Mungkin karena sudah hampir 3 tahun K sekolah dan belajar dengan metode ini, dan saya melihat dia tidak mengalami kesulitan dalam membaca. Jadi saya ingin sharing begitu...
Namanya membaca dengan metode Phonic...
Saya juga baru tahu ketika mendaftarkan anak saya sekolah di tempat yang sekarang sih. Gurunya menjelaskan, kemudian ketika beberapa hari pertama anak sekolah, saya diajari anak saya. Pas pertemuan wali murid, saya minta di ajari gurunya... :-p
Berikut adalah beberapa link yang bisa dibuka untuk mengetahui lebih lanjut lagi tentang Metode Phoenic, diantara ribuan link yang ada diluaran sana. Maklum pencarian kilat hanya untuk gambaran saja:
Phonics made fun and easy
Free phonics books
Phonics readers early reading
Kids Phonic Books
Printable 2
Youtube 1
Youtube 2
Youtube 3
Youtube 4
Saya pernah ngobrol dengan teman yang rajin mengajari anaknya membaca dengan Metode Abaca. Saya minta ditunjukkan bagaimana caranya. Tapi sepertinya saya kurang memperhatikan waktu itu, atau memang otak saya cetek nangkepnya. Yang jelas Abaca ini melibatkan kartu-kartu dengan huruf dan gambar gitu. Yang saya lihat dan masih saya ingat, sepertinya metode ini melibatkan ingatan si anak terhadap struktur kata.
Teman saya itu mengajari anaknya membaca secara intens, dan dalam waktu 2 minggu anaknya sudah bisa membaca katanya. Keren kan. Silakan di browsing jika ingin tahu lebih lanjut. Selain Abaca, banyak lagi metode baca dengan menggunakan kartu, hanya saya tidak terlalu mengikuti.
Nah, kembali lagi ke Metode Phonic ini. Sepertinya metode ini sangat cocok dengan saya yang tidak punya jiwa mengajar ini. Kebayang kalau saya harus mengajari anak saya membaca dengan kartu2. Yang ada kartu flashcard nya bisa berganti fungsi menjadi kartu terbang. Dengan metode Phonic, anak saya (dan teman-temannya) diajari untuk mengenail bunyi dari masing-masing huruf.
Seperti misalkan Huruf "a" itu bunyinya seperti yang ada di kata "annie apple" --> a dimana raut muka dan bunyinya seperti orang menyeringai ; Huruf "b" itu bunyinya seperti pada kata "bouncy ben" --> bunyinya seperti b' (beuk); dan seterusnya.
Nah, ketika anak-anak sudah hafal huruf, kemudian tau bagaimana bunyinya, bagaimana suara dan ekspresi ketika mengucapkannya, maka saya melihat anak-anak ini begitu saja bisa membaca. Mereka tidak lagi mengeja B A BA B I BI, tapi begitu melihat tulisan Babi, mereka otomatis merapatkan bibirnya, menggabungkan Bouncy Ben dengan Annie Apple, ketemu lagi dengan Bouncy Ben, dan Impi Ink, dan keluarlah "Babi".
Saya juga amazing ketika tanpa sengaja saya mencuri dengan anak saya membaca buku ceritanya sendiri. Sejak saya tahu, beberapa kali saya minta dia membaca sendiri buku cerita malamnya. Kadang mau kadang enggak... heuheuhe
Oh iya, setelah tau bahwa sekolah K menggunakan metode Phonic, saya langsung browsing buku-buku cerita pendukung metode phonic ini di internet, dan menemukan beberapa recomendasi. Perburuan pun dilakukan tanpa henti
Sebetulnya antara dilema dan dilema sih mendukung kegiatan membaca K ini. Karena kadang saya melihat dia membaca dan kepikiran "ya ampun mbak... sekecil kamu udah baca kayak gitu... kasian kamu yaa... ", tapi disatu sisi karena disekolahnya memang begitu, ya mau bagaimana lagi yekan. Semoga K tetap semangadh dan senang-senang deh belajarnya. #Caiyo
Sok mangga untuk yang anaknya sudah mulai senang belajar, atau sudah mulai sekolah, bisa mulai dipertimbangkan mau menggunakan metode apa. :-)
No comments:
Post a Comment