Saturday, June 14, 2014

Kirania Goes To The Jungle

Horray... !!!
Akhirnya kesampaian juga mengajak Kirania renang di The Jungle... :-)





Sebetulnya berenang ke The Jungle adalah hal yang aku sukai. Karena banyak Ban yang bisa dipakai disana. Tau maksudnya kan? Itu adalah kode untuk aku yang tidak bisa berenang ini. hehehee

Mengajak Kirania berenang di The Jungle? Hmmm... itu cerita lain. Tapi sama2 hal yang pengen banget aku lakukan. Masih ada hubungannya juga dengan ban. Karena dengan ban2 itu, aku bisa mengajak dia berputar berputar kolam mengikuti arus... Senaaang sekali rasanya.

Happy to be here... ! :-)
Sewaktu hamil, sayangnya tidak kesampaian berenang disana. Padahal udah pengen pake buanget. Tapi bapaknya anak2 kurang menyukai ideku untuk berenang disana, karena dia mencium aroma2 narsis yang kental sekali dibalik niat itu. Hahaha... He know me soooo well memang... Waktu itu memang niatanku pengen banyak photo2 gitu sambil naik ban... huhuhu. Jadilah kami langganan Kolam Renang Tirta di Balebak dekat kampus sana ketika itu. Say thanks to Kelang and Mbenks_ki yang selalu setia menemani ibu hamil yang bisanya cuma mlipir pinggir ini waktu itu. hwekekekke.  

Akhirnya kesempatan dan momentum nya ada untuk kami pergi ke The Jungle. Jadi ceritanya, Hari Minggu nanti tetehnya Kirania yang ke-3 (Pertama: Bi Lina (out), Kedua: Teh Nisa (out)) yang namanya Teh Ati mau pulang kampung karena segera menikah di minggu berikutnya. Teh Ati ini adalah tetehnya Kirania yang cukup super. Dia cukup sigap, cermat, kreatif, dan mumpuni dalam mengurus rumah dan juga mengasuh Kirania. Kelemahan dia menurutku hanya suka melamun sambil bekerja, dan kadang terlalu kreatif untuk mengeyel. Tapi kadang justru membuat bincang2 kami menarik tiap hari. Sebetulnya, kalau dia masih mau bertahan, aku akan dengan senang hati sekali memiliki dia untuk membantu kami mengurus rumah dan mengasuh Kirania. Namun apadaya... Niat tulus seorang lelaki untuk mempersuntingnya berhasil meluluhlantakkan hatinya. Namanya niat baik kan nggak bisa ditolak ya... Jadi, ketika dia sudah menyatakan bahwa si lelaki sudah datang melamar secara resmi dan tanggal pernikahan telah ditetapkan, maka aku hanya bisa berpesan seperti ini: "Baiklah teh... Namanya menikah kan tujuannya memang baik. Jadi didukung dan didoakan agar rencana lancar ya... Tapi kalau2 nanti ternyata gimana2 dan nggak jadi nikah, tetep disini aja yaa....". hahahhaa... Tetep... namanya juga usaha. :-p

Umi, Teh Nur, Bunda, Teh Ati, & Me
Tapi apadaya... Cinta sudah terlalu kuat, dan jadilah mereka menikah. Maka pada hari ini, kamipun mengadakan acara perpisahan kecil2an ke The Jungle. Niatnya sih agar pertemuan kami yang singkat dan berawal dengan baik ini bisa menjadi cerita indah nya si teteh yang bisa dikenang. Niat keduanya ya itu... Membawa Kirania berenang ke The Jungle...! hehehehe

Kami tiba di The Jungle sudah cukup sore. Hari Jum'at, dan sore hari. Ternyata The Jungle tetap saja penuh ramai. Rupanya liburan anak2 dari luar kota yang berombongan dengan menggunakan Bis2 itu yang membuah keriaan di sana. Wow... Ditambah lagi dengan Kirania yang tidur pulas dari sejak di mobil, menambah gundah hatiku. Ya sudah... Ayah, Teteh Ati dan Teteh Nur (Teteh ke - 4 Kirania, cerita menyusul) saya yang berenang... Aku, Kirania, dan Umi nya Kiran (ibu mertua eyke) jaga kandang alias jaga tas2 dan bekal saja. Rupanya si Teteh Ati sudah sangat kegirangan. Jadi begitu bilang "Bun, aku renang ya..." aku jawab dengan "Iya...", dia langsung melesat nyegur di busa2 itu, tidak peduli lagi dengan tas, baju, dan kami yang ngakak2 melihatnya... :-p

Oh iya, tentang Teteh No.4 nya Kirania.... Namanya Teh Nur. Mirip dengan namanya Teh Ati. Teh Ati nama lengkapnya Siti Nurhayati. Teh Nur nama lengkapnya Nurhayati. Untung Teteh No.2 namanya bukan Nisa Nurhayati, dan Bibi No.1 bukan Lina Nurhayati. hahaha. Nurhayati fans club nanti jadinya.

