Monday, February 20, 2017

Sometimes, things are better left as mere memories

Hi there,

Today i just want to share a good article ini this URL address. Check it out!

http://elitedaily.com/life/let-go-high-school-friends/1284765/




Saturday, December 31, 2016

End of Year 2016

2016 has been GREAT!!!

Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah...

Puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan semua kesempatan padaku, pada kami sekeluarga untuk melewati tahun 2016 dengan penuh bahagia. Tuhan begitu baik pada kami. Alhamdulillah... Terima kasih Ya Allah...

Rencana dan harapan kami untuk Tahun 2016 berjalan dengan begitu baik. Tidak banyak hal yang membuat kami harus mengerutkan kening di Tahun 2016. We're thankful for that.

ALHAMDULILLAHIROBBIL A'LAMIIN

Sebagai penutupan akhir tahun kami, kami mengunjungi salah satu tempat wisata air terjun yang letaknya tak begitu jauh dari rumah kami. Air Terjun/Curug Seribu di daerah Gunung Bunder.

Sebelum berangkat saya bertanya pada mas bojo:
Aku: "Beneran mau ke curug seribu? yakin?"
Mas Bojo: "Ayok aja... "
Aku: "Duh, nggak mau yang gampang aja? Turunannya itu lho...."
Mas Bojo: "Udah tua ya skarang? Lemah?"
Aku: "Hahahaa... Nggak juga sih, cuma itu turunannya kan memang wow banget. Ngebayangin naiknya aja lutut udah kesemutan gimanaaa gitu..."
Mas Bojo: "Ya udah lihat aja nanti kalau udah disana..."

Sesampai di area Curug 1000, kami terkagum sebentar karena banyak yang sudah berubah. Jalan menuju curug sudah lebih baik, tidak ada lagi pungutan di gerbang nya (karena pindah ke tengah track curug 1000), lebih banyak lagi warung yang dibuka disitu. Entah sudah berapa lama kami tidak main kesitu.

Sampai di warung, aku pesan nasi ayam goreng plus sayur asem. Lapar bo'... Ayam goreng si ibu dan sayur asem nya enaaaaakkk.... hahahaha.

Setelah Mas Bojo sholat Dzuhur, akhirnya kesanalah kami. Ke curug seribu yang menurutku lebih ke 'curug seribu tangga turunan'. Aku yang biasanya lemah diturunan dan berjaya di tanjakan, kali ini harus menyerah pasrah dengan lemah diturunan dan payah ditanjakan. Dan lutut sedikit gemetar, akhirnya kamipun tiba di air terjun paling besar di daerah Bogor itu. Curug Seribu.

Memang perjalanan ke curug ini paling sulit dibandingkan dengan curug yang lainnya. Tanjakan terjal nya itu lho... Bikin lutut dan nafas keder. Tapi sekarang sudah ada penjual di depan curug, jadi bisa ngopi, ngemil, bahkan beli sate ayam disitu. Lumayan untuk amunisi menanjak pulang. :-p

Ketika perjalanan turun, aku dengar Mbak K dan Ayahnya ngobrol banyak. Tapi yang paling mengena adalah obrolan kecil ini:

Mas Bojo: "Are you ok Kiran?"
K : "Yes, I am fine... But Bunda so slow..."

Well... Kan Ayah nggak nanya Mbak K, ngapain pake dibilangin Bunda so slow? ahahaha. Iya sih, tapi aku memang merasa fisik ini semakin loyo. Harus semakin banyak tuk wak tuk wak alias olah raga lagi nih... :-)

Setelah berpuas diri main air, ngopi dan nyate cantik, sedikit berefleksi tentang 2016, dan memantapkan hati untuk 2017, kamipun mulai bergegas pulang. Awalnya aku mencoba menggendong Mbak K seperti biasa kami berbagi tugas. Tapi rupanya fisikku benar-benar payah kali ini. Baru 2 belokan saja rasanya sudah mau tiduran ndlosor ke tanah. Akhirnya mau tidak mau Mas Bojo kembali menggendong K naik. Maaf ya Mas Bojo, kali ini tidak bisa berbagi tugas dengan baik. hehehe

Sesampainya di area perkempingan, aku pun berbaring santai dirumput, melemaskan punggung dan kaki yang mulai menjahit. Duh, lemah banget iniiii.... hehehe. Kami duduk sambil ngobrol ngalor ngidul seperti biasa, sambil sesekali Mas Bojo menggoda Kiran dan lelarian di rumput.

It's a good sign of 2017, we hope ^_^

Ngomong-ngomong soal resolusi 2017, ada banyak hal yang ingin aku capai. Beberapa masih dari resolusi turun temurun yang belum terlaksana, dan beberapa adalah hal baru.

Berikut adalah resolusi ku yang berhubungan dengan dunia saja. Yang hubungan sama akhirat mah dibuat dihati saja... eaaa.... eaaa... :-)

1) Bisa Menjahit (dan punya mesin jahit). Ini adalah resolusi yang entah sudah turun temurun berapa tahun. Tapi selama semangadh masih berkobar didalam hati, akan tetap aku tulis sampai suatu saat nanti terlaksana :-p

2) Menyupir Mobil. Lebih tepatnya menambah nyali untuk berani nyupir mobil. Mengingat hasil kursus ditahun 2016, justru membuat pak pelatih teraniaya karena aku yang tak bernyali ini terus menerus marah-marah padanya. hahaa

3) Menghasilkan minimal 20 karya rajutan. Tahun 2016 adalah tahun dimana hobby rajut-merajut itu dimulai, dan diakhiri dengan beberapa orderan dari teman. Masih order karena kasihan sih sepertinya. Hahaha. Jadi mudah-mudahan 2017 bisa sedikit lebih meningkat misalkan kado, atau sukur2 jualan di pasar kaget gitu. :-p

4) Menyelesaikan minimal 10 buku bacaan. Meskipun tahun 2016 sudah cukup baik dengan terselesainya beberapa buku, tapi sepertinya masih kurang bisa dibilang berhasil menjadi pembaca yang baik. Tahun ini harus lebih baik lagi. Meskipun January 2017 ini diawali dengan membaca hanya ketika sedang buang hajat dikamar mandi. huhuhu

5) Bisa bikin 1 kamar tambahan untuk asisten, sehingga dia bisa punya privasi lebih. Kasian, selama ini kamar depan kalau siang jadi kantor kalau malam jadi kamar tidur teteh. Mudah-mudahan bisa terealisasi tahun ini. Faktor lainnya juga, pengen punya kantor yang sedikit 'ngantor' meskipun masih sharing sama tempat tidur anak/tamu juga... hehehe

6) Punya sawah... Eaaa... Eaaa... Eaaa... Ini sebetulnya lebay. Mengingat list keinginan, kebutuhan, dan hutang yang masih cukup panjang. Tapi kan namanya mimpi boleh saja kan? Kenapa enggak... Tuhan kan Maha Baik. Apa saja bisa terjadi ketika Tuhan merasa bahwa kita layak menerimanya. Jadi ya Bismillah saja untuk memiliki sawah, dengan sepetak saung kecil untuk bersantai dan sungai jernih mengalir didepannya.... #eaaaa makin panjang aja... hahahhaa

7) Pengen mulai belajar bertani kecil-kecil disebelah rumah. Mengingat belakangan harga cabe melebihi harga daging, jadi sepertinya memang harus mulai menanam sendiri. Aku sudah punya beberapa pohon cabe sih. 1 yang paling tua dan besar, sudah beberapa kali panen malahan. Sudah beberapa kilo dia hasilkan, dan sekarang mulai uzur. Beberapa yang kecil seperti tumbuh dengan sendirinya dan kurang terawat. Mudah-mudahan tahun ini bisa mulai menanam serius barang beberapa batang. Berguru dari Busu Ubo dan beberapa teman yang sudah bertani sejak dini. :-)

8) Mengunjungi 1 atau 2 taman nasional di Indonesia. Ini sih sebetulnya program keluarga demi menunjang piknik yang murah. hahahaha

9) Sekolah lagi. Kalau list ini aku buat akhir tahun 2016 kemarin, poin ini pasti berada di list nomer 1. Tapi karena sekarang terjadi perubahan strategi rumah tangga, jadinya poin ini harus sabar lagi mundur. Sampai batas waktu yang belum ditentukan. Mudah-mudahan sih nggak lama lagi ya.

10) Lebih rajin olah raga. Untuk menunjang kebugaran tubuh yang mulai renta ini. :-p

11) Sedang di fikirkan...

Panjang juga ya list nya... Nggak papa. Aku sih selalu berpedoman pada 'jangan takut bermimpi, karena semua hal yang kita capai hari ini, semua juga berawal dari mimpi'... Smangadh!!! ^_^


Friday, December 9, 2016

Ketika Gegar Budaya Dan Gebyah Uyah Itu Di Depan Mata

Semakin hari semakin banyak hal yang wow, uhuk, ehem, kwakwaw, cihuy, tralala dan trilili di luar sana... Tapi bersamamu, setiap hal menjadi masuk akal, setiap hal menjadi luar biasa, dan setiap hal menjadi menarik dan layak untuk di perjuangkan... #janganbingung #loveisourmission#perbanyaktertawa #perbanyakngaca #liburkitakemana #yayaya 




Ini benar-benar terjadi. Yang Wow? Yang Uhuk? Yang Ehem? Yang Kwakwaw? Yang Cihuy? Yang Tralala? atau yang Trilili? Duh, lu sebut aja deh semua... Makin lama makin makin aja pokoknya.

Kenapa sih Wilis, lu nulisnya bikin gw mikir lu udah gendeng?

Iya, mungkin emang karena jaman udah gendeng. Bukan gw yang gendeng ya. Jaman. Gw sih masih waras, dan masih pengen jalan-jalan. hahaha #modus.

Itu yang pada heboh ini itu ini itu - Hal yang tidak boleh disebut - Kalau disebut bikin banyak orang kena ayan mendadak. Buanyakkk... Sudahkah mereka berkaca hari ini? Kalau belum ya berkacalah...

Sudahkah anda gunakan telunjuk anda untuk menunjuk hidung anda sendiri? Kalau belum, segeralah lakukan! Maka itu telunjuk akan jauh lebih berguna dan bermanfaat. Lebih lagi kalau terus maju kedalam lubang hidung. Bisa panen pas keluarnya... Begitu? :-p

Oh iya... Aku jadi lupa sebetulnya mau nulis apa... Apa ya? Duh, kelamaan baper dan emosional sih, jadi lupa....

Apa sih?

Hmm...

Oh yang ini aja deh kalau gitu...

Jadi, dahulu kala aku pernah ingat. Ada teman yang membroadcast larangan memperingati Hari Ibu. Katanya sih karena itu kebiasaan orang yang berbeda keyakinan dengannya. Dukungan mengalir padanya... Tapi sanggahan juga ada... Dan itu membuat debat panjang sejuta depa... zzzz... Melelahkan...

Eh, koq beberapa waktu lalu aku sekilas membaca (sebelum keburu tak klik buang) di lahan yang sama, beberapa pendukung larangan itu malah dengan bangga mempersembahkan acara Tea Party? Helloww? Tea party bukan tradisi kalian lho cyint... Itu tradisi Jepang, China, bukan kalian... Kalau saya sih memang tiap pagi tea party. Alias tradisi minum teh manis sebelum mulai beraktifitas gitu.
Mau tau asal muasal tradisi Tea Party dari Jepang? Tapi yang pertama mencetuskan adalah Biksu lho... Tau kan Biksu itu siapa? Cek sini aja deh Japanese Tea Party

Atau bukan ngikutin yang Jepang punya? Ada lagi sih, tapi punya nya China... Mau? Bukannya rada alergi juga sama China? Serius deh... Sebelum memutuskan ngikut yang mana, mending baca sini dulu tapi ya. Takut nanti tambah nggak nyambung lagi... Chinese Tea Party

Mau Nah sekali lagi?

Koq yang waktu itu membroadcast larangan memperingati hari ibu itu, ndilalah anaknya ulang tahun. Dirayain pula... Nah... Kan aku jadi bingung ya... Bukannya ulang tahun itu juga sesuatu yang bukan budaya kalian? Iya, kalian. Soalnya kalau aku kan masih suka ngerayain ulang tahun. Soalnya aku suka bungkus2 kado gitu... Lucu deh. Aku bisa bungkus pake beberapa gaya. Kalau kalian perlu jasa bungkus, call me yaaa :-p

Begitu cerita saya hari ini.

Selamat menyambut akhir pekan yang damai, penuh cinta, cinta nyata, bahagia sebenarnya, damai dunia dan akhirat... Itu yang penting... :-)

#janganbaperya
#kangensenior
#yangpunyaslogan
#sumukrakringeten
#karenaternyataistilahitubenarada

hahahaa

Thursday, December 1, 2016

Dunia Memang Aneh

Iya, menurutku sih memang apa saja bisa terjadi di Dunia ini.

Ada yang bener, dibikin nggak bener...
Ada yang nggak bener, dibikin bener...
Ada yang salah jadi bener eh yang bener jadi salah...

Misalkan,
Ada orang mau kerja bener,
Koq malah dibilang naif
Ada orang yang mau kerja bener,
Koq malah disuruh nyari obyekan...

Namanya juga Dunia...
Panggung sandiwara...

#udahituaja
#nggakpenting


Monday, November 28, 2016

Belanja = Supermarket

#Daughtertalk
#Aboutcard
#Lessonlearned

Jadi ceritanya kemarin itu aku dan K diperjalanan menuju MTH Squre untuk menghadiri acara pernikahan Irene (temen yang kerja di KBRI Paris) yang banyak sekali membantu aku dan Salmul sewaktu kami ke Paris. Dia menikah dengan Salomo, IPB Kehutanan gitu, temennya temen2ku itulah (iya, kalian...) :-p

Pas sudah mau sampai, tetiba K bilang (dengan bahasa dia yang campur aduk aduhai):
K: Bunda, boleh pinjam ini? (dia menunjuk card holder bunga-bunga yang ada didompetku)
A: Boleh... Buat apa?"
K: Buat pegang aja...
A: Yaa boleeehh....
K: Apa ini?
A: Card... Kartu
K: Buat apaan?
A: Macam-macam. Ada yang buat belanja, buat bayar-bayar..."
K: Ooo... Belanja...
A: Emang K tau belanja itu apa?
K: Tauu... Supermarket!!!

Aku dan teman yang menyupir tertawa terbahak-bahak mendengar kata-kata K yang mantab tanpa ragu.

A: Oh iya ya... Kalau belanja kan ke supermarket ya. Belanja apaan?

Dia mulai mengangkat tangannya dan menghitung sambil berkata:

K: Brokoliii... Teloorrr...mmmm

Aku melanjutkan tertawaku... Hahahhaa. Good Job K!



Tuesday, November 15, 2016

Mandi Muntahan di Tempat Umum?

Mandi muntahan di tempat umum? iiiyyyuuuhhh.... Iya, saya pernah...

Tapi bukan masalah mandi muntahannya yang membuat saya gemesh dan pengen ngulek sambel saat itu juga. Tapi melihat sejarah sebelum acara mandi muntahan itu terjadi. Hahahaha #lebay

Jadi, begini ceritanya...

Kemarin itu  ada sepupu K yang datang jauh-jauh dari Yogyakarta ke Bogor selama 2 hari. Di hari terakhir, kami ajak mereka jalan-jalan ke sebuah nursery di Bogor. Pulangnya, kami turun di pintu tol jagorawi dan berjalan ke sebuah restoran cepat saji dekat-dekat situ. Tujuannya adalah mau menyuapi K dengan ayam goreng dan nasi hangat, karena biasanya anak-anak kan suka banget makan itu. Apalagi sambil main di playground nya.

Dan, long short story, K pun main sambil makan. Sekali suap main sekali suap main lagi. Lahap sekali, dan akupun bahagiaaaa....

Sampai pada saatnya datang dua ibu muda berkerudung membaca 2 anak mereka. Kedua anak itu (laki-laki dan perempuan) ikut bergabung dengan K di playground. Daaan... terjadilah yang terjadi. Si anak perempuan menjambak K. ea...ea...ea...

K yang memang pada dasarnya sensitif, dan masih kurang bisa mempertahankan diri (lebih memilih untuk menangis keras) akhirnya memulai dramanya. Dia menangis keras sambil menunjukkan kekesalannya sama si anak perempuan itu. Ibunya? ehm... lempeng aja tuh... hahahhaa #apa yang bisa saya harapkan btw? :-p

Akhirnya aku ajak K duduk, mencoba menenangkan. Tapi apa daya, K yang seperti aku bilang tadi, belum terlalu baik dalam mengendalikan rasa kesalnya menangis semakin keras. Dan menyemburlah semua makanan dan minuman yang baru saja saya masukkan dengan penuh harap. Semburan pertama, semburan kedua, semburan ketiga, sampai tak ada lagi yang keluar dari mulutnya...

Aku? Ya sudahlah ya... Pasrah aja sambil senyam-senyum sama mas bojo, yang hanya bisa menatap haru (plus tatapan iiyyuuuhhhh juga sih).

Karena kondisiku yang basah kuyup karena muntahan sangat parah, setelah mas bojo selesai mengganti baju K, dia menyeberang jalan ke Bo***i Square beli baju untuk istrinya.

K duduk denganku sambil menunggu mas cleaning service nya. Aku pun memperhatikan ada satu anak lagi yang datang ke playground dan berusaha menaiki tangga. Apa yang terjadi? Si anak perempuan itu menendang anak yang baru naik ke tangga donk. Oh my god. Dan si ibu ya lempeng aja lagi... ck...ck...ck....

Setelah mas cleaning service nya datang, aku pun sibuk bersih-bersih dengan mas cleaning service nya. Kasian nambah-nambahin kerjaan mas nya aja. K kembali main, tapi hanya di pinggiran sambil memainkan Rabbit hadiah dari restoran itu.

Drama kedua kembali terjadi. Masih dengan anak yang sama pula. Anak itu menarik tangan K, dan K pun menangis lagi. Emak yang sudah basah kuyup ini hampir emosi sebetulnya.... Hampir terjadi amukan typhooon... hahahaha. Akhirnya aku cuma bisa bilang "K, nggak usah nangis. Dia kan anak kecil nggak tau kalau nggak boleh narik orang". K terus menangis dan aku harus terus2an bilang "nggak papa... sama anak kecil harus maklum K. Dia nggak tau kalau menarik orang itu bikin sakit".

Setelah beberapa kali aku bilang (dengan suara lebih keras) baru si ibunya bilang "maaf ya adeknya nakal...."   hhmmmm....

Akhirnya mas bojo datang dengan celana panjang dan kaos baru... I love you full mas bojo... Apalah aku tanpamu... butiran debu... uwoooo uwoooo :-p

Akupun berganti baju di toilet. Sekembali dari toilet, mas bojo bilang kalau tadi si anak perempuan (ehm) itu mencakar muka anak perempuan yang tadi ditendangnya sampai nangis. Kata mas bojo si ibunya cuma bilang "maaf ya pak" gitu doank... Oh my God!!!

Maaf lah yess kalau aku sedikit sensi jadinya... Hahaha. Nggak ada hubungan sih antara baju dengan tingkah polah anak. Tapi menurutku sih biasanya kan orang-orang2 ilmu agamanya lebih bagus, ilmu mendidik anaknya juga bagus kan (kayaknya aku kebanyakan ikut grup aneh, jadi pola pikir mulai ikutan aneh. Soalnya di grup2 aneh itu kebanyakan ibu2nya ilmu agamanya bagus, dan mereka selalu sharing ilmu mendidik anak dengan bagus...bla....bla....bla...). aahahahahhahaa.

Menurutku yang awam ini, harusnya si anak donk yang di suruh minta maaf dan kasih tau kalau itu salah. Jangan orang tuanya. Kalau orang tuanya kan yang ada anak merasa dilindungi terus sama orang tuanya. Nggak akan belajar dia. hahahaha #sayasudahiemosinyadisinisaja

#postingannggakpenting
#daripadajadibisul
#dibuangsayang
#belajarlagidanlagi


Belajar dari Anak

Salah satu kegiatan favorit ku adalah saat diperjalanan menuju sekolah K. Diawal-awal K sekolah, aku harus berjuang keras bernyanyi sepanjang jalan, agar perjalanan yang membutuhkan waktu sekitar 20 menit itu tidak membosankan. Biasanya aku akan menyanyikan lagu-lagu anak, sesekali memancing agar dia ikut menyanyi.

Bulan lalu, ketika mas bojo sedang di luar kota sekitar 2 mingguan, aku menyupiri sendiri motor, dengan K ditengah dan teteh Mun dibelakang. Selama 2 minggu itu, K banyak bernyanyi dan bercanda dengan teteh, karena aku harus menyupir motor. Aku bahagia. Karena rupanya kegiatan menyanyi dan bercanda yang biasa kami lakukan berhasil. Setidaknya begitu aku menilainya.

Ketika akhirnya mas bojo pulang, rutinitas kembali seperti biasa. Hanya saja aku mulai mengganti cara, meminta K untuk mengajariku lagu-lagu baru yang dia dapat di sekolah. Kadang aku berhasil memancing dia menyanyi lagu baru, tapi kadang tidak. Aku ingin tahu apakah K bisa menirukan kembali lagu-lagu yang diajarkan gurunya, dan aku juga ingin bisa menyanyi bersamanya di jalan dan dirumah. Jadi kalaupun dia tidak mau menyanyi untukku, tidak masalah.

Beberapa lagu yang aku pelajari dari K contohnya:

1. 7 the days in the week (aku sudah bisa menyanyi bersama sekarang)
2. Month in the year (aku belum bisa hafal lirik dan nadanya, jadi masih sulit untuk menyanyi bersama)
3. What day is today my friend (aku nggak tahu judulnya apa, tapi nada dan liric nya ngikutin K aja)
4. Beberapa lagu hanya tahu reff dan goyangannya... hahaha
5. Kemarin dia nyanyi lagu sampai komplit, aku ikut nyanyi, tapi hari ini lupa kemarin itu lagu apa... hhahahhahaa
6. Hari ini dia menyanyi lagu baru. Karena masih baru, aku masih ingat lagunya (terakhir nanti aku koreksi lagunya berdasarkan youtube)

Lirik yang aku tangkap ketika K menyanyi:

When the baby up,
When the baby up,
Pull... Pull...  (setiap aku nyanyi pull... pull... K pasti ngakak keras di motor :-p  )
Clap clap clap

One to the ceiling
One to the floor
One to the window
One to the door

Begitu terus di ulang, dan akhirnya kita nyanyi ini sepanjang jalan menuju sekolah. It was fun!!! ^_^

Dan setelah pulang ke rumah, untung aku langsung ingat dan berniat menulis di Blog. Langsung aku cari lagu itu di youtube, dan aku tertawa ngakak sendiri karena beberapa kata aku salah tangkap.
Ini adalah liric yang betul menurut youtube :

Wind your bobbin up (x2) 
Pull, pull, clap, clap, clap 
Wind your bobbin up (x2) 
Pull, pull, clap, clap, clap 
Point to the ceiling, point to the floor 
Point to the window, point to the door 
Clap your hands together, one two three 
Put your hands upon your knee 

Wind it back again (x2) 
Pull, pull, clap, clap, clap 
Wind it back again (x2) 
Pull, pull, clap, clap, clap 
Point to the ceiling, point to the floor 
Point to the window, point to the door 
Clap your hands together, one two three 
Put your hands upon your knee

Can't wait lagu apa yang K ajarin besok dan besok-besoknya lagi.

Ada juga gerakan yang K sangat senang sekali mengulang di rumah, dan tak lupa menarik emaknya untuk ikut serta. Gerakannya dilakukan sambil berteriak :

Clap (sambil bertepuk tangan)
Step (sambil menghentakkan kaki ke lantai)
Horray (sambil berteriak horray keras-keras)

Oh iya, mumpung lagi mengingat apa yang K dapat dari sekolah, sekalian deh aku tulis juga salah satu hal yang membuat aku dan ayahnya K tertawa terbahak-bahak. Adalah gaya K menirukan gurunya ketika mengajar di sekolah. Sumpah, itu langsung membuat aku sakit perut dan membayangkan miss Ellin ngajar di kelas.

Jadi suatu petang, kami sedang duduk-duduk diruang keluarga. Tetiba K bermain dengan kartu warna pink nya. Dia ambil 1 kartu sambil berteriak padaku (waktu itu aku nangkep nya dia ngomong gini)
"What is this?" --> Sambil menunjukkan gambar dress, jadi aku jawab "Dress"
Dia tiba-tiba teriak "L@#$%, DRESS" ---> Aku ikut teriak "DRESS"
Setelah itu dia berbisik "Now @#$%%^^, Dress " --> Aku ikut berbisik "Dress"

Setelah itu aku baru sadar bahwa L@#$%  yang pertama adalah dia bilang "Loudly",
dan @#$%%^^ yang kedua dia bilang "now, slowly"

Intinya, dia menunjukkan/memperagakan bagaimana gurunya di sekolah ketika belajar mengenali gambar di sekolah. Ayahnya K sempat merekam adegan ini, mudah-mudahan kapan2 aku bisa sertakan disini. Malam yang seru! :-)


#Daughter'stalk
#StoryofK