Pernah nggak sih kalian melewati hari yang sedikit lain daripada biasanya?
Seperti...
Kita pergi dari rumah untuk suatu acara di suatu tempat, kemudian mampir ke tempat lain, dan pulang kembali kerumah. Tapiii... In between dari acara di atas, kita bertemu dengan banyak orang. Baik yang memang sudah kita rencanakan untuk bertemu, ataupun yang secara tidak sengaja kita bertemu, bertegur sapa dan mengobrol.
Saya sudah beberapa kali mengalaminya... Contohnya begini...
Saat itu kantor saya Bagian Program ada meeting di Taman Koleksi IPB Baranang Siang. Saya seperti biasa, karena warga pribumi Bogor jadi di undang untuk ikut bagian makannya... Aseeeekkk
Dari rumah saya naik motor, dan parkir di parkiran motor Gedung Pasca. Pas di Parkiran, saya ketemu siapa? Yak, saya bertemu dengan Ibu Nora, dosen pembimbing saya. Beliau hendak menitipkan skripsi hasil koreksi untuk mahasiswanya. Kami ngobrol singkat dan saya merasa senang bertemu dengan beliau yang sangat berjasa dalam proses perkuliahan saya.
Setelah berpisah dengan Ibu Nora, saya berjalan menuju Takol, dalam perjalanan saya bertemu dengan teman PL di Pangalengan. Sepertinya sudah beberapa tahun kami tidak berkontak, akhirnya kami mengobrol singkat juga karena sama-sama tergesa. Saya merasa senang karena bisa bertemu lagi dengan teman seperjuangan ketika berjuang di kebun kentang... :-)
Sayapun akhirnya sampai di Takol, tempat meeting teman kantor saya. Tentu saja disana saya bertemu dengan teman-teman kantor saya yang sedang meeting. Ngobrol seperlunya, dan melanjutkan pekerjaan saya diruang yang sama dengan mereka.
Ketika jam makan siang, pintu ruang meeting sebelah ruangan kami terbuka dan saya langsung tertawa. Ada mantan bos saya di kantor tempat saya kerja ketika masih mahasiswa disitu. Dia melihat saya dan kemudian tertawa juga. Kamipun mengobrol seperlunya. Saya merasa senang sekali karena bertemu lagi dengan beliau, dan melihat beliau masih sehat bersemangat. Kamipun makan siang bersama tim meeting masing-masing.
Sambil makan, saya bercerita kepada teman kerja saya mengenai orang-orang yang saya temui sepanjang perjalanan menuju tempat meeting ini. Teman saya tertawa dan cukup terkejut. Saya bilang karena masih di Bogor, jadi kemungkinan bertemu dengan teman memang sangat besar peluangnya.
Setelah meeting selesai, saya dan teman kerja saya itu berjalan bersama ke arah Botani Square. Ndilalah di depan Botani, saya bertemu lagi dengan salah satu senior saya di Lawalata IPB. Saya bertanya kabar dan ngobrol sebentar, kemudian senior saya berlalu. Saya senang juga bertemu senior saya itu. Meskipun saat saya masih aktif di organisasi, dia banyak sekali membuat saya gondok, tapi bertemu teman lama selalu menyenangkan. Teman saya? Melihat saya sambil geleng-geleng.
Sesampainya di dalam Botani, koq ya saya bertemu lagi dengan teman asrama saya.... Saya ngobrol sebentar, dan merasa senang juga bertemu teman seperjuangan nongkrong di kantin asrama. Teman saya? Melihat saya sambil geleng-geleng.
Akhirnya teman saya itu pulang karena sudah dijemput supirnya. Sayapun ke toko buku di lantai bawah sebentar dan kemudian pulang. Kali ini tidak ada lagi teman yang saya temui.
Sampai di kosan, saya merasa sangat-sangat bersemangat, tetapi juga sangat-sangat-sangat lelah sekali. Sepertinya semua energi sudah terkuras habis. Karenanya, saya hanya mampu geleleran di kasur tanpa tidur dan tanpa beraktivitas yang berarti.
Kalau saya ingat-ingat kembali, kejadian seperti itu sering sekali saya alami.... Bertemu banyak teman lama/baru, ngobrol haha hihi sebentar sambil bertukar kabar, kemudian melanjutkan aktifitas kembali. Di akhir hari, tenaga terasa habis bis bis... Geleleran laksana onggokan daging akhirnya saya.... :-)
Ada yang pernah merasakan hal yang sama?
Oh iya, ada juga cerita tentang menghabiskan perjalanan dengan mengobrol bersama teman baru dikursi sebelah... Duh, saya sering banget yang begini...
Bagi yang kenal dengan saya, mungkin tidak heran lagi. Karena kadang saya memang diketahui suka SKSD (Sok Kenal Sok Dekat) sama orang. Kalau suami saya sering bilang "Kamu itu kalau di tarok ditempat yang banyak orang, pasti nggak lama langsung bilang - Hai, namanya siapa? Tinggalnya dimana? oooo.... Disana... Eh disana kan ada tempat bagus ya... Eh itu juga ini kan... Bleh bleh bleh.... - " Dan saya akui "iya sih...." ahahaha
Begitulah... Biasanya, kalau saya sedang tidak ingin membaca, saya akan mengobrol. Tapi belakangan ini kebiasaan saya mulai terganggu dengan mulai beraninya saya melanggar janji diri untuk nonton drakor. Hahahaa. Iya, saya dulunya selalu berjanji tidak akan nonton drakor karena tahu diri bahwa saya buruk sekali pengendalian dirinya. Saya tahu ketika saya memulai, pasti saya sulit mengotrol diri saya. Dan ternyata kekhawatiran saya menjadi kenyataan... Eeerrr...
Salah satu efek drakor yang membuat saya merasa "parah banget ini gw" adalah ketika saya melakukan perjalanan naik Kereta Api dari Jogja-Jakarta. Saat itu saya sudah terlanjur memulai nonton She Was Pretty di malam sebelumnya. Hasilnya adalah sepanjang Jogja-Jakarta mata saya tidak lepas dari HP untuk menonton dan menyelesaikan She Was Pretty.
Padahal tetangga sebelah (kursi) saya yang adalah bapak-bapak pengusaha Sapi Qurban sudah memancing pembicaraan. Tapi karena mata saya fokus ke HP dan cerita lucuk nya, saya hanya menjawab seperlunya. Beliau menawari untuk membelikan saya sarapan, saya tolak karena sudah kenyang - kembali ke HP. Beliau menawari membelikan saya air mineral, saya tolak karena saya sudah bawa dari rumah - kembali ke HP. Beliau memaksa mentraktir makan siang, saya tolak dan saya paksa bayar sendiri (dan tidak niat ntraktir si bapak) - kembali ke HP. Beliau mencoba mentraktir saya kopi tapi saya paksa bayar sendiri - kembali ke HP.... Eeerrr
Saya merasa sedikit nggak enak sebetulnya, tapi juga merasa tidak layak menerima traktiran dari beliau karena saya sedang tidak mood mengobrol. Lebay banget yekaaan... Embeeeerrrr....
Sesampainya di rumah, saya juga merasa letih lesu jiwa raga karena perjalanan panjang tapi fokus nonton bukannya istirahat. Teronggok seperti onggokan daging juga saya akhirnya di kasur... uhuk...
Oh iya, adalagi satu hal yang bisa membuat saya senang tapi juga menguras energi hingga akhirnya saya berakhir seperti sebuah onggokan daging. Yaitu bertemu teman lama, ngobrol panjang lebar ngalor ngidul membicarakan jaman purbakala sampai dengan jaman now. Sering sekali saya alami.
Kalau orang lain jaman now, setiap bertemu teman yang paling utama adalah wefie, betul? Saya kalau bertemu teman lama sering nya lupa minta wefie... Kalau sudah terlanjut haha dan hihi, kalau teman saya tidak meminta wefie, biasanya kita berpisah begitu saja. Diperjalanan pulang atau dirumah baru ingat "Ya ampun, kita koq nggak foto".
Biasanya untuk pertemuan yang seperti itu, sampai dirumah saya juga berakhir dengan letih lesu bagaikan onggokan daging. Tapi hati terasa senang gitu deh...
Pernah saat itu saya bertemu 2 orang teman kosan yang sama-sama sudah lama tidak bertemu. Yang satu tinggal di kota sebelah yang masih bolak-balik ke Bogor namun tidak pernah bertemu juga, dan yang satu tinggal di negara tetangga karena menikah dengan pangeran negri sebrang (bukan pangeran kelantan seperti Manohara).
Mulai dari bertemu, kami terus ber haha dan ber hihi mengenai banyak hal. Tiba-tiba teman saya yang tinggal di negri seberang itu bertanya:
Teman Negri Sebrang (TNS) : Kalian sering ketemuan ya?
Teman Kota Sebelah (TKS) : Boro-boro... Terakhir ketemu ya di nikahan elu dulu itu...
TNS : Tapi koq kalian ngobrolnya kayak sering ketemu gitu?
TKS : Nggak tau sih, kalau sama Mbak Wilis ini kalau ketemu emang bawaannya ngobrol terus ya
Saya : Iya ya... Tapi sama elu juga kan gw ngobrol biasa. Emang harusnya gimana?
TNS : Iya sih... Kita kayak yang nggak pernah tinggal jauh, masih sering ketemu gitu ya? Apa karena ada WA ya?
TKS : Gw sama Mbak Wilis kalau WA nan pasti karena ada maunya... ahahhaa
Saya : Iya juga ya. Kalau nggak gw yang minta tolong/nanya2, elu yang nanya2 ke gw...
Dan kamipun tertawa bersama dan melanjutkan obrolan. Setelah beberapa jam, akhirnya kamipun berpisah menuju aktifitas masing-masing. Setelah pulang ke rumah, saya rasanya senang sekali tapi juga lelah sekali. Ketika sedang teronggok seperti onggokan daging, saya WA TNS dan bilang "Koq kita nggak poto ya?" ahahahhaa. Telmi!
Begitulah sharing saya hari ini, sekedar mengeluarkan energi akibat kebanyakan kopi hari ini. Setelah ini, saya rasa energi saya akan seimbang kembali dan siap untuk menyelesaikan PR kerjaan yang semakin menumpuk seperti onggokan daging juga... Eeerrr
#receh
Monday, July 22, 2019
Thursday, July 11, 2019
Agenda Liburan Ekonomis K
Libur tlah tiba... Liburrr tlah tibaaa... Hore... Hore...
Bulan Juni dan Juli adalah bulan nya anak-anak. Setuju?
Yak betul. Karena bulan Juni dan Juli adalah saatnya libur kenaikan tingkat. Biasanya liburnya lama sekali, sekitar satu bulan.
Terus, kalau libur sekolah, K ngapain aja donk?
Ada beberapa kegiatan yang di ikuti K selama liburan ini. Tidak banyak karena Ayah dan Bunda tidak libur dan kurang kreatif. Jadi beberapa saja yang terabadikan. :-)
Salah satunya adalah, K join acara liburan bersama dengan Daycare Tanika milik Bunda Nessa. Selama 3 hari, K ikut acara disana. Acaranya seru banget. Tiap pulang dari Tanika, K selalu membawa hasil karya.
Hari Pertama di Tanika, K membuat alat musik berupa Drum dan Kecrekan... Hari kedua, dia membuat Paper bag dan custom Note. Hari ketiga adalah membuat topping donut, tapi donut nya tidak sempat difoto :-)
Acaranya seru sekali Bunda Nessa... Terima Kasih!
Selain itu, K juga ikut acara yang diselenggarakan di Clustes kami yaitu acara menghias cupcake. Kegiatan ini diadakan oleh Mbak Hana dari Blok G. Karena banyaknya peminat acara, akhirnya peserta dibagi-bagi sesuai dengan golongan usia. Seru banget kaaaan...
Dengan ikut serta kegiatan semacam ini, diharapkan anak-anak kita bisa melewati masa liburannya dengan ceria dan less gadget. Meskipun satu atau dua jam, lumayan kaaaan...
Terima Kasih Mbak Hana yang telah menyiapkan acara seru ini....
Bulan Juni dan Juli adalah bulan nya anak-anak. Setuju?
Yak betul. Karena bulan Juni dan Juli adalah saatnya libur kenaikan tingkat. Biasanya liburnya lama sekali, sekitar satu bulan.
Terus, kalau libur sekolah, K ngapain aja donk?
Ada beberapa kegiatan yang di ikuti K selama liburan ini. Tidak banyak karena Ayah dan Bunda tidak libur dan kurang kreatif. Jadi beberapa saja yang terabadikan. :-)
Salah satunya adalah, K join acara liburan bersama dengan Daycare Tanika milik Bunda Nessa. Selama 3 hari, K ikut acara disana. Acaranya seru banget. Tiap pulang dari Tanika, K selalu membawa hasil karya.
![]() |
| Alat Musik, Note, dan Paper Bag |
Acaranya seru sekali Bunda Nessa... Terima Kasih!
Selain itu, K juga ikut acara yang diselenggarakan di Clustes kami yaitu acara menghias cupcake. Kegiatan ini diadakan oleh Mbak Hana dari Blok G. Karena banyaknya peminat acara, akhirnya peserta dibagi-bagi sesuai dengan golongan usia. Seru banget kaaaan...
Dengan ikut serta kegiatan semacam ini, diharapkan anak-anak kita bisa melewati masa liburannya dengan ceria dan less gadget. Meskipun satu atau dua jam, lumayan kaaaan...
Terima Kasih Mbak Hana yang telah menyiapkan acara seru ini....
Wednesday, July 10, 2019
Tetangga Masa Kini
![]() |
| Tim Hore Jayadewata |
Long short story, saya sih cuma mau share photo ini aja...
Setelah tinggal di cluster ini selama kurang lebih 5 tahun, baru kali ini saya berfoto di gerbang ini... #meaningless yekaaan... #recehpost #hahahaa
Saturday, July 6, 2019
Catatan Visi Misi
Seringkali kita ditanya oleh orang lain, apa cita-cita kita?
Dulu ketika masih kecil, sudah barang tentu kita akan menjawab seperti "Dokter, Guru, Presiden, Polisi" atau apalah sebangsanya.
Setelah besar, berkeluarga, punya anak begini? Apakah sudah tidak ada lagi yang menanyakan cita-cita? Masih ada juga... Jawabannya apakah masih sama?
Buat saya sih tidak... :-)
Saya sudah melupakan cita-cita saya untuk masalah profesi seperti itu. Tinggal 1 cita-cita kecil yang masih saya simpan sebagai mimpi, yaitu menulis buku... Pun kalaupun tidak terlaksana, toh saya sudah pernah mencetak buku saya sendiri, untuk saya sendiri juga... ahahah #sedih
Sebetulnya ingin berbanjang dan berlebar menceritakan ide cita-cita saya, tapi ah nanti kalau di contek orang gimana? ahahah #GeEr
Saya simpan clue nya saja disini ya... Agar saya tidak lupa, dan selalu mengupayakannya kedepan...
When I need to calm my mind,
But I have to keep my hand busy...
Kita bismillah kan tak jemu-jemu yaaaa :-p
Happy weekend!
Tuesday, June 11, 2019
Anak Adalah Kanvas Putih Polos
Berbagi kisah receh disiang hari yang panas ini, boleh yekaaan...
Flashback beberapa tahun lalu ketika saya menyampaikan niat untuk (nantinya) menyekolahkan anak di sekolah yang sekarang kepada Mas Bojo:
Saya : "Yah, nanti kalau anak kita lahir (iya, beneran ini obrolan pas anaknya masih diperut), kita sekolahin di sekolah Cil****a itu ya"
Bojo: "Yang dimana?"
Saya: "Yang di sana itu lho.... " (Jelasin lokasinya)
Bojo: "Emang mampu?" (pesimis sekali - pikirku)
Saya: "Semoga di mampukan... Aamiin"
Setelah anak kami lahir, dan tumbuh semakin mendekati umur sekolah, Saya semakin rajin menggali informasi seputar sekolah itu dariinternet medsos.
Saya : "Jadi deh K kita sekolahin di situ"
Bojo : "Di situ kan semuanya pada pake mobil... Nanti kita nggak diterima lagi..."
Saya : "Ya kalau memang itu alasannya, setidaknya nanti mereka akan bilang Pak/Bu, maaf anak anda tidak diterima sekolah disini karena naik motor" ahahahaa...
Bojo : "Kamu kuat iman nggak nanti? Jangan2 kebawa arus ikut-ikutan lagi..."
Saya : "Ya dilihat sambil jalan aja kalau itu mah..."
Akhirnya, kami dimampukan untuk menyekolahkan anak kami di sekolah itu, yang ternyata ya tidak semengerikan yang terdengar di luar sana pula :p
Dan kisah berlanjut....
Diawal-awal masa anak saya sekolah, saya sering mendengar kisah tentang sekolah lain dari para emak-emak... Contohnya:
Emak 1: "Tau nggak.... Di sekolah A itu, anak-anaknya udah pada geng-geng an lho..."
Emak 2: "Ah masak sih?"
Emak 1: "Iya... Katanya kalau yang nggak pake Smi**e nggak diajakin nge-geng"
Emak 3: "Oh ya? Wah, parah banget itu...."
Emak 2: "Oh iya kalau itu aku juga denger... Katanya kalau dateng dianter mobil Av***a, ada yang di cibir gitu...."
Saya : "Ahahhaa... Apalagi gw donk ya kalau disana, naik motor. Dikira tukang ojek kalik...."
Daaaan... Beberapa waktu lalu, drama tentang "Merek" ternyata mampir juga ke kelas K, yang mana adalah kelas TKB... Dan ini membuat saya dan ayahnya K tertawa cukup keras... Betapa polos anak-anak, dan betapa kita sebagai orang tua jadi banyak belajar cara menerima aduan anak TK...
Ceritanya begini...
Ada salah satu orang tua dari teman sekelas K yang menyampaikan uneg2nya di WAG kelas... Intinya adalah beliau menanyakan apakah disekolah sedang ada demam Sepatu Merek Ske*****s. Karena anaknya mendadak minta dibelikan sepatu dengan merek itu. Dan menurut beliau, anaknya bilang bahwa kalau nggak pakai sepatu merek itu, nggak diajak temen sama yang lain...
Seketika ingatan saya kembali pada obrolan emak-emak tentang sekolah sebelah dan Merek Smi**e ataupun Mobil Av***a... Jreng... Jreng....
Para emak di WAG pun mendadak heboh... Ada yang fokus pada "masak anak TK udah tahu merek", ada juga yang fokus pada "Sepertinya anak-anak nggak tau merek". Tapi yang jelas, hampir semua emak berkata bahwa mereka menanyai anaknya, atau berniat menanyai anaknya keesokan harinya. Saya beritahukan perihal ini ke suami, dan kamipun tertawa. Sepertinya setiap anak KGB 2 diinterogasi para emak malam itu dan pagi harinya. Dan kebanyakan anak yang ditanyai tentang Merek sepatu itu, mereka bilang tidak tau. Oh iya, saya juga menanyai K tentang ini...
Saya : "K, kamu tau nggak sepatu Sk******s itu apa?"
K : "Enggak..."
Saya : "Kamu tahu nggak sepatu kamu merek apa?"
K : "Nggak tau... Apaan sih Bunda... Nggak jelas banget..."
Ahahaha... Baique lah...
Akhirnya ada salah satu emak yang memberi pencerahan...
"Aku udah tanya anakku si M... Dia bilang kalau di kelas memang banyak yang pake sepatu merek itu... Terus namanya juga anak-anak, mungkin seneng aja kalau samaan. Jadi bikin Team gitu. Mungkin yang nggak pakai sepatu sama, jadi merasa nggak diajak Team. Tapi kata M, nggak dijauhin koq... Masih diajak temenan..."
Akhirnya semua emak mengamini dan sepakat untuk tetap menjaga anak-anak dari pertemanan sehat tanpa pengelompokan berdasarkan merek barang mereka... :-)
Iseng-iseng saya dan ayahnya K membahas hal ini sambil leyeh-leyeh manjah...
Saya : "Kamu bisa ngebayangin nggak... anak TKB bilang - Kamu sepatunya nggak merek SK******s, jadi kamu nggak boleh main sama kita. Kita nggak se-team"
Bojo : "Enggak... "
Saya : "Kalau menurutku ya... Bayangin. Di kelas ada sekitar 6 boys yang pakai sepatu merek itu. 6 out of 10 itu kan banyak banget. Si M tu bahwa sepatu yang tulisannya S itu artinya adalah SK******s. Ya iyalah wong M itu tajir melintir. Mungkin dia bilang ke temen-temennya... "Hei, sepatu kita sama ya SK******s, Kita team S" tanpa maksud apa2. Nah, yang nggak pakai sepatu itu, mikir kalau mereka nggak bisa se-team karena sepatunya nggak sama. Pulang sekolah dia bilang ke neneknya "Nenek, aku mau sepatu S juga donk. Soalnya kalau nggak pakai sepatu S, aku nggak di ajak team sama teman-teman". Neneknya bilang sama ibunya "Anak kamu minta sepatu S karena katanya kalau nggak pakai sepatu S samaan temannya, nggak diajak Team. Nggak diajak teaman". Dan ibunya menangkap dan menyampaikan ke WAG bahwa kalau nggak pakai sepatu S, anaknya nggak diajak temenan lagi". "
Bojo : "Iya, paling juga gitu. Orang tua kan kadang menerima pesan anak itu suka beda"
Begitulah kisah tentang Sepatu S...
Eeeeh, ternyata cerita berganti beberapa bulan terakhir ini... Seiring dengan semakin berkembangnya teknologi, semakin banyak tantangan orang tuakismin seperti saya ceritanya.... hehehehee
Sekitar 2 bulan yang lalu, ketika saya berdinas kerjasambil nunggu sekolah anak bubar, saya melihat beberapa anak KGA menggunakan jam tangan canggih yang bisa nelpon, you know what lah ya. Waktu itu ya saya nggak kepikiran hal lain selain "Edaaan, anak-anak ini canggih benerrrrr".
Tapi hanya berselang beberapa hari dari situ, K mulai memunculkan wacana...
K : "Bunda, tau nggak Im** itu apa?"
Saya : "Nggak tau. Apaan emang?"
K: "Itu lhoooo.... Jam yang bisa nelpon..."
Saya: "Ooooh... Iya bunda pernah lihat..."
K: "Aku mau jam Im** donk bun..."
Saya: "Nggak usah deh... Mahaaallll"
Obrolan selesai... Untuk saat itu... :-p
Beberapa kali K mengulang permintaannya, dan selalu saya jawab No... No... dan Big No...
Sampai pas pulang mudik, dia meminta lagi,
K: "Bun, aku kan mau jam Im**"
Saya: "Buat apa sih? Itu kan cuma jam aja..."
K: "Itu kan bisa buat nelpon..."
Saya: "Kamu mau nelpon siapa? Kan dianter sama bunda, dijemput sama bunda"
K : "Ya kan bisa telpon bunda, ayah, sama temen-temen aku..."
Saya: "Itu mahal banget K... Itu cuma buat yang uang nya banyak aja..."
K: "Tapi kan uang lebaran aku banyak..." Eeeaaaa.... Emak cepet-cepet ngeles...
Saya: "Kan katanya uangnya mau dipake ke salju....?"
K: "Aku nggak jadi aja ke saljunya...."
Saya: "Nggak usah, belum perlu...." Case closed.
Hari ini, saya ngobrol dengan sesama wali murid juga sambil menunggu anak pulang...
Emak 1: "Anak gw mau dipindahin aja kayaknya nanti SMP nya... Nggak di situ lagi..."
Saya : "Lho, kenapa?"
Emak 1: "Papanya rada mulai ilfeel gitu... ahahaha...."
Emak 2: "Koq ilfeel?"
Emak 1: "Iya. Masak anaknya nanya ke dia - Papa, punya jam Ro**x nggak? Kan Jam Ro**x bagus pa, mahal kan ya pa?. ahahaha... Kayaknya temen sekelasnya tuh ada yang tajir gitu terus nanya2in anak gw. Laki gw nggak seneng gitu. Baru kelas 4 bo' sekarang... ahahaha"
Saya : "Iya ya... Kadang suka dilemma ya. Kan kita nggak bisa ngontrol penilaian sama ucapan anak. Anak gw aja suka bilang "Ini kan kaca mata mahal ya bunda... Aku keren banget karena ini kaca mata mahal ya?" padahal itu kacamata 15rebuan doank..."
Emak 2: "Eh, tapi mending lu kacamata 15rebuan doank. Koq anak gw skarang suka merengek2 minta apa coba. Jam tangan Im** donk... Katanya disekolah banyak yang pake"
Saya: "Ahahaha... D ikut2an juga? K udah dari 2 bulan lalu minta melulu. Gw bilang nggak sampe sekarang"
Emak 2: "Iya, dia minta terus. Gw beliin aja yang KW murah di onlen. Cuma 300rebuan."
Saya: "Gw biarin aja K. Nggak mau gw beliin. Sayang." ahahahahah
Begitulah obrolan receh emak-emak sambil menanti anak-anak pulang sekolah...
#haveablessedday
Flashback beberapa tahun lalu ketika saya menyampaikan niat untuk (nantinya) menyekolahkan anak di sekolah yang sekarang kepada Mas Bojo:
Saya : "Yah, nanti kalau anak kita lahir (iya, beneran ini obrolan pas anaknya masih diperut), kita sekolahin di sekolah Cil****a itu ya"
Bojo: "Yang dimana?"
Saya: "Yang di sana itu lho.... " (Jelasin lokasinya)
Bojo: "Emang mampu?" (pesimis sekali - pikirku)
Saya: "Semoga di mampukan... Aamiin"
Setelah anak kami lahir, dan tumbuh semakin mendekati umur sekolah, Saya semakin rajin menggali informasi seputar sekolah itu dari
Saya : "Jadi deh K kita sekolahin di situ"
Bojo : "Di situ kan semuanya pada pake mobil... Nanti kita nggak diterima lagi..."
Saya : "Ya kalau memang itu alasannya, setidaknya nanti mereka akan bilang Pak/Bu, maaf anak anda tidak diterima sekolah disini karena naik motor" ahahahaa...
Bojo : "Kamu kuat iman nggak nanti? Jangan2 kebawa arus ikut-ikutan lagi..."
Saya : "Ya dilihat sambil jalan aja kalau itu mah..."
Akhirnya, kami dimampukan untuk menyekolahkan anak kami di sekolah itu, yang ternyata ya tidak semengerikan yang terdengar di luar sana pula :p
Dan kisah berlanjut....
Diawal-awal masa anak saya sekolah, saya sering mendengar kisah tentang sekolah lain dari para emak-emak... Contohnya:
Emak 1: "Tau nggak.... Di sekolah A itu, anak-anaknya udah pada geng-geng an lho..."
Emak 2: "Ah masak sih?"
Emak 1: "Iya... Katanya kalau yang nggak pake Smi**e nggak diajakin nge-geng"
Emak 3: "Oh ya? Wah, parah banget itu...."
Emak 2: "Oh iya kalau itu aku juga denger... Katanya kalau dateng dianter mobil Av***a, ada yang di cibir gitu...."
Saya : "Ahahhaa... Apalagi gw donk ya kalau disana, naik motor. Dikira tukang ojek kalik...."
Daaaan... Beberapa waktu lalu, drama tentang "Merek" ternyata mampir juga ke kelas K, yang mana adalah kelas TKB... Dan ini membuat saya dan ayahnya K tertawa cukup keras... Betapa polos anak-anak, dan betapa kita sebagai orang tua jadi banyak belajar cara menerima aduan anak TK...
Ceritanya begini...
Ada salah satu orang tua dari teman sekelas K yang menyampaikan uneg2nya di WAG kelas... Intinya adalah beliau menanyakan apakah disekolah sedang ada demam Sepatu Merek Ske*****s. Karena anaknya mendadak minta dibelikan sepatu dengan merek itu. Dan menurut beliau, anaknya bilang bahwa kalau nggak pakai sepatu merek itu, nggak diajak temen sama yang lain...
Seketika ingatan saya kembali pada obrolan emak-emak tentang sekolah sebelah dan Merek Smi**e ataupun Mobil Av***a... Jreng... Jreng....
Para emak di WAG pun mendadak heboh... Ada yang fokus pada "masak anak TK udah tahu merek", ada juga yang fokus pada "Sepertinya anak-anak nggak tau merek". Tapi yang jelas, hampir semua emak berkata bahwa mereka menanyai anaknya, atau berniat menanyai anaknya keesokan harinya. Saya beritahukan perihal ini ke suami, dan kamipun tertawa. Sepertinya setiap anak KGB 2 diinterogasi para emak malam itu dan pagi harinya. Dan kebanyakan anak yang ditanyai tentang Merek sepatu itu, mereka bilang tidak tau. Oh iya, saya juga menanyai K tentang ini...
Saya : "K, kamu tau nggak sepatu Sk******s itu apa?"
K : "Enggak..."
Saya : "Kamu tahu nggak sepatu kamu merek apa?"
K : "Nggak tau... Apaan sih Bunda... Nggak jelas banget..."
Ahahaha... Baique lah...
Akhirnya ada salah satu emak yang memberi pencerahan...
"Aku udah tanya anakku si M... Dia bilang kalau di kelas memang banyak yang pake sepatu merek itu... Terus namanya juga anak-anak, mungkin seneng aja kalau samaan. Jadi bikin Team gitu. Mungkin yang nggak pakai sepatu sama, jadi merasa nggak diajak Team. Tapi kata M, nggak dijauhin koq... Masih diajak temenan..."
Akhirnya semua emak mengamini dan sepakat untuk tetap menjaga anak-anak dari pertemanan sehat tanpa pengelompokan berdasarkan merek barang mereka... :-)
Iseng-iseng saya dan ayahnya K membahas hal ini sambil leyeh-leyeh manjah...
Saya : "Kamu bisa ngebayangin nggak... anak TKB bilang - Kamu sepatunya nggak merek SK******s, jadi kamu nggak boleh main sama kita. Kita nggak se-team"
Bojo : "Enggak... "
Saya : "Kalau menurutku ya... Bayangin. Di kelas ada sekitar 6 boys yang pakai sepatu merek itu. 6 out of 10 itu kan banyak banget. Si M tu bahwa sepatu yang tulisannya S itu artinya adalah SK******s. Ya iyalah wong M itu tajir melintir. Mungkin dia bilang ke temen-temennya... "Hei, sepatu kita sama ya SK******s, Kita team S" tanpa maksud apa2. Nah, yang nggak pakai sepatu itu, mikir kalau mereka nggak bisa se-team karena sepatunya nggak sama. Pulang sekolah dia bilang ke neneknya "Nenek, aku mau sepatu S juga donk. Soalnya kalau nggak pakai sepatu S, aku nggak di ajak team sama teman-teman". Neneknya bilang sama ibunya "Anak kamu minta sepatu S karena katanya kalau nggak pakai sepatu S samaan temannya, nggak diajak Team. Nggak diajak teaman". Dan ibunya menangkap dan menyampaikan ke WAG bahwa kalau nggak pakai sepatu S, anaknya nggak diajak temenan lagi". "
Bojo : "Iya, paling juga gitu. Orang tua kan kadang menerima pesan anak itu suka beda"
Begitulah kisah tentang Sepatu S...
Eeeeh, ternyata cerita berganti beberapa bulan terakhir ini... Seiring dengan semakin berkembangnya teknologi, semakin banyak tantangan orang tua
Sekitar 2 bulan yang lalu, ketika saya berdinas kerja
Tapi hanya berselang beberapa hari dari situ, K mulai memunculkan wacana...
K : "Bunda, tau nggak Im** itu apa?"
Saya : "Nggak tau. Apaan emang?"
K: "Itu lhoooo.... Jam yang bisa nelpon..."
Saya: "Ooooh... Iya bunda pernah lihat..."
K: "Aku mau jam Im** donk bun..."
Saya: "Nggak usah deh... Mahaaallll"
Obrolan selesai... Untuk saat itu... :-p
Beberapa kali K mengulang permintaannya, dan selalu saya jawab No... No... dan Big No...
Sampai pas pulang mudik, dia meminta lagi,
K: "Bun, aku kan mau jam Im**"
Saya: "Buat apa sih? Itu kan cuma jam aja..."
K: "Itu kan bisa buat nelpon..."
Saya: "Kamu mau nelpon siapa? Kan dianter sama bunda, dijemput sama bunda"
K : "Ya kan bisa telpon bunda, ayah, sama temen-temen aku..."
Saya: "Itu mahal banget K... Itu cuma buat yang uang nya banyak aja..."
K: "Tapi kan uang lebaran aku banyak..." Eeeaaaa.... Emak cepet-cepet ngeles...
Saya: "Kan katanya uangnya mau dipake ke salju....?"
K: "Aku nggak jadi aja ke saljunya...."
Saya: "Nggak usah, belum perlu...." Case closed.
Hari ini, saya ngobrol dengan sesama wali murid juga sambil menunggu anak pulang...
Emak 1: "Anak gw mau dipindahin aja kayaknya nanti SMP nya... Nggak di situ lagi..."
Saya : "Lho, kenapa?"
Emak 1: "Papanya rada mulai ilfeel gitu... ahahaha...."
Emak 2: "Koq ilfeel?"
Emak 1: "Iya. Masak anaknya nanya ke dia - Papa, punya jam Ro**x nggak? Kan Jam Ro**x bagus pa, mahal kan ya pa?. ahahaha... Kayaknya temen sekelasnya tuh ada yang tajir gitu terus nanya2in anak gw. Laki gw nggak seneng gitu. Baru kelas 4 bo' sekarang... ahahaha"
Saya : "Iya ya... Kadang suka dilemma ya. Kan kita nggak bisa ngontrol penilaian sama ucapan anak. Anak gw aja suka bilang "Ini kan kaca mata mahal ya bunda... Aku keren banget karena ini kaca mata mahal ya?" padahal itu kacamata 15rebuan doank..."
Emak 2: "Eh, tapi mending lu kacamata 15rebuan doank. Koq anak gw skarang suka merengek2 minta apa coba. Jam tangan Im** donk... Katanya disekolah banyak yang pake"
Saya: "Ahahaha... D ikut2an juga? K udah dari 2 bulan lalu minta melulu. Gw bilang nggak sampe sekarang"
Emak 2: "Iya, dia minta terus. Gw beliin aja yang KW murah di onlen. Cuma 300rebuan."
Saya: "Gw biarin aja K. Nggak mau gw beliin. Sayang." ahahahahah
Begitulah obrolan receh emak-emak sambil menanti anak-anak pulang sekolah...
#haveablessedday
Thursday, April 11, 2019
Ibuk Pulang
Hari ini, 11 April 2019
Ibuk dipanggil pulang oleh Dia si Pemberi Kehidupan...
Panjang kisah yang ingin dibagikan, tapi belum mampu jari ini menuliskan...
Mungkin nanti...
Beberapa foto ini, perlu disimpan disini
Mengingat betapa teledornya saya sering kehilangan Handphone...
Beberapa photo saya dengan Ibuk juga sudah ikut hilang bersamaan dengan hilangnya HP terakhir saya... Hiks...
Ibuk dipanggil pulang oleh Dia si Pemberi Kehidupan...
Panjang kisah yang ingin dibagikan, tapi belum mampu jari ini menuliskan...
Mungkin nanti...
Beberapa foto ini, perlu disimpan disini
Mengingat betapa teledornya saya sering kehilangan Handphone...
Beberapa photo saya dengan Ibuk juga sudah ikut hilang bersamaan dengan hilangnya HP terakhir saya... Hiks...
Sugeng tindak ibuk...
Mugi-mugi Ibuk angsal dalan padhang,
Ugi papan ingkang jembar wonten ing sisihing Gusti Allah SWT...
Kulo nyuwun pangapunten menawi dereng saged ndamel seneng Ibuk
Menawi dereng saged membahagiakan Ibuk
Nyuwun pangestunipun Ibuk saking Suargo,
Ngantos dumugining dinten kito sedoyo saged makempal malih nggih Buk...
Wednesday, March 13, 2019
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
The second thing, is song about change... This is art Quotes, poem, paint, and then song (dance sometimes) This song is good We can see on t...
-
You have your own responsibility to be happy, to make your life happy, to make your body happy, to make your days happy, and to make you...
-
Tahun ini, K naik ke kelas 6. Mungkin terdengar klise ya. Biasanya diikuti dengan kalimat lanjutan seperti, "Rasanya baru kemarin sekol...













