Monday, July 23, 2018

Move On Memang Mudah Diucapkan

Seberapa sering sih kalian mengatakan "Ok, sorry ya... Kita fine ya... Nggak ada masalah kan? Kosong-kosong ya... Maaf lahir batin..."

And not forcing others to care...
Bukan hanya di saat lebaran saja kan? Saya harap sih enggak... Atau memang hanya saya yang suka kurang rem dan saringan sehingga perlu sering mengucapkan magic words itu sering-sering? hahaha

Saya yakin banyak diantara kita yang sering merasa atau mengatakan bahwa jujur itu lebih baik daripada ketidakjujuran. Terbuka lebih baik daripada ditutup-tutupi. Pertanyaannya adalah, apakah pada prakteknya begitu? belum tentu.

Banyak juga diantara kita mungkin yang pernah atau sering berselisih paham dengan orang lain. Mungkin tersinggung atau salah paham. Berbagai macam alasan bisa mendasari kesalahpahaman. Terlebih lagi jaman now dimana orang banyak mengungkapkan isi kepala melalui jari jemari ke media sosial. Level perselisihan jauh lebih tinggi daripada dahulu kala ketika mentok-mentok tersinggung karena cara menatap atau nada suara ketika bicara. ahahahahaha

Setelah berselisih paham, apakah kemudian terjadi rekonsiliasi? kadang iya, kadang tidak. Kadang setelah rekonsiliasi, bisa jadi kembali normal, bisa jadi tidak. Semua tergantung kepada pribadi masing-masing. Jika menggunakan saya sendiri sebagai contoh, saya punya contoh untuk beberapa case. ahahahaa...

Inti dari sampah tulisan ini kali ini adalah, bahwa terkadang hubungan bisa berakhir hanya karena sebuah kesalahpahaman. Terlebih lagi, jika pihak yang berselisih tidak ingin menyelesaikan hal yang menyebabkan perselisihan sampai ke akar-akarnya. Kenapa? Banyak faktor.

Ibaratnya nih ya menurut saya, seperti sebuah batangan besi. Ketika masalah muncul, anggaplah mulai ada karat dan debu menempel di batangan besi ini. Kalau saya, lebih senang menggosok semua karat dan debu sampai hilang, hingga besi mulus lagi. Tapi ada juga orang yang (mungkin) malas ribet dan ribut akhirnya membiarkan karatnya, dan merasa cukup dengan memoles dengan cat beraneka warna. Yang ada besinya makin karatan juga, dan lama-lama rapuh. Itu pilihan saja sih...

Sebentar... tadi saya mau nulis apa ya?

Errrrr.... Lupa lagi. Kepanjangan intro jadi lupa kan arah dan tujuan aseli nya.... Yassalaaamm...

-------

Kalau tidak salah ingat, inti dari kisah tak beralur ini adalah:

I feel sorry untuk orang-orang yang mungkin harus menjalani hari-harinya dengan kurang normal akibat adanya saya di dunia ini. Yang harusnya berjalan lurus, harus berbelok. Yang tadinya mau lurus jadi harus menunduk. Yang awalnya sumringah jadi cemberut... Ahahahaha...

Bukan sorry atas apa yang sudah terjadi, tidak. Bukan sama sekali. Karena bukan pilihan saya untuk memelihara karat dipermukaan besi ya. Tapi ya itu, lebih sorry karena jadinya daily activity nya menjadi kurang normal. So sorry to hear that... :-p

Salah satu hal yang saya suka pada diri saya adalah, saya cepat move on nya. ahahahhhaha

#GeErMaksimal
#SyndromeAkhirBulan
#SepertiItu

Friday, July 20, 2018

Anak Yang Iseng Ini Sering Membuat Terharu

Nggak perlu lagi kan dibilang siapaaa.... :-p


Ini adalah yang dia lakukan malam hari, Waktu H9/19 . Sulit sekali di ungkapkan dengan kata-kata ekspresi dan perasaan emak dan bapak ini, menghadapi si anak iseng ini. 

!@#$$%^&**(())_++++_)((*&&^^%%$#@!!!

Seperti itu... 

Tak berapa lama setelah kejadian, si anak bilang kalau mengantuk dan pengen tidur. Sebelum tidur baca buku dulu... 

