Hari ini, adalah hari pengambilan raport untuk semester 1 - KGA nya Mbak K. Seperti biasa aku hadir dikelas K, dan setelah di bujuk rayu akhirnya K mau ikut juga... zzzzz
Obrolan kemaren:
B : "K, besok ikut PTC ya..."
K : "PTC apaan?"
B : "Itu lho... pertemuan wali murid, yang bunda ke sekolah K, terus ketemu miss nya, terus ngobrolin selama ini K ngapain aja, gimana aja, gitu-gitu deh..."
K : "Yang nanti dapet workbook aku?"
B : "Iya... "
K : "Yang kerjaan aku disekolah?"
B : "Iyaaa.... itu...."
K : "Enggak ah... Aku dirumah aja. Kan aku udah holiday one year"
B : "Ya kan mulai besok liburnya, tapi ketemu miss nya dulu. "
K : "Tapi kan kata Miss Sekar, aku holiday one year. Long holiday"
B : "Iyaaaa... tapi besok ketemuan dulu buat ambil hasil belajar nya K ya.... Eh coba tanya Ayah, besok ayah mau ngajak kemana gitu pulang PTC" #eeeaaa #mulainyuap
K : "Ayah, memang besok ayah mau ajak aku kemana?"
A : "Kemana? " #Ayahnya melirik ibunya yang kedip-kedip kode
K : "Kata bunda ayah mau ajak aku kemana?"
A : "Oooh... Iya, kalau besok K ikut PTC, pulangnya kita bisa main di Ki*z**na. Gimana?"
K : ......... #mikir
B : " Gimana? Sounds good enggak?"
K : "Tapi aku mau main doank nggak ikut PTC..."
B : "Ya no PTC no main doooonk...."
K : "Ya udah... ikut PTC"
Dan beberapa point dari ibu gurunya hari ini, bisa sedikit aku share disini:
Plus
1. Kiran sudah ada peningkatan disana dan disini --> Alhamdulillah
Minus
1. Kalau sudah jam 11, suka bilang lelah sama gurunya, dan memutuskan untuk istirahat, duduk. Melihat teman-temannya main. #eeeaaa
Duk mbak... Koq ikut-ikutan Bunda waktu jaman SMP - SMU ? Jaman TK - SD sih enggak lho bunda. Bunda semangat sekali dulu main di sekolah. :-))))))
Tapi nggak papa lah, kalau lelah ya istirahat aja.... Kalau udah nggak lelah bisa main lagi... kekekeke
#sekian
Wednesday, December 13, 2017
Sunday, December 10, 2017
Kami Menyukai Kota Bandung
Ceritanya, kami mendapatkan undangan untuk menghadiri pernikahan adek salah satu sahabat dekat kami di Bandung akhir pekan lalu. Karena sudah sedari lama kami diberitahukan perihal acara itu, makan kamipun sudah sedari lama merancang rencana perjalanan kami.
Acara pernikahannya adalah Hari Sabtu, dari pagi (Akad Nikah) hingga siang hari (Resepsi). Setelah obrolan cukup panjang, maka kami putuskan untuk berangkat dari Bogor Jumat siang setelah Sholat Jum'at, dan pulang Hari Minggu.
Dikarenakan Kota Bandung itu terkenal sekali dengan kemacetannya ketika akhir pekan, maka kami putuskan untuk fokus pada acara pernikahan, dan menikmati K O T A Bandung. Jum'at malam kami menginap di hotel yang lokasinya sangat dekat dengan lokasi pernikahan, hanya 5 menit berjalan kaki jaraknya. Sedangkan malam kedua kami memilih sebuah penginapan yang lebih dekat dengan Gedung Sate, sekitar 1.5 km jaraknya.
Agenda kami sangat-sangat santai dan sederhana. Jum'at sore sampai, makan malam ditempat makan yang ada di lobby hotel. Langsung istirahat dan menikmati pemandangan kocak dimana K sibuk kesana kesini mengagumi seluruh pelosok kamar. Anak kampung masuk hotel ya harap dimaklum :-p
Sabtu pagi kami siap menghadiri Akad, sekalian check out dari hotel. Karena kami berencana langsung pindah ke tengah kota setelah acara pernikahan selesai.
Acara pernikahan berjalan lancar mulai dari akad sampai dengan resepsi, makanannya enak-enak. Hehehee.
Setelah acara selesai, kami bergegas meninggalkan lokasi karena si Mbak K juga sudah lelah dan mulai mengantuk.
Jarak dari lokasi pernikahan ke penginapan kedua kami sebetulnya hanya sekitar 14 kilo. Tapi ajaibnya Bandung, bisa membuat perjalanan kami sekitar 2 jam... Amazing ! Mbak K sih bobok syantiek kelelahan, jadi no problemo :-p
Sesampainya di penginapan, kami menemani Ucen yang beberapa kali ditolak ojol. Ahahahaa, ya nasib. Ojol di Kota Kembang ini lucu sekali. Mereka rata-rata tidak punya jas hujan. Beberapa tidak punya jas hujan untuk penumpang, tapi beberapa bahkan tidak punya jas hujan bagi mereka sendiri... Aja Aja Ada lho si bang jol...
Akhirnya, setelah beberapa kali ditolak, beberapa provider dicoba dan ditolak juga, akhirnya ada satu si abang ojol yang bersedia mengantarkan Ucen ke tempat tujuan. Meskipun mang Ojol pake jas hujan Mantel, yang membuat kami puas mentertawakan Ucen "Kena Karma" karena di perjalanan menuju penginapan, Ucen mentertawai orang yang bermantel. ahahaha... Di bayar Tunai :-p
Setelah Ucen pergi, kami mulai mager di kamar, tiduran, ngobrol, nonton tv seadanya. Sampai pada saatnya adegan Ayah is my best buddy ever terjadi.... :-p
Kami makan malam di sebuah tempat makan yang legendary karena kisah pemiliknya, dimana konon pemiliknya memberikan satu cabang restoran kepada masing-masing istrinya. Luar biasa.
Sampai menjelang makan malam dihidangkan, Mood Mbak K masih sangat super excited, super bahagia, dan super menikmati. Hingga tiba saatnya akrobat. Aku hanya sempat mendengar dia berkata :
K : " Bunda, lihat aku bisa..... " Selanjutnya adalah suara tangisan, darah mengalir di bibirnya, dan aku minta segelas air hangat ke dapur restoran.
Sejak itu, K menjadi pendiam, manyun, dan semakin terlihat manyun karena bibirnya bengkak. Poor K :-(
Sampai dengan pagi harinya, K masih kurang bersemangadh, murung, dan manyun. Sedikit dirayu untuk berjalan ke CFD ke sekitar Gedung Sate, akhirnya dia sedikit ceria. Kami berjalan kaki dari penginapan, menuju area Gedung Sate. K berjalan cukup jauh, lebih dari 2/3 jarak penginapan - Gedung Sate. Setelah itu dia lelah dan minta gendong... :-p
Akhirnya kami memutuskan untuk keluar dari penginapan lebih awal, mampir di Taman Lalu Lintas, dan mengantarkan tante nya K yang ng-kos di Bandung, dan makan siang didaerah sana.
Di Taman Lalu Lintas Kota Bandung
Masuk ke taman kota ini kita hanya perlu membayar Rp. 7000 per orang. Didalamnya banyak terdapat wahana anak seperti ayunan, seluncuran, persewaan sepeda, kereta api mini, odong-odong, rumah pohon, carousel, dan beberapa wahana lainnya. Beberapa kita diminta bayaran lagi, tapi banyak juga yang gratis. Karena kita kesana Hari Minggu, maka suasananya sangat ramai dan padat. Betul-betul merakyat :-)
Karena antrian panjang luar biasa untuk sepeda, kereta dan odong-odong, K pun dengan senang melewatkan nya. Dia sibuk nyari perosotan dan ayunan. Dan melihat carousel antriannya tidak terlalu panjang, dia bahagia bisa mencobanya. Untung ada tantenya yang setia menemani kesana dan kesini, sehingga emak dan bapak ini bisa melipir dan ngopi. Kami bicara, seperti biasa.
Aku : "Rame banget ya "
Dia : "Iya. Padet banget. "
Aku : "Tau nggak yang aku pikirin kalau liat taman bermain ramai begini? Ngeliat anak-anak main ditaman kota kek gini?"
Dia : "Apaan"
Aku : "Bahwa sejatinya semua anak itu akan bahagia kalau di ajak bermain. Lihat deh mereka, asal ada ayunan, perosotan, sepeda, carousel, dan mainan-mainan kek gitu aja udah pada bahagia bener keliatannya. "
Dia : "Ya namanya juga anak-anak. Memang seneng lah kalau diajak main."
Aku : "Iya, maksudku, kalau kita sebagai orang tuanya nggak ngajakin mereka ke tempat main model K**z*n*a, atau Kid***a juga nggak masalah gitu. Kan main ditempat mainan kayak gini aja anak-anak sama2 bahagianya. K juga sama nggak pengen cepet pulangnya.... hehehe"
Dia : "Ya itu sih pilihan orang tuanya memang"
Aku : "Atau orang tuanya pelit kayak kita..."
Dan kamipun tertawa, seiring K dan tantenya datang setelah 2 putaran carousel, dan siap untuk pulang.
Kamipun meluncur ke arah Gasibu, dan makan siang disekitar situ. Setelah berpisah dengan tantenya K, kamipun meluncur kembali ke Bogor - the rain city.
Kami rasa, kami suka Bandung. Bukan dengan cara orang-orang pada umumnya tentang semua tempat nge-heitz nya, tapi suka suasana pagi nya. Kalau kami punya rejeki dan kesempatan lagi, kami akan melakukan hal yang sama. Menginap, mencari lokasi yang nyaman dan dekat dengan fasilitas umum, menikmati pagi dan hari di sekitaran, sambil bercengkerama.
Lovely Bandung!
Saturday, December 9, 2017
Bandung Malam Ini - Ayah is My Best Buddy
#daughterstalk
#bikinngiri
Ceritanya mau makan malam, bunda masih gegoleran di tempat tidur.
Si anak sudah tak sabar mau jalan keluar.
An : “Ayah, ayo kita jalan keluar...”
Ay : “Itu ajakin Bunda tuh... “
An : “Bunda, ayo kita makan ayam goreng”
Bun : “Aduuuhh.... masih maleeeessss”
An : “Ayah, bunda ih males terus...”
Ay : “Iya Bunda ih males terus. Kita tinggalin aja Bunda yuk...”
An : “Ayuk. Bunda tinggalin aja...”
Akhirnya anak ngintilin ayahnya siap2. Ke toilet, ganti baju, sisiran, minum, dll. Tiba2 dia berkata
An : “Ayah is my best buddy ever”
Bundanya langsung bangun dan ikut siap2
Bun : “Bunda is your best buddy too kan?”
An : “No. Ayah is my best buddy. Bunda no”
#Sekian
#BandungMalamIni
#SyahduBersamaBeliau
#bikinngiri
Ceritanya mau makan malam, bunda masih gegoleran di tempat tidur.
Si anak sudah tak sabar mau jalan keluar.
An : “Ayah, ayo kita jalan keluar...”
Ay : “Itu ajakin Bunda tuh... “
An : “Bunda, ayo kita makan ayam goreng”
Bun : “Aduuuhh.... masih maleeeessss”
An : “Ayah, bunda ih males terus...”
Ay : “Iya Bunda ih males terus. Kita tinggalin aja Bunda yuk...”
An : “Ayuk. Bunda tinggalin aja...”
Akhirnya anak ngintilin ayahnya siap2. Ke toilet, ganti baju, sisiran, minum, dll. Tiba2 dia berkata
An : “Ayah is my best buddy ever”
Bundanya langsung bangun dan ikut siap2
Bun : “Bunda is your best buddy too kan?”
An : “No. Ayah is my best buddy. Bunda no”
#Sekian
#BandungMalamIni
#SyahduBersamaBeliau
Thursday, December 7, 2017
Blusukan, Obrolan, Kekhawatiran, dan Kenyataan
Gegara semalam mimpi sedih, jadi pengen meracau lagi dimari....
------
Beberapa bulan yang lalu...
Setelah kami mencari sesuap nasi (benar-benar mencari nasi sampai ke restaurant China), aku dan salah satu teman memutuskan untuk tersesat. Kami menyesatkan diri memasuki lorong-lorong kecil, jalanan batu yang sambung menyambung seolah tak berujung.
Apa yang kami lakukan? Nggak ada... Cuma berjalan-jalan, menikmati gang, ngintip2 toko-toko kecil yang semua tutup karena Siesta (waktunya bobok siang panjang), melihat rumah-rumah tua dari batu, gereja tua, ngobrol...
Ternyata menyenangkan juga menyesatkan diri disela-sela gang itu, banyak hal baru yang bisa di lihat, yang tidak akan ditemukan kalau kami hanya berjalan lewat jalan utama di pinggir hotel, pinggir pasar, dan pinggir laut itu.
Aku dan temanku akhirnya sepakat untuk kembali menyesatkan diri dihari kemudian, dan kemudiannya lagi. Kami menikmati ketersesatan kami. Tapi demi bisa window shopping ke toko-toko kecil itu, kami harus rela mengorbankan makan siang kami. Nggak papa lah, makan siangnya juga kadang suka berantem sama lidah, dan nggak saling ngobrol... Kami perbanyak saja makan cemilan di waktu coffe break. Lumayan koq cemilannya lebih bisa ngobrol sama lidah kami... :-p
Cerita dari Shopping side:
Kami berdua sama-sama lebih suka sesuatu yang kecil-kecil, barang biasa, tapi nggak di jual di Indonesia. Contohnya? Aku akhirnya membeli penghapus pensil, yang bersusun dengan rautan, tapi warnanya kombinasi unik sekali. Si Mbak juga membeli kotak-kotak kecil dengan motif yang belum pernah aku lihat di Indonesia. Lumayan buat tempat perhiasan gitu.
Pengen beli kaos yang memang lucu, berbahan bagus. Tapi mahalnya... Secara otak langsung mengkonversi ke rupiah, jadi kurang lepas belanjanya. ahahaha
Cerita dari Craft side:
Kami berdua sebetulnya suka sekali dengan Craft. Si Mbak malah sudah berbisnis tas dari kulit, dan suka juga membuat rajutan amigurumi. Aku suka merajut (merenda) sesuatu yang lebih dipakai harian. Makanya acara blusukan itu semakin sempurna. Maklum di daerah yang musimnya beda dengan kita itu, banyak sekali toko-toko kecil yang menjual pernik-pernik merajut dan merenda (meskipun crocheting itu diterjemahkan menjadi merenda, tapi koq aku lebih suka bilang merajut. ahahha. Maksa).
Satu waktu kami dengan semangat memasuki sebuah pintu yang memajang banyak sekali benang rajut dengan warna cantik. Begitu memasuki rumah, terlihat sekitar 5-6 nenek-nenek duduk melingkari meja bundar. Mereka sedang merajut! Mereka otomatis berhenti merajut dan melihat ke arah kami. Kami dengan salah tingkat hanya melihat ke arah mereka, tersenyum, berkeliling sebentar, dan langsung kabur. Setelah itu kami tertawa-tawa karena membayangkan jangan-jangan nanti ketika tua kami akan seperti mereka. Merajut bersama.... :-p
Cerita dari Ngobrol:
Kami sempat juga ngobrol sedikit serius, tentang fenomena yang sedang terjadi saat itu. Kami merasa sedih, penasaran, kurang rela, tapi kemudian ikhlas dan sadar bahwa semua itu adalah kenyataan hidup yang memang sering terjadi. That's Life!
Aku sempat bilang "Saya sih paham kondisinya, tapi kalau saya, lebih senang kalau dibilang langsung tanpa harus (seperti dibuat) terombang-ambing ... Terasa lebih gimanaaaa gitu..."
Kemudian kami saling membuka sedikit kisi-kisi kedepan, mengenai ini, itu, anu, dan inu. Kami semakin sedih. Dan semakin blusukan.
Cerita dari Mimpi tadi malam :
Tadi pagi, saya terbangun dengan kurang nyaman. Sepertinya malam tadi adalah malam yang panjang. Sepertinya banyak yang terjadi dalam tidurku. Hanya saja aku tak ingat pasti. Beberapa hal yang bisa kuingat hanyalah Ini dan Itu (dari cerita ngobrol lalu itu) berada di antara kami, dan sedih sekali. Sepertinya kami adalah kumpulan orang yang sedang sedih. Entah kenapa.
Cerita Pagi ini:
Pagi ini aku mulai kerja seperti biasa. Membuka laptop, membuka email, menyalakan skype. Pesan pertama yang masuk membuat sedih. Anu dari cerita lalu ternyata betul-betul memutuskan untuk berpisah dari kami. Beliau mengucapkan kalimat perpisahan. Sampai aku menulis ini, aku belum menemukan kata-kata untuk membalas emailnya dan mengucapkan sampai jumpa juga. Nanti aku fikirkan bagaimana.... Aku sedang sedih.
Kadang tangisan dalam mabuk itu sepadan...
Aku jadi ingat waktu itu, waktu makan malam terakhir. Sepertinya waktu itu aku mabuk. Karena mendadak aku menangis. Hanya karena ada temanku yang mengucapkan salam perpisahan biasa. Saat itu, entah apa yang ada dikepalaku. Sepertinya sedang kosong. Isinya meleleh kedalam gelas wine. Iyyyuuuuhhhh....
Sebagai orang yang mellow, lebay, dan suka tersesat dalam ketidakjelasan, aku merasa perpisahaan kala itu terasa berbeda dengan biasanya. Tensi seperti sedang meninggi. Banyak berita berseliweran tentang perubahan. Tentang angin semilir yang perlahan semakin kencang dan berpotensi menjadi badai. #eeeaaa #mulailebay.
Seperti itu lah intinya...
Tapi kembali lagi... Hidup dan dunia ini adalah panggung sandiwara... Ceritanya yang mudah berubah. Masing-masing mendapat satu peranan yang harus kita mainkan.... #malahnyanyi
Selamat Hari Kamis!
Besok Hari Jum'at,
Lusa Hari Sabtu...
Kita kondangan lagi... :-)
------
Beberapa bulan yang lalu...
Setelah kami mencari sesuap nasi (benar-benar mencari nasi sampai ke restaurant China), aku dan salah satu teman memutuskan untuk tersesat. Kami menyesatkan diri memasuki lorong-lorong kecil, jalanan batu yang sambung menyambung seolah tak berujung.
Apa yang kami lakukan? Nggak ada... Cuma berjalan-jalan, menikmati gang, ngintip2 toko-toko kecil yang semua tutup karena Siesta (waktunya bobok siang panjang), melihat rumah-rumah tua dari batu, gereja tua, ngobrol...
Ternyata menyenangkan juga menyesatkan diri disela-sela gang itu, banyak hal baru yang bisa di lihat, yang tidak akan ditemukan kalau kami hanya berjalan lewat jalan utama di pinggir hotel, pinggir pasar, dan pinggir laut itu.
Aku dan temanku akhirnya sepakat untuk kembali menyesatkan diri dihari kemudian, dan kemudiannya lagi. Kami menikmati ketersesatan kami. Tapi demi bisa window shopping ke toko-toko kecil itu, kami harus rela mengorbankan makan siang kami. Nggak papa lah, makan siangnya juga kadang suka berantem sama lidah, dan nggak saling ngobrol... Kami perbanyak saja makan cemilan di waktu coffe break. Lumayan koq cemilannya lebih bisa ngobrol sama lidah kami... :-p
Cerita dari Shopping side:
Kami berdua sama-sama lebih suka sesuatu yang kecil-kecil, barang biasa, tapi nggak di jual di Indonesia. Contohnya? Aku akhirnya membeli penghapus pensil, yang bersusun dengan rautan, tapi warnanya kombinasi unik sekali. Si Mbak juga membeli kotak-kotak kecil dengan motif yang belum pernah aku lihat di Indonesia. Lumayan buat tempat perhiasan gitu.
Pengen beli kaos yang memang lucu, berbahan bagus. Tapi mahalnya... Secara otak langsung mengkonversi ke rupiah, jadi kurang lepas belanjanya. ahahaha
Cerita dari Craft side:
Kami berdua sebetulnya suka sekali dengan Craft. Si Mbak malah sudah berbisnis tas dari kulit, dan suka juga membuat rajutan amigurumi. Aku suka merajut (merenda) sesuatu yang lebih dipakai harian. Makanya acara blusukan itu semakin sempurna. Maklum di daerah yang musimnya beda dengan kita itu, banyak sekali toko-toko kecil yang menjual pernik-pernik merajut dan merenda (meskipun crocheting itu diterjemahkan menjadi merenda, tapi koq aku lebih suka bilang merajut. ahahha. Maksa).
Satu waktu kami dengan semangat memasuki sebuah pintu yang memajang banyak sekali benang rajut dengan warna cantik. Begitu memasuki rumah, terlihat sekitar 5-6 nenek-nenek duduk melingkari meja bundar. Mereka sedang merajut! Mereka otomatis berhenti merajut dan melihat ke arah kami. Kami dengan salah tingkat hanya melihat ke arah mereka, tersenyum, berkeliling sebentar, dan langsung kabur. Setelah itu kami tertawa-tawa karena membayangkan jangan-jangan nanti ketika tua kami akan seperti mereka. Merajut bersama.... :-p
Cerita dari Ngobrol:
Kami sempat juga ngobrol sedikit serius, tentang fenomena yang sedang terjadi saat itu. Kami merasa sedih, penasaran, kurang rela, tapi kemudian ikhlas dan sadar bahwa semua itu adalah kenyataan hidup yang memang sering terjadi. That's Life!
Aku sempat bilang "Saya sih paham kondisinya, tapi kalau saya, lebih senang kalau dibilang langsung tanpa harus (seperti dibuat) terombang-ambing ... Terasa lebih gimanaaaa gitu..."
Kemudian kami saling membuka sedikit kisi-kisi kedepan, mengenai ini, itu, anu, dan inu. Kami semakin sedih. Dan semakin blusukan.
Cerita dari Mimpi tadi malam :
Tadi pagi, saya terbangun dengan kurang nyaman. Sepertinya malam tadi adalah malam yang panjang. Sepertinya banyak yang terjadi dalam tidurku. Hanya saja aku tak ingat pasti. Beberapa hal yang bisa kuingat hanyalah Ini dan Itu (dari cerita ngobrol lalu itu) berada di antara kami, dan sedih sekali. Sepertinya kami adalah kumpulan orang yang sedang sedih. Entah kenapa.
Cerita Pagi ini:
Pagi ini aku mulai kerja seperti biasa. Membuka laptop, membuka email, menyalakan skype. Pesan pertama yang masuk membuat sedih. Anu dari cerita lalu ternyata betul-betul memutuskan untuk berpisah dari kami. Beliau mengucapkan kalimat perpisahan. Sampai aku menulis ini, aku belum menemukan kata-kata untuk membalas emailnya dan mengucapkan sampai jumpa juga. Nanti aku fikirkan bagaimana.... Aku sedang sedih.
Kadang tangisan dalam mabuk itu sepadan...
Aku jadi ingat waktu itu, waktu makan malam terakhir. Sepertinya waktu itu aku mabuk. Karena mendadak aku menangis. Hanya karena ada temanku yang mengucapkan salam perpisahan biasa. Saat itu, entah apa yang ada dikepalaku. Sepertinya sedang kosong. Isinya meleleh kedalam gelas wine. Iyyyuuuuhhhh....
Sebagai orang yang mellow, lebay, dan suka tersesat dalam ketidakjelasan, aku merasa perpisahaan kala itu terasa berbeda dengan biasanya. Tensi seperti sedang meninggi. Banyak berita berseliweran tentang perubahan. Tentang angin semilir yang perlahan semakin kencang dan berpotensi menjadi badai. #eeeaaa #mulailebay.
Seperti itu lah intinya...
Tapi kembali lagi... Hidup dan dunia ini adalah panggung sandiwara... Ceritanya yang mudah berubah. Masing-masing mendapat satu peranan yang harus kita mainkan.... #malahnyanyi
Selamat Hari Kamis!
Besok Hari Jum'at,
Lusa Hari Sabtu...
Kita kondangan lagi... :-)
Saturday, November 25, 2017
I Kind of Busy Now
#Daughtertalk
Beberapa hari lalu saya berencana untuk menggunakan waktu di Hari Sabtu ini untuk kembali ke Tante D, dan melakukan ukur badan K. K saya beritahu bahwa Hari Sabtu kami akan nanik angkot dan pergi ke rumah Tante D untuk membuat baju. Dia bersemangat sekali mendengar rencana adventour naik angkot...
K : “Seperti kita waktu beli payung aku?”
B : “Iya, tapi ini lebih jauh lagi yaa... “
K : “Okeyy...”
Tadi malam, kami bicarakan lagi rencana kami itu, untuk memastikan dia masih berminat dan bersemangat.
B : “Besok jadi ya kita naik angkot ke rumah Tante D?”
K : “Jauh ya?”
B : “Lumayan. Tapi kan that’s adventour. Kamu pasti suka deh...”
K : “Okeyy...”
Pagi ini, seperti Sabtu biasanya, dia kedatangan teman dan bermain bersama. Setelah hari mulai sedikit siang, saya bertanya kepadanya:
B : “K, siap-siap yuk. Kan kita mau berangkat...”
K : “Bunda, I kind of busy playing...”
B : “Jadi nggak ikut?”
K : “Bunda aja deh....” dan langsung pergi lagi main.
Bunda pun akhirnya mengambil benang dan hakpen, merajut tanpa beranjak kemanapun... Sekian.
Beberapa hari lalu saya berencana untuk menggunakan waktu di Hari Sabtu ini untuk kembali ke Tante D, dan melakukan ukur badan K. K saya beritahu bahwa Hari Sabtu kami akan nanik angkot dan pergi ke rumah Tante D untuk membuat baju. Dia bersemangat sekali mendengar rencana adventour naik angkot...
K : “Seperti kita waktu beli payung aku?”
B : “Iya, tapi ini lebih jauh lagi yaa... “
K : “Okeyy...”
Tadi malam, kami bicarakan lagi rencana kami itu, untuk memastikan dia masih berminat dan bersemangat.
B : “Besok jadi ya kita naik angkot ke rumah Tante D?”
K : “Jauh ya?”
B : “Lumayan. Tapi kan that’s adventour. Kamu pasti suka deh...”
K : “Okeyy...”
Pagi ini, seperti Sabtu biasanya, dia kedatangan teman dan bermain bersama. Setelah hari mulai sedikit siang, saya bertanya kepadanya:
B : “K, siap-siap yuk. Kan kita mau berangkat...”
K : “Bunda, I kind of busy playing...”
B : “Jadi nggak ikut?”
K : “Bunda aja deh....” dan langsung pergi lagi main.
Bunda pun akhirnya mengambil benang dan hakpen, merajut tanpa beranjak kemanapun... Sekian.
Monday, November 20, 2017
Kering Kentang Pedas
Siang tadi, aku membuka lemari es dan menemukan semangkuk kecil klappertart yang dibeli kemarin di Mall. Aku pikir K pasti lupa. Karena menu makan siang hari ini kurang menarik, aku lapar, dan menjadi nafsu melihat klappertart dingin. Nyam nyam nyam... Ludes.
Sore hari, aku sedang memenuhi panggilan alam di toilet belakang. Tak berapa lama, terdengar suara pintu toilet di gedor diiringi dengan teriakan kurang jelas "Bunda.... Habis... Kentang... Habis....". Seketika ingatanku melayang kepada klappertart yang sudah masuk ke intibumi. Ngerri sedap ini, keluar toilet langsung di ulek sama K. Pikirku.
Udah kebayang lah itu muka manyun mata melotot dan tangan sibuk ngulek badan dan mukaku nanti. hiiiiiii.....
Akhirnya aku pun keluar dari toilet dan melihat perkembangan...
Aku : "Kenapa marah-marah?"
K : "Kentang pedesku dihabisin siapa? Ayah ya?"
Aku : "Kentang pedes? Yang mana?"
K : " Itu yang kecil-kecil pedes-pedes karena aku sudah big girl itu lho.... Dimakan ayah?"
Aku mikir.....
K : "Yang dikasih Omanya Kakak Damai ditempat pink itu lhooo...."
Aku : "ooo... yang keripik kentang pedes itu? Kalau itu bunda yang habisin... Kemarin tinggal sedikit bangettt..."
K : "Tuh kan bunda.... Ngabisin punya akuu....." Tangannya mulai ngulek perutku.
Aku: " Ya udah nanti bunda mintain ke Oma lagi ya... "
K : " Bener ya...?"
Aku :"Iyaaa...."
Baru kemudian gencatan senjata.... :-p
Sore hari, aku sedang memenuhi panggilan alam di toilet belakang. Tak berapa lama, terdengar suara pintu toilet di gedor diiringi dengan teriakan kurang jelas "Bunda.... Habis... Kentang... Habis....". Seketika ingatanku melayang kepada klappertart yang sudah masuk ke intibumi. Ngerri sedap ini, keluar toilet langsung di ulek sama K. Pikirku.
Udah kebayang lah itu muka manyun mata melotot dan tangan sibuk ngulek badan dan mukaku nanti. hiiiiiii.....
Akhirnya aku pun keluar dari toilet dan melihat perkembangan...
Aku : "Kenapa marah-marah?"
K : "Kentang pedesku dihabisin siapa? Ayah ya?"
Aku : "Kentang pedes? Yang mana?"
K : " Itu yang kecil-kecil pedes-pedes karena aku sudah big girl itu lho.... Dimakan ayah?"
Aku mikir.....
K : "Yang dikasih Omanya Kakak Damai ditempat pink itu lhooo...."
Aku : "ooo... yang keripik kentang pedes itu? Kalau itu bunda yang habisin... Kemarin tinggal sedikit bangettt..."
K : "Tuh kan bunda.... Ngabisin punya akuu....." Tangannya mulai ngulek perutku.
Aku: " Ya udah nanti bunda mintain ke Oma lagi ya... "
K : " Bener ya...?"
Aku :"Iyaaa...."
Baru kemudian gencatan senjata.... :-p
Ayah is the Best Partner in Crime
#DaughtersTalk
Ketika Ayah berkata:
A : “K, besok ayah kerja ya 10 hari “
K : “Nginep kayak bunda?”
A : “Iya, kan 10 hari”
K : “Terus yang bercanda sama aku siapa? Yang berantem sama aku skapa?”
#eeeaaa #emaknggakasik #emaknggakseru
😂😂😂
Ketika Ayah berkata:
A : “K, besok ayah kerja ya 10 hari “
K : “Nginep kayak bunda?”
A : “Iya, kan 10 hari”
K : “Terus yang bercanda sama aku siapa? Yang berantem sama aku skapa?”
#eeeaaa #emaknggakasik #emaknggakseru
😂😂😂
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
I dedicated this story to my buddy, one of my partner in crime, and my lucky friends, Ijah. She is the one who gave me this big challeng...
-
Alhamdulillah.... Million thanks to Allah SWT ... Untuk semua hal yang sudah diberikan-Nya kepadaku, kepada orang2 disekelilingku. Duu...
-
And again..... One year has gone.... :) I still on the way... I still on my way... :p There is a lotta love, Coz everybody needs a lotta lov...
