Tuesday, June 5, 2012

Laksana Sang Dewi Shinta

Pernah mendengar kisah mengenai Dewi Shinta yang dilindungi oleh garis batas agar tidak diganggu oleh musuh..... ???

Nah, beberapa hari belakangan ini, aku merasa laksana sang Dewi Shinta dirumahku sendiri. Berusaha melindungi diri dengan menorehkan garis yang mengitari rumahku, dengan tujuan untuk menghambat sesuatu yang buruk melewatinya. Dalam hal ini, siapa yang menjadi sesuatu yang buruk itu? ya, betul... S E M U T. Hewan ajaib yang di ciptakan Tuhan dengan semua kelebihan dan kekurangannya.

Picture Source Here
Entah kenapa, si makhluk mungil ini selalu saja datang dan datang ke rumahku. Sebetulnya, semutnya hanya 1 ekor, tapi teman-temannya banyak sekali. Dan si semut tidak pernah datang sendirian. Dia selalu mengajak rombongan temannya. Setiap aku lengah sedikit saja, maka dalam sekejap mata si semut ini pasti sudah menancapkan bendera kekuasaannya. Tanda bahwa dia memenangkan area itu. Oh My... :(

The minute i started to live in this house, the minute itu pula aku mulai bersaing dengan makhluk mungil ini. Konon kabarnya, perumahan ini memang memiliki sejarah penimbunan sampah yang buruk. Semua lahan yang digunakan untuk mendirikan bangunan, ditimbun dengan sampah2 yang diambil entah dari mana. Maka, tidak heran akhirnya jika kerajaan semut menguasai setiap jengkal tanah ini.

Awalnya, aku hanya kesal, membantai mereka dengan tangan, kaki, dan benda2 yang ada disekitarku saja. Namun lama2, karena teman2 semut ini tidak pernah berhenti datang dan cenderung bertambah berkali2 lipat, maka akupun segera mencari strategy yang mumpuni untuk melawan mereka.

Setelah mencari referensi kesana dan kesini, akhirnya aku menentukan senjata ampuh apa yang bisa digunakan untuk mengusir makhluk2 tak di undang itu. K A P U R B * * * S. Awalnya aku coba2 saja dan menggunakannya diwilayah terbatas dimana gerombolan semut berada. Di sekitar kompor masak misalkan. Aku buatkan garis batas lingkaran diseputar gerombolan semut, dan ternyata semut2 didalamnya sukses klenger. W O W.

Akhirnya aku perluas area jelajah Kapur Ajaib ini. Disetiap gerombolan semut berada, aku gambarkan garis batasnya. Akhirnya dengan sedikit sentuhan kreatif gambarnya pun mulai bervariasi, tidak melulu lingkaran. :-)

Beberapa hari seolah balapan dengan kaum semut, rasanya aku mulai merasa lelah dan putus asa. Semut2 ini pandai sekali mencari celah. Di batasi disini, bikin jalan baru di situ. Di garis lagi disitu, bikin barisan lagi disana. ppffiiuuh...

Puncaknya, aku berfikir untuk menggunakan siasat Dewi Shinta saja. Sekeliling rumah yang dipagari oleh Kapur Ajaib ini. Harapannya sih agar tidak ada lagi semut yang bisa masuk kerumah ini. Bismillah... Mudah2an berhasil. Smangadh!!!

Dilancarkan lah aksi garis batas itu. Aku menggosok dan mengoleskan kapur ini di setiap sudut terluar rumah ini. Sampai memanjat tembok pun aku lakukan demi keamanan nasional dalam negri rumah ini. Hasilnya??? W O W lagi... berhasil sodara2... Beberapa hari tidak ada semut yang muncul dirumah kami. Alhamdulillah... Tenanglah hati ini melakukan rutinitas sehari2 tanpa harus mengalokasikan waktu untuk berperang melawan semut.