Melihat dia membaca buku, saya jadi terharu... Hilang semua marah dan kesal karena tragedi ukelele. Berganti menjadi perasaan terharu, duh dek... Kecil-kecil begini koq udah belajar baca yaa... Semoga kamu selalu senang belajar yaaa... Jangan bosan untuk menjadi pintar. Aamiin...



Sayang ah dibuang videonya, jadi saya share disini saja. Untuk kenang-kenangan... Abaikan tumpukan boneka dan bantal, serta coret moret temboknya...hehehe

Ini adalah ketika K membaca salah satu dari buku Bob Books Collection nya. 

Oh iya, saya khilaf dan order lagi Bob Books Collection 3 ternyata. Soalnya tidak tahan untuk tidak order ketika ada bos yang menawarkan diri "Ada yang mau nitip nggak? Kalau mau nitip, kirim ke rumah kakak iparku, maksimal tanggal 29". Jadi ya cusss lah saya ke..... amazon. ahahahaha


Yang Baru di KGB

Super Iseng - Tapi Masih Kolokan :-p


Apa yang baru di KGB? Ya banyaklah...

KGB itu kan maksudnya Kindergarten B alias TK B gitu deh. Hari ini K masuk sekolah untuk pertama kalinya, setelah sekian lama libur. Dan you know what, it feels like jaman Pre-School dulu gitu. K menangis begitu motor mulai memasuki halaman sekolah. Dan menangis semakin keras ketika memasuki lobby sekolah, sampai di depan kelasnya...

Yassalaaammm...

Suara K yang cetar membahenol itu sukses membuat kami dilirik dan disaksikan oleh seantero orang disitu (udah biasa sih jadi artis, tapi males gitu deh). Mbak K, pleaseeeeee donk dehhh!!!

Emak: "K, nggak usah nangis. Get yourself together!"
K : #makinkejernangisnya #melukleheremaknyakenceng2
Emak: "Tarik nafas... Get yourself together..." #suaramulaipelandandalam #matamulaimenajam
K : #tariknafasdalam #mulaiterisak #tangantetepkencengdileher
Emak :"Kenapa harus nangis? Kan you ready for today. Sekolah lagi. udah pake sepatu baru... Pakai Bando baru... Bunda kenalin sama teacher baru nya ya?"
K : #nangiskejerlagi #emakkeki
K : #sambilmenangis "Mau minum dulu di picnic area.... "
Emak: "Minum boleh tapi nggak di piknik area. No one go to picnic area this morning. Tuh temen-temennya di kelas semua koq..."
K : "Minum sambil meletakkan tas di loker KGB-2"
Emak : "Ready? Bunda kenalin sama guru barunya ya..."
K : #langsungpelukleherkencenglagi #nangiskencenglagi #emakmulaioleng
Emak :"K, nggak boleh gitu ah... Udah KGB masak masih nangis?"
K : "Mau sama bundaaaa...."
Emak : "Ok. Yuk masuk sama bunda yuk...."

Dan kamipun masuk ke kelas, dimana semua temannya sudah duduk manis. Ketika saya tunjukkan tempat duduk dan terlihat mau keluar ruangan, K kembali kejer dan memeluk tangan saya erat. Eerrrrrr....

Gurunya berjuang membantu menenangkan, tapi ternyata tidak didengar oleh anak mungil itu. Masya Allah... :-p

K : "Mau minum lagiiiiii....."
Emak : "Ok, bunda ambilin dulu minumnya ya...."

Gurunya memegang K, saya berjalan keluar dan kabur. Saya sempat menoleh sebentar ke arah kelas, saya lihat dia sedang dipeluk oleh gurunya. Saya langsung ngibrit dan tidak mengambilkan minumnya. So sorry dear... :-p

Setelah pulang sekolah, seperti biasa saya menjemputnya di depan pintu sekolah. Off the record ya, kalau jam jemput sekolah, pintu sekolah anak saya itu udah kayak pintu kelurahan kalau lagi ada antrian sembako. Penuh sama ibu-ibu yang kebanyakan ngobrol ngalor ngidul, sebelum menggandeng tangan anak masing-masing. ahahha

Ketika K keluar, dia sudah senyum-senyum seakan lupa dengan drama pagi hari tadi gitu.

Emak : "How was your day?" #pertanyaanstandar
K : "Fine..." #sambilangkatjempol
Emak : "Tadi kenapa nangis gitu? Anak Pre-School aja nggak nangis gitu deh?"
K : "Because today is the first day!!!" #paketeriak #emakkeki


#Sepertiitu
#Dramapascaliburpanjang
#Dramakelasbaru

Wednesday, July 18, 2018

Doa Dari Setiap Orang Tua

Hari ini adalah kali ketiga saya menghadiri pertemuan wali murid diawal tahun ajaran baru. Pertama ketika anak saya masuk Pre-school, kedua ketika lanjut ke KGA, dan sekarang mulai memasuki KGB.

Dan ini adalah kali ketiga pula saya dan suami saya tersenyum, tertawa, dan sok tau setelah membaca list pembagian kelas anak saya. Kenapa? Karena kami merasa amazing alias takjub dengan nama anak-anak yang bersekolah bersama anak kami. Luar biasa indah, ada yang panjang, ada yang sulit diucapkan. Semuanya unik dan pastilah punya makna sendiri bagi orang tua nya, karena nama mereka adalah doa dan harapan dari setiap keluarganya.

Suami saya yang suka sotoy, senang sekali membaca berulang-ulang list nama itu. Kemudian mengeluarkan jurus sotoy nya, seperti contohnya:

Bojo: "Ini namanya Valentino.... Kayaknya orang tuanya penggemar MotoGP"; atau "Namanya Angelo, kayaknya orang tuanya penggemar kura-kura ninja..."; atau "Ini anaknya namanya Black, anak bule ya?"; atau "Ini namanya Anabelle, kayaknya orang tuanya suka film horror nih...."

Saya hanya tertawa terngakak-ngakak mendengar kesotoy-an suami saya... Begitulah dia, menghibur sekali. ahahahhaa

Saya tergoda untuk mengunggah daftarnya disini, tapi itu dilarang. Rawan digunakan orang sembarangan. Jadi tidak usah lah ya... :-p

Kali ini K bergabung di kelas KGB-2. Beberapa teman adalah teman lama di Pre-School dulu, beberapa teman di KGA, dan beberapa lainnya teman baru. Semoga anak-anak menikmati masa KGB nya dengan maksimal, banyak bermain dan belajar nilai-nilai kebaikan disekolahnya, dan menjalin pertemanan dengan baik dengan sesama. Aamiin.

Have Fun my dear...!

Monday, July 16, 2018

Peletakan Batu Pertama


Belakangan ini, rasanya saya membawa batu berat kemana-mana. Kemanapun saya pergi, batu itu selalu terbawa. Hingga langkah saya menjadi lambat, jiwa dan raga lelah luar biasa. Saya rasa, saya harus segera membuang batu tersebut, atau meletakkan nya disuatu tempat agar langkah saya kembali ringan dan hati saya kembali riang... Pertanyaannya kemudian, dimana saya harus meletakkannya, tanpa kemudian membuat orang bertanya-tanya?

Saya belum tahu jawabannya... #Searching...

Screenshot diatas adalah screenshot saya hari ini. Saya senang sekali handphone saya yang ini sudah sehat. Yang membuat saya sangat senang adalah saya bisa screenshot tulisan yang saya buat (#norak). Mengingat di handphone sebelumnya, saya tidak bisa melakukannya, meskipun sudah browsing caranya di internet, tapi handphone lama saya menolak bekerja sama. Ah sudahlah... Yang lalu biarlah berlalu...

Kembali lagi ke screenshot diatas...
Jadi ceritanya, anak saya semata wayang ini memang sedang dalam tahapan menguras emosi dan perasaan ibu-bapaknya. Setiap hari selalu saja ada hal yang diperdebatkan, dijadikan bahan berantem, dan akhirnya harus keluar ancaman-ancaman. Biasanya setelah itu saya menyesal, tapi besokannya saya ulangi lagi... Yassalaaamm... 

Ada apa dengan cak lontong syndrome?

Mungkin salah saya juga sih... Setiap K ngeles tidak mau membereskan mainan, atau tidak mau merapikan barang, saya akan selalu bertanya "Ini barangnya siapa?" dan kemudian disusul dengan "Karena punya K, jadi K donk yang harus taking a good care of it... Bukan Bunda bukan Ayah... ". Dan rupanya sodarah sodarah, si copycat kecil ini kemudian menggodok dan menggoreng (#eeeaaa #politikbangetbahasanya) kalimat saya menjadi senjata ngeles yang lebih ampuh.... Eeerrrrr

Semenjak si teteh resign, memang setiap hari mau tidak mau antara saya atau ayahnya, selalu berkonfrontasi langsung dengan K. Kalau sedang manis ya manissss... Kalau sedang asem, yassalaaaammmm... 

Pernah sekali waktu ketika saya sedang lelah jiwa raga karena banyak hal menumpuk menjadi satu, dan si bocah kecil mungil ini sedang semangadh ngeles dan ngeyel, saya marah dan menangis. Didepannya. Akhirnya dia marah-marah sambil nangis. Lebih drama lagi... Dalam tangis dan amarahnya dia bilang "Bunda jangan gitu... mukanya jelek... aku nggak suka kalau bunda mukanya jelek gitu...." Yassalaaaammm... Please donk deh... Marah ya marah aja, nangis ya nangis aja, tapi nggak usah bilang muka bundanya jelek gitu kaliiii..... Saya aselik mengurung diri didalam kamar. #siapayangbocah #rahasiakita #janganbilangsiapasiapa

Contoh lagi yang terkadang membuat saya merasa "hellowwwwww.... salah gw apaaaa ya..." adalah:

Saya: "K, ayo diberesin mainan nya... Kalau nggak diberesin nanti bunda buangin aja lho mainannya..."

K terdiam dan berfikir (suerrrr kalau dia sudah begini, saya deg-degan...), dan kemudian dia melihat saya dan bilang :

K: "Ya udah, buang aja mainannya"

Astaghfirullahaladzim.... Astaghfirullahaladzim... Astaghfirullahaladzim...

Sering sekali saya meninggikan suara kepada anak saya ini, tapi ternyata SUPER BAD IDEA. Karena suara dia lebih tinggi lagi skarang. Saya sedang berusaha memperbaiki kesalahan saya itu. Semoga segera bisa direvisi dan dihapus dari memori. Aamiin. 

Setiap malam, saya memandangi anak saya tidur, dan saya merasa bersalah. "Ya Allah... K, maafkan ibumu ini ya. Hari ini banyak marah-marahnya...." 

Makanya tak heran dan saya mengerti betul kenapa saya disemprot habis-habisan oleh teman saya yang anaknya 3, hanya karena saya mengomentari gaya dia mengunggah foto dengan caption panjang di medsos. Karena itu adalah cara dia untuk melepaskan ketegangan hati, melemaskan urat saraf, dan menjaga agar tetap waras dalam menjalankan amanah sebagai seorang istri dan seorang ibu. Again, maafkanlah aku temanmu yang suka kurang rem dan saringan kalau ngomong ya teman... Seperti yang aku bilang, tak pantas rasanya aku mengomentari perjuanganmu karena perjuanganku tak lebih dari seujung kuku... Hiks... 

Belakangan ini, cuaca kurang baik. Kadang panas kadang dingin... Kadang semangat kadang lesu... Kadang bergairah kadang kurang tenaga... Kadang bisa selow kadang jadi baper.... 

Seperti hari ini juga saya berdosa pada tukang grab car (Dih, hari ini banyak bener kasusnya!)... 
Ada mas-mas grab (ok, kalau saya boleh excuse, si mas nya nanya juga nggak pake permisi koq) yang nanya alamat rumah: 
MMG (Mas Mas Grab) : ".... Nomer 16 dimana ya?"
Saya : "oooh... nanya?"
MMG : "hehee... iya..."
Saya : "Nomer 16? Di belakangnya ini... pantat-pantat an sama rumah di baris ini...."
MMG : "Makasih..."

Saya melanjutkan agenda menyuapi anak... Tak lama kemudian mobil grab yang tadi dateng lagi dan berhenti diseberang rumah saya... Lhadalaaaaahhh... Rupanya pesanan tetangga depan rumah saya... Blok I9/No. 16. Astaghfirullahaladzim.... Pasti keki banget itu MMG. ahahahahhahaa

Lah, malah banyak curhat tentang hari ini... Ahahahaha
Tapi ya begitulah... Hidup... 
Selalu ada konsekuensi dalam setiap pilihan hidup... 
Yang harus dipastikan adalah, agar selalu waras dalam memilih, waras dalam menjalani konsekuensi buah dari pilihan. Tak ada gading yang tak retak... Tak ada yang sempurna dalam hidup ini...

Lelah itu adalah reaksi wajar akibat dipekerjakan terus menerus... 
Jiwa dan Raga bisa lelah, karena mereka bisa bekerja dengan keras...
Ketika lelah, istirahatlah... 
Jangan dipaksakan untuk terus bekerja, karena hasilnya akan menjauh dari kebaikan... 

Sabar itu tidak ada batasnya...
Terkadang manusia yang menciptakan syarat sendiri hingga sabar menemui ujungnya... 
Semoga Tuhan memberikan terang kepada setiap hambanya yang sabar, 
Semoga Tuhan memberikan damai kepada setiap hambanya yang gulana...

Seperti kata D'Masiv (eeeaaa... yo'i banget ya soundtracknya):
"Tak ada manusia... Yang terlahir sempurna... Jangan kau sesali... Sgala yang telah terjadi... Kita pasti pernah... Dapatkan cobaan yang berat... Seakan hidup ini... Tak ada artinya laaagiiii... Syukuri apa yang ada... Hidup adalah anugrah... Tetap jalani hidup ini... Melakukan yang terbaiiiikkkk...."

Hayooo.... Sambil nyanyi kan bacanya? Ahahhaha

Seperti kata-kata Pakde Aris kalau lagi nyanyi "Kuat dilakoni, Ra kuat tinggal ngopi...." Hokyah Hokyah... 

----------

Lho, batu saya mana? Saya baru ingat tadi mau nyimpen batu, koq malah sekarang lupa batunya dimana? 

Ya sudahlah... Baik-baik ya batu... Diem aja disitu... 

#Sepertiitu
#onlyifyouknow
#thenyouwillunderstand
#katanyanggakbolehkeenggresan
#yowesben

Wednesday, July 11, 2018

Senyum Itu Murah dan Ibadah Penuh Berkah


Open Pit, Belitung - January 2018
It is also need A very Big and Large Heart to save all the bad things,
So it can stay deep down inside...
Focus on the Good
Remind Me When I Got Tired

Monday, July 9, 2018

Rekening Tabungan Pertama Mbak K

Dari 30 sebetulnya... Salah tulis...
Ditemenin sama Mas Will dan Mbak Lou.. :-)
Yesss!!!

Akhirnya, setelah dari kapan tahu berencana dan berwacana untuk membuatkan rekening tabungan untuk Mbak K, kesampaian juga hari ini...

Perjuangan panjang sekali hari ini, komplit dengan drama bapak2 marah-marah di bank karena kelamaan ngantri, dll. Males ah ceritain ini, nanti jadi isinya keluh kesah basah... Rugi saya... :-p

Intinya... Yay... Rekening tabungan pertama, selesai dibuat. Di Bank BNI 46 karena pengen ATM nya ada photonya. Tapi ATM nya nanti bikinnya nyusul di BNI pusat saja, karena sangking lamanya ngantri hari ini, HP nya lowbat jadi nggak bisa transfer foto. Hiks...

Akhirnya, emak dan bapaknya Mbak K ini bisa memanfaatkan THR Mbak K ini dengan benar. Setelah empat kali puasa empat kali lebaran THR nya K di embat sempurna oleh kami (belum lagi uang saku kalau mudik di luar lebaran... duuuuhhhh), akhirnya kali ini bisa lurus ke jalan yang benar. ahahahahha

Dengan resmi dibuatkannya rekening tabungan ini, semoga kami semua bisa lebih rajin mengisinya. Siapa tau nanti Mbak K bisa lebih cepat mencapai Financial freedom nya lebih cepat daripada orang tuanya, karena dia belajar menabung sejak dini... Eeeaaa

Smangadh Mbak K!!!