Selama ini saya mengemudi motor kemana-mana, tanpa SIM. Iya, salah banget. Jangan ditiru. Tapi gimana ya. Rasanya kalau pas hari kerja, cuti untuk ngurusin SIM itu koq rasanya sayang sekali gitu.
Alhasil, setiap kali naik motor, kemudian ada operasi penertiban dari kepolisian, saya selalu deg deg ser dan harap-harap cemas. Meskipun berusaha memasang tampang santai, senyum manis, dan sesopan mungkin berkendara diarea operasi, namun dalam dada rasanya bergemuruh. ahahaha. Kapokmu!
Akhirnya, dengan niat tulus ikhlas menjadi warga negara yang baik, saya mulai nanya teman yang kiranya memiliki relasi untuk mengurusi SIM. Nembak? hehehhee... Iya, maafkan lah ya. Habisnya tante ini waktunya sedikit banget. Musti jemput anak pulak yekaaan... Ngeles aja kamu! #pletak.
Akhirnya dapet nomer dari Lucy, untuk menghubungi sesebapak di tempat pembuatan SIM. Long short story, ya gitu deh. Akhirnya SIM baru ditangan saya setelah kurang dari 2 jam saja di kantor polisi.
Deg-degan juga rasanya berada di tempat umum, ketika masa Virus Corona semaki merajalela begini. Tapi alhamdulillah semua lancar, dan saya bisa tersenyum lebih lebar lagi kalau lewat dijalanan yang ada operasi penertiban dari polisi nya. Masya Allah ya...
![]() |
| Sedang terjadi kekeringan bibir level parah... :-( |

No comments:
Post a Comment