Monday, December 18, 2017

This Is a Question For you

#Daughtertalk

Siang dengan Bunda:

K : #laridariluar “Bunda Bunda, come here”
B : “Kenapa?” #masihsambilkerja
K : “Cooooooomeeeee heeereeee..... fast”

Bunda nya mau nggak mau keluar karena sepertinya ada perkara genting

B : “Ada apa sih? Kayaknya heboh amat”
K : “Look here, I see Ladybug”

K jongkok di depan tanaman cabe yang tumbuh di pot dengan bersemangatnya.

K : “See Bunda... See... “
B : “ Oh iyaa... Ada banyak ya ladybug nya...”
K : “Where? I only see one”
B : “Ini lhooo sebelah siniiii...”
K : “Oooo.... iyaaa banyak...”
B : “Eh itu ada lagi sebelah situ” #katakununjukbagianlaintanamancabe
K : “Mana?”
B : “Ituuuuu....”
K : “Oh iyaaa.... iyaaa... Sooo many....”

Kami diam dan mengamati.

K : “Bunda, it’s different. The other is red and black. This is different”
B : “Masak sih? Yang ini warna apa?”
K : “Iyaaaa... It’s different! It’s orange and black!!! Wow... it’s so beautiful Bunda...”
B : “Masak sih?”
K : “Iyaaa... It’s sooo beautiful”
B : “Mbak K, menurut Mbak K, who create this beautiful ladybug?” #emaknyaiseng
K : “Me!”
B : “Ahahaha.... of course not. Bukan donk... Siapa hayo yang nyiptain Ladybug?”
K : “Siapa ya?”
B : “God. Tuhan. Allah yang menciptakan ladybug and all the beautiful creatures di dunia.”
K : diam dan melihat 
B : “Makanya kan tiap hari K nyanyi di sekolah - Thank you God, for making this day....- itu kan buat thankful to God karena sudah menciptakan semua beautiful things in the world”
K : Langsung nyanyi... dan main lagi...

Begitulah obrolan gado-gado Siang ini. 

Sore dengan Ayah

Ayahnya pulang kantor, dan istirahat di kurai. Anaknya langsung naik kepangkuan dan ngeciwis sendiri ngalor ngidul. Sampai akhirnya nanya :

K : “Ayah, kalau boys itu laki-laki atau perempuan? Kalau Girls itu laki-laki atau perempuan? Kalau cowok itu laki-laki atau perempuan? Kalau aku itu laki-laki atau perempuan?

...... #ayahnyamasihnyuekin

K : #mulaibete “Ayah, that’s a question for you and you have to answer!” 

#emakdanbapakmesemsaja
#sekian

Saturday, December 16, 2017

Kalau Bisa Tertawa, Kenapa Harus Tidak



Aku suka tertawa...
Bahkan kadang ketika sedang sendiri.
Jangan-jangan aku gila?
Ahahahhahaa
Tuh kan, aku tertawa lagi.

Semua indera yang kita punya, 
Bisa dengan mudah memancing kita untuk tertawa.
Kalian percaya?

Indera Penglihatan (Mata)

Coba lihat fenomena alam disekitar kita.
Semua yang serba ‘jaman now’ 
Rata-rata layak untuk ditertawakan.
Tidak selamanya buruk, hanya kadang suka menggelitik telapak kaki. 😜

Indera Penciuman (Hidung)

Cobalah mencium aroma-aroma ‘ketidakjelasan’.
Itu juga sering memancing tawa.
Membuat kita geli-geli gimana gitu.
Apalagi kalau kemudian berakhir dengan ‘segitu doank’ 😅

Indera Pendengaran (Telinga)

Sering kita mendengar orang berkata A sampai Z
Pelajaran penting yang harus diingat (ternyata) adalah jangan percaya semua.
Ketika kita percaya apa yang orang bilang begitu saja,
Akhirnya justru kita bisa tertawa haha haha 😜

Indera Pencecap (Lidah)

Suka lihat kan iklan di mana-mana,
Yang suka berkata ‘ini juaranya’ ‘ini nomer satu’ ‘aku yang begini’ ‘aku lebih suka begitu’ ‘nggak ada tandingannya’ dan seterusnya...
Tapi begitu kita coba, ternyata semua berbeda?
Nah, disitulah kita harus tertawa

Indera Perasa (Kulit)

Sering merasa merinding disko?
Sering kulit merinding karena dingin?
Sering merinding karena geli?
Nah kadang yang terakhir itu suka bikin bablas sampai tertawa... 🤣

Nah kan, banyak cara untuk tertawa. Tertawa juga gratis. Tertawa juga nggak susah. 

Kalau bisa ditertawakan, kenapa harus enggak?

Ahahahahahahahhajahahahahahajja

#satnite
#randomtalk

Friday, December 15, 2017

I have to get to work

#DaughtersTalk

Bunda kerja, anak main dirumah tetangga.
Tiba-tiba anak pulang dengan mata sayu.

K : "Bunda, I want to sleep"
B : "Mainnya udah?"

K mengangguk lesu. Bunda nya menyusul ke kamar sambil kerja. Ternyata di kamar dia nggak tidur. Malah gulang-guling main. Dan setelah beberapa lama, langsung bangun dan berkata:

K : "Bunda, I have to get to work!"
B : "Work? where?"
K : "Here... in my house!" #paketandaserubeneran
B : "oh, ok..."

K sibuk pakai sarung tangan, dan mulai sibuk dengan mainannya sendiri...

Trah Keluarga

Hari ini aku bangun tidur kesiangan karena tadi malam begadang. Pas bangun, lihat handphone sudah banyak misscalled dari bapak. Aku telpon balik akhirnya.

Ngobrol panjang lebar sama ibu juga, dari Belitung sampai ke tanaman sengon yang memerah karena diterjang panas dan angin. ppffiuuuhh... Cadangan biaya sekolah Mbak K itu... ahahaha

Sebelum sambungan telpon di tutup, ibuku memberikan kabar:

Ibu : "Kamu di daftarin trah Keluarga Kaligompyong lho..."
Aku : "Ngapain itu? Arisan?"
I : "Iya, arisan "
A : "Berapaan?"
I : "Seratus ribu..."
A : "Oh ya udah daftarin aja..."
I : "Tapi katanya kalau kamu yang dapet, mereka mau ke rumahmu..."
A : "heeeee? beneran?"
I : "Iya katanya. Katanya kalau Wilis yang dapet, nanti ya kita kerumahnya sana... Sekalian Jalan-Jalan..." #eeeaaa #pahamlah
A : "Berapa orang pesertanya?"
I : "50 an katanya. Aku udah bilang... Tapi rumahnya Wilis itu kecil... Nggak ada tempatnya nanti.... Mau pada tidur dimana...."
A : "He eh... Mau ditaruh dimana itu 50 orang? Gelarin tiker disamping rumah sama di jalan apa ya?"

I + B : Tertawa

B : "Ya paling karena mereka mau jalan-jalan aja itu. Ya nanti dibantu bensinnya deehhh.... " Kalau cuma dibantu bensinnya, nanti suruh tidur di bis aja apa? ahahahhaa

A : "Ya nggak papa... Boleh ajaaa.... "  Mas Bojo nyengir aja pas denger rencana serbuan trah keluarga ke Bogor. ahahahhaa

#Sekian

Thursday, December 14, 2017

Kebutuhan Vs Gaya Hidup



Tadi pagi ketika memulai hari, seperti biasa aku membaca berita dari salah satu situs online (Sisi positif ketika tak lagi bermedsos. Karena dulu ketika masih jaman rajin bermedsos, pertama kali buka komputer, maka medsos lah yang bakal di buka untuk membuka hari). Sayangnya, berseliweran berita tentang kriminal di homepage nya. Koruptor, pembunuhan, apalah apalah... Sad.

Salah satu yang menarik perhatianku adalah kasus 2 pembunuhan tragis yang dilakukan oleh suami terhadap istri. Yang satu ditembak mati (kasusnya sudah cukup lama), dan yang satu dimutilasi kemudian di bakar. Innalillahi... Miris sekali bacanya. Karena mereka adalah pasangan suami istri. Yang bagaimanapun juga dulunya adalah dua orang yang baru kenal, kemudian saling J A T U H C I N T A. Kenapa akhirnya harus sedemikian tragis? Tapi namanya hidup, selalu saja arahnya bebas tergantung masing-masing mau membawanya kemana.

Yang membuat semakin sedih adalah alasan kenapa mereka sampai harus berakhir naas di tangan suaminya. Menurut berita, dua-duanya dilatarbelakangi oleh keinginan untuk dibelikan mobil. Katanya mereka sering merengek minta dibelikan mobil. Mungkin mereka butuh? Mungkin mereka perlu? Mungkin mereka berpikir punya mobil akan membuat mereka lebih senang? Mungkin... Kita sebagai orang yang tidak kenal, ya hanya bisa mengira-ira saja alasannya...

Pertanyaan heran kemudian mulai aku lontarkan kepada salah satu teman yang sering berbagi banyak hal.
Aku : "Itu salah satu emak-emak jaman now apa gimana ya? Kan masih ngekos, kenapa maksa beli mobil gitu ke suaminya?"
Teman : "Mereka tinggal di kosan, tapi istrinya minta mobil..."

Merinding....

Tapi ini kemudian membawaku pada ingatan jauuuhhh kebelakang beberapa tahun lalu. Salah satu temanku (semoga engkau tenang di Sana), juga menyarankan kepadaku dan (calon) suamiku waktu itu untuk melakukan yang sama.

Beliau : "Ngapain kalian skarang mulai nyicil rumah? Lebih baik kontrak aja dulu. Lebih baik beli mobil karena kalau kalian nanti punya anak, akan lebih perlu buat antar ke rumah sakit, dll. Kalau kontrak berapa setahun? 10 juta. Kalau nyicil rumah berapa sebulan? 5 juta? nyicil buat 2 bulan udah bisa buat tinggal setahun... Mending kontrak aja dulu... Beli mobil"

Well... Jadi semua sepertinya hanya masalah pilihan dan prioritas saja kalau begitu. Kalau dibilang gaya hidup? Bisa juga tapi tidak mutlak. Nggak akan tau sampai kita kenal orangnya.

Sekian.

Wednesday, December 13, 2017

Belajar itu Membuat Hayati Lelah

Hari ini, adalah hari pengambilan raport untuk semester 1 - KGA nya Mbak K. Seperti biasa aku hadir dikelas K, dan setelah di bujuk rayu akhirnya K mau ikut juga... zzzzz

Obrolan kemaren:

B : "K, besok ikut PTC ya..."
K : "PTC apaan?"
B : "Itu lho... pertemuan wali murid, yang bunda ke sekolah K, terus ketemu miss nya, terus ngobrolin selama ini K ngapain aja, gimana aja, gitu-gitu deh..."
K : "Yang nanti dapet workbook aku?"
B : "Iya... "
K : "Yang kerjaan aku disekolah?"
B : "Iyaaa.... itu...."
K : "Enggak ah... Aku dirumah aja. Kan aku udah holiday one year"
B : "Ya kan mulai besok liburnya, tapi ketemu miss nya dulu. "
K : "Tapi kan kata Miss Sekar, aku holiday one year. Long holiday"
B : "Iyaaaa... tapi besok ketemuan dulu buat ambil hasil belajar nya K ya.... Eh coba tanya Ayah, besok ayah mau ngajak kemana gitu pulang PTC" #eeeaaa #mulainyuap
K : "Ayah, memang besok ayah mau ajak aku kemana?"
A : "Kemana? " #Ayahnya melirik ibunya yang kedip-kedip kode
K : "Kata bunda ayah mau ajak aku kemana?"
A : "Oooh... Iya, kalau besok K ikut PTC, pulangnya kita bisa main di Ki*z**na. Gimana?"
K : ......... #mikir
B : " Gimana? Sounds good enggak?"
K : "Tapi aku mau main doank nggak ikut PTC..."
B : "Ya no PTC no main doooonk...."
K : "Ya udah... ikut PTC"

Dan beberapa point dari ibu gurunya hari ini, bisa sedikit aku share disini:

Plus
1. Kiran sudah ada peningkatan disana dan disini --> Alhamdulillah

Minus
1. Kalau sudah jam 11, suka bilang lelah sama gurunya, dan memutuskan untuk istirahat, duduk. Melihat teman-temannya main. #eeeaaa

Duk mbak... Koq ikut-ikutan Bunda waktu jaman SMP - SMU ? Jaman TK - SD sih enggak lho bunda. Bunda semangat sekali dulu main di sekolah. :-))))))

Tapi nggak papa lah, kalau lelah ya istirahat aja.... Kalau udah nggak lelah bisa main lagi... kekekeke

#sekian

Sunday, December 10, 2017

Kami Menyukai Kota Bandung



Ceritanya, kami mendapatkan undangan untuk menghadiri pernikahan adek salah satu sahabat dekat kami di Bandung akhir pekan lalu. Karena sudah sedari lama kami diberitahukan perihal acara itu, makan kamipun sudah sedari lama merancang rencana perjalanan kami. 

Acara pernikahannya adalah Hari Sabtu, dari pagi (Akad Nikah) hingga siang hari (Resepsi). Setelah obrolan cukup panjang, maka kami putuskan untuk berangkat dari Bogor Jumat siang setelah Sholat Jum'at, dan pulang Hari Minggu. 

Dikarenakan Kota Bandung itu terkenal sekali dengan kemacetannya ketika akhir pekan, maka kami putuskan untuk fokus pada acara pernikahan, dan menikmati K O T A Bandung. Jum'at malam kami menginap di hotel yang lokasinya sangat dekat dengan lokasi pernikahan, hanya 5 menit berjalan kaki jaraknya. Sedangkan malam kedua kami memilih sebuah penginapan yang lebih dekat dengan Gedung Sate, sekitar 1.5 km jaraknya. 

Agenda kami sangat-sangat santai dan sederhana. Jum'at sore sampai, makan malam ditempat makan yang ada di lobby hotel. Langsung istirahat dan menikmati pemandangan kocak dimana K sibuk kesana kesini mengagumi seluruh pelosok kamar. Anak kampung masuk hotel ya harap dimaklum :-p
Sabtu pagi kami siap menghadiri Akad, sekalian check out dari hotel. Karena kami berencana langsung pindah ke tengah kota setelah acara pernikahan selesai. 

Acara pernikahan berjalan lancar mulai dari akad sampai dengan resepsi, makanannya enak-enak. Hehehee. 

Setelah acara selesai, kami bergegas meninggalkan lokasi karena si Mbak K juga sudah lelah dan mulai mengantuk. 

Jarak dari lokasi pernikahan ke penginapan kedua kami sebetulnya hanya sekitar 14 kilo. Tapi ajaibnya Bandung, bisa membuat perjalanan kami sekitar 2 jam... Amazing !  Mbak K sih bobok syantiek kelelahan, jadi no problemo :-p

Sesampainya di penginapan, kami menemani Ucen yang beberapa kali ditolak ojol. Ahahahaa, ya nasib. Ojol di Kota Kembang ini lucu sekali. Mereka rata-rata tidak punya jas hujan. Beberapa tidak punya jas hujan untuk penumpang, tapi beberapa bahkan tidak punya jas hujan bagi mereka sendiri... Aja Aja Ada lho si bang jol...

Akhirnya, setelah beberapa kali ditolak, beberapa provider dicoba dan ditolak juga, akhirnya ada satu si abang ojol yang bersedia mengantarkan Ucen ke tempat tujuan. Meskipun mang Ojol pake jas hujan Mantel, yang membuat kami puas mentertawakan Ucen "Kena Karma" karena di perjalanan menuju penginapan, Ucen mentertawai orang yang bermantel. ahahaha... Di bayar Tunai :-p

Setelah Ucen pergi, kami mulai mager di kamar, tiduran, ngobrol, nonton tv seadanya. Sampai pada saatnya adegan Ayah is my best buddy ever terjadi.... :-p

Kami makan malam di sebuah tempat makan yang legendary karena kisah pemiliknya, dimana konon pemiliknya memberikan satu cabang restoran kepada masing-masing istrinya. Luar biasa.

Sampai menjelang makan malam dihidangkan, Mood Mbak K masih sangat super excited, super bahagia, dan super menikmati. Hingga tiba saatnya akrobat. Aku hanya sempat mendengar dia berkata :

K : " Bunda, lihat aku bisa..... "  Selanjutnya adalah suara tangisan, darah mengalir di bibirnya, dan aku minta segelas air hangat ke dapur restoran.

Sejak itu, K menjadi pendiam, manyun, dan semakin terlihat manyun karena bibirnya bengkak. Poor K :-(

Sampai dengan pagi harinya, K masih kurang bersemangadh, murung, dan manyun. Sedikit dirayu untuk berjalan ke CFD ke sekitar Gedung Sate, akhirnya dia sedikit ceria. Kami berjalan kaki dari penginapan, menuju area Gedung Sate. K berjalan cukup jauh, lebih dari 2/3 jarak penginapan - Gedung Sate. Setelah itu dia lelah dan minta gendong... :-p

Akhirnya kami memutuskan untuk keluar dari penginapan lebih awal, mampir di Taman Lalu Lintas, dan mengantarkan tante nya K yang ng-kos di Bandung, dan makan siang didaerah sana.

Di Taman Lalu Lintas Kota Bandung

Masuk ke taman kota ini kita hanya perlu membayar Rp. 7000 per orang. Didalamnya banyak terdapat wahana anak seperti ayunan, seluncuran, persewaan sepeda, kereta api mini, odong-odong, rumah pohon, carousel, dan beberapa wahana lainnya. Beberapa kita diminta bayaran lagi, tapi banyak juga yang gratis. Karena kita kesana Hari Minggu, maka suasananya sangat ramai dan padat. Betul-betul merakyat :-)

Karena antrian panjang luar biasa untuk sepeda, kereta dan odong-odong, K pun dengan senang melewatkan nya. Dia sibuk nyari perosotan dan ayunan. Dan melihat carousel antriannya tidak terlalu panjang, dia bahagia bisa mencobanya. Untung ada tantenya yang setia menemani kesana dan kesini, sehingga emak dan bapak ini bisa melipir dan ngopi. Kami bicara, seperti biasa.

Aku : "Rame banget ya "
Dia : "Iya. Padet banget. "
Aku : "Tau nggak yang aku pikirin kalau liat taman bermain ramai begini? Ngeliat anak-anak main ditaman kota kek gini?"
Dia : "Apaan"
Aku : "Bahwa sejatinya semua anak itu akan bahagia kalau di ajak bermain. Lihat deh mereka, asal ada ayunan, perosotan, sepeda, carousel, dan mainan-mainan kek gitu aja udah pada bahagia bener keliatannya. "
Dia : "Ya namanya juga anak-anak. Memang seneng lah kalau diajak main."
Aku : "Iya, maksudku, kalau kita sebagai orang tuanya nggak ngajakin mereka ke tempat main model K**z*n*a, atau Kid***a juga nggak masalah gitu. Kan main ditempat mainan kayak gini aja anak-anak sama2 bahagianya. K juga sama nggak pengen cepet pulangnya.... hehehe"
Dia : "Ya itu sih pilihan orang tuanya memang"
Aku : "Atau orang tuanya pelit kayak kita..."

Dan kamipun tertawa, seiring K dan tantenya datang setelah 2 putaran carousel, dan siap untuk pulang.

Kamipun meluncur ke arah Gasibu, dan makan siang disekitar situ. Setelah berpisah dengan tantenya K, kamipun meluncur kembali ke Bogor - the rain city.

Kami rasa, kami suka Bandung. Bukan dengan cara orang-orang pada umumnya tentang semua tempat nge-heitz nya, tapi suka suasana pagi nya. Kalau kami punya rejeki dan kesempatan lagi, kami akan melakukan hal yang sama. Menginap, mencari lokasi yang nyaman dan dekat dengan fasilitas umum, menikmati pagi dan hari di sekitaran, sambil bercengkerama.

Lovely Bandung!