Dewi Shinta pun merasa tenang didalam istana paling indahnya.... :-)

Tapi rupanya ada faktor yang aku lupakan dalam pelaksanaan strategy perang ini. Bahwa rumah ini ada di kawasan Bogor yang notabene hujan dan panas datang tanpa pernah memberi kabar terlebih dahulu. Dan bahwa hujan dan panas itu dapat dengan mudah menghapuskan tanda batas yang telah aku goreskan. Kesadaran akan kekeliruan yang kuperbuat ini muncul ketika suatu pagi aku lihat semut dan teman2nya kembali nangkring di atas mesin cuci yang kami gunakan sebagai meja penampung makanan. hahahahaa...

Peperangan pun kembali di lanjutkan. Smangadh!!!

Sunday, June 3, 2012

My 2nd Sunday in My New House

Alhamdulillah.... 

Million thanks to Allah SWT... Untuk semua hal yang sudah diberikan-Nya kepadaku, kepada orang2 disekelilingku. Duuuh, nggak cukup deh ngungkapin syukur ini kalau dihitung2... Betul sekali kalimat yang berbunyi: "Nikmat Tuhan yang mana lagi yang engkau dustakan???" heheheee

Hari ini, adalah hari minggu keduaku di rumah baru (yang masih rumah orang) ini. Karena sudah minggu kedua, sepertinya segala sesuatu mulai mengarah pada rytme tertentu. Ada sesuatu yang berulang setiap hari, ada sesuatu yang berulang setiap beberapa hari, dan ada sesuatu yang (berusaha) aku tinggalkan... It's pretty much challenging though.... :)

Mengingat bahwa saat pertama kali kami merebahkan badan di rumah ini, hanya dengan modal kasur angin yang kami beli sewaktu ada pameran di Botani Square. Itupun, pagi2 pasti aku menemukan dia yang namanya tak boleh disebut sudah menggelepar di karpet karena katanya tidak betah tidur di kasur angin. Panass... :)


Minggu kedua ini, rasanya isi rumah langsung berubah secara mendadak. Saat ini, sudah layak disebut rumah, dan tidak terlalu nampak bahwa kami adalah pasangan yang baru menikah sekitar 3 minggu yang lalu. Dan itu semua, rasanya sangat2 tidak terlepas dari temen2 dari Kantor Ikan. Hampir semua isi rumah ini, ada cap kantor ikannya.... Subhanallah sekali teteh... :p

Beberapa waktu lalu, kasur datang untuk yang pertama kalinya. Cihuyyyyy.... akhirnya aku sudah bisa mengucapkan say goodbye sama kasur anginku. Dia akan bersandar manis di ruang depan, siapa tahu ada teman yang melawat atau bertandang dan menginap. hohohoho....

Hasil dari perburuan yang Mbak Yuli, Mbak Dessy, dan aku lakukan beberapa waktu lalu, akhirnya lengkap datang kerumah setelah 3 hari pemesanan dalam bentuk beberapa kardus2 besar. Harus menunggu sehari lagi untuk dapat melihat wujud bendanya terpasang manis dirumah ini. Dan jreng...jreng.... Tadi malam, datanglah dua orang mas-mas (entah orang sunda atau jawa, yang penting mas-mas) yang kemudian bekerja dengan cekatan dan menyulap bentuk2 kardus itu menjadi sesuatu... Yuhuuuuu....


Pertama2, yang mereka tanyakan adalah "Nanti akan diletakkan dimana lemari dan tempat tidurnya bu?" Setelah aku bilang bahwa tempat tidur dan lemari dikamar belakang saja, merekapun langsung bekerja dan bekerja. Aku dan dia yang namanya tak boleh disebut, sibuk berdebat tentang pemilihan kamar. Kenapa nggak dikamar depan, karena kamar depan untuk bla...bla..bla... Perdebatan yang nggak penting, secara si mas2nya juga terus bekerja merakit benda2nya. 

Tak berapa lama kemudian, mereka bilang kalau lemari nya sudah selesai. Assyiiikkk.... Aku dan diapun langsung tunggang langgang mengintip ke dalam kamar... Siiiippp.... Begini jadinya:


Sudah terbayang rasanya mengangkut baju2ku yang masih numpang di kosan padahal orangnya sudah tidak ada disana. Kemudian aku juga memetakan kardus2 kebayaku yang akan diletakkan disana, barang2 yang lain disini, dll.... Dia juga sudah mulai membayangkan bagaimana jaket2 nya akan digantung disana, dan bla..bla..bla... hahhaa.... Maklumlah... Belum pernah punya lemari yang ada gantungannya selama di Bogor... :)

Agenda kedua yang dilakukan si mas2 adalah memasang tempat tidur... Aku sedikit khawatir apakah nantinya akan muat atau tidak itu kamar kalau untuk lemari dan tempat tidur. Tapi kata mereka, masih muat koq bu... (*duuhh, ibu2 banget gw yaks? :p )

Beberapa saat kemudian..... jreng.... Selesaiiii.... Beginilah jadinya setelah kasur yang sebelumnya datang dipasangkan:


Alhamdulillah.... Sesuatu sekali bukaaaaaannn? :p
Ayooo, buat yang mau nginep, silakan datang ke rumah... Kita tidur ditempat tidur ini.... Syaratnya cuma satu koq... Perempuan dan berorientasi seksual straight... hheheheheee

Oh iya, masih ada satu lagi yang belun di stel, yaitu sofa... Tapi pemasangan sofa ini sangat sebentar sekali. Hanya perlu di keluarkan dari kardus, di tes sandarannya bisa tegak, miring, dan melebar, dan kemudian dipasanglah 4 kakinya... Tarrrraaaa.... Jadi deeehhh.... Untuk pemanis awal, aku berikan sentuhan kecil dengan kain yang dibeli oleh dia sewaktu ada trip ke Kupang.... See below:


Daaaaannnn.... Yang tak kalah penting dari semua isi rumah ini adalah sepasang alat penopang kehidupan ini. Dari kombinasi kedua alat ini, aku sudah berhasil menciptakan beberapa mahakarya yang tidak akan bisa diciptakan oleh orang lain seperti Sop tanpa garam, tumis kacang panjang dan tempe bumbu kurang, tumis bunga pepaya campur wortel, dan beberapa karya kecil seperti tempe gosong dan sebagainya... Next time, I promise that it would be better.... Ciaiyoooo.... :)


Semua produk2 di atas adalah cap ikan semuanya... Mereka semua, teman2 kami, bahu membahu untuk membantu kehidupan baru kami. Mempermudah dan meringankan beban kami sebagai pasangan baru. Mudah2an semua kebaikan mereka mendapatkan hitungan pahala yang berlimpah, dan untuk mereka juga mudah2an selalu diberikan kelancara rizki dan kesehatan sepanjang masa. Amin. 

Selain apa yang aku sebutkan diatas, banyak sekali bantuan yang diberikan oleh teman2 kami, hanya saja masih banyak diantaranya yang tertinggal di Jogja dan baru akan kami angkut bulan depan. Terima kasih untuk semuanya, kehidupan baru kami ini rasanya lebih mudah dengan adanya kalian. Mudah2an Tuhan memberikan yang terbaik untuk kalian semua....

Untuk semua teman dan saudara, pintu rumah kami selalu terbuka lhoooo.... Monggo2 silakan datang kesini... Berkunjung, bertandang, menginap juga boleeehhh... Please, feel free to come yaaaa ^_^


Monday, May 28, 2012

Thanks God, You Brought Me to Them

Hari ini rasanya aku ingin menangis... Terharu biru menerima banyaknya perhatian, cinta, kasih, dan sayang yang diberikan oleh teman2 disekitarku. Hiks...hiks....

I don't know what to say...
I feel very blessed
God must be loves me and my husband so much

We've got so much good news today

I wish every good things happen to them all
I wish God bless them as well
With happiness, joyful in life, etc

Thanks a lot my SFP friends... I love you all, so much

*hug&kisses*

Wednesday, May 23, 2012

Sarapan Perdana - Bubur Ayam

Hari ini, adalah hari pertama aku dan dia yang namanya tak boleh disebut menempati rumah kontrakan kami yang baru. Setelah tadi malam mendarat dengan mulus dihalaman sekitar jam 12 malam. Blek...sek... langsung molor sambil menikmati cenat-cenutnya betis yang masih berkonde dan seolah2 kondenya semakin rapat dan kuat. Huhuhu...

It's been long time since my first days off...
Banyak cerita, kisah, kejadian, dan fenomena unik dan menarik yang terjadi. Insya Allah would be write here sometimes soon... :p

Selamat menempuh hidup baru... 
Adalah doa ampuh yang selalu dan senantiasa didengungkan, dibisikkan, diucapkan, dan diteriakkan untuk orang2 yang melangsungkan janji suci sehidup semati itu. Sekarang aku melihat kenyataan yang ada. Memang benar2 menempuh hidup baru. Mungkin tidak bagi semua orang, namun paling tidak bagi kami, seperti itulah adanya. 

Pagi ini kami membuka mata dan sedikit bercengkerama tentang 'what next' nya kehidupan kami. Kami mulai menginventarisasi benda2 yang belum kami punya, yang ternyata jumlahnya lebih dari 10 kalilipatnya benda yang kami punya. Dengan kata lain, saat ini kami belum punya banyak benda... hehehhee. Mulailah kami menyusun piramida untuk prioritas pengusahaan benda2 tersebut... Piramida yang flexible, dan bisa berubah2 setiap waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu... :p

"Sarapan apa pagi ini?" tanyaku
"Apa ya?"
"Kayaknya musti beli deh... Soalnya kita udah punya kompor gas, udah punya gas-nya juga, tapi belum punya selang gasnya.... jadi nggak bisa masak..." Dan kamipun tertawa berjama'ah... :)))))

Akhirnya, ketika tukang bubur berteriak dengan lantang "Bur..... " , akupun memanggil, melambaikan tangan, dan memintanya mendekat. 

Alhamdulillah... Hari pertama masih bisa makan bubur ayam.... ^_^

Agenda hari ini adalah : catch up with emails and works, belanja ke Giant sebentar untuk beli selang gas, sapu, pel, ember, dll, ke kosan lama untuk absen, ketemu teman untuk bayar hutang, ke Lawalata mengantar kan sesuatu, de el el... :)

Selamat menempuh hidup baru...!!!!
With you, i am born again... ^_*

Wednesday, May 9, 2012

Simple is Not in the Village

Quote for today:

If you wanna have simple wedding, don't live in the village then...
If you hate 'stabbing from the back' thing, don't live in the village either...
If you believe that brotherhood and sisterhood could have one hundred percent of your trust, definitely you won't live in the village...

It doesn't meant that village is bad... nope
I just trying to say that the village is not the best place to find a simple.

This simple is not about money,
This simple is about live your life without intention.

I feel sorry for them...
Nevertheless.... I'd like to say thank you...

Life is too short to be sneaky
Let's enjoy the rest of our life peacefully...
Don't hurt anyone, if you don't want to be hurt.

Today, is my officially pingitan begin. I hope tomorrow would be better, and i believe that tomorrow must be better than before.

For my spirit : I think the did it because deeply inside, they love me so much... :p

Thursday, April 19, 2012

Breaking My Heart


Hari ini, aku dan dia mencoba keluar dari cangkang yang selama ini selalu (tampak) membatasi ruang gerak kami. Sebetulnya hanya perasaan aja sih yang membuat aku jarang kemana2. Perasaan malas. heheheheeee....

Eits, sebelumnya... Ada peringatan keras nih. Kalau pergi kemana2, kamera pocket jangan ketinggalan please. Meskipun jaman dulu kita hidup nggak pakai kamera juga ok2 aja, tapi skarang ini, karena sudah ada kamera, ya kenapa nggak dimaksimalkan... betul? Karena aku biasanya suka iseng jeprat-jepret sesuatu yang (mungkin kurang penting) ada di sepanjang jalan, maka giliran kamera tidak disanding, sedikit galau jadinya. hahaha... lebay. Yang betul adalah, karena kamera tidak disanding, maka aku hanya bisa mendongengkan cerita. No Picture=dongeng=hoax ? Please, ini memang dongeng, tapi bukan hoax. Ini dongeng yang di angkat dari kisah nyata koq... ^_^

Jadi begini ceritanya.....

Aku dan dia pergi ke kota yang sebetulnya selama ini (sedikit) kami hindari. Kota Metropolitan yang biasa di bilang sebagai Kota Jakarta. Aku dan dia sedang dalam misi mencari sesuatu yang (menurutku) sesuatu (banget). :p

Perjalanan cukup panjang, cukup menguras keringat dan energi. Berpusing2 di Kota Jakarta, bukanlah sesuatu hal yang kami idam2kan, meskipun konon katanya kota ini adalah Ibu Kota Indonesia. Kalau ada pilihan lain, aku lebih memilih duduk diam pakai daster di depan laptopku, dikamar 4x3 meterku. Tapi, karena sesuatu yang sesuatu itu, aku dan dia rela membuang keringat kami di kota besar ini.

Ternyata, aku menjadi orang yang katro ketika berada di jalanan kota. Banyak nanya ini-itu, banyak komentar ini itu, dan banyak penasaran ini itu. *tepok jidat* duuuhhh.... norak banget deh... Sampai2 dia bilang aku ini adalah anak yang cerdas, cerewet dan sialan. :))))

Namun ternyata juga, saking jarangnya aku melihat perkotaan, sepertinya aku sudah sangat ketinggalan update mengenai pergaulan anak2 jaman sekarang. Ada beberapa kejadian yang membuatku mengelus dada (dadaku sendiri_red), dan merasa miris. Bersyukur, berdoa, dan berharap agar aku bisa menjalani sisa waktuku tanpa harus berada di tengah2 deru dan debu kota besar ini. Nikmat Tuhan yang mana lagi yang engkau dustakan?

Satu kejadian yang cukup membuatku yang katro ini merinding adalah kejadian yang aku lihat di dekat perhentian bus TransJakarta Halte Tugas. Saat itu aku dan dia sedang berdiskusi kecil mengenai Jakarta sambil melintasi jembatan lintasan di atas Halte Busway. Tiba2 dari arah bawah - jalanan raya di bawah kami, kami mendengarkan suara ribut2 orang berlarian. Kamipun menengok ke arah ribut2 itu. Ternyata ada segerombolan anak2 SMP yang berlarian menyeberang jalan seolah2 takut atau sedang mengejar sesuatu.

"Wah, tawuran..." Kata dia disampingku.
"Hah? Masa sih?" Tanyaku (dengan mata melotot plus mulut setengah menganga).
"Oh, bukan dink.... Ngejar truk buat tumpangan..." Kata dia lagi.

Dan disinilah adegan yang membuatku pengen mengelus dadanya mas tiiiiiiiiiiitttttt *sensor*.:))))))))

Ada sebuah truk kecil berwarna kuning yang sedang berjalan setelah melalui lampu merah. Tiba2 si supir harus memperlambat laju truknya karena tepat di depan truknya yang masih berjalan, ada sekitar 4 anak SMP yang berjalan mundur - menghadapnya. Anak2 itu berusaha menghentikan lanju truknya untuk tujuan tertentu. Mau tidak mau, supir truk pun memperlambat laju truknya, karena jika tidak maka si anak2 itu akan tertubruk dan dia mungkin akan di hajar massa.

Dalam waktu yang bersamaan, puluhan anak SMP yang lainnya berloncatan menaiki truk dan segera mengatur posisi sehingga semua anak terangkut. Setelah anak2 yang jumlahnya puluhan itu naik ke truk, maka satu persatu anak yang ada di depan truk itupun bergerak kesamping dan ikut meloncat ke atas truk. Hingga akhirnya tinggal ada 1 anak yang ada di depan truk. Si anak tetap berada di depan truk sambil berjalan mundur pelan2, hingga dia merasa yakin bahwa semua temannya sudah berada di atas truk dengan aman. Setelah itu, diapun berlari ke pinggir jalan, dimana (ternyata) sudah ada 2 teman yang lain yang sudah menunggunya di atas motor. Dan merekapun melaju dengan motor berbonceng 3. ~_~

Adegan itu berjalan begitu cepat, hingga membuat aku dan dia yang namanya tak boleh disebut terkejut2 dan termangu2. Setelah berhasil mengatasi kaget dan takjub kami, kamipun mulai saling melihat dan tersenyum bersama. Senyuman miris.

"Gila ya, masih kecil sudah berani membajak mobil" Kata dia.
"Iya, ngeri banget ya... Duh, serem nih pergaulan anak2 jaman sekarang..." Kataku.

