Wednesday, December 26, 2012

Magic Stick Called Testpack

It's probably a cliche but when it happens to you, inside you, it's really amazing and it feels like a miracle. What I keep thinking is, WOW, how does it know how to do all this? This tiny little embryo inside me knows how to grow, feed, how to multiply and decide itself to form tiny heart, lungs, arms, legs, etc. If I had to remember things like "Oh, I should make sure I give the baby the ability to see, breathe, and bend his arms....", it would be a disaster! Instead, I keep living my life happily clueless, while this super complex miracle is happening right inside my belly - Lilli
~Mayo clinic guide to a healthy pregnancy~

Picture taken by Wilis

Kalau kemarin2 aku selalu bilang bahwa 'This marriage doesn't change anything', maka skarang aku akan mengatakan bahwa 'This lil creature definitely changes my life... And it's beautiful...' hehheheee...

Dulu aku hanya melihat dan mendengar banyak cerita dari teman mengenai benda ajaib yang bisa mengeluarkan garis magic itu. Garis yang akan menentukan langkah hidup kita kedepan. Biasanya sih di sebut testpack.... :-)

Pengalaman membeli testpack untuk pertama kali adalah sesuatu yang lucu untuk di ingat. Malu2 penasaran gimanaa gitu... Setelah mencari info dari internet, bertanya sana sini mengenai merek yang recommended untuk di pakai, akhirnya aku membeli satu merek yang katanya cukup akurat, Se*****f. 

Pertama kali menggunakan? Hahaha... rasanya seperti melihat adegan film2 dimana seorang wanita sedang nongkrong di toilet, memasukkan tangan yang sudah memegang benda ajaib itu, dan mengucurkan air seninya. Dengan ragu, penasaran, dan ingin tahu, segera saja tangan di tarik dan mata melotot di depan benda itu untuk beberapa lama. Adegannya sama hanya sampai di detik itu. Adegan selanjutnya akan sangat bergantung pada perasaan kita. Jika kita melakukan adegan itu dengan dasar keinginan untuk memiliki, maka setelah dua garis merah itu muncul, senyum (dan bahkan air mata) akan langsung merebak di raut muka. Namun jika kita melakukan adegan itu dengan terpaksa, maka bisa jadi air mata bercampur dengan rasa tidak terima yang akan muncul. It's your call dear.... Jalan mana yang ingin kau tempuh.... :-p

Setelah mengetahui ada sesuatu yang sedang tumbuh di dalam badan kita, disitulah perubahan2 akan kita rasakan dan lakukan. Kita akan jadi lebih perhatian dengan cara kita menjalani hari2. Makan menjadi lebih teratur, hidup jadi semakin teratur dengan sendirinya. Kalau kebiasaan lama muncul seperti misalkan kepengen begadang sama anak2 muda, pasti alarm badan langsung berbunyi 'ingat sesuatu yang tumbuh dalam badanmu.... ingat sesuatu yang tumbuh dalam badanmu....' hehhehe.

Hobby baru juga bertambah.... Hoby berkaca dan mematut-matutkan diri di depan kaca.... Jadi inget adegan dimana Bella Swan mulai merasakan adanya pertumbuhan bayi diperutnya? Dia kemudian meraba dan merasakan perutnya kan? Begitulah... senang rasanya meraba2 perut, berkaca, miring kiri miring kanan, mencari2 sesuatu yang berbeda dari perut, dll.... :-p

Picture taken from here

This life is going to be more and more beautiful.... :-)
Let's cross our finger... Wish everything will be just fine... ^_^



Tuesday, December 4, 2012

Entah saking peduli ataukah karena sakit hati....

Pelajaran pagi ini:

********

"Rumah" ini. Adalah tempatku, tempatnya dan tempat orang2 lain yang merasa nyaman meneduhkan kepalanya. Seperti juga pendahulu2 kami yang pernah tinggal disini, aku dan dia berusaha membuat rumah ini senyaman mungkin untuk kami dan untuk semua orang. Dan betapa senangnya kami ketika akhirnya tidak hanya kami yang merasa nyaman, dingin, adem, dan selalu ingin kembali kesini.

"Aa atau Mbak, aku main kesana yaaaa....."
"Mbak atau aa, aku nginep yaaa...."
"Kak atau mbak, aku nggak bisa pulang nih. Mampir sana yaaa...."
"I definitely should be come back here again... God, it's cozy..."

Dan beberapa kalimat pendek itu, seringkali membahagiakan aku dan dia. Tanpa banyak yang harus kami lakukan, kamipun tidak pernah merasa kesepian. Pintu rumah ini selalu terbuka. Semakin hari, semakin hangat dan hangat saja....

Tapi... "Rumah" adalah buatan manusia. Dia tidaklah abadi seperti harapan kita. Dimulai dari kerusakan kecil di sebelah sana, kebocoran kecil di sebelah sini, dimakan rayap di pojokan itu, atau juga digali semut di depan sini. Ada saja hal2 kecil yang mengurangi keindahan "rumah" ini.

Aku mulai merasa kurang nyaman di "sini". Tapi, aku juga tidak bisa meninggalkan "Rumah" ini begitu saja. Banyak sekali hal2 indah di dalam sini. Namun suatu saat, aku "Harus" pergi. Dilema....

*********

Pakaianku sudah rapi, begitu juga pakaiannya. Kami sudah siap pergi bersama, dengan arah dan tujuan yang sama. Rebutan kunci rumah, clingak-clinguk pilih2 sepatu atau sendal, clingak-clinguk pilih2 helm.  Begitulah rutinitas kami di "Rumah" ini.


Kamipun menyiapkan kendaraan untuk melaju menjalani hari. Ketika sedang bersiap2, tetanggaku memanggil dan bertanya ini itu:
"Eh, sudah siap...mau pergi semuanya?"
"Iya nih, mau pergi ke kantor... Perginya sih barengan, padahal tujuannya beda2..."
"Oohh... Rumah kosong donk kalau di tinggalin berdua begitu?"
"Iya, skarang kosong. Tapi ngggak papa lah... Kan belum punya banyak barang. Insya alah aman kan. Dan belum terlalu banyak yg harus di khawatirkan..."
"Mau nginep ini teh koq bawaannya banyak gitu?"
"Oh, enggak. Setiap pergi memang begini bawaannya. Hartanya komputer saja sih. Jadi kemana2 di gendong aja. Saya paling sore udah pulang. Kalau suami mungkin malam..."

Dan akupun dengan lihai dan santai melanjutkan obrolan2 pagi dengan ibu2 itu. Mulai menceritakan bahwa "Rumah" ini sudah mulai bolong disana dan disini, bocor disana dan disini. Aku tidak melihat dan memperhatikan bahwa raut muka dia sudah berubah dari sumringah menjadi surem. Lama2, alarm tanda bahayakupun menyala (meskipun terlambat). Aku permisi kepada tetanggaku, dan kamipun melaju. 

Beberapa waktu kemudian, dia menepikan bahteranya, dan mengajakku bertukar pikiran. Kalimat pertama yang muncul darinya adalah:
"Kenapa kamu nggak sekalian aja tunjukkan dimana letak kamu menyimpan kunci rumah? Atau kamu kasih aja sekalian kunci rumahnya sama orang itu?"

Aku diam.... Tau kalau salah.... Speachless....

"Kamu tau nggak, semua yang ada di dalam rumah kita, adalah milik kita. Harta kita. Rahasia kita. dan Aib kita. Kamu nggak boleh membuka aib itu kepada orang lain. Meskipun kepada orang yang dekat dengan kita."

Masih diam....

"Kalau misal nanti ada orang yang berniat buruk dengan "Rumah" kita gimana? Kalau nanti orang jadi berfikir macam2 tentang "Rumah" kita gimana? Kalau orang jadi nyalahin yang punya rumah karena tidak memperbaiki rumah kita, gimana? Itu kan namanya kamu memancing orang untuk berpendapat. Rawan fitnah dan bisa2 menzolimi orang tau...."

Makin speachless....

"Kita boleh saja marah dan kecewa dengan kondisi yang ada dirumah kita. Bolong, kecil, nggak bagus, dll. Tapi, itu kan rumah kita untuk sementara ini. Kita yang memilih untuk tinggal disitu, menghabiskan waktu bersama disitu, mencari kebaikan bersama dan juga dengan orang lain disitu. Jadi kita nggak boleh menjelek2an "Rumah" kita itu. Kalau memang kita nggak suka, ya kita keluar aja dari rumah itu. Bukan malah mengumbar kejelekan dan aib "Rumah" kita itu kemana2...."

*******



Itulah sepenggal cerita.... Kisah fiksi yang aku bangun sendiri, dengan menggunakan kiasan "Rumahku".  Kisah yang diceritakan atas dasar rasa sedih dan miris, ketika melihat sebuah "Rumah" perlahan terkikis dan dikikis oleh penghuni yang tak lagi menghuninya. Rumah indah tempat bernaung, tempat berjuang, tempat membangun dan memperjuangkan asa bersama. Dikhianati oleh penghuni yang tidak lagi menghuninya. Aibnya dibuka kepada setiap orang, tanpa dia menyadari bahwa dia sedang membuka aibnya sendiri. Miris....

Satu pembelajaran yang mungkin harus di perhatikan adalah, ketika rasa marah dan patah hati itu berhasil memakan dan menguasai hati, maka tak ada lagi istilah "Rumah Kita". Marah dan patah hati itu akan berkumpul dan menjelma menjadi bola api, bergerak liar kesana kemari, menyambar dan menjilatkan panas pada setiap yang di lewatinya. Hingga akhirnya menghantam keras pada sesuatu yang lemah dan tak berdaya.

Teman, ingatlah....
Ketika engkau menggulirkan bola api, selalu ada pihak yang tersakiti. Belum tentu orang yang tersakiti itu adalah orang yang layak untuk merasa sakit. Tetapi karena engkau sendiri sudah tidak mampu menahan diri, jadi engkau binasakan saja sekalian dia yang lemah, tak berdaya, dan seolah di korbankan.

Jika sekarang ini aku bisa berkata kepadamu yang sedang marah dan patah hati, maka aku akan bilang : Engkaulah yang selayaknya keluar dari "Rumah" itu... Karena engkau tak lagi peduli pada "Rumah" itu. Engkau marah dan patah hati, sehingga engkau melupakan rasa cintamu pada "Rumah" itu, dan berlaku seperti layaknya si picik penggalang massa. Sudahlah... Kau pilih jalan sendiri untuk melangkah dari pintu, jangan kemudian kau lemparkan bom molotov kedalamnya... Pergilah dengan damai... :-p

Jika sekarang ini aku bisa berkata kepadanya yang lemah dan terdzolimi, maka aku akan bilang : Sabarlah... Mungkin akan banyak yang bertepuk tangan melihatmu melemah dan menghilang, terbakar dalam panasnya bola api yang menggelinding. Namun sesungguhnya, perjuanganmu untuk bertahan masih perlu dilakukan. Untuk sekedar menghentikan tepuk tangan riuh di luar sana, agar tergantikan dengan tundukan kepala dan pipi bersemu karena malu.... :-p

Dan terakhir, jika aku bisa berkata kepadamu yang selalu berada disampingku, maka aku akan menyanyi:
Apapun yang terjadi.... Ku kan slalu ada untukmu....
Janganlah kau bersedih.... Coz everything gonna be OK... :-)

*******

Akhir kata... yuk semangadh nyari rumah beneran yuuuukkkk..... hehhehehehee


Friday, November 30, 2012

When We Don't Realize That You Come ...


Picture taken from here

Ini adalah kilas balik yang sudah dari lama ingin kutuliskan. Hanya saja seperti biasa, dengan senjata mutakhir manusia, aku selalu bisa me-ngeles dan mengelak dengan seribu satu alasan. Entahlah... :-p

Beberapa bulan yang lalu, sekitar penghujung tahun, aku dan dia mulai berniat untuk melangkah maju... Melangkah maju untuk membangun kehidupan baru. Bukan kehidupan baru kami, tapi sebuah kehidupan baru dari seseorang.... Bayi mungil maybe? yuhuuuu....

Saat itu, kami hanya berdoa dan mulai menguatkan niat:
"Skarang kita Bismillah kan saja... Insya Allah akan selalu ada jalan kedepannya. Jalan yang di mudahkan - Nya. Aamiin..."

Dan Boom....!!!
Beberapa waktu belakangan ini, serasa ada yang berbeda.... Orang2 di sekitarku mengatakan bahwa aku terlihat berbeda... Aku terlihat berisi... dan lain lain... dan lain lain...

Karena tidak ingin terlalu percaya diri, maka aku acuhkan saja rasa penasaran dan curiga ini. Dan akupun terbang ke Bali untuk meeting bersama teman kantor. Di Bali, seperti biasa, aku memaksimalkan waktu dan kesempatan untuk bercinta dengan pantai dan mataharinya... Kapan lagi bisa tinggal di hotel pinggir Pantai Sanur, yang begitu kita membuka mata, matahari pagi sudah siap menanti kita untuk lari pagi bersama. Pagi lari pagi, langsung sarapan di tempat nasi campur Bali nya Mak Weti, ke tempat meeting naik sepeda, sore jalan2 di sepanjang pertokoan di kawasan Sanur, dan masih banyak lagi.

Sekali lagi temanku berkata: "Kayaknya ada yang beda deh sama kamu... ati2 lho... jangan2 udah isi lagi... jangan capek2..." Dan sekali lagi aku tidak ingin merasa terlalu percaya diri. Hari berganti, waktu terus melaju, dan akupun semakin gencar menikmati suasana Sanur. Dalam hatiku, jika memang ada sesuatu yang tumbuh di dalam tubuh ini, maka dia akan merasakan pertumbuhan yang sehat, karena aku banyak bergerak, berolah raga, dan yang paling penting adalah merasa bahagia... :-)

Setelah kembali lagi ke rumah, sendirian karena Dia yang namanya tak boleh disebut sedang berada di pulau seberang, aku mulai merasakan kecurigaan dan penasaran. Remember... Curiosity killed the cat...!!!

Dan dengan malu2 tapi berisik, aku dan Salmul pun merapat ke salah satu apotik di sebuah pusat perbelanjaan di Bogor ini. Malu2 karena takut disangka remaja korban free sex yang kepengen ngecek hasil hubungan gelapnya dengan sesama remaja (too much confident banget ya... korban orang yang jarang menengok kalender). Tapi berisik karena grogi dan nervous serta penasaran bercampur aduk menjadi satu. hahahhaa....

Dan hasilnyaaa.... Terererereeeenggg... I am pregnant... Yuuhuuu.... How happy i am.... *joget...joget...*
(Sayang sekali, beberapa photo penting musti di ikhlaskan lenyap seiring dengan wafatnya BB doorprize tercintaku... hiks...hiks...)

Feels so blessed.... *terharu*
Feels so lucky.... *terharu*
Feels so trustful... *terharu*
Feels so ready... *terharu*
Feels so close to the universe... *terharu*

"Nikmat Tuhan Yang Mana Lagi Yang Engkau Dustakan???" ^_^

Thursday, October 4, 2012

A Great Challenges in Waikiki Beach


I dedicated this story to my buddy, one of my partner in crime, and my lucky friends, Ijah. She is the one who gave me this big challenges in my second trip to Honolulu, Hawaii.

So actually, the story begun when she gave me a cute two piece bikini that she bought in Austria. She gave it to me and said that i have to wear it when i am in Hawaii. Hmmm.... I am not sure yet about theat. :-P

But, when I arrived in here, Honolulu, I just realized that this is already my second time in here. I basically done with all the famous places in Honolulu, and don't have any plan yet to spend the weekend. So, i decided to take the challenges from Ijah, and spend the rest beauty evening with the beautiful bikini, in the beautiful beach, Waikiki. :-)

I drag my partner in "Planet" to go to Waikiki after shopping, and she help me to take the pictures of me and my bikini.

For you who decided to leave me or hate me because of me and my sexy bikini, i have to say that i feel sorry that you are leaving/hating me. Because i found so much fund there.... hahahhaa.

Happy weekend folks!!!

Like I Said, I'll Be Back

Kalau kita pernah menginjak tanah yang belum pernah kita injak sebelumnya, misalkan saja pulau lain, maka akan banyak kita temui mitos2 yang berhubungan dengan kemungkinan untuk kembali lagi ketempat itu. Seperti ketika aku menjalani tahapan SLA di Taman Nasional Gunung Palung. Masyarakat setempat mengatakan pada kami bahwa jika kami telah meminum air sungai putih, maka kami akan kembali lagi suatu saat nanti. Yang lain mengatakan bahwa jika kami sudah mandi dengan air laut di Pantai Datuk, maka kami akan kembali lagi kesana. Dan masih banyak lagi kisah2 masyarakat yang biasa kita dengar.

Setahun yang lalu, ketika kakiku menginjak tanah di buminya King Kamehameha ini, aku tidak pernah mendengar ada mitos yang mengatakan mengenai hal serupa. Tapi benar bahwa kemudian aku minum air dari sini, dan juga berenang di pantai yang cukup mendunia itu. Waikiki.

Ternyata, skarang aku bisa kembali menginjakkan kaki ini disini. Menginap di tempat yang sama, meeting di bangunan yang sama, makan di beberapa tempat yang sama, berenang dan menikmati matahari terbenam di tempat yang sama, dan dengan orang2 yang nyaris sama juga dengan tahun lalu. Nikmat Tuhan yang mana lagi yang engkau dustakan? hehehhee....

Aku hanya ingin menceritakan kisah perjalananku kali ini. Perjalanan yang sedikit kering kerontang karena partner in crime ku tidak bisa ikut berangkat. Again, wish you all the best buddy... Beberapa kejadian yang membuatku semakin merindukan temanku itu, terjadi di beberapa tempat, dan beberapa kisah. Aku akan menceritakan beberapa saja... :-)


Pertama adalah ketika di kami harus transit di Korea. Rupanya, hotel yang kami gunakan untuk menginap berbeda dari hottel yang dulu kami pakai. Hotel ini berada di luar area Bandara Incheon. Namun, hotel tersebut masih termasuk jaringan hotel bandara juga. Namanya Incheon International Queen Hotel. Sekitar 10 menit dari bandara. Entah kenapa dan kenapa, kami akhirnya harus membayar mahal dan memutuskan untuk membatalkan pesanan salah satu kamarnya. Dalam kebingungan yang tak terungkap, aku membatin "kalau cuma 7 jam, kenapa kita tidak tidur2an di bandara aja ya?" Tapi memang sih, fasilitas hotelnya mantabs. Seperti kamar yang untuk keluarga besar gitu deh. 2 tempat tidur, 2 toilet, sofa, tv, dan dekstop komputer lengkap dengan internetnya yang paten. hehhehee...

Sepulangnya dari makan siang, aku meminta temanku untuk mengambilkan gambar di depan hotel. Setelah memberi pengarahan mengenai apa yang aku mau, akupun bergaya selayaknya aku. hohohohoho. Photo ini hasilnya:


Looking at this picture, I think she will understand what i mean and what makes pain... Because we had the same condition last couple years when we're in Bali. Took a picture in front of Hard Rock Cafe. Hahahhaa.... I missed you so mbak'e... :-P

The rest of the trip to Honolulu is not the good one, but it doesn't mean the worst
All of those bad mood, paid off by the nicely goody bag which i found above the fridge in my room. Aneita doing something nice as an organizer of our Annual Meeting this year. When i looks into that goody bag, i saw there are many kind of food, candy, peanuts, musli, etc. Thank you so much Aneita... :-)

And look... I got a beautiful capture in my first day in my lovely sweet corner room. Cute fish goody bag, double bed, big TV, and perfect sunset in my window... Would be perfect 2 weeks ahead, nah? :-)



Tuesday, September 25, 2012

My Second Chance to Go to Kamehameha's Land



Millions thanks to God... Again...and Again...
Ribuan, ratusan ribu, jutaan, bahkan trilyunan kata terima kasih dan puji syukur tak pernah lekang untuk - Nya sang penguasa alam...
Melalui kuasanya, semua pinta, harap, impian, keinginan, doa, dan usaha ini diwujudkannya dalam sesuatu yang nyata.
Bahkan, terkadang untuk sesuatu yang tak terucap pun, menjadi sesuatu yang kasat di depan mata.
Jangan pernah lelah untuk memeluk mimpi2ku, karena aku tak akan pernah berhenti bermimpi dan menitipkannya pada-Mu.

I lay my live and my love on You, my Dear God.... :-)

Atas kehendak-Nya pula hari ini aku  bisa duduk manis di jendela, memandang keluar kejalanan, menikmati kicauan burung di pepohonan, lalu lalang pejalan kaki, pengguna sepeda, pengguna sepatu roda, pengguna skateboard, dan juga pengguna mobil di jalanan sana. Sambil menikmati hembusan angin sepoy dan percikan air dari gerimis yang rintik2. Ditempat yang sama dengan setahun yang lalu. Lincoln Hall, University of Hawaii.

Meskipun dengan tantangan yang lebih tinggi daripada tahun lalu, aku tetap menyambutnya dengan semangat. Dan ketika namaku muncul sebagai salah satu peserta, hatiku langsung membuncah dan berkata perlahan "Alhamdulillah". Baru kemudian, ketika dalam prosesnya terdapat penambahan dan pengurangan, naik turunnya semangadh, dan lain2nya, sedikit kendur semangadh ini. Tapiiii.... Itu sebagian saja... sebagian dari diriku tetap excited dan menunggu2 saat nya berangkat. :-)

Sebuah lagu untuk menyemangati diriku sendiri adalah:
Insha Allah
"Don't be afraid...!!! 
Cause Allah is always by your side... *menyemangati diri sendiri* :-)"
Ketika menunggu keberangkatan di terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta, aku menunggu teman2ku di Kedai Laras, tempat ku setahun yang lalu nongkrong bersama dengan teman baikku, Mbak Dessy. Dia yang karena satu dan lain hal tidak bisa ikut berangkat bersama kami. Setelah itu kami juga sempat ngopi2 di sebuah Caffee Shop yang juga sama dengan setahun yang lalu. Akhirnya aku membuat sebuah pernyataan:

"Feels like DejaVu... 1 Year ago, with you dear Mbak Dessy... In the same Kedai Laras, same coffee shop, etc... *Sing* Sayang engkau tak disampingku kawan... Huwooo uwooo... Hoo uwo uwooo... ~_~"

Banyak kisah yang terjadi di sepanjang jalan, namun seperti biasa, banyak yang terlalu sulit untuk di ungkapkan dengan kata. Namun ada 1 hal yang membuat aku merasa gimanaaaa.... gitu. Ketika kami semua tiba di Korea. Terjadi sesuatu yang rasa2nya kembali berulang dari tahun lalu dan tahun sebelumnya. Entah kenapa, ini membuatku merasa "mual" terhadap mereka yang mengaku "a Man", tapi tidak menjalankan kaidahnya dengan baik sebagai "a Man". It feels like i more manly than them... hahahaha....

"Menawi wonten jalmo menungso ingkang sanjang bilih priyo meniko perkoso, sekti mondroguno, angayomi wanito, andadosaken tentrem jiwo rogo, sakmeniko kedah siap2 kawulo usap ngagem layah, kawulo dhulit ngangge arit, kaliyan kawulo senggol ngangge alu.... :-))))))))))) — at Incheon International Airport - 인천국제공항."

It's very disappointing me, but i couldn't say anything. What can i do as a minor? :-p

Lupakanlah semua yang tidak menyenangkan, jika hanya akan menghilangkan semua kesenangan yang kita temukan... Itulah semboyanku skarang ini. At least, i bet i can keep it just the way it is until 2 weeks ahead. *crossmyfingers*

Mungkin saja akan banyak hal2 yang kurang menyenangkan, kurang sesuai harapan, atau tidak mengenakkan yang akan terjadi. But, who has the responsibility to make us happy? No one, but ourselves. So, just don't make it worst, and keep it simple... and happy... Enjoy it dear... Keep it once in life chance... ^_*

Terlebih lagi, ada tempat dimana aku adalah diriku sendiri. A place when i want to be alone... enjoying me time... In my sweet room... :-)

Place when i could spend a whole day to do this thing: 

"Sitting in the window enjoying the drizzle of rain and chirping of birds. I am totally enjoying this lovely evening even though without a cup of coffee.... Aloooohaaa.... ^_* ~room number 217, Lincoln hall~ — at University of Hawaii at Manoa."

Life is always beautiful, when we kept in mind that there will be a rainbow after the rain... hehehehee

Have a wonderful day my Indo friends, and have a nice dream my colleague...

Wednesday, August 29, 2012

Not Ready To Not See Your Smile Yet


Senyummu selalu menghias wajah tuamu yang renta
Tawamu selalu menceriakan hari setiap orang disekitar
Candamu selalu memberi warna baru untuk kami
Semangatmu selalu melecut bagi kami yang sering loyo

Kembali kuingat masa2ku bersama kalian
Kembali kuingat masa2ku dekat dengan kalian
Kembali kuingat setiap masakan yang kau paksakan untuk kumakan
Kembali kuingat setiap kisah nostalgia yang selalu kau bagikan

Aku mulai termenung melihatmu tercenung
Aku mulai gelisah melihatmu resah
Aku mulai waspada melihatmu penasaran
Aku mulai bersedih melihatmu terdiam

Aku ingin sekali mendengar banyak cerita darimu
Aku ingin engkau banyak bercerita padaku
Aku ingin engkau bersenda gurau selalu
Aku ingin engkau tidak bersedih

Melihatmu sedikit berkata,
Melihatmu menerawangkan mata,
Melihatmu tercenung tanpa kata,
Melihatmu terdiam seribu bahasa,
Membuatku sesak menahan air mata...

Aku hanya bisa mengamini setiap doa yang engkau panjatkan,
Aku hanya bisa meneriakkan doa yang sama didalam hati
Aku hanya bisa mendengar semua sisa ceritamu
Aku hanya bisa memohon datangnya mukjizat dari Tuhan

Laksana sepasang merpati di kartu undangan,
Mereka selalu berdua dan sepasang,
Tak bisa mereka sendirian,
Karena mereka adalah satu

Air mata ini tak lagi bisa terbendung ketika aku duduk sendirian
Bersujutku pada-Nya untuk memohonkan doa
Hanya satu pintaku yang selalu kuteriakkan dalam hati pada-Nya,
Jangan Engkau renggut senyum itu dari wajahnya yang renta...

Untukmu wahai pemilik wajah ceria yang renta,
Untuk Kalian orang2 berhati seluas samudra,
Untuk Kalian orang2 yang menempati sudut khusus hati dan kehidupanku,
Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik...
Tuhan pasti memberikan yang terbaik untuk kalian
Tuhan akan memberikan mukjizatnya kepada kalian,
dan Tuhan akan selalu menjaga senyum dan tawa kalian.

Wish you all the best in life....

*hug&kiss*