Thursday, April 23, 2020

Ketika Kebencian Merasuk di Dada

Well...

Maju mundur sebetulnya mau menulis ini. Antara iya dan tidak. Setelah iya, antara dipublish atau tidak. Tapi gemash nya semakin meningkat hari ke hari. Mari kita draft kan terlebih dahulu...

Sebelum mulai menulis, mungkin pembukaannya sebaiknya "Mungkin saya yang bermasalah". Fair enough? :-)

Ini masalah orang-orang pintar, dan grup whatsApp.

Saya bukanlah orang yang banyak memiliki Grup WA di HP saya. Group saya sangat sedikit. Hanya grup lingkungan, grup sekolah anak, grup kantor, beberapa grup alumni, dan beberapa grup arisan. Beberapa grup temporary ada juga, tapi biasanya langsung bubar setelah kegiatan selesai.

Karena saya hanya ikut beberapa grup ini, mungkin jadi saya sering menyempatkan diri membaca isinya ketika senggang. Manatau ada yang penting dan perlu dijadikan periksa. Lama kelamaan, koq sepertinya saya bisa memetakan pemanasan lokal maupun global yang terjadi dimasing-masing grup. Masing-masing grup memiliki pola tersendiri, jenis anggota yang bervariasi, namun selalu memiliki peta yang serupa.

Contoh yang saya rasakan:

1. Grup Kantor: ini grup favorit saya karena dari sini saya hidup juga sih. ahahaa. No, I mean grup ini memang jarang sekali membicarakan hal-hal diluar pekerjaan atau hal-hal menyangkut rekan-rekan sekantor. Ulang tahun, kondisi prihatin (sakit, kedukaan, dll), lahiran, makan-makan, meet up, meeting, dan seterusnya.

2. Grup Lingkungan: Grup ini akan memanas suhunya ketika ada masalah yang menimbulkan benturan antar tetangga. Misalkan saja sampah, petugas kebersihan, keamanan, dan gangguan berisik. Pemanasan lokal biasanya meningkat jika ada benturan dengan logika, seperti misalnya masalah perkucingan. Ini pemanasan lokal yang akan mencapai titik kulminasi dan mendingin sendiri, tapi tidak terselesaikan. Karena logika orang-orang nya berbeda.

3. Grup Sekolah Anak : Sekolah anak saya yang baru ini, grupnya anteng bahkan tergolong sepi. Karena saya anak baru banget, dan nggak bisa ikut serta berkumpul bersama para orang tua lainnya yang sehari-hari bersama disekolah. Jadi nyaris tidak ada kenaikan suhu.

4. Grup arisan : Grup ini suhunya netral sekali. Aktifitasnya juga hanya terjadi disekitaran tanggal pembayaran dan pengocokan arisan malahan. Peserta arisan nya juga Masya Allah manis-manis nggak aneh-aneh. :-)

5. Grup Alumni:
Nah, grup alumni ini ada beberapa pola. Grup alumni SMP saya, anteng sangat. Mungkin karena sudah pada lupa juga sama orang-orangnya. Secara dulu belum banyak foto, kegiatan, medsos, dll gitu. Ketika MukaBuku baru in dulu, sudah sampai habis dibabat semua kenangan lama. Jadi sekarang selow aja. Ramai sesekali. Sedihnya, beberapa kali ramai karena ada teman yang berpulang lebih dulu ke sisi Allah SWT. :-(

Alumni SMU: Grup ini adalah penyelamat saya dari keedanan dunia. Setiap teman-teman SMU saya berlomba posting, ngobrol, bercanda, dan saling goda, saya serasa kembali lagi ke Jaman SMU. Tidak ada yang berubah dari cara mereka bercanda dan bercengkerama. Dan mereka tidak pernah posting hal-hal yang mainstream yang dishare oleh grup2 lain. Kita semua tidak ingin membuat grup menjadi suram. Terima kasih teman-teman SMU ku... Kalian semua luar biasa!!!

Alumni Kuliah: Ini adalah grup yang menurut saya ajaib. Kesemuanya. Saya tergabung dalam 4 grup alumni kuliah (2 grup yang lain tidak ikut disini karena mereka grup sayap-sayap patah dan berbeda dari yang 3 grup ini). Saya bagikan 3 grup yang alumni banget dulu ya. Maksudnya yang anggotanya mulai dari angkatan lama sampai dengan angkatan baru. Saya tahu anggotanya itu banyak sekali orang-orang hebatnya. Orang hebat yang title nya mungkin panjang sejuta depa, pengalaman hidupnya bagaikan warna pelangi dan permen nano-nano. Saya tahu tidak ada yang tidak hebat lah. Saya yakin itu. Namun, saya heran. Grup ini seringkali mengalami pemanasan global. Apalagi jika sudah menjelang Pilkada/Pilpres/ngomentari masalah politik. Mereka tidak takut membagikan info-info hoax, asal, provokatif, bahkan yang tak berdasar sekalipun. Mereka sering bersuara keras mengungkapkan kejelekan pemerintah, bahkan sering dengan cara tidak santun. Heran saja saya.

Alumni yang isinya seangkatan dengan saya? Well... Grup ini sih sebetulnya anget-anget tahi ayam. Orangnya sudah bisa dipetakan, siapa yang benci sekali kepada pemerintah hingga terbutakan, siapa yang senang memancing keributan dan pergi, siapa yang senang mengomentari semua postingan, siapa yang senang memelencengkan topik, dan siapa yang bodo amat.

Dari semua grup alumni diatas, sehubungan dengan adanya Pandemic Covid 19, saya bisa katakan bahwa mereka-mereka yang memang sudah terbiasa memelihara kebencian pada pemerintahan saat ini, tidak bisa membedakan mana Pandemic, dengan Pilkada/Pilpres. Itu saja.

Untuk kita semua, semoga kita dijauhkan dari kebencian, kedengkian, dan nafsu angkara murka yang mengeraskan hati kita. Hingga suara hati nurani menjadi kecil sekali dan tak terdengar. Semoga kita semua menjadi manusia yang penuh kasih, welas asih, empati, dan kasih sayang. Semoga kita menjadi manusia yang jauh dari sifat tinggi hati, ingin terlihat benar sendiri, dan senang menyalahkan. Aamiin.

Menyambut datangnya Bulan Ramadhan 2020 ini, saya memohonkan maaf yang sebesar-besarnya jika ada salah dan khilaf yang melukai. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga Ibadah Puasa kita lancar dan diterima oleh Allah SWT. Ditengah musibah wabah Virus Covid 19 ini, semoga semakin banyak waktu kita gunakan untuk hal yang manfaat, dan bermuhasabah diri. Aamiin Aamiin Aamiin.


Sunday, April 19, 2020

Expectation Vs Realita (Sabbatical)



Setelah satu minggu menggunakan waktu untuk mengurusi segala macam administrasi seperti SIM, dan perbankan, minggu kedua saat nya sedikit menilik kembali niatan dan rencana Sabbatical yang ideal. 

Niat mulia nya sih menghabiskan semua barisan buku yang masih menunggu, menyelesaikan semua rajutan yang terbengkalai ataupun benang-benang yang masih utuh dengan plastik nya, membersihkan setiap rak hingga gudang dari barang-barang yang tak lagi punya kepentingan, berkebun agar halaman tak hanya penuh oleh rumput dan krokot, menyelesaikan semua niatan yang berhubungan dengan PKK RT di komplek, Ikut kursus apalah apalah biar ada peningkatan skill, dan masih banyak lagi lah niat niat mulia yang lainnya yang masih otewe ke pikiran. 

Sekarang, setelah Sabbatical officially over, adalah saatnya mengevaluasi dan melihat sejauh mana rencana dan hasil tercipta. Apakah wacana yang hanya tinggal wacana masih sama, ataukah wacana berubah menjadi nyata? 

1. Membaca Buku
    
    Well, sebetulnya ya masih buruk sih skornya. Karena dalam waktu 7 minggu, tidak sampai 7 buku terselesaikan. Dan waktu membaca bukunya pun, hanya ketika nongkrong di kamar mandi. What a shame... Buku cetak yang selesai hanyalah Into The Water dan Eleanor & Park. Tapi kedua buku ini bagus juga isinya. Recommended lah untuk dibaca. Di bagian ebook, ada bukunya Mamba Mentality yang rela-rela dibeli karena merasa sangat kehilangan sekali atas meninggalnya Kobe Bryant dan Gigi Bryant. Udah. Itu aja kayaknya. Tapi kalau waktu untuk hunting bukunya Kobe dihitung, banyak juga waktu yang terpakai sehubungan dengan Buku. Sayang, Covid 19 membuat pengiriman Am***n ke Indonesia terhenti. Buku barunya Kobe belum bisa dibeli. 
    Oh iya, kalau buku anak di hitung, tetep banyak koq. Karena hampir setiap malam Kiran pasti minta dibacain buku. Meskipun ya itu lagi itu lagi. Dr Seuss lagi, Curious George lagi. Sampai gemasssshhhh.... Ada satu tambahan yang belum berhasil dimasukkan dalam agenda baca buku malam nya K, yaitu Peddington. Hasil belanja lewat jastip dari BBW kemarin. Tapi kalau siang dan K tidak tahu harus apa, dia sudah mulai membuka-buka sendiri sih bukunya itu. mayan laaaah.... 

Mamba Mentality Ebook

Dedek Park & Dedek Eleanor ini ucuk-ucuk emesh

Serius tapi santai

Ensiklopedi Anak

Warga H9/19 yang Baru


2. Merajut

    Ini termasuk proyek yang berhasil karena hasil karyanya lumayan banyak. Ya meskipun belum cukup banyak mungkin untuk yang sudah pro. Dan hasilnya juga belum terlalu bagus. Karena targetnya hanya menghabiskan benang yang sudah lama dibeli dan belum dikerjakan. Jadi ya cenderung sekadarnya. hiks... Should be better next. Berikut adalah beberapa karya yang dibuat selama Sabbatical. Oh iya, masih ada sekitar 5 tas lagi yang belum difoto karena masih menunggu finalisasi furing nya... Jadi belum ditetapkan sebagai barang yang selesai dikerjakan :-)

Bergeser ke Basket-Basketan

Belum selesai di Furing siiih, tapi Gemash
"Me" - Made for our lovely Budhe Sari

Mini

It's the Perfect One_MenurutSaya

Big One

Warnanya emesh Pink-Coklat

RadaGagal

Kindle Cover

Tempat Charger

Kurang Benang

Kurang Handle

Easy Go

Semoga semakin semangadh menggunakan waktu luang untuk menemukan fokus nya kemana... Aamiin. 

3. Deep Cleaning House

   Ini juga lumayan sih. Rak buku sudah dirapikan kembali, rak Kiran sudah dibersihkan meskipun hanya bisa mengosongkan satu rak setelah seleksi yang alot sekali. Lumayan. Gudang sudah 75% terbersihkan dari barang-barang yang sangat tidak berfaedah. Beberapa mainan lama Kiran yang masih bagus sudah dicuci dan dipinjamkan ke bayi dirumah sebelah. Agar lebih bermanfaat. Sampah, kardus, kabel, sepatu, dan semua benda-benda purbakala sudah diangkut oleh Bi Enih untuk disatukan dengan Bank Sampah nya beliau. Aaaaaah... legaaaaa...

Bongkar-Bongkar Box

Bongkar Koper


4. Berkebun
(menyusul)

5. RT Komplek
Rapat Emak-Emak

Taman Selamat Datang Jadew


6. Kursus
    
    Karena adanya Virus Covid19, jadi kelas SAE Batch 2 dirumahkan juga. Jadi tidak ada lagi kumpul rutin Hari Senin di Imah Kreasi. Tapi ada Mbak Fa yang dengan baik hari memberikan pelatihan gratis tentang PixelLab. Lumayan banget  ini buat memper-ciamik perpoto dan periklanan. Masih harus belajar lagi dan lagi dari materi yang sudah diberikan. 

   Satu kursus lagi yang daftarnya pas Sabbatical period, tetapi kursusnya pas sudah balik kerja. Malam hari sih jadi aman. Kursus pelatihan menulis bersama Dee Lestari. Ini saya semangadh banget daftarnya. Meskipun dibelakang disemprot dikit sama suami gegara main daftar main bayar saja. Tapi namanya sudah menunggu lama jadi ya gimana yakaaan bapaaaak... :-)

Bismillah... Semoga hasilnya menyenangkan, dan meningkatkan motivasi untuk mengeluarkan uneg-uneg kepala dengan lebih ciamik lagi. Karena uneg-uneg kepala itu, jika dikeluarkan dengan ciamik akan lebih menghibur, tetapi jika dikeluarkan sembarangan, bisa membuat ambyarrrrr.... Itu aja misinya sih :-p

See You Soon, Mbak Dee


7. Lain-Lain
(menyusul)

Friday, April 17, 2020

Tugas Sekolah - Iklan Layanan Masyarakat Tentang Virus Corona

Jadi, tugas Kirania hari ini adalah membuat sebuah video ajakan untuk hidup sehat, dan menjauhi Virus Corona.

Materi nya boleh memilih salah satu dari yang ditawarkan oleh guru. Berikut adalah tugas yang diberikan oleh sekolah K:

"Ayo Kita Lawan Virus Corona"

Durasi video maksimal 5 menit

Beberapa contoh subtema yang dapat dipilih:
    - cuci tangan
    - jaga jarak
    - bersalaman
    - menggunakan masker
    - cara batuk/bersin
    - makanan sehat
    - di rumah aja
    - dan lainnya yang berhubungan dengan pencegahan virus corona

Secara emak adalah mantan calon penulis skenario yang gagal, dan bapak adalah Kameramen handal, jadilah kami meluangkan sedikit tenaga dan pikiran kami untuk membuat satu gabungan cerita yang singkat namun sarat makna.

Saya ingin sebanyak-banyaknya memasukkan point yang diminta oleh pihak sekolah, namun karena pembuatannya secepat kilat sebelum si artis ngadat, akhirnya beberapa tidak terikutsertakan.

Setelah konsep cerita selesai disusun emak, segeralah terjadi brief meeting bersama dengan Kameramen yang sekaligus Editornya, hingga tercapai kesepakatan. Sedikit was-was gimana cara mengarahkan artisnya, namun ternyata kami terlalu meng-underestimate-kan si denok deblong. Ternyata dia lebih bersemangat dan pandai berimprovisasi. Bahkan beberapa kali dia minta ditambah shoot adegan untuk ini itu. Saya dan ayahnya tertawa ngakak dibuatnya.

Setelah take adegan selesai, tinggal urusan bapaknya lah ya yang bekerja. Emak harap-harap cemas dan bersemangadh, dan anak tidak perduli lagi. ahahahhaa

Daaaan, this is it!
Hasil iklan layanan masyarakat yang dengan bangga dipersembahkan oleh Nala Family. Selamat menikmati yaaa...



#TKBRecisBogor
#LawanCorona
#dirumahaja

Thursday, March 19, 2020

Homeschooling Corona's Effect - Assignment 2

Tugas hari kedua K:

Tugas pertama di Hari ke-dua belajar dirumah adalah menyanyikan lagu anak yang berjudul Pesawat. K tidak terlalu hafal liriknya, sehingga saya menuliskan liriknya di selembar kertas. Saya minta dia untuk menyanyi sambil di rekam. Lumayan untuk kenang-kenangan.
Video ada di gawai yang berbeda, jadi diunggah menyusul :-)

Tugas yang kedua adalah tugas dikte kalimat. Ibu guru mengirimkan voice note dikte kalimatnya, dan anak-anak diminta menyalin tugasnya di kertas/buku. Ibu guru membacakan soalnya masing-masing 2 kali agar anak-anak bisa mengecek dan dan memperbaiki jika ada yang keliru.

Tugas yang ketiga adalah pelajaran Matematika, pengurangan. Ada 10 soal pengurangan yang fotonya dikirimkan oleh Ibu Guru. Saya buatkan kotak-kotak di selembar kertas, dan saya minta K menyalin soalnya sendiri dan mengisinya satu-satu.

Saya menikmati sekali rasanya mengajar K belajar sejauh ini. Mungkin karena masih pelajaran anak TK, atau mungkin juga karena saya ikut menjadi murid TK. :-p



Wednesday, March 18, 2020

Homeschooling Corona's Effect - Assignment 1

Homeschooling - Day 1

Seperti yangkita semua alami, bulan ini adalah bulan penuh ujian bagi Bangsa Indonesia. Setelah bangsa lain berjibaku dengan masalah virus Covid 19 dan kita menjadi penontonnya, akhirnya sekarang bangsa kita kebagian tugas juga untuk melawan peredaran virus pandemic ini.

Bangsa kita sedang di uji kembali, tapi saya yakin kita kuat. Saya yakin Pakdhe dan dan jannya  kuatdan mengerahkan seluruh aspek yang terkait untuk bersama-sama melawan penyebaran virus ini.

Biarkan mereka semua bekerja dengan tenang dan aman, tugas kita adalahtinggal dirumah, hidup sehat, menghindari kumpul-kumpul yang kurang perlu, dan bepergian hanya jika ada yang sangat penting sekali.

Bagaimana dengan sekolah anak? Tenang... Sekarang jaman sudah maju, kita bisa jika kita mau. Mentri pendidikan kita juga orang pintar, dia dan jajarannya selalu mengusahakan yang terbaik untuk anak-anak di Indonesia (untung menteri pendidikannya udah bukan yang ituh_red).

K si anak TK pun menjadi salah satu anak yang mengalami hal baru ini. Belajar dari rumah. Setiap hari jam 7 pagi, guru-guru TK nya mengirimkan video tentang pemanasan, doa, materi, sampai dengan penutup. Saya acungi 4 jempol untuk usaha sekolah dalam mendorong kegiatan belajar dirumah ini. Pasti bukan hal yang mudah juga tentunya.

Dari awal rencana sekolah dari rumah ini diutarakan oleh guru-guru disekolah, saya menyambutnya dengan antusias tinggi. Saya berikan gambaran menarik kepada K tentang  tugas sekolahnya, dan berjanji untuk menemaninya mengerjakan semua tugas sekolahnya.

Setiap pagi, kami menunggu-nunggu tugas dari Ibu-ibu guru di WA grup besar sekolah. Setelah itu, saya tunjukkan pada K apa saja yang harus dikerjakan, kemudian dia makan dan mandi. Setelah itu, kami bersiap mengerjakan tugas. Tugas harus di kirimkan kembali hasilnya (foto) kepada Ibu Guru kelas masing-masing dalam kurun 24 jam, sehingga saya mengupayakan agar tugas selesai setiap pagi, sebelum dia mulai bermain bersama teman-temannya.

Tugas hari pertamanya adalah: 1) Melipat kertas dan dan membuat pesawat terbang: 2) Mewarnai pesawat terbang: 3) menerbangkan pesawat terbang; 4) Mengelompokkan jenis kata.

Pesawat dan Kelompok kata

Monday, March 16, 2020

Melipir ke Kampung Orang

Salah satu agenda sabbatical saya adalah mengambil hasil panenan beras yang sudah beberapa bulan tidak terjemput. Sambil tentunya bersilaturahmi dengan keluarga di Cibunian dan juga mencari belut dipematang sawah. 

Untuk K, hiburan paling menyenangkan buat dia banyak sekali. Selalu dan seperti biasa. 
Mencari belut, memancing ikan (walau akhirnya dilepaskan kembali), mengejar ayam, mengumpulkan bunga rumput, bermain air, dan melihat kambing di kandang Pak Uci. 

Refreshing singkat yang cukup menghibur hati... Forever grateful atas setiap nikmat yang Gusti Allah SWT berikan pada kami semua. :-)




Monday, March 2, 2020

Surat Ijin Mengemudi

Agenda pertama saya ketika Sabbatical adalah membuat SIM kendaraan bermotor. Sim C.

Selama ini saya mengemudi motor kemana-mana, tanpa SIM. Iya, salah banget. Jangan ditiru. Tapi gimana ya. Rasanya kalau pas hari kerja, cuti untuk ngurusin SIM itu koq rasanya sayang sekali gitu.

Alhasil, setiap kali naik motor, kemudian ada operasi penertiban dari kepolisian, saya selalu deg deg ser dan harap-harap cemas. Meskipun berusaha memasang tampang santai, senyum manis, dan sesopan mungkin berkendara diarea operasi, namun dalam dada rasanya bergemuruh. ahahaha. Kapokmu!

Akhirnya, dengan niat tulus ikhlas menjadi warga negara yang baik, saya mulai nanya teman yang kiranya memiliki relasi untuk mengurusi SIM. Nembak? hehehhee... Iya, maafkan lah ya. Habisnya tante ini waktunya sedikit banget. Musti jemput anak pulak yekaaan... Ngeles aja kamu! #pletak.

Akhirnya dapet nomer dari Lucy, untuk menghubungi sesebapak di tempat pembuatan SIM. Long short story, ya gitu deh. Akhirnya SIM baru ditangan saya setelah kurang dari 2 jam saja di kantor polisi.

Deg-degan juga rasanya berada di tempat umum, ketika masa Virus Corona semaki merajalela begini. Tapi alhamdulillah semua lancar, dan saya bisa tersenyum lebih lebar lagi kalau lewat dijalanan yang ada operasi penertiban dari polisi nya. Masya Allah ya...


Sedang terjadi kekeringan bibir level parah... :-(