Friday, June 20, 2014

Pasangan Kehidupan

"Dan setiap hal di dunia ini, tidak diciptakan sendirian oleh Tuhan. Seperti Laki2 yang dipasangkan dengan Perempuan, Siang dipasangkan dengan Malam, Senang dipasangkan dengan Susah, Hitam dipasangkan dengan Putih, Atas dipasangkan dengan Bawah... Maka tidaklah perlu terlalu bahagia atau terlalu khawatir akan satu hal, karena pasangannya akan segera tiba... #SubhanallahTeteh ~ Selamat siang menyambut malam temans ~  — feeling Nothing. "

Picture taken from here
Seperti biasa, selalu ada udah dibalik tahu :-p
Belakangan ini, entah kemana si semangadh bermain2. Sepertinya dia sedang menemukan tempat bermain yang sedikit jauh dari jangkauanku, sehingga aku seolah kehilangannya. cieee...cieee.... ~_~

Berbicara tentang semangadh, rupanya gampang2 susah untuk menumbuhkan dan memeliharanya ya. Namun aku melihatnya sebagai hal yang wajar2 saja. Bukan sesuatu yang istimewa. Buktinya hari ini. Aku berbincang dengan teman yang sedang berburu dan mencari semangadh juga. Akhirnya kamipun saling memberi semangadh satusama lain, hingga si semangadh tumbuh lagi di diri kami masing2. Tinggal bagaimana kami sebagai orang tua asuh si semangadh ini bisa menjaga dan merawatnya atau tidak. Dan seperti orang2 yang bekerja di perusahaan diluar sana, kamipun memasang target dan tenggat waktu. Bukan kenapa2, hanya untuk sedikit memotivasi dan mengukur seberapa konsisten kami dalam menjaga amanat si semangadh ini. September 2014 it is.... :-)

Aku yakin, permasalahan mengenai semangadh ini bukan hanya terjadi pada beberapa orang. Menurutku >90% manusia didunia ini pasti pernah merasakan yang namanya kehilangan semangadh. Yang berbeda adalah: 1) Pemicunya; 2) Derajat kehampaan karena hilangnya si semangadh ini; 3) Berapa lama waktu antara hilang hingga menemukan/menumbuhkan kembali si semangadh ini; 4) Bagaimana cara masing2 individu menyikapi kehilangan ini; dan 5) Bagaimana cara masing2 individu menemukan atau menghidupkan kembali bara api semangadh didirinya. Mungkin masih ada lagi yang lain, tapi baru 5 itu yang untuk saat ini in the top of my head...

Dan tak lupa, satu lagi semboyanku yang selama ini kupakai sebagai booster semangadh musti diteriakkan ke alam semesta, agar semesta ikut mendukung semua niat dan rencana kami. Mestakung gitu lho... Apa itu? "Di Bismillah kan saja... Insya Allah sudah ada yang mengatur semuanya... Aamiin... "

Hilangnya semangadh ini adalah salah satu proses datangnya semangadh yang baru... Karena semua selalu ada pasangannya... ^_^

Sunday, June 15, 2014

Ketika Rumput Tetangga Lebih Hijau

Ini bukan seperti yang biasa kita kenal. Ketika biasanya kita lebih mengenal kalimat "Rumput tetangga lebih hijau" sebagai pepatah, maka disini kalimat ini berarti secara gamblang. Benar2 berarti bahwa rumput tetangga lebih hijau. :-)

Horeee.... Asyik sekali bermain di rumput Ayah... ! 
Suatu sore di Hari Minggu, seperti biasa Aku, Kirania dan Ayahnya berjalan2 mengisi waktu. Sekalian bertemu dengan orang yang akan memasang teralis di rumah kami. Namun sayang, karena terjadi miss communication, maka pemasangan teralis ditunda. Dan kamipun bertandang ke rumah Tante Sita yang persis dibelakang rumah kami. Halaman kamipun bergandengan... :-)

Saat itu Tante Sita sedang khusyuk memilah dan memilih batang sereh dihalamannya. Mendekatlah aku dan Kirania kepadanya. Akhirnya aku dan Mbak Sita bercengkerama sedangkan Kirania asyik sendiri merangkak kesana dan kesini dihalaman rumput yang sudah hijau rata dan penuh.

Skalian saja kita bilang ke Tante Sita "Nanti boleh ya tante kalau kita sering2 main kesini... Kirania nya seneng banget tuh kayaknya merangkak sana sini dirumput tante yang sudah hijau penuh. hehehehe... Selagi nunggu punya kita jadi bagus juga...." :-p

Begitulah... Waktu berlalu dengan cepat ketika digunakan untuk bercengkerama. Rasanya paduan yang cukup menggambambarkan kegembiraan dan kemerdekaan. Sore redup dengan angin semilir, duduk2 di rerumputan, memandangi anak yang ceria dan berbahagia merangkak kesana kesini, dan ayahnya yang memandangi kami dari kejauhan. Sekilas lalu kami berpandangan mata dan tersenyum simpul. Sama2 mengetahui dengan pasti apa yang terucap di hati... "Alhamdulillah..." Kata kami...


Cukup lelah setelah hilir mudik
Mudah2an tak berapa lama lagi, kami bisa merasakan kebahagiaan yang lebih lagi, ketika area main Kirania sudah bergeser ke rumput sebelah. Yang artinya, kami bisa melihat dia tumbuh besar, baik, bahagia, dan sesuai dengan apa yang dia mau di atas segala usaha Ayah dan Bundanya. Aamiin... Counting down the day dear... :-)

Saturday, June 14, 2014

Kirania Goes To The Jungle

Horray... !!!
Akhirnya kesampaian juga mengajak Kirania renang di The Jungle... :-)





Sebetulnya berenang ke The Jungle adalah hal yang aku sukai. Karena banyak Ban yang bisa dipakai disana. Tau maksudnya kan? Itu adalah kode untuk aku yang tidak bisa berenang ini. hehehee

Mengajak Kirania berenang di The Jungle? Hmmm... itu cerita lain. Tapi sama2 hal yang pengen banget aku lakukan. Masih ada hubungannya juga dengan ban. Karena dengan ban2 itu, aku bisa mengajak dia berputar berputar kolam mengikuti arus... Senaaang sekali rasanya.

Happy to be here... ! :-)
Sewaktu hamil, sayangnya tidak kesampaian berenang disana. Padahal udah pengen pake buanget. Tapi bapaknya anak2 kurang menyukai ideku untuk berenang disana, karena dia mencium aroma2 narsis yang kental sekali dibalik niat itu. Hahaha... He know me soooo well memang... Waktu itu memang niatanku pengen banyak photo2 gitu sambil naik ban... huhuhu. Jadilah kami langganan Kolam Renang Tirta di Balebak dekat kampus sana ketika itu. Say thanks to Kelang and Mbenks_ki yang selalu setia menemani ibu hamil yang bisanya cuma mlipir pinggir ini waktu itu. hwekekekke.  

Akhirnya kesempatan dan momentum nya ada untuk kami pergi ke The Jungle. Jadi ceritanya, Hari Minggu nanti tetehnya Kirania yang ke-3 (Pertama: Bi Lina (out), Kedua: Teh Nisa (out)) yang namanya Teh Ati mau pulang kampung karena segera menikah di minggu berikutnya. Teh Ati ini adalah tetehnya Kirania yang cukup super. Dia cukup sigap, cermat, kreatif, dan mumpuni dalam mengurus rumah dan juga mengasuh Kirania. Kelemahan dia menurutku hanya suka melamun sambil bekerja, dan kadang terlalu kreatif untuk mengeyel. Tapi kadang justru membuat bincang2 kami menarik tiap hari. Sebetulnya, kalau dia masih mau bertahan, aku akan dengan senang hati sekali memiliki dia untuk membantu kami mengurus rumah dan mengasuh Kirania. Namun apadaya... Niat tulus seorang lelaki untuk mempersuntingnya berhasil meluluhlantakkan hatinya. Namanya niat baik kan nggak bisa ditolak ya... Jadi, ketika dia sudah menyatakan bahwa si lelaki sudah datang melamar secara resmi dan tanggal pernikahan telah ditetapkan, maka aku hanya bisa berpesan seperti ini: "Baiklah teh... Namanya menikah kan tujuannya memang baik. Jadi didukung dan didoakan agar rencana lancar ya... Tapi kalau2 nanti ternyata gimana2 dan nggak jadi nikah, tetep disini aja yaa....". hahahhaa... Tetep... namanya juga usaha. :-p

Umi, Teh Nur, Bunda, Teh Ati, & Me
Tapi apadaya... Cinta sudah terlalu kuat, dan jadilah mereka menikah. Maka pada hari ini, kamipun mengadakan acara perpisahan kecil2an ke The Jungle. Niatnya sih agar pertemuan kami yang singkat dan berawal dengan baik ini bisa menjadi cerita indah nya si teteh yang bisa dikenang. Niat keduanya ya itu... Membawa Kirania berenang ke The Jungle...! hehehehe

Kami tiba di The Jungle sudah cukup sore. Hari Jum'at, dan sore hari. Ternyata The Jungle tetap saja penuh ramai. Rupanya liburan anak2 dari luar kota yang berombongan dengan menggunakan Bis2 itu yang membuah keriaan di sana. Wow... Ditambah lagi dengan Kirania yang tidur pulas dari sejak di mobil, menambah gundah hatiku. Ya sudah... Ayah, Teteh Ati dan Teteh Nur (Teteh ke - 4 Kirania, cerita menyusul) saya yang berenang... Aku, Kirania, dan Umi nya Kiran (ibu mertua eyke) jaga kandang alias jaga tas2 dan bekal saja. Rupanya si Teteh Ati sudah sangat kegirangan. Jadi begitu bilang "Bun, aku renang ya..." aku jawab dengan "Iya...", dia langsung melesat nyegur di busa2 itu, tidak peduli lagi dengan tas, baju, dan kami yang ngakak2 melihatnya... :-p

Oh iya, tentang Teteh No.4 nya Kirania.... Namanya Teh Nur. Mirip dengan namanya Teh Ati. Teh Ati nama lengkapnya Siti Nurhayati. Teh Nur nama lengkapnya Nurhayati. Untung Teteh No.2 namanya bukan Nisa Nurhayati, dan Bibi No.1 bukan Lina Nurhayati. hahaha. Nurhayati fans club nanti jadinya.

Si Teh Nur ini adalah hasil dari operasi militer yang dilancarkan sesaat setelah pengumuman lamarannya Teh Ati di terima. Operasi diluncurkan di Yogyakarta - Klaten dan Banten. Semua pihak dikerahkan untuk mencari penggantinya Teh Ati ini. Entah kenapa, pencarian berhasil nihil. Semua mengirimkan kabar duka yang mengatakan bahwa operasi gagal. Mereka tidak menemukan satupun orang yang mau bekerja menjaga anak kecil alias mengasuh. Sedihnya hatiku kala itu. Mulailah diskusi, bincang2, debat kusir, tukar pendapat, perang bantal, dan kontemplasi antara Ayahnya Kirania dan Aku.

Oh Bunda.... Have you notice my expression? :-p
Kami sama2 tau dan paham bahwa Kirania bukanlah sebuah pilihan. Jika ada pengasuh, itu adalah bonus yang bisa kami nikmati. Namun jika tidak, kami tidak boleh membabi buta dan menghalalkan segala cara untuk mengatasi ketidaadaan pengasuh ini. Mendatangkan Nanny 911 alias salah satu dari Ibu kami tidak kami jadikan pilihan, karena itu berarti kami harus memisahkan dua orang tua yang sudah memiliki rytme hidup diusia senja mereka. Kami berpikir bahwa biarkan mereka menjalani masa tua mereka dengan tenang dan damai, dan menjenguk cucu adalah hiburan. Bukan beban dan pekerjaan. Maka, diskusi mengarah pada haruskah ada yang meninggalkan pekerjaan atau tidak. Meskipun jika menengok ke arah daftar pengeluaran bulanan, mata kami akan menjadi sayu dan lidah menjadi kelu... :-(

Rupanya, pasukan yang ditugaskan untuk beroperasi mencari bantuan masih bekerja. Namun lagi2 yang dari Jogja hanya bisa mendukung dengan doa dan berkata "Jogja - Klaten wes tak susuri tak goleki nanging tetep durung ketemu nduk... Waduh, iki aku karo ibumu malah melu sedih karo kepikiran terus nek nganti kowe ora entuk sik momong Gendhuk Kirania... Nek nganti kudu eneng sik ora kerjo, malah mesakke... Tak dongakke mugo2 simbah Banten iso oleh yo nduk..." Nggih mbaaaahhh.... :-)

Sementara si Teh Ati dengan kalimat jitunya menyemangati dan mendoakan (to make her feels lil better juga sih kayaknya. hehehe), "Tenang aja bun... Insya Allah dapet pengganti yang lebih baik dari Ati... Bunda sama A Yudi kan orang baik... Insya Allah ketemu sama yang baik juga....". Jadi seperti biasa, kami pasrah dan menjalani semua dengan santai... "Di Bismillah kan saja... Insya Allah sudah ada yang mengatur...~ Wilis 2013" :-p

Dan Puji Syukur yang tiada terkira kami panjatkan pada Tuhan kami Allah SWT, yang selalu memberikan rahmat nya sesuai dengan yang kami perlukan disaat yang tepat. Berita bahwa mbah Banten nya Kirania berhasil menemukan Teh Nur adalah salah satu berita yang membahagiakan kami. Alhamdulillahirobil'alamin...

Dan 3 hari sebelum Teh Ati mudik, akhirnya Umi mengantarkan Teh Nur ke rumah. 3 hari dia ditraining oleh Teh Ati dan Umi. Mudah2an cocok dan jodoh dengan kami, dan Teh Nur betah dan bahagia bersama kami untuk waktu yang panjang. Aamiin. :-)

I feel safe with my Dad ! ^_^
Kembali lagi ke The Jungle dan Kirania. Setelah Ayah, dan kedua tetehnya nyegur ke air dan berputar2 atau berperosot2 ria, akhirnya Kirania pun bangun dengan senyum mahalnya. Segera saja aku ganti baju tempurnya. Smangadh...Smangadh... dan Byurr.... Akupun nyegur... Di susul dengan menggendong Kirania... Seperti biasa, takut, ragu, curiga, sedikit ehek2 mengiringi uji coba Kirania masuk ke air. Namun aku sudah tau jurus meluluhkan Kirania. Dengan menjadi PD terlebih dulu. Dia pun manut katut sama aku. Kamipun naik ban dan berputar mengikuti arus sambil didorong dan diarahkan agar ke tempat yang tidak terguyur air pancuran. Ketika dibawah jembatan dimana semua jalannya adalah pancuran, Kirania pun ber ehek2 karena kaget terkena pancuran air. Diapun di gendong Ayah melipir ke pinggir dan bermain di area yang dangkal.

Selesai bermain2 air dangkal, kamipun iseng melihat2 ke area burung. Ternyata, dari kali terakhir Aku dan mantan pacarku itu datang ke The Jungle, sudah banyak sekali jenis dan jumlah burung bertambah. Ada burung Cendrawasih juga lho... WOW. Bahkan sekarang ada pertunjukan/atraksi burung pula. Kirania sangat terpukau dengan atraksi burung nya. Dia sibuk memperhatikan burung, sedangkan emaknya sibuk minta diphoto2. :-p

Ada kejadian unik yang terjadi ketika kami bersiap pulang. Disaat kami sedang menghabiskan kopi dan mie yang kami pesan diwarung, ada sepasang Bapak dan Ibu Arab (mungkin Akhi dan Ukhti? :-) ) yang berjalan melalui kami, namun langsung berhenti didekat kami. Tiba2 dia mengucapkan sesuatu yang sama sekali kami tidak mengerti. Hanya 1 kalimat yang kami mengerti yaitu"Mosleem? Mosleem?" Setelah kami semua berpandangan sesaat, dengan PD nya aku menjawab "Yes, we are. Can I help you?" Si ibu nya menjawab dengan bahasa Arab lagi. "Waduh... mati deh gw... Jangan2 gw dikata2in pake Bahasa Arab yak..." Sisi buruk didalam hati usil berkata.

Sorry Dad, i am more interested with the bird... ;-p

Mungkin karena mereka melihat kebingungan kami, diapun langsung bertindak menyampaikan maksudnya. Dia merogoh kedalam tas tentengnya dan mengeluarkan seplastik Kurma. Hahahaha... Rupanya dia melihat mertua ku yang berkerudung, dan karena kami adalah Muslim, dia mau memberi kami Kurma Arab nya... Langsung saja aku sambung kembali ucapanku dengan "Syukron... Syukron..." Dan akhirnya mereka pun tertawa karena paham apa yang kami maksud. Kamipun tertawa karena paham apa mau mereka... Syukron yaa ukhti... Kurma nya enaaaaakkk sekali... Berbeda dengan yang biasa kami beli :-)

Till we meet again Teh Ati
Setelah warung2 tutup, kamipun beranjak keluar dari arena berenang. Melihat2 jualan orang2 diarea lobby, dan melihat keriaan yang ada didepan The Jungle. Setelah diskusi sebentar mengenai posisi menunggu jemputan yang enak, akhirnya kami memutuskan untuk berjalan kaki sebentar ke arah Orchad, dimana banyak sekali warung2 dan tempat makan dipinggir jalannya. Ikut nongkrong kami sambil bercengkerama, mengucap salam perpisahan, memperhatikan lalu lalang dan hiruk pikuk BNR, minum jus, teh hangat, dan juga makan Sate Padang. Sebuah perpisahan yang cukup berkesan untuk pertemuan yang singkat. Terima kasih banyak ya Teh Ati... Sudah memberikan sepenggal cerita untuk kami. Mudah2an acaranya lancar, dan menjadi keluarga samara bagahia sampai akhir hayat. Ingat obrolan2 mengenai pernikahan yang selama ini kita bicarakan disela2 Kirania tidur yaa...


Dan ingat juga kata Bos ku yang pernah kukatakan padamua:
"Rumah Tangga itu memang complicated, Kalau Sederhana itu Rumah Makan Padang" :-p

OK... I love selfie with my Mom :-p

Thursday, June 5, 2014

Jika Dunia Adalah Film, Mungkin Baby Boom Adalah yang Paling Dekat

Seperti judul yang aku tuliskan di atas "Jika Dunia Adalah Film, Mungkin Baby Boom Adalah yang Paling Dekat". Begitulah yang sedang terjadi....

Baby Boom


Tidak ingin menulis panjang lebar atau menjelaskan ini itu kenapa, mengapa, dan bagaimana bisa, aku hanya akan merekomendasikan kalian untuk menonton film itu. Trailer nya ada disini.

Atau, membaca resensinya di Wiki juga bisa saja. Bisa dibuka disini

Satu hal yang kemudian datang mengganjal, apakah kemudian akhirnya akan sama, berbeda, atau sedikit sama sedikit berbeda? Entahlah... Sedang difikirkan dengan keras beberapa waktu belakangan ini...

Saturday, January 25, 2014

Lawalata, Aku, dan Kalian

Hooaaaahhmmm....
Hari ini kami mengajak Kirania jalan2 ke Lawalata IPB. Tempat dimana semua cerita kami dimulai. Tempat dimana Tuhan memulai garis yang kemudian kami titi sejauh ini. Tempat dimana kisah2 datang dan pergi silih berganti. Lawalata IPB, means a lot to us. Ya... To Me, Him, and now to Her as well... :-)

It's too... Need to be rotate Bunda...! :-p
 Kami bertemu dengan Choki. Choki si anjing bodoh yang setia. Seperti yang ada di ceritaku semasa hamil, Choki ini juga bagian dari kisah kami. Dia merupakan teman setiaku meniti jalanan kampus setiap kali aku berjalan2 untuk olah raga dengan membawa perut yang cukup besar.

Iya betul... Ketika aku masih hamil Kirania, hampir setiap seminggu sekali aku berjalan2 memutari kampus IPB. Dan setiap aku berjalan2, Choki selalu ikut dan setia mendampingi. Melihatku datang dan bersiap jalan, dia pasti langsung mendekat dan menungguku siap. Terkadang dia menyusulku ketika aku sudah mulai berjalan terlebih dulu tanpanya.

Sepanjang jalan Aku dan Suami pasti tertawa terbahak2 melihat tingkah Choki. Dia seolah hendak mengatakan pada dunia bahwa dia adalah anjing yang paling berkuasa disitu. Sehingga setiap pohon, tiang listrik, dan patok2 yang ada selalu dia kencingi. Hahaha... Choki... Choki...

Bunda Gaptek iih... Nggak bisa rotate picture :-(
Choki ini juga terkadang lebih rajin menemaniku jalan2 daripada Suami. Kadang kalau suami sedang malas, dia lebih pengen nongkrong di warung, ngopi sambil ngobrol dengan teman2, maka Aku dan Choki akan tetap melaju berjalan2. Terima kasih banyak Choki...

Terus banyak juga kejadian lucu kalau kami sedang berjalan2 dengan Choki ini. Yaitu kalau ketemu orang2 yang ternyata takut dengan anjing. Hahahaha... Kocak sekali pokoknya. Banyak orang2 yang akhirnya lari tunggang langgang dan nyungsep2 ke pepohonan karena takut terhadap Choki. Suatu waktu, ada rombongan mahasiswa berjalan, dan mendadak mereka melihat Choki, spontan mereka terlonjak. Beberapa berlari menjauh, beberapa terjengkang, beberapa ngacir tanpa menengok lagi. Maaf ya temans... Bukan maksud menakuti kalian. Choki anjing baik dan jinak koq... kalau dia melihat kalian lari, dia akan mengejar kalian karena dia pikir kalian mengajaknya bercanda... :-)

Ketika akhirnya Kirania lahir, kami pertemukan kembali dengan Choki. Mungkin Choki masih mengenali kami ya... Hari ini dia anteng banget. Pengen main dengan Kirania... Mendekat, nyundul2, dan bertelekan didekat kami duduk. Duh, Choki... You're soooo sweeett... :-p

Kadang2, kasihan dan malang juga nasib si Choki ini. Dia sangat suka makan nasi putih dengan ikan kembung. Namun kadang tidak ada yang memberinya makan. Kadang juga dia tidak terurus. Tapi mau bagaimana lagi. Yang ada dikampus hanya para mahasiswa dan mahasiswi yang terkadang datang dan pergi, buru2 karena ada tugas, ujian, atau kolokium. Kadang juga kiriman uang dari orang tua tidak datang tepat waktu. Jadi ya nasibnya Choki untuk puasa sampai datang orang yang mau memberinya nasi dan ikan. Sabar ya Choki...
I like the sound of Nabati's :-p
Dan Kirania?
Hari ini sepertinya dia sangat2 menikmati perjalanan dan picnicnya di Lawalata. Dia bisa bersantai dibawah langit, melihat hijaunya pepohonan disekitar sekret, dan gulang-guling sesuka hatinya. Ini baru yang pertama nak... Masih banyak lagi kesempatan untuk menikmati Lawalata dan sekitarnya dimasa yang akan datang, karena kita akan sering bermain2 disini.

Kelak, aku akan ceritakan padamu semua hal tentang Lawalata, Aku, Ayahmu, dan Kamu. Semua berhubungan erat dan tak terpisahkan oleh waktu. Aku akan ceritakan juga mengenai indahnya dunia diluar sana, dan tantangan2 yang menyertai setiap keindahannya. Agar kamu tau, mengerti, dan tertarik untuk menjelajahinya dengan caramu sendiri.

Lawalata... Jaya!

Wednesday, December 11, 2013

Singgasana Untuk Kirania

Seperti layaknya keluarga yang baru dikaruniai anak pertama, maka kamipun termasuk mereka2 yang ingin memberikan yang terbaik untuk anak kami. Kami ingin anak kami memiliki ini itu seperti yang kebanyakan orang punyai. Setidaknya, kami ingin anak kami mendapatkan sesuatu yang kami, Ayah dan Bundanya baru kenal ketika dewasa dan sudah tidak cocok umur untuk menggunakannya... :-p

Hari ini kami pergi ke sebuah toko perlengkapan bayi yang letaknya cukup jauh dari rumah kami. Tujuan kami hanya satu, yaitu membelikan sebuah tempat tidur bayi atau biasa dibilang box bayi. Kami, terutama aku, ingin jika siang hari Kirania tidur dan bermain di box saja. Sehingga aku bisa bekerja, tetehnya juga bisa melakukan hal lainnya, namun kami tetap bisa memantau Kirania. Beberapa teman yang aku tanya rekomendasinya untuk penggunaan box bayi mengatakan bahwa mereka gagal menggunakan box bayi mereka sesuai dengan tujuan awal karena sang anak menolak tidur didalam box. Mereka bilang bahwa box ternyata kurang efektif karena jadinya hanya digunakan untuk bermain2 oleh anak yang sudah lebih besar.

Hhmmm.... Karena masih penasaran dan sudah terlanjur niat, maka meluncurlah kami ke toko perlengkapan bayi itu. Disana, beraneka rupa box dari berbagai macam merek, bahan, warna, dan bentuk berjajar2. Kami jadi bingung sendiri dan menyanyi dalam hati "Mau pilih yang mana... mana...mana..." :-p

Setelah berputar2 beberapa kali, memegang2 ini itu, mencoba2 ini itu, akhirnya pilihan kami jatuh kepada box berwarna biru tua. Simple, dan sepertinya juga sejuta umat menggunakannnya... hehehhee. Tadinya kami berfikir untuk membeli yang warna pink. Tapi kemudian kami pertimbangkan kembali bahwa jika nanti Kirania punya adik laki2, maka kami tidak ingin membeli box baru. Jadilah warna biru tua yang kami anggap netral.

Si Mbak2 yang jaga akhirnya memperagakan cara pemasangan dan pembongkaran kepada kami. Cukup mudah dan yang paling penting adalah portable sehingga ketika disimpan tidak terlalu menyita banyak ruang. Selain box kamu juga membelikan beberapa pernak-pernik lucu yang ada disana. Duuh... Kalau tidak ingat bahwa ada batas yang harus dijaga untuk membeli ini itu, rasanya ingin dibawa pulang semuanya isi toko itu. Apalagi mainan yang bermacam2, berwarna-warni, dan lucu2 itu... hwaaaaa...

Begitulah... Aku berdoa semoga Kirania betah di singgasana yang baru ini. Dalam bayanganku, sebagian besar aktifitasnya akan dihabiskan di box ini. Tapi ya kita lihat saja nanti bagaimana jadinya. Apakah betul si box ini banyak manfaatnya atau hanya jadi sekedar tempat main anak2 yang lebih besar saja untuk Kirania ini. :-)
 


Saturday, December 7, 2013

Kirania at Bogor Botanical Garden

Yeay... Kirania goes to Bogor Botanical Garden (KRB) ! :-)

Meet and greet with the friends of Bunda at Dedaunan Cafe... Sooooo fun... :-p


Jadi ceritanya, kantorku sedang ada acara syooting gitu di KRB. Seperti biasa, tim hore hadirrrr! Tim horenya nambah 1 orang, Kirania... hehehe

Maka meluncurlah Kirania menuju KRB dijemput Budhe Dessy untuk bertemu dengan Budhe Sari, Budhe Yuli, Budhe Amal, Om Christo... asyiikk....

Pertama2 kami mampir ke Hotel Amaris yang ada di Jalan Padjajaran itu untuk menjemput Budhe Amal. Setelah itu, kami semua meluncur masuk ke KRB, dan berputar-putar untuk mencari lokasi yang OK. Setelah tiba di bawah pepohonan besar yang banirnya besar2, kamipun berhenti. Budhe Dessy dan Budhe Amal siap untuk rekaman. Aku dan Kirania pun jalan2 berputar2 dengan kereta.

Kirania look so happy...!
Dia ngoceh sendiri haha hihi cecet cuwet sambil melihat2 pepohonan hijau. Seneng ya dek ditempat adem dan banyak pohon2? Jadi inget kampung halaman dirumah Ibu di Jogja sana ya.... Kapan2 kita jalan2 ke sini lagi ya sama ayahmu.... Syiiiippp.... :-)

Setelah selesai syuting di bawah pohon Banir, kamipun nangkring bin nongkrong di Kafe Dedaunan. Mungkin sangking puanas dan gerahnya, Kirania rungsing kepanasan dan merengek2 terus... huhuhu. Akhirnya dia ditelanjangi oleh Budhe Sari. hahahaha. Lucu juga...


Karena kehabisan cara untuk mendiamkan Kirania, akhirnya dia aku geletakkan saja di meja kafe. Ternyata dia malah anteng. Hahaha... Rupanya dia lelah di kereta dan di gendong melulu. Ngomong donk dek... Biar Bunda ngerti apa yang kamu mau gitu lho.... :-p

Tapi bener deh. Jalan2 di KRB sangat2 highly recommended untuk dilakukan bersama dengan keluarga. Masuk list to do pokoknya... We will come back later ya dear.... ;-)