Bukan keputusan yang mudah, tetapi memang harus dilakukan. Berjalan bersamanya, banyak suka dan dukanya, tapi sangat menguras emosi jiwa. Dan kadang menambah dosa.
![]() |
| I have to let You go! |
Bertahun-tahun sudah kami hidup bersama, memulai semuanya dari hal kecil. Dia sudah banyak sekali memberikan hal-hal baru dan indah bagiku. Banyak hal-hal positif karenanya. Namun, rupanya hatiku tak bisa berdusta. Tekanan demi tekanan, kebohongan demi kebohongan, ketidakjelasan, dan ketidakpedulian itu membuatku muak dan memutuskan untuk meninggalkannya.
Kami sudah bersama, bahkan ketika aku belum bisa memilikinya. Kamipun mulai bersatu disebuah rumah kontrakan mini yang menyenangkan. Lebih dari 2 tahun kami tinggal di rumah kontrakan itu. Naik turun hubungan, suka duka perjalanan, kemarahan, kebencian, namun selalu kembali karena kebutuhan. Begitu terus menerus tiada henti, dan selalu berulang kembali.
Ketika akhirnya kami punya rumah sendiri, harapanku adalah agar hubungan kita lebih harmonis tanpa cela. Tanpa emosi yang menguras energi, tanpa makian-makian baik langsung ataupun dalam hati, dan tanpa hal-hal buruk itu. Yang ada, hubungan kita justru semakin memburuk. Tak pernah ada hari berjalan mulus dalam hubungan kita dirumah baru ini. Hatiku pun bertanya-tanya... Ada apa sebenarnya denganmu? Kenapa harus seperti ini??? Kenapaaaa???
Terlalu banyak janji manismu yang hanya membuatku semakin dan semakin sakit hati...
Sudah sejak lama aku merasakan ketidakcocokan ini. Namun apa daya... Aku tak punya pilihan yang lebih baik dari yang aku jalani ini. Aku sudah berusaha untuk membicarakan hal ini pada banyak orang, pada ahlinya. Namun memang pilihan yang lebih baik belum mau mendekat kearahku. Sedih... sedih sekali... Melihat teman-temanku berbahagia dengan pilihan mereka, kenapa tidak ada pilihan yang lebih baik untukku??? Siapa yang harus kusalahkan????
Puncaknya adalah beberapa waktu lalu. Entah mendapat kekuatan darimana, saat itu juga aku memutuskan untuk menyudahi prahara ini. Mengakhiri hubungan ini adalah jalan satu-satunya yang paling mungkin. Masalah kemudian aku mendapatkan yang lebih baik atau tidak, itu urusan nanti. Yang penting adalah aku tidak lagi dibuat emosi olehnya, tidak lagi dibuat sakit hati olehnya, tidak lagi dibuat berdosa olehnya, dan energiku bisa aku gunakan untuk yang lainnya.
Iya... Beberapa hari yang lalu aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan menahun ini. Dan sehari setelah aku putuskan untuk berpisah, akhirnya perpisahan itu terjadilah. Dan hari ini, aku sama sekali tak berhubungan lagi dengannya. Lupakan semua rupiah atau dollar yang sudah kuikhlaskan untuknya. Mudah-mudahan diganti dengan yang jauh lebih besar nantinya. Selamat tinggal... Kalau memang kita jodoh, kita akan berhubungan lagi suatu saat nanti.
Kenapa tiba-tiba aku bisa menguatkan diri dan memutuskan hubunganku dengannya? Iya... dengan sangat menyesal aku harus katakan bahwa ada yang lain. Ada yang lain yang bisa membuatku lebih tenang, lebih damai, dan lebih menerima kenyataan. Ada yang lain yang lebih memberikanku keberlanjutan hubungan, bukan hubungan putus nyambung dan tidak jelas sepertinya. Ada yang lain yang membuatku lebih percaya diri. Ada yang lain yang aku harap bisa semakin baik lagi setelah aku memutuskan bersamanya.
Memang yang lain ini belum sepenuhnya membuatku puas begitu saja. Tapi setidaknya aku mau mencoba. Jika hubungan ini berhasil, maka aku harap hubungan ini bisa selamanya. Namun jika harus kembali gagal ditengah jalan, maka aku akan kembali mengikhlaskannya dan mencoba mencari yang lain lagi. Dunia terus berputar meskipun kita tunduk terpuruk oleh sesuatu. Rugi kan?
Akhirnya tiba saat mengucapkan selamat tinggal...
Selamat tinggal Speedy... Kau tak layak lagi mendampingi hari-hariku... Hubunganku denganmu hanya akan sebatas namamu tertulis di tagihan bulanan ke kantorku untuk dua bulan terakhir. Selebihnya tidak... Router mu pun sudah lenyap dari pandangan, disungsepkan entah kemana oleh suamiku yang sama sebelnya sama kamu. Kami sudah sangat bersabar selama ini, namun kesabaran kami sudah kau habiskan sendiri.
Kalau suatu saat nanti kamu sudah menepati janjimu dengan menggunakan fiber optik dan koneksi cepat sesuai janji dan akad, maka mungkin saja kami kembali. Tapi jika tidak, ya sudahlah... mungkin kita belum berjodoh.
Saat ini kami akan berjuang dengan Bolt.... Mudah-mudahan Tuhan berkati. Bismillahirrohmanirrohim...
PS: Mudah-mudahan tidak ada yang membaca dengan serius cerita ini, karena ini hanya tentang Aku dan Speedy, bukan cerita yang laiinya.. :-)

2 comments:
Wkwkwkkkk....style mb wil banget 😁 ampir ketipu....d kantor lamaku pake CbN, bisa jd pertimbangan klo bolt juga ga berjodoh.
Hahahaa... Jangan ikut deg2an ya ne... :-p
Dulu sempet browsing2 CBN juga. Tapi info dari internet dia harganya mihil. Gak masuk budget yang bisa di reimburst ke kantor. hehehe
Jadi nyobain yang ini dulu. Mudah2an segera membaik per internetan bangsa ini... :-p
Post a Comment