Kamipun melanjutkan perjalanan kami mencari sesuatu yang sesuatu itu. Namun sayang, hari ini kami belum berhasil. Sepertinya kami harus kembali lagi minggu depan. Mudah2an minggu depan kami tidak harus bertemu dengan adegan pembajakan mobil lagi. Cukup sekali saja... pleaseeeee... please.... let's cross our fingers....

******

Kamipun meneruskan perjalanan menyusuri jalanan Kota Jakarta dengan menggunakan angkutan Bus TransJakarta. Secara tidak sengaja, aku membaca tulisan sebuah stiker yang bertengger manis di kaca bus. Sebelumnya, aku pengen berkata bahwa aku sedikit menyesali diriku sendiri di perjalanan ini. Belakangan ini, insting untuk mengabadikan sesuatu dalam gambar atau video ku sudah sangat berkurang. Entah kenapa. Hiks... Berbanding lurus dengan ke enggananku menuls di blog sepertinya. Huhuhu.... Ok, jadi bunyi tulisannya kalau tidak salah ingat adalah:

"Muda Tawuran,
Dewasa Korupsi,
Tua Masuk Penjara..."

Kusenggol tangannya, dan kutunjukkan tulisan itu padanya. Dia hanya tersenyum seperti biasa. Akupun menambahkan satu kalimat tambahan:

"Mati Masuk Neraka ya...."

Dan diapun tersenyum lagi... Senyam-senyum-senyam-senyum... Mungkin dalam hatinya, dia ini berkata:

"Duh, pacarku ini norak sekali ya... Kalau dilepas dikota, bawaannya jadi katrok. Semua2 di komentari, di perhatiin... *tepok jidat*" heheheeeee....

******

Setelah perjalanan panjang hari ini, kamipun memutuskan untuk mengisi perut yang sempat terlupakan di sebuah restoran cepat saji. Beberapa menupun kami pilih, dan duduk manislah kami disalah satu kursi empuknya. Disinilah kejadian yang membuatku pengen mengelus dada lagi.... *pppffiiuuuhhh....*

Awalnya, dengan sudut mataku yang sedang terpaku pada beberapa pekerjaan di laptop, aku melihat beberapa anak masuk dan membeli es krim. Mereka kemudian duduk rapi di barisan kursi di samping pasangan bapak dan ibu. Mereka sepertinya asyik ngobrol seperti layaknya anak2 kecil lainnya. Seru sekali kelihatannya.

Sampai suatu ketika si ibu dan si bapak yang ada disamping mereka berdiri meninggalkan meja karena sudah selesai makan, mereka kemudia terlihat melihat2 ke kiri dan ke kanan. Matakupun semakin ingin melirik dan memperhatikan mereka. Pelan2 duduk mereka bergeser ke arah meja yang tadinya diduduki bapak dan ibu. Aku melihat mereka langsung mengambil sesuatu di piring. *Melotot lagi* Ya ampun, ternyata mereka mengambil tulang sisa makanan bapak dan ibu tadi, dan memakannya dengan lahap.

"Astaghfirullah..... Mungkin hanya iseng kali...." Kataku dalam hati.

Masih dengan penasaran, sudut matakupun akhirnya asyik mengikuti tingkah polah mereka. Mereka sepertinya sedang melihat2 peluang dan memperhatikan pengunjung yang sudah hendak meninggalkan tempat.

Orang yang duduk di kursi depanku, telah selesai makan, berdiri, dan berjalan keluar. Seperti yang sudah aku duga, anak2 itu langsung berdiri, melihat ke pintu (seolah memastikan bahwa orang itu tidak akan kembali masuk), dan berjalan menuju piring bekas makan orang tadi. Merekapun langsung mengambil tulang yang ada dipiring dan memakannya.

Aduuh... tiba2 nafsu makanku jadi sedikit terganggu dan merasa kurang nyaman. Muncul perasaan iba dan miris yang cukup mengganggu. Akupun melihat makanan dan minuman yang ada didepanku. Masih ada sepotong ayam dan beberapa potong kentang goreng yang tidak mampu aku habiskan.