Si Teh Nur ini adalah hasil dari operasi militer yang dilancarkan sesaat setelah pengumuman lamarannya Teh Ati di terima. Operasi diluncurkan di Yogyakarta - Klaten dan Banten. Semua pihak dikerahkan untuk mencari penggantinya Teh Ati ini. Entah kenapa, pencarian berhasil nihil. Semua mengirimkan kabar duka yang mengatakan bahwa operasi gagal. Mereka tidak menemukan satupun orang yang mau bekerja menjaga anak kecil alias mengasuh. Sedihnya hatiku kala itu. Mulailah diskusi, bincang2, debat kusir, tukar pendapat, perang bantal, dan kontemplasi antara Ayahnya Kirania dan Aku.

Oh Bunda.... Have you notice my expression? :-p
Kami sama2 tau dan paham bahwa Kirania bukanlah sebuah pilihan. Jika ada pengasuh, itu adalah bonus yang bisa kami nikmati. Namun jika tidak, kami tidak boleh membabi buta dan menghalalkan segala cara untuk mengatasi ketidaadaan pengasuh ini. Mendatangkan Nanny 911 alias salah satu dari Ibu kami tidak kami jadikan pilihan, karena itu berarti kami harus memisahkan dua orang tua yang sudah memiliki rytme hidup diusia senja mereka. Kami berpikir bahwa biarkan mereka menjalani masa tua mereka dengan tenang dan damai, dan menjenguk cucu adalah hiburan. Bukan beban dan pekerjaan. Maka, diskusi mengarah pada haruskah ada yang meninggalkan pekerjaan atau tidak. Meskipun jika menengok ke arah daftar pengeluaran bulanan, mata kami akan menjadi sayu dan lidah menjadi kelu... :-(

Rupanya, pasukan yang ditugaskan untuk beroperasi mencari bantuan masih bekerja. Namun lagi2 yang dari Jogja hanya bisa mendukung dengan doa dan berkata "Jogja - Klaten wes tak susuri tak goleki nanging tetep durung ketemu nduk... Waduh, iki aku karo ibumu malah melu sedih karo kepikiran terus nek nganti kowe ora entuk sik momong Gendhuk Kirania... Nek nganti kudu eneng sik ora kerjo, malah mesakke... Tak dongakke mugo2 simbah Banten iso oleh yo nduk..." Nggih mbaaaahhh.... :-)

Sementara si Teh Ati dengan kalimat jitunya menyemangati dan mendoakan (to make her feels lil better juga sih kayaknya. hehehe), "Tenang aja bun... Insya Allah dapet pengganti yang lebih baik dari Ati... Bunda sama A Yudi kan orang baik... Insya Allah ketemu sama yang baik juga....". Jadi seperti biasa, kami pasrah dan menjalani semua dengan santai... "Di Bismillah kan saja... Insya Allah sudah ada yang mengatur...~ Wilis 2013" :-p

Dan Puji Syukur yang tiada terkira kami panjatkan pada Tuhan kami Allah SWT, yang selalu memberikan rahmat nya sesuai dengan yang kami perlukan disaat yang tepat. Berita bahwa mbah Banten nya Kirania berhasil menemukan Teh Nur adalah salah satu berita yang membahagiakan kami. Alhamdulillahirobil'alamin...

