain?"
K: "Confident itu apa?"
Saya: "Ya kamu yakin kalau bisa enggak?"
K: "Bisa"
Saya: "Mau nyobain dirumah enggak?"
K: "Tenang aja bunda... Aku kan udah bisa sendiri dari sekolah..."


*Ketika kata menjadi 4 huruf:

Saya: "K, gimana? kamu ngerti kata-katanya?"
K: "Iya ngerti"
Saya: "Kamu confident bisa ngerjain?"
K: "Tenang aja bunda... Aku kan udah bisa sendiri dari sekolah..."


*Ketika kata menjadi two consonant blend:

Saya: "K, gimana? kamu ngerti kata-katanya?"
K: "Iya ngerti"
Saya: "Kamu confident bisa ngerjain?"
K: "Sini coba lihat aku baca dulu..."


*Ketika kata menjadi three consonant blend:

Saya: "K, gimana? kamu ngerti kata-katanya?"
K: "Sini coba lihat aku baca dulu..."
Saya: "Kamu confident bisa ngerjain?"
K: "Bisa sih..."
Saya: "Kita cobain dulu dirumah?"
K: "Nanti malem aja ya"


Semakin lama, mungkin dia semakin merasa bahwa dia tidak bisa menggampangkan materi spelling test-nya lagi. I am so proud of her!

Saya juga sebagai ibu, pengen bisa membantu, tapi tidak ingin terlalu mencampuri belajarnya dia. Terkadang saya ingin membantu dia belajar, tapi saya terlalu malas banyak kerjaan. Akhirnya saya ikut mencari cara agar bisa terlibat dalam proses belajar K, tapi tidak perlu menambah tekanan padanya.

Akhirnya saya mencoba cara baru untuk membantu K belajar spelling. Lumayan juga sambil memanfaatkan waktu luang ketika kami bersama, seperti ketika diatas motor menuju sekolahnya, atau pas kita duduk-duduk diruang TV tapi tidak ingin nonton TV.

Mulai dari yang pendek-pendek, sampai akhirnya yang cukup complicated menurut saya. It works for us! Cekidot on below short video :-)


Learning is fun!

No comments: