Monday, May 25, 2015

Bye Speedy, Almost Bye Laptop, and Finally Bye Data too

What a wonderful Weekend!

Akhir pekan kemarin ini, sedikit suram rasanya. Masih edisi lanjutan dari program bye bye speedy yang kemarin, rupanya tak hanya speedy yang membuatku pusing. Ada bagian-bagian lain yang ikut menambah pusing pala ini.

Bye picture taken from here

Entah kenapa pada hari Kamis siang, laptop ini mendadak dangdut mati. Ketika aku mencoba menyalakannya, hanya layar biru yang muncul dengan deretan tulisan yang bahasannya kelas dewa. Satu yang aku mengerti sepertinya bunyinya "Jika masalah ini baru muncul sekali, silakan restart komputer anda. Jika masalah ini sudah berulang kali muncul, maka .... " apaaa gitu katanya. Lupa persisnya. Karena memang seingatku baru sekali terjadi, maka aku merestart nya. Namun kemudian dia tak lagi sekali muncul. Setelah direstart, muncul lagi dan lagi dan lagi....

Saatnya pergi ke Dokter Komputer. Hmmm... Laptop ku perlu general check up sepertinya. Jadi akupun pergi ke tempat service computer di sekitaran kampus dan mas nya bilang akan membantu menganalisa apa yang terjadi. Menurut dia sekitar sejam juga selesai, dan nanti aku akan dikabari.

Sejam kemudian aku cek hp, belum ada sms. Dua jam kemudian, belum juga. 3 jam kemudian, tak ada sms tentang laptopku, akupun menelponnya. Hhmm... Mas nya pun pakai ngeles ini itu ketika aku tanya kenapa nggak jadi sejam selesainya. Nggak papa lah.... Namanya juga bukan hal yang bisa ditebak secara pasti. Si mas nya pun memintaku untuk memberikan external hardisk untuk menyimpan semua data yang ada. Kuberikan external hardisk yang kapasitasnya cukup besar.

Hari itu, proses peng-kopian data ke external hardisk selesai. si mas nya bilang kalau akan memulai mencari masalah yang menjangkiti laptop ku. Kemungkinan adalah windows nya yang crash, atau kemungkinan lain adalah hardisk nya yang error. Aku padamu mas...

Hari Jum'at...

Paginya aku mendatangi kembali tempat service laptopku. Rupanya sudah selesai... ppffiiuuhhh... lega. Komputerku seperti perawan kembali. Bersih sih sih... Tak lupa akupun memesan baterai yang baru karena baterai lama sudah soak parah. Besoknya baru ada baterai nya ceunah...

Sesampai di rumah, akupun langsung menjalankan rutinitas seperti biasa ketika komputer baru pakai. Yaitu kontak Allwyn yang di Bangkok sana untuk mengecek dan mensetting segala rupa yang diperlukan. Maklum, saya kan pengguna saja... hohoho

Seperti biasa Allwyn dengan majic tools nya meng klik sana dan klik sini untuk mengecek dan mensetting segala rupa. Sesekali ketika dia nanya password, aku ketik di layar. Atau ketika harus restart, aku restart dan kemudian kasih dia akses monitoring laptop lagi. Jaman sekarang memang semua-mua bisa dilakukan dengan ongleng...

Data yang berhubungan dengan pekerjaan aku pindahkan ke laptop. Untuk data yang lain, nanti saja lah aku pindahkan. Sekalian dirapikan. Untuk sementara dibuka langsung saja dari external hardisk.

Hari Sabtu...

Baterai sudah ada. Akupun mengambilnya.
Seperti kata mas nya yang jual, lebih baik di charge 8 jam posisi mati. Jadi hari itu agendanya adalah ngecharge baterai sampai setelah magrib.

Malamnya, rencana online untuk mengerjakan satu dan lain hal yang tertunda karena proses perbaikan laptop.

Setelah mengerjakan satu dan lain hal, terpikir untuk membersihkan dan sekaligus mengatur ulang susunan folder untuk data pribadi di external hardisk dan komputer. Malam minggu nggak ada pasangan dan anak sudah tidur lelap, hal apalagi yang lebih cantik selain cleaning up laptop? hahaha...

Pas di buka folder dengan namaku, eng ing eng... Folder couldn't opened. dan bla bla bla lainnya yang aku tidak mengerti... Broken heart... Hatiku patah... Ku keluarkan external hardisk dengan gently dan kumatikan laptop. Sedikit berharap kusisipkan doa agar folder yang error itu bisa di buka di MacB**k suamiku. Beberapa kali kejadian bisa, harapanku pun sedikit nyempil untuk itu...

Hari Minggu pagi - sore...

Tak ada gairah untuk membuka komputer, terlebih lagi external hardisk... Jalan-jalan, meet up with friends, berkebun (lagi).

Hari Minggu malam...

Aku lihat suamiku membuka laptopnya... Kuceritakan apa yang terjadi pada data-dataku, dan diapun mencoba membukanya melalui laptopnya. Hasilnya? kosong melompong... Hmmm... Ok... Numb. Nggak ngerasa apa-apa. Ya sudah... biarkan....

Hari Senin pagi...

Kembali online untuk bekerja, nggak merasa apa-apa dengan ketidak adaan folder itu. Feels nothing. Mungkin memang ada saatnya ketika kita lelah merasa galau (minggu lalu karena berbagai hal), dan kemudian mengalami kehilangan, akhirnya justru perasaan netral yang ada. Hahaha... aneh memang. Tapi sepertinya aku sudah melepas secara ikhlas semua data yang hilang itu. Nanti juga bisa dibuat lagi... simple...

Terbayang sih memang kumpulan cerita, kumpulas link, kumpulan ide, kumpulan gambar, kumpulan obrolan, kumpulan buku, dan kumpulan-kumpulan hal lain yang ada di folder itu. Tapi tidak membuatku stress sama sekali.

Satu hal yang justru membuat suamiku stress, adalah hilangnya kumpulan catatan ID dan password. HAH! Iya betul. Selama ini aku yang punya memori sepanjang 1 mm ini memang mengandalkan semua ID dan password di catatan itu. Dan hari ini, bersama dengan virgin nya laptopku dan hilangnya catatan itu, aku jadi sedikit bingung dan bertanya pada suamiku. Password iniku apa ya? ituku apa ya? yang ini apa? yang itu apa? Maklum, jaman sekarang semua main ID dan password...

Tentu saja suamiku dengan bahagianya mengeluarkan dalil :
Suami: Kamu ini parah sekali... masak password yang begitu bisa lupa? itu kan penting...
Aku: Makanya itu, karena penting aku catat semuanya disitu. Lha sekarang malah ilang?
Suami: Tapi koq bisa lupa sih? Mana bisa orang lupa password yang begituan?
Aku: Lha kamu kan tau sendiri, aku ini lemah mengingat
Suami: Kayak orang amnesia aja
Aku: Soalnya banyak sekali password dan ID yang musti di inget... Banking lah... ATM lah... Email lah... Medsos lah... Belanja onlen lah... Duh, mana inget semuanyaa.... #ngeles
Suami: Kayak aku donk... simpen di note HP...
Aku: Hahahha... nggak salah nyuruh aku nyimpen begituan di HP? Udah lebih dari 5 kali keleus HP ku ilang... Lha kalau ilang lagi? Oh no... tambah perkara aja sibuk blokir sana sini...

Diskusi selesai...

******

Begitulah... Akhir pekan yang sesuatu sekali... Mulai dari Bye bye Speedy, disusul dengan hampir saja bye bye laptop, dan akhirnya bye bye data...


#AbaikanNoteIni:
Jam 11 siang mendadak internet mati.
Aku (by WA): Yah, tet tot... Internet mati...
Suami : Astaga... kamu ini nggak bisa jauh dari aku ya. Ditinggal dikit adaaaa aja masalah...
Aku: Iyaaa... Aku tanpamuuu... Butiran debuuu... #menyanyi

Eeeaaa... Eeeaaa... Eeeaaa...

Thursday, May 21, 2015

Akhir dari Hubungan Kita

Akhirnya aku memutuskan hubunganku dengannya...
Bukan keputusan yang mudah, tetapi memang harus dilakukan. Berjalan bersamanya, banyak suka dan dukanya, tapi sangat menguras emosi jiwa. Dan kadang menambah dosa.

I have to let You go!

Bertahun-tahun sudah kami hidup bersama, memulai semuanya dari hal kecil. Dia sudah banyak sekali memberikan hal-hal baru dan indah bagiku. Banyak hal-hal positif karenanya. Namun, rupanya hatiku tak bisa berdusta. Tekanan demi tekanan, kebohongan demi kebohongan, ketidakjelasan, dan ketidakpedulian itu membuatku muak dan memutuskan untuk meninggalkannya.

Kami sudah bersama, bahkan ketika aku belum bisa memilikinya. Kamipun mulai bersatu disebuah rumah kontrakan mini yang menyenangkan. Lebih dari 2 tahun kami tinggal di rumah kontrakan itu. Naik turun hubungan, suka duka perjalanan, kemarahan, kebencian, namun selalu kembali karena kebutuhan. Begitu terus menerus tiada henti, dan selalu berulang kembali.

Ketika akhirnya kami punya rumah sendiri, harapanku adalah agar hubungan kita lebih harmonis tanpa cela. Tanpa emosi yang menguras energi, tanpa makian-makian baik langsung ataupun dalam hati, dan tanpa hal-hal buruk itu. Yang ada, hubungan kita justru semakin memburuk. Tak pernah ada hari berjalan mulus dalam hubungan kita dirumah baru ini. Hatiku pun bertanya-tanya... Ada apa sebenarnya denganmu? Kenapa harus seperti ini??? Kenapaaaa???

Terlalu banyak janji manismu yang hanya membuatku semakin dan semakin sakit hati...

Sudah sejak lama aku merasakan ketidakcocokan ini. Namun apa daya... Aku tak punya pilihan yang lebih baik dari yang aku jalani ini. Aku sudah berusaha untuk membicarakan hal ini pada banyak orang, pada ahlinya. Namun memang pilihan yang lebih baik belum mau mendekat kearahku. Sedih... sedih sekali... Melihat teman-temanku berbahagia dengan pilihan mereka, kenapa tidak ada pilihan yang lebih baik untukku??? Siapa yang harus kusalahkan????

Puncaknya adalah beberapa waktu lalu. Entah mendapat kekuatan darimana, saat itu juga aku memutuskan untuk menyudahi prahara ini. Mengakhiri hubungan ini adalah jalan satu-satunya yang paling mungkin. Masalah kemudian aku mendapatkan yang lebih baik atau tidak, itu urusan nanti. Yang penting adalah aku tidak lagi dibuat emosi olehnya, tidak lagi dibuat sakit hati olehnya, tidak lagi dibuat berdosa olehnya, dan energiku bisa aku gunakan untuk yang lainnya.

Iya... Beberapa hari yang lalu aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan menahun ini. Dan sehari setelah aku putuskan untuk berpisah, akhirnya perpisahan itu terjadilah. Dan hari ini, aku sama sekali tak berhubungan lagi dengannya. Lupakan semua rupiah atau dollar yang sudah kuikhlaskan untuknya. Mudah-mudahan diganti dengan yang jauh lebih besar nantinya. Selamat tinggal... Kalau memang kita jodoh, kita akan berhubungan lagi suatu saat nanti.

Kenapa tiba-tiba aku bisa menguatkan diri dan memutuskan hubunganku dengannya? Iya... dengan sangat menyesal aku harus katakan bahwa ada yang lain. Ada yang lain yang bisa membuatku lebih tenang, lebih damai, dan lebih menerima kenyataan. Ada yang lain yang lebih memberikanku keberlanjutan hubungan, bukan hubungan putus nyambung dan tidak jelas sepertinya. Ada yang lain yang membuatku lebih percaya diri. Ada yang lain yang aku harap bisa semakin baik lagi setelah aku memutuskan bersamanya.

Memang yang lain ini belum sepenuhnya membuatku puas begitu saja. Tapi setidaknya aku mau mencoba. Jika hubungan ini berhasil, maka aku harap hubungan ini bisa selamanya. Namun jika harus kembali gagal ditengah jalan, maka aku akan kembali mengikhlaskannya dan mencoba mencari yang lain lagi. Dunia terus berputar meskipun kita tunduk terpuruk oleh sesuatu. Rugi kan?

Akhirnya tiba saat mengucapkan selamat tinggal...
Selamat tinggal Speedy... Kau tak layak lagi mendampingi hari-hariku... Hubunganku denganmu hanya akan sebatas namamu tertulis di tagihan bulanan ke kantorku untuk dua bulan terakhir. Selebihnya tidak... Router mu pun sudah lenyap dari pandangan, disungsepkan entah kemana oleh suamiku yang sama sebelnya sama kamu. Kami sudah sangat bersabar selama ini, namun kesabaran kami sudah kau habiskan sendiri.

Kalau suatu saat nanti kamu sudah menepati janjimu dengan menggunakan fiber optik dan koneksi cepat sesuai janji dan akad, maka mungkin saja kami kembali. Tapi jika tidak, ya sudahlah... mungkin kita belum berjodoh.

Saat ini kami akan berjuang dengan Bolt.... Mudah-mudahan Tuhan berkati. Bismillahirrohmanirrohim...

PS: Mudah-mudahan tidak ada yang membaca dengan serius cerita ini, karena ini hanya tentang Aku dan Speedy, bukan cerita yang laiinya.. :-)


Monday, May 18, 2015

Begini Mungkin Dulu Ibuku Melewati Beberapa Harinya Denganku

Ya Tuhan...

Mungkin memang tepat jika dibilang Karma akan selalu ada. Tapi karena ini melibatkan anak kecil, maka Karma tidak menjadi kata yang tepat. Mungkin lebih tepat jika dibilang "Cara Tuhan Menunjukkan Bagaimana Perasaan Ibu Dulu Kala?"

Ceritanya, si Denok K sedang dalam masa penyembuhan dari demam 3 hari nya kemarin. Kemarin pagi akhirnya kami bawa dia ke Nenek Salim untuk pijat. Namun tidak seperti setelah pijat kemarin2nya, pulang dari pijat dia masih menolak makan. hiks... Nongkrong di Momo Barn nya kurang berfungsi jika anak malas makan... #alibi

Lanjut ke tadi malam. Entah kenapa Denok K ini malam2 menangis bombay sebentar2. Terus tidur lagi. Nangis lagi, sambil ngigau 'pukul... pukul...' sambil memperagakan tangan di samping kepala siap memukul. Hhhh... Ini adalah teka-teki yang menyelimuti selama beberapa hari ini. Denok K jadi hobi sekali berniat memukul atau benar2 memukul sambil bilang 'pukul...pukul...'. dan belum ketahuan darimana dia mendapatkan itu semua. Selidik ke tetehnya, tidak terkonfirmasi apakah ada temannya yang suka begitu.

Hari ini rupanya berlanjut sesi ehm nya denok K. Kemana2 minta gendong kain... gendong kain... Terus minta sesuatu nggak pake bilang tapi pake nangis. Nah loh... Gimana kita ngerti ndhok... ndhok...

Belum lagi sebangun dia dari boci -yang dengan sukses ditemani bundanya- nya, dia mendadak menangis kejer laksana disiksa. Berpegang pada kamus per-tantrum-an, akupun mencoba tegar dan tak tergoda untuk menyuap nya dengan apapun. Hanya dengan setia menunggui dan memeluk erat. Namun rupanya jurus tangan maju semuanya juga belum berhenti. Pukul, jambak, dan cakar... Duuh... Dapet darimana sih kamu sayangku?

Kalau sudah begini, aku jadi serasa mengingat jauh ke belakang sana, melihat pada Wilis kecil yang adalah mirip dengan Denok K kecil ini. Dulu aku juga sering begini. Menangis tanpa alasan dan tanpa batas sambil melancarkan jurus2 cubitan ke punggung Mas Aris. Duuh... maaf ya Mas Aris ku sayang... Mudah2an dihitung dengan pahala berlipat ganda dari Tuhan YME. Aamiin.

Belum lagi Wilis kecil adalah anak yang uhuk sekali. Seperti halnya ibu-ibu yang lain, jika anaknya menangis dimalam hari, ibuku akan bilang "hussh...cup,..cup... jangan nangis. Itu ada hantu. Kalau nangis terus nanti kamu di bawa pergi hantu". Dan entah darimana aku selalu bilang "Mana hantunya? Aku mau lihat hantu... Aku mau ikut hantu saja...".

Terus kalau susah disuapin, ibuku akan bilang "tuh lihat itu ada pesawat lewat. Ada pak presiden itu. kalau kamu nggak makan, nanti diambil pak presiden...". Dan dengan semangadh aku akan bilang "Aku mau ikut pesawat... Aku mau ikut pak presiden...." Dan ibuku diam dengan tatapan -sebaiknya piring ini kubanting saja-.

Ada juga saat dimana aku mendadak pengen makan, sedangkan ibu dan bapak sedang memerah susu di kandang. Dan dengan lebaynya aku akan duduk lemes didepan rumah sambil menangis sendu tersedu-sedu agar ditanyain orang. hahahaa. How Drama Queen am I?

Ya Allah... Berikanlah kesehatan kepada semua keluargaku tercinta... Limpahkanlah rizky, berkah dan anugerahMu kepada mereka semua. Sekarang aku belajar menjadi mereka kala itu. Dan ternyata itu tidak mudah.

Terima kasih Ibu, Bapak, Mas Aris, Pakdhe Suhar... You raised me so well... Kalian semua menyimpan setiap cakaran dan kebandelanku sepanjang masa. I love you all and God will always bless all of you every single day. Aamiin

Denok K.... Yang pinter... Yang baik... Yang nurut... Yang cerdas... Membanggakan hari Ayah dan Bunda... Besok kita main dengan gembira saja yaaa... Seperti dulu-dulu itu lho... Bangun dengan ceria... Makan yang banyak... Mandi dengan bahagia.... Main yang banyak... Bobok yang pules... Ok?

Kata Denok K: "OoooKeeee"


Tuesday, May 12, 2015

Lepehan - Lepehan Yang Terserak

Ada yang nggak tahu apa itu lepehan? Melepeh? Dilepeh? atau lepeh-lepeh lainnya?

Googling gih...! Pasti banyak artinya. Aku sih males gugling.

Namanya lepehan, itu pasti nggak enak, makanya jangan dimakan lagi. Namanya melepeh, itu bukan perbuatan yang baik, jadi jangan dilakukan didepan orang lain. Namanya dilepeh itu pasti karena nggak enak, tapi coba mikir juga itu yang dilepeh. Pasti yang dilepeh juga nggak enak... Kasihan lah pokoknya...

Kalau bisa jangan deh berhubungan atau melakukan yang lepeh-lepeh gitu... Sama-sama nggak enak. Nggak enak dilihat, dan nggak enak dirasa.

Apalagi abis diangkat-angkat terus dilepeh...

Berdasarkan kajian seseorang, lepeh-lepeh ini bisa menyebabkan penyakit hati. Sulit sekali diobati. Dan konon katanya bisa menjalar kemana-mana. Bahkan menimbulkan kematian.

Untuk yang suka melepeh-lepeh, lebih baik mulai banyak beristighfar.... hahaha. Apa hubungannya? Banyak. Males menjabarkannya.

Untuk yang suka dilepeh-lepeh, yang sabar ya lepehan... Deritamu jadi lepehan.... Hahaha... Makin nggak jelas deh...

Hidup Lepeh!

Friday, May 8, 2015

Last Long Weekend

May Day is a May be Day

Beach and Us are Best Friend...!!!
Whatever.... Weslah ben e wae... Sik penting aku jalan-jalan duyu... Mari kita memantai...
Seperti biasa, anak gunung nemu pantai? Akupun seperti biasa jadi katrok ndesok. Guling-guling rolling-rolling... Nggak peduli dengan photo atau dokumentasi yang ciamik. Pokoke main di Pantaaiiii...

Jadilah oleh-oleh photo miskin cerita ini. Mudah-mudahan masih bisa membuat kalian pengen kesana. hehehe

Perjalanan ke Pantai Sawarna cukup panjang dan melelahkan. Terlebih untuk Denok K (singkatan baru nama Kiraniul gegara emaknya galau). Denok K beberapa kali ber uhuk uhuk minta turun dengan beberapa alasan. Sepertinya dia lelah. Pegel mungkin lebih tepatnya karena sepanjang jalan dia dipangku terus. No space karena penumpangnya padat merayap. Doakan Ayah dan Bunda mu agar tahun depan kita bisa punya mobil baru yang bagus ya nduk... Biar kita nggak perlu desak-desakan lagi... hehehehe #doanya maksa.

Akhirnya kami memutuskan untuk berhenti sejenak di Pantai wisata pertama yang kami temui. Ada saung, ada warung, ada kamar mandi, ada pasir dan pantai... Iyalaah... Piye sih.
Namun sayang, disitu saya harus mendapat kabar sedikit kurang ceria. Tamu bulanan datang pas banget pas nyampe situ. Haduh, main di pantai tapi nggak bisa renang? Ada yang lebih sedih lagi nggak sih? Hiks....

Welcome to Tanjung Layar - Sawarna Beach!
Tapi nggak papa... Yang penting Denok K senang. Dia main pasir dan berendam di air laut. Seneng banget. Nggak mau selesai. hehehe. Yang lainnya sih duduk2 di saung, makan karekdok, makan mie telor, bakar-bakar tiwu telur, haha hihi, Denok K ya haha hihi sendiri di pasir pantai... :-p

Setelah beristirahat cukup lama dan kenyang, akhirnya kami melanjutkan ke penginapan yang sudah di booking bapake Denok K. Kami menginap di penginapan yang lokasinya persis didepan Pantai Goa Langir. Karena mendadak pesannya, jadi tidak sempat mencari yang lebih dekat ke Tanjung Layar. Tapi diakhir acara kami merasa beruntung bisa menginap di penginapan ini. Pantai Goa Langir juga bagus soalnya. hehehe.

Look... I found a treasure... Bungkus Jelly!
Sayangnya kami tidak berfoto didepan vila karena lupa. Benar-benar quality time yang akhirnya mengesampingkan photo session. Secara detail, penginapan kami bisa di baca disini.

Karena kami tiba masih di siang hari, maka kami putuskan untuk mengunjungi Pantai Tanjung Layar terlebih dahulu, baru kemudian besoknya ke Pantai Goa Langir. Denok K, Aku, Umi, dan Hijma naik ojek ke pantai nya, sedangkan Bapake Denok K, Mbak Ocy, Mbak Ulan, Abah, Om Gun, Tante Gina jalan kaki. Lumayan jauh juga dari jalan raya... heuheuheu

Pantai Tanjung Layar sudah layaknya pasar saat kami tiba. Ramai sekali. Ratusan pengunjung memadati area pantai, dan semua dengan kamera/hp ditangan. Wartawan sosmed dimana-mana :-)

Ditengah ratusan orang yang sibuk berphose dan berphoto, aku melihat ada sepasang kekasih bergandengan mesra menembus kerumunan. Yang perempuan dibantu dengan beberapa temannya mengangkat rok nya tinggi2 karena takut basah. Dilihat dari dandanannya, sangat mudah dikenali bahwa mereka hendak melakukan photo Prewed. So sweeettt....

Kamipun melewatkan sore dan petang di Pantai Tanjung Layar yang legendary itu. It was fun!

Menuju petang, kamipun beranjak menuju penginapan untuk membersihkan diri. Kali ini semua orang berjalan kaki, tidak naik ojek. Ternyata tidak terlalu jauh juga sebetulnya... Dan aku juga baru tahu kalau di sekitaran pantai Tanjung Layar itu banyak sekali penginapan yang letaknya didepan jembatan persis. Jadi sangat dekat dengan pantai. Kapan-kapan kalau ada kesempatan boleh dicoba juga itu :-)

Ditengah jalan, rasanya ada yang meneriakkan nama suami di depan sana "A Yudi... A Yudi..." Koq rasanya kenal sama suaranya ya... Aku yang berjalan di belakang celingak celinguk ke arah sumber suara. Rupanya Si Yuli... Hahaha... udah lama nggak ketemu sejak prahara seputar cintanya dulu. Sekarang dia terlihat jauh lebih.... Subur, makmur, bahagia... Rupanya dia serius mengelola usaha Travel Guide nya. Keren Yul...!

Malam harinya Suami dengan kreatif dan cintanya menyusuri jalanan dan menemukan Ikan Bakar yang enaaaaakkkk pake bingiiiitt.... I love you dear... Tau aja bini nya kelaparan. hehee. Malampun ditutup dengan senyum kenyang dan bahagia...

Paginya, seperti yang sudah direncanakan kami berjalan kaki ke Pantai Goa Langir yang pintu gerbangnya tinggal nyebrang dari penginapan kami. Awalnya kami berencana naik mobil kesana, tapi karena mobil sedang dibersihkan abah, iseng2 kami berjalan pelan sampai akhirnya tiba di pantai tanpa terasa.
I want THAT and I will be THAT and I will love THAT!
Ada dua goa yang dijadikan tempat wisata, tepat sebelum kita sampai di Pantai Goa Langir. Aku tidak mencoba masuk karena malas Denok K belum pernah tak ajak masuk gua. Di area pantai sendiri, ada beberapa penginapan ternyata. Yang aku bayangkan, pasti gerah sekali kalau malam dengan perpaduan angin laut dan suasana pantai... hohoho...

Seperti biasa, beberapa warung juga ada disana. Beberapa tenda berdiri ditepi pantai, dengan penghuni yang masih tidur nyenyak. Jadi rindu masa2 itu, masa2 kemping dimanapun kita mau. Soon we will do that again ya dear... #kedipkedip

Denok K bersama dengan ayahnya dan sepupunya bermain-main pasir dan air laut. Akupun menimbrung sesekali sambil menyuapi si denok. Kami tidak berlama-lama dipantai itu karena perjalanan pulang kami masih panjang. Ditambah lagi masih harus mampir kondangan. Hmm...

Setelah selesai bermain air, kamipun kembali ke penginapan, mandi dan packing. Akhirnya cusss kembali. Disepanjang perjalanan pulang, Denok K kembali merasa bosan dan lapar. Trik2 mulai dilancarkannya dengan alasan mau pipis atau mau pup. hehehe.... Sabar ya nak... ;-)

Perjalanan panjang, bersempit2an, berdempet2an, dan berbosan2an, namun sangat menyenangkan. Mudah2an tamu negara (Rosy dan Wulan) menikmati perjalanan mereka dari gunung menuju pantai. Sampai jumpa lagi dilain kesempatan yaaaa....

Cekidot beberapa photo yang kami ambil ketika berada di Pantai Tanjung Layar dan Pantai Goa Langir... ^_^
Hope You Enjoy this threat trip Mbak Rosy and Mbak Wulan!

We send Big Hi5 from here.... :-)

Let's be Happy Now and Then... Forever and Ever! :-)


Ayah - Anak Hi5

My very fave thing...
Got a big, long, and excited kisses from her











Daddy - Girl talk
Were you two spoken about Mommy?
Mommy - Girl Chat Along the Beach
Let's talk about boy... 

Tuesday, May 5, 2015

Live Laugh Love

Lovely picture taken from here

Live every moment,
Laugh every day,
Love beyond words...



Thursday, April 30, 2015