Pikirankupun jadi berkecamuk antara membiarkan sisa2 makanan itu dimeja, atau memaksakan makanan2 itu untuk masuk ke dalam perut. Sebetulnya, bukan masalah pelit atau bagaimana ya... Hanya saja, kalau membayangkan sisa makanan kita dimakan anak2 itu, koq sepertinya kasihan sekali. Mungkin mereka berbuat begitu (salahsatunya) karena ada orang yang meninggalkan makanannya dalam kondisi setengah habis. Sehingga memancing anak2 yang lapar itu memakan sisa2 yang ada dipiring kita. Duuuhh....

******

Hari ini, banyak sekali kejadian2 kecil yang membuatku semakin bersyukur atas apa yang aku miliki saat ini. Tuhan begitu sayang padaku sehingga beribu jalan diberikan-Nya selalu. Alhamdulillah....

Kalau kita memperhatikan sekitar, terkadang atau bahkan seringkali hal2 kecilpun bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk kita. Kisah2 itu akan menggelitik, menyentil, membuat pipi merah, atau bahkan membuat hati patah. Namun dengan memperhatikan adegan2 itulah, kita akan mengetahui dan merasakan seberapa besar dan pentingnya arti kata "Alhamdulillah....."

It's really... really... breaking my heart :(

Kisah moral yang bisa kita ambil dari beberapa cerita diatas menurutku adalah:
1. Jika masih ada kesempatan untuk tinggal dan membesarkan anak keturunan kita tercinta di tempat selain Jakarta, mari kita usahakan dengan maksimal. Jika memang kita harus di Kota Jakarta, maka kita harus lebih waspada dan mawas diri terhadap lingkungan sekitar tumbuh kembang anak2 kita...

2. Tawuran, korupsi, dan penjara, adalah hal2 yang belakangan ini tidak lagi menjadi tabu. Semua semakin menjadi biasa, dan telinga kita semakin kebal terhadap kata2 tersebut. Dulu mungkin kita akan merinding bulu roma kalau mendengarnya, namun seiring dengan bertambah banyaknya kasus dan cerita, membuat kita mau tidak mau jadi terbiasa. Waspada, waspada, dan berusaha yang terbaik untuk orang2 yang kita cintai, tanpa harus menyimpang dari norma. Amin

3. Kalau kita membeli makanan cepat saji di tempat2 umum, membelilah sejumlah yang sanggup kita makan. Jangan sampai bersisa, karena sisa yang kita tinggalkan itu bisa mengundang orang yang pengen dan tidak mampu beli - kemudian memakannya. Bukan masalah pelit atau tidak pelit, tapi lebih untuk menghindari sesuatu yang humiliating people... :(

Selain istilah pepatah yang mengatakan bahwa "Tuhan ada dimana-mana", aku juga percaya bahwa "Pelajaran ada dimana-mana". Cukup dengan membuka mata, telinga, dan mata kita lebar2 sepanjang jalan, kita akan mendapatkan banyak hal yang tidak bisa di install di gadjet2 terbaru itu... Jangan buang2 waktu berharga itu hanya untuk bermain game, lihatlah sekeliling....

Sunday, April 1, 2012

Would You?

Kemarin, aku mendapatkan satu artikel yang sangat inspiring dari seorang teman. Dia memposting artikel itu di salah satu jejaring sosial. Inspiring untuk orang2 yang sudah atau hendak menikah katanya....

Satu kalimat yang sangat aku sukai adalah kalimat yang akhirnya aku modifikasi sendiri. hehehehe. Begini bunyinya....

"Would you carry me out every morning until death do as apart?"

Ini adalah kalimat sakti yang perlu aku tanyakan kepada dia yang namanya tak boleh di sebut. Kalimat ini adalah kalimat yang menggambarkan keinginan untuk bisa terus bersama, menjalani hari sampai maut memisahkan. Keinginan untuk selalu menjalani hari seperti layaknya hari pertama pernikahan, dimana semua hal terasa indah dan dunia serasa milik berdua.

Mudah2an meskipun dia tidak benar2 bisa carry me out (karena diet yang belum berhasil ini), inti dari kalimat itu bisa kami jalani dan kami resapi sehari-hari, seterusnya, selamanya, dan sampai maut memisahkan kami.... Amin.