Pernah nggak sih kalian melewati hari yang sedikit lain daripada biasanya?
Seperti...
Kita pergi dari rumah untuk suatu acara di suatu tempat, kemudian mampir ke tempat lain, dan pulang kembali kerumah. Tapiii... In between dari acara di atas, kita bertemu dengan banyak orang. Baik yang memang sudah kita rencanakan untuk bertemu, ataupun yang secara tidak sengaja kita bertemu, bertegur sapa dan mengobrol.
Saya sudah beberapa kali mengalaminya... Contohnya begini...
Saat itu kantor saya Bagian Program ada meeting di Taman Koleksi IPB Baranang Siang. Saya seperti biasa, karena warga pribumi Bogor jadi di undang untuk ikut bagian makannya... Aseeeekkk
Dari rumah saya naik motor, dan parkir di parkiran motor Gedung Pasca. Pas di Parkiran, saya ketemu siapa? Yak, saya bertemu dengan Ibu Nora, dosen pembimbing saya. Beliau hendak menitipkan skripsi hasil koreksi untuk mahasiswanya. Kami ngobrol singkat dan saya merasa senang bertemu dengan beliau yang sangat berjasa dalam proses perkuliahan saya.
Setelah berpisah dengan Ibu Nora, saya berjalan menuju Takol, dalam perjalanan saya bertemu dengan teman PL di Pangalengan. Sepertinya sudah beberapa tahun kami tidak berkontak, akhirnya kami mengobrol singkat juga karena sama-sama tergesa. Saya merasa senang karena bisa bertemu lagi dengan teman seperjuangan ketika berjuang di kebun kentang... :-)
Sayapun akhirnya sampai di Takol, tempat meeting teman kantor saya. Tentu saja disana saya bertemu dengan teman-teman kantor saya yang sedang meeting. Ngobrol seperlunya, dan melanjutkan pekerjaan saya diruang yang sama dengan mereka.
Ketika jam makan siang, pintu ruang meeting sebelah ruangan kami terbuka dan saya langsung tertawa. Ada mantan bos saya di kantor tempat saya kerja ketika masih mahasiswa disitu. Dia melihat saya dan kemudian tertawa juga. Kamipun mengobrol seperlunya. Saya merasa senang sekali karena bertemu lagi dengan beliau, dan melihat beliau masih sehat bersemangat. Kamipun makan siang bersama tim meeting masing-masing.
Sambil makan, saya bercerita kepada teman kerja saya mengenai orang-orang yang saya temui sepanjang perjalanan menuju tempat meeting ini. Teman saya tertawa dan cukup terkejut. Saya bilang karena masih di Bogor, jadi kemungkinan bertemu dengan teman memang sangat besar peluangnya.
Setelah meeting selesai, saya dan teman kerja saya itu berjalan bersama ke arah Botani Square. Ndilalah di depan Botani, saya bertemu lagi dengan salah satu senior saya di Lawalata IPB. Saya bertanya kabar dan ngobrol sebentar, kemudian senior saya berlalu. Saya senang juga bertemu senior saya itu. Meskipun saat saya masih aktif di organisasi, dia banyak sekali membuat saya gondok, tapi bertemu teman lama selalu menyenangkan. Teman saya? Melihat saya sambil geleng-geleng.
Sesampainya di dalam Botani, koq ya saya bertemu lagi dengan teman asrama saya.... Saya ngobrol sebentar, dan merasa senang juga bertemu teman seperjuangan nongkrong di kantin asrama. Teman saya? Melihat saya sambil geleng-geleng.
Akhirnya teman saya itu pulang karena sudah dijemput supirnya. Sayapun ke toko buku di lantai bawah sebentar dan kemudian pulang. Kali ini tidak ada lagi teman yang saya temui.
Sampai di kosan, saya merasa sangat-sangat bersemangat, tetapi juga sangat-sangat-sangat lelah sekali. Sepertinya semua energi sudah terkuras habis. Karenanya, saya hanya mampu geleleran di kasur tanpa tidur dan tanpa beraktivitas yang berarti.
Kalau saya ingat-ingat kembali, kejadian seperti itu sering sekali saya alami.... Bertemu banyak teman lama/baru, ngobrol haha hihi sebentar sambil bertukar kabar, kemudian melanjutkan aktifitas kembali. Di akhir hari, tenaga terasa habis bis bis... Geleleran laksana onggokan daging akhirnya saya.... :-)
Ada yang pernah merasakan hal yang sama?
Oh iya, ada juga cerita tentang menghabiskan perjalanan dengan mengobrol bersama teman baru dikursi sebelah... Duh, saya sering banget yang begini...
Bagi yang kenal dengan saya, mungkin tidak heran lagi. Karena kadang saya memang diketahui suka SKSD (Sok Kenal Sok Dekat) sama orang. Kalau suami saya sering bilang "Kamu itu kalau di tarok ditempat yang banyak orang, pasti nggak lama langsung bilang - Hai, namanya siapa? Tinggalnya dimana? oooo.... Disana... Eh disana kan ada tempat bagus ya... Eh itu juga ini kan... Bleh bleh bleh.... - " Dan saya akui "iya sih...." ahahaha
Begitulah... Biasanya, kalau saya sedang tidak ingin membaca, saya akan mengobrol. Tapi belakangan ini kebiasaan saya mulai terganggu dengan mulai beraninya saya melanggar janji diri untuk nonton drakor. Hahahaa. Iya, saya dulunya selalu berjanji tidak akan nonton drakor karena tahu diri bahwa saya buruk sekali pengendalian dirinya. Saya tahu ketika saya memulai, pasti saya sulit mengotrol diri saya. Dan ternyata kekhawatiran saya menjadi kenyataan... Eeerrr...
Salah satu efek drakor yang membuat saya merasa "parah banget ini gw" adalah ketika saya melakukan perjalanan naik Kereta Api dari Jogja-Jakarta. Saat itu saya sudah terlanjur memulai nonton She Was Pretty di malam sebelumnya. Hasilnya adalah sepanjang Jogja-Jakarta mata saya tidak lepas dari HP untuk menonton dan menyelesaikan She Was Pretty.
Padahal tetangga sebelah (kursi) saya yang adalah bapak-bapak pengusaha Sapi Qurban sudah memancing pembicaraan. Tapi karena mata saya fokus ke HP dan cerita lucuk nya, saya hanya menjawab seperlunya. Beliau menawari untuk membelikan saya sarapan, saya tolak karena sudah kenyang - kembali ke HP. Beliau menawari membelikan saya air mineral, saya tolak karena saya sudah bawa dari rumah - kembali ke HP. Beliau memaksa mentraktir makan siang, saya tolak dan saya paksa bayar sendiri (dan tidak niat ntraktir si bapak) - kembali ke HP. Beliau mencoba mentraktir saya kopi tapi saya paksa bayar sendiri - kembali ke HP.... Eeerrr
Saya merasa sedikit nggak enak sebetulnya, tapi juga merasa tidak layak menerima traktiran dari beliau karena saya sedang tidak mood mengobrol. Lebay banget yekaaan... Embeeeerrrr....
Sesampainya di rumah, saya juga merasa letih lesu jiwa raga karena perjalanan panjang tapi fokus nonton bukannya istirahat. Teronggok seperti onggokan daging juga saya akhirnya di kasur... uhuk...
Oh iya, adalagi satu hal yang bisa membuat saya senang tapi juga menguras energi hingga akhirnya saya berakhir seperti sebuah onggokan daging. Yaitu bertemu teman lama, ngobrol panjang lebar ngalor ngidul membicarakan jaman purbakala sampai dengan jaman now. Sering sekali saya alami.
Kalau orang lain jaman now, setiap bertemu teman yang paling utama adalah wefie, betul? Saya kalau bertemu teman lama sering nya lupa minta wefie... Kalau sudah terlanjut haha dan hihi, kalau teman saya tidak meminta wefie, biasanya kita berpisah begitu saja. Diperjalanan pulang atau dirumah baru ingat "Ya ampun, kita koq nggak foto".
Biasanya untuk pertemuan yang seperti itu, sampai dirumah saya juga berakhir dengan letih lesu bagaikan onggokan daging. Tapi hati terasa senang gitu deh...
Pernah saat itu saya bertemu 2 orang teman kosan yang sama-sama sudah lama tidak bertemu. Yang satu tinggal di kota sebelah yang masih bolak-balik ke Bogor namun tidak pernah bertemu juga, dan yang satu tinggal di negara tetangga karena menikah dengan pangeran negri sebrang (bukan pangeran kelantan seperti Manohara).
Mulai dari bertemu, kami terus ber haha dan ber hihi mengenai banyak hal. Tiba-tiba teman saya yang tinggal di negri seberang itu bertanya:
Teman Negri Sebrang (TNS) : Kalian sering ketemuan ya?
Teman Kota Sebelah (TKS) : Boro-boro... Terakhir ketemu ya di nikahan elu dulu itu...
TNS : Tapi koq kalian ngobrolnya kayak sering ketemu gitu?
TKS : Nggak tau sih, kalau sama Mbak Wilis ini kalau ketemu emang bawaannya ngobrol terus ya
Saya : Iya ya... Tapi sama elu juga kan gw ngobrol biasa. Emang harusnya gimana?
TNS : Iya sih... Kita kayak yang nggak pernah tinggal jauh, masih sering ketemu gitu ya? Apa karena ada WA ya?
TKS : Gw sama Mbak Wilis kalau WA nan pasti karena ada maunya... ahahhaa
Saya : Iya juga ya. Kalau nggak gw yang minta tolong/nanya2, elu yang nanya2 ke gw...
Dan kamipun tertawa bersama dan melanjutkan obrolan. Setelah beberapa jam, akhirnya kamipun berpisah menuju aktifitas masing-masing. Setelah pulang ke rumah, saya rasanya senang sekali tapi juga lelah sekali. Ketika sedang teronggok seperti onggokan daging, saya WA TNS dan bilang "Koq kita nggak poto ya?" ahahahhaa. Telmi!
Begitulah sharing saya hari ini, sekedar mengeluarkan energi akibat kebanyakan kopi hari ini. Setelah ini, saya rasa energi saya akan seimbang kembali dan siap untuk menyelesaikan PR kerjaan yang semakin menumpuk seperti onggokan daging juga... Eeerrr
#receh
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Sepertinya, belakangan ini aku di paksa untuk bersahabat dan sekaligus bermusuhan dengan beberapa hal baru. Beberapa hal yang beraneka rupa ...
-
Saya selalu percaya bahwa Tuhan menciptakan alam beserta isinya secara menyeluruh... Tidak terpisah-pisah, dan tidak tanpa alasan... Saya ...
-
Liburan... Adalah saat di mana banyak orang menjadi tantrum, gelisah, dan merasa harus ke mana atau ngapain. Jutaan manusia bergerak, demi ...
No comments:
Post a Comment