Ceritanya, kami mendapatkan undangan untuk menghadiri pernikahan adek salah satu sahabat dekat kami di Bandung akhir pekan lalu. Karena sudah sedari lama kami diberitahukan perihal acara itu, makan kamipun sudah sedari lama merancang rencana perjalanan kami.
Acara pernikahannya adalah Hari Sabtu, dari pagi (Akad Nikah) hingga siang hari (Resepsi). Setelah obrolan cukup panjang, maka kami putuskan untuk berangkat dari Bogor Jumat siang setelah Sholat Jum'at, dan pulang Hari Minggu.
Dikarenakan Kota Bandung itu terkenal sekali dengan kemacetannya ketika akhir pekan, maka kami putuskan untuk fokus pada acara pernikahan, dan menikmati K O T A Bandung. Jum'at malam kami menginap di hotel yang lokasinya sangat dekat dengan lokasi pernikahan, hanya 5 menit berjalan kaki jaraknya. Sedangkan malam kedua kami memilih sebuah penginapan yang lebih dekat dengan Gedung Sate, sekitar 1.5 km jaraknya.
Agenda kami sangat-sangat santai dan sederhana. Jum'at sore sampai, makan malam ditempat makan yang ada di lobby hotel. Langsung istirahat dan menikmati pemandangan kocak dimana K sibuk kesana kesini mengagumi seluruh pelosok kamar. Anak kampung masuk hotel ya harap dimaklum :-p
Sabtu pagi kami siap menghadiri Akad, sekalian check out dari hotel. Karena kami berencana langsung pindah ke tengah kota setelah acara pernikahan selesai.
Acara pernikahan berjalan lancar mulai dari akad sampai dengan resepsi, makanannya enak-enak. Hehehee.
Setelah acara selesai, kami bergegas meninggalkan lokasi karena si Mbak K juga sudah lelah dan mulai mengantuk.
Jarak dari lokasi pernikahan ke penginapan kedua kami sebetulnya hanya sekitar 14 kilo. Tapi ajaibnya Bandung, bisa membuat perjalanan kami sekitar 2 jam... Amazing ! Mbak K sih bobok syantiek kelelahan, jadi no problemo :-p
Sesampainya di penginapan, kami menemani Ucen yang beberapa kali ditolak ojol. Ahahahaa, ya nasib. Ojol di Kota Kembang ini lucu sekali. Mereka rata-rata tidak punya jas hujan. Beberapa tidak punya jas hujan untuk penumpang, tapi beberapa bahkan tidak punya jas hujan bagi mereka sendiri... Aja Aja Ada lho si bang jol...
Akhirnya, setelah beberapa kali ditolak, beberapa provider dicoba dan ditolak juga, akhirnya ada satu si abang ojol yang bersedia mengantarkan Ucen ke tempat tujuan. Meskipun mang Ojol pake jas hujan Mantel, yang membuat kami puas mentertawakan Ucen "Kena Karma" karena di perjalanan menuju penginapan, Ucen mentertawai orang yang bermantel. ahahaha... Di bayar Tunai :-p
Setelah Ucen pergi, kami mulai mager di kamar, tiduran, ngobrol, nonton tv seadanya. Sampai pada saatnya adegan Ayah is my best buddy ever terjadi.... :-p
Kami makan malam di sebuah tempat makan yang legendary karena kisah pemiliknya, dimana konon pemiliknya memberikan satu cabang restoran kepada masing-masing istrinya. Luar biasa.
Sampai menjelang makan malam dihidangkan, Mood Mbak K masih sangat super excited, super bahagia, dan super menikmati. Hingga tiba saatnya akrobat. Aku hanya sempat mendengar dia berkata :
K : " Bunda, lihat aku bisa..... " Selanjutnya adalah suara tangisan, darah mengalir di bibirnya, dan aku minta segelas air hangat ke dapur restoran.
Sejak itu, K menjadi pendiam, manyun, dan semakin terlihat manyun karena bibirnya bengkak. Poor K :-(
Sampai dengan pagi harinya, K masih kurang bersemangadh, murung, dan manyun. Sedikit dirayu untuk berjalan ke CFD ke sekitar Gedung Sate, akhirnya dia sedikit ceria. Kami berjalan kaki dari penginapan, menuju area Gedung Sate. K berjalan cukup jauh, lebih dari 2/3 jarak penginapan - Gedung Sate. Setelah itu dia lelah dan minta gendong... :-p
Akhirnya kami memutuskan untuk keluar dari penginapan lebih awal, mampir di Taman Lalu Lintas, dan mengantarkan tante nya K yang ng-kos di Bandung, dan makan siang didaerah sana.
Di Taman Lalu Lintas Kota Bandung
Masuk ke taman kota ini kita hanya perlu membayar Rp. 7000 per orang. Didalamnya banyak terdapat wahana anak seperti ayunan, seluncuran, persewaan sepeda, kereta api mini, odong-odong, rumah pohon, carousel, dan beberapa wahana lainnya. Beberapa kita diminta bayaran lagi, tapi banyak juga yang gratis. Karena kita kesana Hari Minggu, maka suasananya sangat ramai dan padat. Betul-betul merakyat :-)
Karena antrian panjang luar biasa untuk sepeda, kereta dan odong-odong, K pun dengan senang melewatkan nya. Dia sibuk nyari perosotan dan ayunan. Dan melihat carousel antriannya tidak terlalu panjang, dia bahagia bisa mencobanya. Untung ada tantenya yang setia menemani kesana dan kesini, sehingga emak dan bapak ini bisa melipir dan ngopi. Kami bicara, seperti biasa.
Aku : "Rame banget ya "
Dia : "Iya. Padet banget. "
Aku : "Tau nggak yang aku pikirin kalau liat taman bermain ramai begini? Ngeliat anak-anak main ditaman kota kek gini?"
Dia : "Apaan"
Aku : "Bahwa sejatinya semua anak itu akan bahagia kalau di ajak bermain. Lihat deh mereka, asal ada ayunan, perosotan, sepeda, carousel, dan mainan-mainan kek gitu aja udah pada bahagia bener keliatannya. "
Dia : "Ya namanya juga anak-anak. Memang seneng lah kalau diajak main."
Aku : "Iya, maksudku, kalau kita sebagai orang tuanya nggak ngajakin mereka ke tempat main model K**z*n*a, atau Kid***a juga nggak masalah gitu. Kan main ditempat mainan kayak gini aja anak-anak sama2 bahagianya. K juga sama nggak pengen cepet pulangnya.... hehehe"
Dia : "Ya itu sih pilihan orang tuanya memang"
Aku : "Atau orang tuanya pelit kayak kita..."
Dan kamipun tertawa, seiring K dan tantenya datang setelah 2 putaran carousel, dan siap untuk pulang.
Kamipun meluncur ke arah Gasibu, dan makan siang disekitar situ. Setelah berpisah dengan tantenya K, kamipun meluncur kembali ke Bogor - the rain city.
Kami rasa, kami suka Bandung. Bukan dengan cara orang-orang pada umumnya tentang semua tempat nge-heitz nya, tapi suka suasana pagi nya. Kalau kami punya rejeki dan kesempatan lagi, kami akan melakukan hal yang sama. Menginap, mencari lokasi yang nyaman dan dekat dengan fasilitas umum, menikmati pagi dan hari di sekitaran, sambil bercengkerama.
Lovely Bandung!

No comments:
Post a Comment