Thursday, January 13, 2022
30hbc2213 - GeNose
Melanjutkan pengalaman #keluargaumang untuk #30haribercerita hari ke-13, adalah pengalaman kami saat melakukan Tes GeNose.
Masih ada yg inget nggak sih dengan tes GeNose ini? Sudah ada yang pakai, atau belum sempat pakai udah menghilang? Hehehe
Jadi, saat #keluargaumang memulai perjalanannya ke timur kala itu, kan sudah di masa pandemi ya. Salah satu syarat utk melakukan perjalanan dgn transportasi umum adalah harus menyertakan surat keterangan hasil tes Covid 19. Waktu itu pilihannya hanya ada 2, yaitu PCR (yg masih mahal sekali) atau GeNose (harganya lebih murah). Untungnya, utk menyeberang dari Ketapang ke Gilimanuk, bisa dgn GeNose saja.
Memasuki area sekitar Pelabuhan Ketapang, banyak sekali agen penyedia layanan tes GeNose dg bermacam-macam harga. Kami baru akan melakukan tes esok hari saat mau menyeberang, jadi masih ada waktu utk memilih agen mana yg akan kami gunakan.
Saat keesokan harinya kami tes disebuah gerai oleh2, itu adl pengalaman pertama saya dan K melakukan tes Covid19. Ayahnya sih sudah pernah PCR karena pekerjaan. Ada kekhawatiran saya & ketakutan K yg harus kami hadapi. Saya takut hasilnya positif, K takut test nya sakit.
👧: "Aku nggak mau di tes nanti sakit"
🧑: "Nggak sakit kok Mbak K, cuma kayak niup balon"
🧕: "Cuma kayak niup balon kok dek"
👧: ... ragu2...
Setelah selesai, saya tanya gimana perasaannya. Dia hanya mesam-mesem. Gengsi mengakui kalau nggak sakit. Hahaha. Biaya GeNose saat itu adl 60ribu rupiah per orang, di beberapa tempat lain bisa lebih murah lagi.
Sekarang, saat syarat perjalanan hanya menerima hasil Tes Antigen & PCR, saya jadi kepikiran dg alat GeNose itu. Dipakai untuk apa? Apakah para agen itu sudah balik modalnya dari membeli alat? Semoga ya...
Setidaknya, saya pernah mencoba. Dan sekarang mengabadikan ceritanya di sini, agar tidak lupa. Sehat selalu ya teman2 semuanya...
#30harisemutbercerita #30hbcsmk #keluargaumang #GeNose #Covid19
@30haribercerita @kaizenwritingalumni
Wednesday, January 12, 2022
30hbc2212 - Keputusan
#30hbc22keputusan
Tema #30haribercerita kali ini rada berat. Keputusan terbaik yg pernah diambil, yg sangat mempengaruhi kita hari ini.
Hmmm... Setelah saya pikir & pikir lagi (ceileee), keputusan terbaik yg sangat mempengaruhi hidup saya adl "keputusan untuk melanjutkan kuliah di Kota Bogor".
Di SMU, saya memutuskan utk melanjutkan kuliah di mana saja, asal bukan di Yogyakarta. Di kelas 3 SMU, saya berkonsultasi dg Guru BK sekolah (Ibu Andri) yg memberi saya pilihan universitas utk dipilih. Saya membawa ke kosan semua brosur, kecuali brosur universitas di YK. Sewaktu beliau bertanya alasannya, saya bilang "Yg daftar di Universitas Yogya, semua nilainya jauh lebih stabil & bagus drpd saya".
Setelah beberapa kali konsultasi, akhirnya pilihan kami semakin mengkerucut. Bogor. Saya mau kuliah di Bogor. Masalah jurusan, itu murni pilihan (kancing) saya... 😅😅😅
Saat saya merasa yakin ingin berkuliah di Bogor, alm Ibuk saya adl pemegang kunci terakhirnya. Beliau yg hanya memiliki separuh kemampuan fisik, adl pengikat saya. Jika beliau merelakan, saya berangkat. Jika tdk, mungkin saya akan memilih kota lain yg lebih dekat. Saya bilang "Buk, nek kulo kuliah ten Bogor, mboten saget wangsul sering2. Menawi angsal kerjo ten riko, soyo malih. Ibuk pripun?" Saat itu beliau menjawab "Anak ki disekolahke rak yo ben iso golek sik luwih apik. Nek pancen kowe pengen mrono, yo rapopo. Sek penting tenanan le nglakoni".
Terlepas dr naik turun berkelok jalan yg dilewati sampai saya di sini saat ini, mencoba istikomah ikut setor tulisan selama 30 hari, keputusan saat itu adl yg terbaik yg pernah saya ambil. Jika saya memilih takut & tidak mengikuti kata hati utk pergi, mungkin saya mjd saya yg lain, bukan saya saat ini.
Terima kasih utk kalian semua yg mewarnai perjalanan ini, hingga tak pernah ada sesal atas pilihan yang telah saya ambil kala itu.
Tak cukup rasanya kumpulan kata maupun untaian cerita, utk menggambarkan betapa bersyukurnya saya dgn kehidupan saat ini. Tuhan Maha Baik. Dia ada utk saya, kami, dan utk kita semua yg percaya. Semoga Ibuk bangga melihat kami dari Surga. Aamiin
#30harisemutbercerita#30hbcsmk #30hbc #keputusan #decision #destiny
Hmmm... Setelah saya pikir & pikir lagi (ceileee), keputusan terbaik yg sangat mempengaruhi hidup saya adl "keputusan untuk melanjutkan kuliah di Kota Bogor".
Di SMU, saya memutuskan utk melanjutkan kuliah di mana saja, asal bukan di Yogyakarta. Di kelas 3 SMU, saya berkonsultasi dg Guru BK sekolah (Ibu Andri) yg memberi saya pilihan universitas utk dipilih. Saya membawa ke kosan semua brosur, kecuali brosur universitas di YK. Sewaktu beliau bertanya alasannya, saya bilang "Yg daftar di Universitas Yogya, semua nilainya jauh lebih stabil & bagus drpd saya".
Setelah beberapa kali konsultasi, akhirnya pilihan kami semakin mengkerucut. Bogor. Saya mau kuliah di Bogor. Masalah jurusan, itu murni pilihan (kancing) saya... 😅😅😅
Saat saya merasa yakin ingin berkuliah di Bogor, alm Ibuk saya adl pemegang kunci terakhirnya. Beliau yg hanya memiliki separuh kemampuan fisik, adl pengikat saya. Jika beliau merelakan, saya berangkat. Jika tdk, mungkin saya akan memilih kota lain yg lebih dekat. Saya bilang "Buk, nek kulo kuliah ten Bogor, mboten saget wangsul sering2. Menawi angsal kerjo ten riko, soyo malih. Ibuk pripun?" Saat itu beliau menjawab "Anak ki disekolahke rak yo ben iso golek sik luwih apik. Nek pancen kowe pengen mrono, yo rapopo. Sek penting tenanan le nglakoni".
Terlepas dr naik turun berkelok jalan yg dilewati sampai saya di sini saat ini, mencoba istikomah ikut setor tulisan selama 30 hari, keputusan saat itu adl yg terbaik yg pernah saya ambil. Jika saya memilih takut & tidak mengikuti kata hati utk pergi, mungkin saya mjd saya yg lain, bukan saya saat ini.
Terima kasih utk kalian semua yg mewarnai perjalanan ini, hingga tak pernah ada sesal atas pilihan yang telah saya ambil kala itu.
Tak cukup rasanya kumpulan kata maupun untaian cerita, utk menggambarkan betapa bersyukurnya saya dgn kehidupan saat ini. Tuhan Maha Baik. Dia ada utk saya, kami, dan utk kita semua yg percaya. Semoga Ibuk bangga melihat kami dari Surga. Aamiin
#30harisemutbercerita#30hbcsmk #30hbc #keputusan #decision #destiny
Tuesday, January 11, 2022
30hbc2211 - Soto Pak Koya
Hari ke-11 kegiatan #30haribercerita kali ini, saya mau cerita tentang Soto. Sekalinya satu cerita tentang #keluargaumang keluar, sepertinya bakalan lagi dan lagi nih. Monmaklum yak. Hehehe
Jadi ceritanya, waktu itu kami sedang memulai perjalanan #keluargaumang ke timur. Karena perjalanan dimulai dari Jogja, tiba waktu untuk Sholat Dhuhur dan makan siang saat kami sampai di daerah Probolinggo.
Saat itu saya nyolek salah satu teman serumah waktu kuliah dulu, Budhe @nurna_dewi67
👩 (saya) : "Budhe, Probolinggo opo sek enak?"
🧕 (Dewi) : "Lha pengen opo?"
👩 : "Soto"
🧕 : "Nek soto ki enek neng daerah Klenteng"
👩 : "Tapi nggak searah yo..."
🧕 : "Enek juga neng daerah Krasaan"
👩 : "Yoweslah engko tak goleki sambi mlaku"
...
Sambil jalan, saya mencari di peta arah Krasaan. Ternyata sekitar 30 menit di depan kami. Meluncurlah kami ke Soto Pak Koya Krasaan. Setelah memesan 2 mangkok soto, saya kirimkan foto papan nama ke Budhe lagi.
👩: "Iki bukan Budhe?"
🧕: "Iya kayake. Jare bapakku di belakang alun-alun"
👩: "He eh berarti bener... "
Enak rasa soto dengan koya nya. Murah juga harganya. Kami memesan Soto 2 porsi, kerupuk 2, es teh 2, teh manis panas 1, cukup membayar 35 ribu rupiah saja. Lokasinya di belakang alun-alun Krasaan. Di google map terpampang nyata, jadi tidak sulit menemukan tempatnya.
Saat keluar dari Soto Pak Koya, kami berfikir, jangan-jangan asal dari sini asal nya si Koya yang sering si tambahin ke soto2 di seantero negeri itu? Hahahha. Entahlah...
Kalau suatu saat kami melakukan perjalanan darat ke timur jauh lagi, pasti kami mampir kembali.
#30harisemutbercerita #30hbcsmk #30hbc #keluargaumang #sotokoya #sotokoyakrasaan @30haribercerita @kaizenwritingalumni
Monday, January 10, 2022
30hbc2210 - Muntiq Siokan
Hari ke-10 dr #30haribercerita kali ini, pas lihat foto saat mencoba tinggal di Bali thn lalu. Membuat saya ingin bercerita tentang tempat yg tak sengaja ketemu, & berakhir mjd tempat idola.
Ceritanya, saat itu saya lari pagi sendiri krn K & bapaknya mager. Biasanya saya ngiri ke Men Weti, namun kali itu saya nganan. Penasaran pengen coba2, kan nggak ada ruginya. Lelah berlari, saya lanjut berjalan kaki. Kian jauh ke Sanur selatan, kian penasaran.
Langkah saya mengarah ke sebuah 'pulau' yg dipisahkan jembatan kayu di atas sungai muara. Ada mbak mas yg jaga di loketnya, jadi saya mulai mencari tahu tempat apa itu.
Namanya Muntiq Siokan.
Konon dulu namanya Dream Land, saat masih di kelola investor asing, seolah private island gitu katanya. Area itu adl tempat kapal2 pesiar kecil berlabuh. Saat ini sudah diambil alih Pemuda Adat Intaran, dijadikan tpt nongkrong asik & terbuka utk umum. Pengunjung hanya perlu membayar 20rb rupiah bisa ditukar dg minuman/makanan di restonya. Kl membawa makanan sendiri, dikenakan biaya 5rb perorang. Dr petugasnya, saya mdpt info bahwa ada live music jg setiap malam. Saya tertarik & berniat kembali sore harinya beserta dgn anggota Keluarga Nala lainnya.
Sorenya saya, Mas Bojo & K datang ke Muntiq Siokan. Setelah membeli tiket, berjalan di jembatan kayu menuju jejeran bangku2 kayu, kami memilih posisi di tengah2. Dekat dg resto, live music, & juga area bermain anak. Menu makanan & minumannya murah meriah, berkisar 15-20rban saja. Menu favorit kami ya singkong, pisang, kentang, semua yg di goreng, osreng osreng osreng 😅😅😅
Suatu saat nanti kami akan kembali ke sana. Jika saat itu tiba, mungkin Mas Bojo takkan lagi was2 menatap saya setiap bapak2 lucu bersuara merdu menawarkan mic nya kpd pengunjung, seperti waktu itu. Mungkin dia akan mengikhlaskan saya menyumbangkan lagu andalan teman diperjalanan, "Atiku rasane lorooo... Nyawang kowe, rabi karo wong liyooo..."
Di masa itu, tangannya Siaga 1, siap2 menyambar kalau ada gelagat saya mau berdiri. Katanya, saya ini sumber polusi (suara) yg tak sadar diri... 🤣🤣🤣
#30harisemutbercerita #30hbcsmk #30hbc #muntiqsiokan #bali @kaizenwritingalumni @30haribercerita
Sunday, January 9, 2022
30hbc2209 - Nukang
Nukang
Di hari ke-9 kegiatan #30harisemutbercerita kali ini, saya mau bercerita tentang salah satu kegiatan yang saya sukai, tetapi belum banyak saya gunakan (salah satu dari sekian juta cita-cita hahahhaa). Yaitu nukang.
Nukang itu adalah bahasa jawa, yang (kalau saya tidak ngasal mengartikan) maknanya mengerjakan pekerjaan tukang. Tukang sendiri artinya adalah orang yang memiliki kepandaian dalam suatu pekerjaan tangan dengan bantuan alat. Mungkin gampangnya, nukang itu ya membuat/mengerjakan sesuatu dengan alat kali ya. Biasanya lagi, nukang itu dekat hubungannya dengan kayu atau bangunan.
Ceritanya, anak saya K, senang sekali bermain rumah2an boneka, seperti anak2 pada umumnya. Entah sudah berapa kali dia merajuk di depan Sylvanian Families atau di depan Dollhouse yang ada di toko furniture sana. Semuanya berakhir dengan penolakan yang bunyinya "Tidak-tidak... Kita tidak beli. Terlalu mahal untuk mainan gitu doank. Nanti Bunda bikinin aja rumah2an boneka" (maklum, emak pokil mbedhidhil). Entah sudah berapa ratus kali juga si anak menagih, saya belum juga bergerak membuatkan... 😂😂😂
Sampai akhirnya beberapa minggu lalu kami membeli sesuatu, yang rupanya kemasannya adalah kardus2 tebal. Jiwa tukang saya terpanggil untuk memenuhi keinginan anak wedhok... Hari ini, rumah boneka ala2 nya baru benar2 diwujudkan. Meskipun tak secantik rumah Sylvanian Families, yang penting fungsinya sama yekaaan. Baru rumahnya saja, belum sampai ke perabotannya, nyusul ya Mbak K! 😁
Sekarang mbangun Rumah Boneka dulu, siapa tahu nanti bisa bikin Rumah Pohon. Aamiin 🤪🤪🤪
#30harisemutbercerita #30hbcsmk #30hbc22 #nukang #rumahboneka #dollhouse
@30haribercerita @kaizenwritingalumni
Foto tambahan setelah mulai digunakan oleh Denok K. Rumah boneka nya di beri nama "Kawaii Boba Hotel". hahaha.
Saturday, January 8, 2022
30hbc2208 - Tempat
#30hbc22tempat
Hari ini, kegiatan #30haribercerita ada temanya, yaitu "tempat yang akhirnya kukunjungi lagi" setelah sekian lama pandemi. Saya nggak tau mau nulis apa di hari ke-8 ini, jadi saya ikut tema mereka saja.
Jawaban saya saat ditanya mengenai tempat yang saya kunjungi lagi saat kondisi sedikit membaik setelah pandemi adalah bioskop. Iya bioskop. Sejak pandemi mulai, saya dan anak saya tidak pernah menonton film di bioskop. Meskipun beberapa kali masuk ke mall yang ada bioskopnya, tetapi tidak ada keinginan untuk menonton filmnya.
Berada dalam satu ruangan tertutup dalam waktu kurang lebih 2 jam, kursi yang digunakan bergantian dengan orang yang tak kita kenal, membuat nyali menciut lagi saat hasrat untuk menonton muncul.
Kalau Pak Bojo, pernah nekat nonton sendirian karena kebosanan nunggu motor di service. Jadinya beliau ngojek ke bioskop terdekat dan nonton. Seperti orang yang baru patah hati ya? 😂
Sampai saat libur Nataru kemarin. Karena kami tidak membuat rencana bepergian keluar kota, libur seminggu itu terasa lama dan cukup. Salah satunya dengan meniatkan diri menonton Spider Man. Menurut saya ceritanya sedikit absurd, tapi ya tidak jelek. Cukup bisa dinikmati oleh kami yang sudah lama tidak nonton di bioskop ini.
Karena posisi tempat duduknya menggunakan pola isi-isi-kosong-isi-kosong-isi-isi-kosong-isi, K duduk di samping ayahnya, maka ada satu kursi kosong di antara K dan saya. Rupanya hal itu menjadi kesempatan baik bagi K untuk memberi boneka kesayangannya -Lion- kursi sendiri. Tak lupa dia bagi popcorn nya sedikit untuk cemilan Lion selama nonton. Sharing is caring katanya.
Yakalik tetiba Lion nyemil popcornnya mbak... 😅😅😅
Pandemi mungkin tidak akan hilang dalam waktu dekat, tetapi tata cara kehidupan baru untuk berjalan selaras bersamanya, semakin perlu dilakukan... Semoga semesta segera menemukan kembali keseimbangan... Aamiin 😘😘😘
Selamat berakhir pekan!!!
#30harisemutbercerita #30hbcsmk #30hbc22 #tempat #kembalisetelahpandemi #nontonbioskop
@30haribercerita @kaizenwritingalumni
Jawaban saya saat ditanya mengenai tempat yang saya kunjungi lagi saat kondisi sedikit membaik setelah pandemi adalah bioskop. Iya bioskop. Sejak pandemi mulai, saya dan anak saya tidak pernah menonton film di bioskop. Meskipun beberapa kali masuk ke mall yang ada bioskopnya, tetapi tidak ada keinginan untuk menonton filmnya.
Berada dalam satu ruangan tertutup dalam waktu kurang lebih 2 jam, kursi yang digunakan bergantian dengan orang yang tak kita kenal, membuat nyali menciut lagi saat hasrat untuk menonton muncul.
Kalau Pak Bojo, pernah nekat nonton sendirian karena kebosanan nunggu motor di service. Jadinya beliau ngojek ke bioskop terdekat dan nonton. Seperti orang yang baru patah hati ya? 😂
Sampai saat libur Nataru kemarin. Karena kami tidak membuat rencana bepergian keluar kota, libur seminggu itu terasa lama dan cukup. Salah satunya dengan meniatkan diri menonton Spider Man. Menurut saya ceritanya sedikit absurd, tapi ya tidak jelek. Cukup bisa dinikmati oleh kami yang sudah lama tidak nonton di bioskop ini.
Karena posisi tempat duduknya menggunakan pola isi-isi-kosong-isi-kosong-isi-isi-kosong-isi, K duduk di samping ayahnya, maka ada satu kursi kosong di antara K dan saya. Rupanya hal itu menjadi kesempatan baik bagi K untuk memberi boneka kesayangannya -Lion- kursi sendiri. Tak lupa dia bagi popcorn nya sedikit untuk cemilan Lion selama nonton. Sharing is caring katanya.
Yakalik tetiba Lion nyemil popcornnya mbak... 😅😅😅
Pandemi mungkin tidak akan hilang dalam waktu dekat, tetapi tata cara kehidupan baru untuk berjalan selaras bersamanya, semakin perlu dilakukan... Semoga semesta segera menemukan kembali keseimbangan... Aamiin 😘😘😘
Selamat berakhir pekan!!!
#30harisemutbercerita #30hbcsmk #30hbc22 #tempat #kembalisetelahpandemi #nontonbioskop
@30haribercerita @kaizenwritingalumni
Friday, January 7, 2022
30hbc2207 - Life
Ada dunia yang bisa di ibaratkan awan...
Di mana langit biru bisa berganti rupa menjadi kelabu,
Di mana cakrawala cantik jelita bisa berubah menjadi sekelam bayangan malam.
Ada pula dunia yang menyerupai tanah...
Di mana kesuburannya dapat memberi kehidupan sekaligus kekeringan berkepanjangan.
Di mana kesederhanaan bisa membuat hal terlihat mudah,
Meskipun banyak menumbuhkan duri yang melukai.
Dua dunia yang terlihat berjauhan itu, semestinya bisa berjalan beriringan tanpa harus saling bersinggungan satu sama lain...
Tetapi, itu tidak terjadi...
Hujan turun dari langit membasahi bumi...
Panas matahari membakar permukaan tanah...
Pencemaran meniupkan aroma dan udara kotor ke angkasa...
Asap-asap dan zat-zat kimia yang dikirim ke angkasa membuat efek rumah kaca...
Penangkal hujan, penangkal petir, ataupun penangkal2 lainnya, tidak akan mampu menahan berkaitnya dua dunia...
Sudahi,
Berhenti mencoba,
Biarkan semua berjalan sendiri,
Meskipun tak seharusnya...
#30harisemutbercerita #30hbcsmk #30hbc22 #life @30haribercerita @kaizenwritingalumni
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
The second thing, is song about change... This is art Quotes, poem, paint, and then song (dance sometimes) This song is good We can see on t...
-
You have your own responsibility to be happy, to make your life happy, to make your body happy, to make your days happy, and to make you...
-
Tahun ini, K naik ke kelas 6. Mungkin terdengar klise ya. Biasanya diikuti dengan kalimat lanjutan seperti, "Rasanya baru kemarin sekol...