Dan 3 hari sebelum Teh Ati mudik, akhirnya Umi mengantarkan Teh Nur ke rumah. 3 hari dia ditraining oleh Teh Ati dan Umi. Mudah2an cocok dan jodoh dengan kami, dan Teh Nur betah dan bahagia bersama kami untuk waktu yang panjang. Aamiin. :-)

I feel safe with my Dad ! ^_^
Kembali lagi ke The Jungle dan Kirania. Setelah Ayah, dan kedua tetehnya nyegur ke air dan berputar2 atau berperosot2 ria, akhirnya Kirania pun bangun dengan senyum mahalnya. Segera saja aku ganti baju tempurnya. Smangadh...Smangadh... dan Byurr.... Akupun nyegur... Di susul dengan menggendong Kirania... Seperti biasa, takut, ragu, curiga, sedikit ehek2 mengiringi uji coba Kirania masuk ke air. Namun aku sudah tau jurus meluluhkan Kirania. Dengan menjadi PD terlebih dulu. Dia pun manut katut sama aku. Kamipun naik ban dan berputar mengikuti arus sambil didorong dan diarahkan agar ke tempat yang tidak terguyur air pancuran. Ketika dibawah jembatan dimana semua jalannya adalah pancuran, Kirania pun ber ehek2 karena kaget terkena pancuran air. Diapun di gendong Ayah melipir ke pinggir dan bermain di area yang dangkal.

Selesai bermain2 air dangkal, kamipun iseng melihat2 ke area burung. Ternyata, dari kali terakhir Aku dan mantan pacarku itu datang ke The Jungle, sudah banyak sekali jenis dan jumlah burung bertambah. Ada burung Cendrawasih juga lho... WOW. Bahkan sekarang ada pertunjukan/atraksi burung pula. Kirania sangat terpukau dengan atraksi burung nya. Dia sibuk memperhatikan burung, sedangkan emaknya sibuk minta diphoto2. :-p

Ada kejadian unik yang terjadi ketika kami bersiap pulang. Disaat kami sedang menghabiskan kopi dan mie yang kami pesan diwarung, ada sepasang Bapak dan Ibu Arab (mungkin Akhi dan Ukhti? :-) ) yang berjalan melalui kami, namun langsung berhenti didekat kami. Tiba2 dia mengucapkan sesuatu yang sama sekali kami tidak mengerti. Hanya 1 kalimat yang kami mengerti yaitu"Mosleem? Mosleem?" Setelah kami semua berpandangan sesaat, dengan PD nya aku menjawab "Yes, we are. Can I help you?" Si ibu nya menjawab dengan bahasa Arab lagi. "Waduh... mati deh gw... Jangan2 gw dikata2in pake Bahasa Arab yak..." Sisi buruk didalam hati usil berkata.

Sorry Dad, i am more interested with the bird... ;-p

Mungkin karena mereka melihat kebingungan kami, diapun langsung bertindak menyampaikan maksudnya. Dia merogoh kedalam tas tentengnya dan mengeluarkan seplastik Kurma. Hahahaha... Rupanya dia melihat mertua ku yang berkerudung, dan karena kami adalah Muslim, dia mau memberi kami Kurma Arab nya... Langsung saja aku sambung kembali ucapanku dengan "Syukron... Syukron..." Dan akhirnya mereka pun tertawa karena paham apa yang kami maksud. Kamipun tertawa karena paham apa mau mereka... Syukron yaa ukhti... Kurma nya enaaaaakkk sekali... Berbeda dengan yang biasa kami beli :-)

Till we meet again Teh Ati
Setelah warung2 tutup, kamipun beranjak keluar dari arena berenang. Melihat2 jualan orang2 diarea lobby, dan melihat keriaan yang ada didepan The Jungle. Setelah diskusi sebentar mengenai posisi menunggu jemputan yang enak, akhirnya kami memutuskan untuk berjalan kaki sebentar ke arah Orchad, dimana banyak sekali warung2 dan tempat makan dipinggir jalannya. Ikut nongkrong kami sambil bercengkerama, mengucap salam perpisahan, memperhatikan lalu lalang dan hiruk pikuk BNR, minum jus, teh hangat, dan juga makan Sate Padang. Sebuah perpisahan yang cukup berkesan untuk pertemuan yang singkat. Terima kasih banyak ya Teh Ati... Sudah memberikan sepenggal cerita untuk kami. Mudah2an acaranya lancar, dan menjadi keluarga samara bagahia sampai akhir hayat. Ingat obrolan2 mengenai pernikahan yang selama ini kita bicarakan disela2 Kirania tidur yaa...


Dan ingat juga kata Bos ku yang pernah kukatakan padamua:
"Rumah Tangga itu memang complicated, Kalau Sederhana itu Rumah Makan Padang" :-p

OK... I love selfie with my Mom :-p

No comments: