Saturday, January 25, 2014

Lawalata, Aku, dan Kalian

Hooaaaahhmmm....
Hari ini kami mengajak Kirania jalan2 ke Lawalata IPB. Tempat dimana semua cerita kami dimulai. Tempat dimana Tuhan memulai garis yang kemudian kami titi sejauh ini. Tempat dimana kisah2 datang dan pergi silih berganti. Lawalata IPB, means a lot to us. Ya... To Me, Him, and now to Her as well... :-)

It's too... Need to be rotate Bunda...! :-p
 Kami bertemu dengan Choki. Choki si anjing bodoh yang setia. Seperti yang ada di ceritaku semasa hamil, Choki ini juga bagian dari kisah kami. Dia merupakan teman setiaku meniti jalanan kampus setiap kali aku berjalan2 untuk olah raga dengan membawa perut yang cukup besar.

Iya betul... Ketika aku masih hamil Kirania, hampir setiap seminggu sekali aku berjalan2 memutari kampus IPB. Dan setiap aku berjalan2, Choki selalu ikut dan setia mendampingi. Melihatku datang dan bersiap jalan, dia pasti langsung mendekat dan menungguku siap. Terkadang dia menyusulku ketika aku sudah mulai berjalan terlebih dulu tanpanya.

Sepanjang jalan Aku dan Suami pasti tertawa terbahak2 melihat tingkah Choki. Dia seolah hendak mengatakan pada dunia bahwa dia adalah anjing yang paling berkuasa disitu. Sehingga setiap pohon, tiang listrik, dan patok2 yang ada selalu dia kencingi. Hahaha... Choki... Choki...

Bunda Gaptek iih... Nggak bisa rotate picture :-(
Choki ini juga terkadang lebih rajin menemaniku jalan2 daripada Suami. Kadang kalau suami sedang malas, dia lebih pengen nongkrong di warung, ngopi sambil ngobrol dengan teman2, maka Aku dan Choki akan tetap melaju berjalan2. Terima kasih banyak Choki...

Terus banyak juga kejadian lucu kalau kami sedang berjalan2 dengan Choki ini. Yaitu kalau ketemu orang2 yang ternyata takut dengan anjing. Hahahaha... Kocak sekali pokoknya. Banyak orang2 yang akhirnya lari tunggang langgang dan nyungsep2 ke pepohonan karena takut terhadap Choki. Suatu waktu, ada rombongan mahasiswa berjalan, dan mendadak mereka melihat Choki, spontan mereka terlonjak. Beberapa berlari menjauh, beberapa terjengkang, beberapa ngacir tanpa menengok lagi. Maaf ya temans... Bukan maksud menakuti kalian. Choki anjing baik dan jinak koq... kalau dia melihat kalian lari, dia akan mengejar kalian karena dia pikir kalian mengajaknya bercanda... :-)

Ketika akhirnya Kirania lahir, kami pertemukan kembali dengan Choki. Mungkin Choki masih mengenali kami ya... Hari ini dia anteng banget. Pengen main dengan Kirania... Mendekat, nyundul2, dan bertelekan didekat kami duduk. Duh, Choki... You're soooo sweeett... :-p

Kadang2, kasihan dan malang juga nasib si Choki ini. Dia sangat suka makan nasi putih dengan ikan kembung. Namun kadang tidak ada yang memberinya makan. Kadang juga dia tidak terurus. Tapi mau bagaimana lagi. Yang ada dikampus hanya para mahasiswa dan mahasiswi yang terkadang datang dan pergi, buru2 karena ada tugas, ujian, atau kolokium. Kadang juga kiriman uang dari orang tua tidak datang tepat waktu. Jadi ya nasibnya Choki untuk puasa sampai datang orang yang mau memberinya nasi dan ikan. Sabar ya Choki...
I like the sound of Nabati's :-p
Dan Kirania?
Hari ini sepertinya dia sangat2 menikmati perjalanan dan picnicnya di Lawalata. Dia bisa bersantai dibawah langit, melihat hijaunya pepohonan disekitar sekret, dan gulang-guling sesuka hatinya. Ini baru yang pertama nak... Masih banyak lagi kesempatan untuk menikmati Lawalata dan sekitarnya dimasa yang akan datang, karena kita akan sering bermain2 disini.

Kelak, aku akan ceritakan padamu semua hal tentang Lawalata, Aku, Ayahmu, dan Kamu. Semua berhubungan erat dan tak terpisahkan oleh waktu. Aku akan ceritakan juga mengenai indahnya dunia diluar sana, dan tantangan2 yang menyertai setiap keindahannya. Agar kamu tau, mengerti, dan tertarik untuk menjelajahinya dengan caramu sendiri.

Lawalata... Jaya!

No comments: