Well...
Maju mundur sebetulnya mau menulis ini. Antara iya dan tidak. Setelah iya, antara dipublish atau tidak. Tapi gemash nya semakin meningkat hari ke hari. Mari kita draft kan terlebih dahulu...
Sebelum mulai menulis, mungkin pembukaannya sebaiknya "Mungkin saya yang bermasalah". Fair enough? :-)
Ini masalah orang-orang pintar, dan grup whatsApp.
Saya bukanlah orang yang banyak memiliki Grup WA di HP saya. Group saya sangat sedikit. Hanya grup lingkungan, grup sekolah anak, grup kantor, beberapa grup alumni, dan beberapa grup arisan. Beberapa grup temporary ada juga, tapi biasanya langsung bubar setelah kegiatan selesai.
Karena saya hanya ikut beberapa grup ini, mungkin jadi saya sering menyempatkan diri membaca isinya ketika senggang. Manatau ada yang penting dan perlu dijadikan periksa. Lama kelamaan, koq sepertinya saya bisa memetakan pemanasan lokal maupun global yang terjadi dimasing-masing grup. Masing-masing grup memiliki pola tersendiri, jenis anggota yang bervariasi, namun selalu memiliki peta yang serupa.
Contoh yang saya rasakan:
1. Grup Kantor: ini grup favorit saya karena dari sini saya hidup juga sih. ahahaa. No, I mean grup ini memang jarang sekali membicarakan hal-hal diluar pekerjaan atau hal-hal menyangkut rekan-rekan sekantor. Ulang tahun, kondisi prihatin (sakit, kedukaan, dll), lahiran, makan-makan, meet up, meeting, dan seterusnya.
2. Grup Lingkungan: Grup ini akan memanas suhunya ketika ada masalah yang menimbulkan benturan antar tetangga. Misalkan saja sampah, petugas kebersihan, keamanan, dan gangguan berisik. Pemanasan lokal biasanya meningkat jika ada benturan dengan logika, seperti misalnya masalah perkucingan. Ini pemanasan lokal yang akan mencapai titik kulminasi dan mendingin sendiri, tapi tidak terselesaikan. Karena logika orang-orang nya berbeda.
3. Grup Sekolah Anak : Sekolah anak saya yang baru ini, grupnya anteng bahkan tergolong sepi. Karena saya anak baru banget, dan nggak bisa ikut serta berkumpul bersama para orang tua lainnya yang sehari-hari bersama disekolah. Jadi nyaris tidak ada kenaikan suhu.
4. Grup arisan : Grup ini suhunya netral sekali. Aktifitasnya juga hanya terjadi disekitaran tanggal pembayaran dan pengocokan arisan malahan. Peserta arisan nya juga Masya Allah manis-manis nggak aneh-aneh. :-)
5. Grup Alumni:
Nah, grup alumni ini ada beberapa pola. Grup alumni SMP saya, anteng sangat. Mungkin karena sudah pada lupa juga sama orang-orangnya. Secara dulu belum banyak foto, kegiatan, medsos, dll gitu. Ketika MukaBuku baru in dulu, sudah sampai habis dibabat semua kenangan lama. Jadi sekarang selow aja. Ramai sesekali. Sedihnya, beberapa kali ramai karena ada teman yang berpulang lebih dulu ke sisi Allah SWT. :-(
Alumni SMU: Grup ini adalah penyelamat saya dari keedanan dunia. Setiap teman-teman SMU saya berlomba posting, ngobrol, bercanda, dan saling goda, saya serasa kembali lagi ke Jaman SMU. Tidak ada yang berubah dari cara mereka bercanda dan bercengkerama. Dan mereka tidak pernah posting hal-hal yang mainstream yang dishare oleh grup2 lain. Kita semua tidak ingin membuat grup menjadi suram. Terima kasih teman-teman SMU ku... Kalian semua luar biasa!!!
Alumni Kuliah: Ini adalah grup yang menurut saya ajaib. Kesemuanya. Saya tergabung dalam 4 grup alumni kuliah (2 grup yang lain tidak ikut disini karena mereka grup sayap-sayap patah dan berbeda dari yang 3 grup ini). Saya bagikan 3 grup yang alumni banget dulu ya. Maksudnya yang anggotanya mulai dari angkatan lama sampai dengan angkatan baru. Saya tahu anggotanya itu banyak sekali orang-orang hebatnya. Orang hebat yang title nya mungkin panjang sejuta depa, pengalaman hidupnya bagaikan warna pelangi dan permen nano-nano. Saya tahu tidak ada yang tidak hebat lah. Saya yakin itu. Namun, saya heran. Grup ini seringkali mengalami pemanasan global. Apalagi jika sudah menjelang Pilkada/Pilpres/ngomentari masalah politik. Mereka tidak takut membagikan info-info hoax, asal, provokatif, bahkan yang tak berdasar sekalipun. Mereka sering bersuara keras mengungkapkan kejelekan pemerintah, bahkan sering dengan cara tidak santun. Heran saja saya.
Alumni yang isinya seangkatan dengan saya? Well... Grup ini sih sebetulnya anget-anget tahi ayam. Orangnya sudah bisa dipetakan, siapa yang benci sekali kepada pemerintah hingga terbutakan, siapa yang senang memancing keributan dan pergi, siapa yang senang mengomentari semua postingan, siapa yang senang memelencengkan topik, dan siapa yang bodo amat.
Dari semua grup alumni diatas, sehubungan dengan adanya Pandemic Covid 19, saya bisa katakan bahwa mereka-mereka yang memang sudah terbiasa memelihara kebencian pada pemerintahan saat ini, tidak bisa membedakan mana Pandemic, dengan Pilkada/Pilpres. Itu saja.
Untuk kita semua, semoga kita dijauhkan dari kebencian, kedengkian, dan nafsu angkara murka yang mengeraskan hati kita. Hingga suara hati nurani menjadi kecil sekali dan tak terdengar. Semoga kita semua menjadi manusia yang penuh kasih, welas asih, empati, dan kasih sayang. Semoga kita menjadi manusia yang jauh dari sifat tinggi hati, ingin terlihat benar sendiri, dan senang menyalahkan. Aamiin.
Menyambut datangnya Bulan Ramadhan 2020 ini, saya memohonkan maaf yang sebesar-besarnya jika ada salah dan khilaf yang melukai. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga Ibadah Puasa kita lancar dan diterima oleh Allah SWT. Ditengah musibah wabah Virus Covid 19 ini, semoga semakin banyak waktu kita gunakan untuk hal yang manfaat, dan bermuhasabah diri. Aamiin Aamiin Aamiin.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Sepertinya, belakangan ini aku di paksa untuk bersahabat dan sekaligus bermusuhan dengan beberapa hal baru. Beberapa hal yang beraneka rupa ...
-
Saya selalu percaya bahwa Tuhan menciptakan alam beserta isinya secara menyeluruh... Tidak terpisah-pisah, dan tidak tanpa alasan... Saya ...
-
Liburan... Adalah saat di mana banyak orang menjadi tantrum, gelisah, dan merasa harus ke mana atau ngapain. Jutaan manusia bergerak, demi ...
No comments:
Post a Comment