Mungkin memang tepat jika dibilang Karma akan selalu ada. Tapi karena ini melibatkan anak kecil, maka Karma tidak menjadi kata yang tepat. Mungkin lebih tepat jika dibilang "Cara Tuhan Menunjukkan Bagaimana Perasaan Ibu Dulu Kala?"
Ceritanya, si Denok K sedang dalam masa penyembuhan dari demam 3 hari nya kemarin. Kemarin pagi akhirnya kami bawa dia ke Nenek Salim untuk pijat. Namun tidak seperti setelah pijat kemarin2nya, pulang dari pijat dia masih menolak makan. hiks... Nongkrong di Momo Barn nya kurang berfungsi jika anak malas makan... #alibi
Lanjut ke tadi malam. Entah kenapa Denok K ini malam2 menangis bombay sebentar2. Terus tidur lagi. Nangis lagi, sambil ngigau 'pukul... pukul...' sambil memperagakan tangan di samping kepala siap memukul. Hhhh... Ini adalah teka-teki yang menyelimuti selama beberapa hari ini. Denok K jadi hobi sekali berniat memukul atau benar2 memukul sambil bilang 'pukul...pukul...'. dan belum ketahuan darimana dia mendapatkan itu semua. Selidik ke tetehnya, tidak terkonfirmasi apakah ada temannya yang suka begitu.
Hari ini rupanya berlanjut sesi ehm nya denok K. Kemana2 minta gendong kain... gendong kain... Terus minta sesuatu nggak pake bilang tapi pake nangis. Nah loh... Gimana kita ngerti ndhok... ndhok...
Belum lagi sebangun dia dari boci -yang dengan sukses ditemani bundanya- nya, dia mendadak menangis kejer laksana disiksa. Berpegang pada kamus per-tantrum-an, akupun mencoba tegar dan tak tergoda untuk menyuap nya dengan apapun. Hanya dengan setia menunggui dan memeluk erat. Namun rupanya jurus tangan maju semuanya juga belum berhenti. Pukul, jambak, dan cakar... Duuh... Dapet darimana sih kamu sayangku?
Kalau sudah begini, aku jadi serasa mengingat jauh ke belakang sana, melihat pada Wilis kecil yang adalah mirip dengan Denok K kecil ini. Dulu aku juga sering begini. Menangis tanpa alasan dan tanpa batas sambil melancarkan jurus2 cubitan ke punggung Mas Aris. Duuh... maaf ya Mas Aris ku sayang... Mudah2an dihitung dengan pahala berlipat ganda dari Tuhan YME. Aamiin.
Belum lagi Wilis kecil adalah anak yang uhuk sekali. Seperti halnya ibu-ibu yang lain, jika anaknya menangis dimalam hari, ibuku akan bilang "hussh...cup,..cup... jangan nangis. Itu ada hantu. Kalau nangis terus nanti kamu di bawa pergi hantu". Dan entah darimana aku selalu bilang "Mana hantunya? Aku mau lihat hantu... Aku mau ikut hantu saja...".
Terus kalau susah disuapin, ibuku akan bilang "tuh lihat itu ada pesawat lewat. Ada pak presiden itu. kalau kamu nggak makan, nanti diambil pak presiden...". Dan dengan semangadh aku akan bilang "Aku mau ikut pesawat... Aku mau ikut pak presiden...." Dan ibuku diam dengan tatapan -sebaiknya piring ini kubanting saja-.
Ada juga saat dimana aku mendadak pengen makan, sedangkan ibu dan bapak sedang memerah susu di kandang. Dan dengan lebaynya aku akan duduk lemes didepan rumah sambil menangis sendu tersedu-sedu agar ditanyain orang. hahahaa. How Drama Queen am I?
Ya Allah... Berikanlah kesehatan kepada semua keluargaku tercinta... Limpahkanlah rizky, berkah dan anugerahMu kepada mereka semua. Sekarang aku belajar menjadi mereka kala itu. Dan ternyata itu tidak mudah.
Terima kasih Ibu, Bapak, Mas Aris, Pakdhe Suhar... You raised me so well... Kalian semua menyimpan setiap cakaran dan kebandelanku sepanjang masa. I love you all and God will always bless all of you every single day. Aamiin
Denok K.... Yang pinter... Yang baik... Yang nurut... Yang cerdas... Membanggakan hari Ayah dan Bunda... Besok kita main dengan gembira saja yaaa... Seperti dulu-dulu itu lho... Bangun dengan ceria... Makan yang banyak... Mandi dengan bahagia.... Main yang banyak... Bobok yang pules... Ok?
Kata Denok K: "OoooKeeee"
No comments:
Post a Comment