Thursday, April 19, 2012

Breaking My Heart


Hari ini, aku dan dia mencoba keluar dari cangkang yang selama ini selalu (tampak) membatasi ruang gerak kami. Sebetulnya hanya perasaan aja sih yang membuat aku jarang kemana2. Perasaan malas. heheheheeee....

Eits, sebelumnya... Ada peringatan keras nih. Kalau pergi kemana2, kamera pocket jangan ketinggalan please. Meskipun jaman dulu kita hidup nggak pakai kamera juga ok2 aja, tapi skarang ini, karena sudah ada kamera, ya kenapa nggak dimaksimalkan... betul? Karena aku biasanya suka iseng jeprat-jepret sesuatu yang (mungkin kurang penting) ada di sepanjang jalan, maka giliran kamera tidak disanding, sedikit galau jadinya. hahaha... lebay. Yang betul adalah, karena kamera tidak disanding, maka aku hanya bisa mendongengkan cerita. No Picture=dongeng=hoax ? Please, ini memang dongeng, tapi bukan hoax. Ini dongeng yang di angkat dari kisah nyata koq... ^_^

Jadi begini ceritanya.....

Aku dan dia pergi ke kota yang sebetulnya selama ini (sedikit) kami hindari. Kota Metropolitan yang biasa di bilang sebagai Kota Jakarta. Aku dan dia sedang dalam misi mencari sesuatu yang (menurutku) sesuatu (banget). :p

Perjalanan cukup panjang, cukup menguras keringat dan energi. Berpusing2 di Kota Jakarta, bukanlah sesuatu hal yang kami idam2kan, meskipun konon katanya kota ini adalah Ibu Kota Indonesia. Kalau ada pilihan lain, aku lebih memilih duduk diam pakai daster di depan laptopku, dikamar 4x3 meterku. Tapi, karena sesuatu yang sesuatu itu, aku dan dia rela membuang keringat kami di kota besar ini.

Ternyata, aku menjadi orang yang katro ketika berada di jalanan kota. Banyak nanya ini-itu, banyak komentar ini itu, dan banyak penasaran ini itu. *tepok jidat* duuuhhh.... norak banget deh... Sampai2 dia bilang aku ini adalah anak yang cerdas, cerewet dan sialan. :))))

Namun ternyata juga, saking jarangnya aku melihat perkotaan, sepertinya aku sudah sangat ketinggalan update mengenai pergaulan anak2 jaman sekarang. Ada beberapa kejadian yang membuatku mengelus dada (dadaku sendiri_red), dan merasa miris. Bersyukur, berdoa, dan berharap agar aku bisa menjalani sisa waktuku tanpa harus berada di tengah2 deru dan debu kota besar ini. Nikmat Tuhan yang mana lagi yang engkau dustakan?

Satu kejadian yang cukup membuatku yang katro ini merinding adalah kejadian yang aku lihat di dekat perhentian bus TransJakarta Halte Tugas. Saat itu aku dan dia sedang berdiskusi kecil mengenai Jakarta sambil melintasi jembatan lintasan di atas Halte Busway. Tiba2 dari arah bawah - jalanan raya di bawah kami, kami mendengarkan suara ribut2 orang berlarian. Kamipun menengok ke arah ribut2 itu. Ternyata ada segerombolan anak2 SMP yang berlarian menyeberang jalan seolah2 takut atau sedang mengejar sesuatu.

"Wah, tawuran..." Kata dia disampingku.
"Hah? Masa sih?" Tanyaku (dengan mata melotot plus mulut setengah menganga).
"Oh, bukan dink.... Ngejar truk buat tumpangan..." Kata dia lagi.

Dan disinilah adegan yang membuatku pengen mengelus dadanya mas tiiiiiiiiiiitttttt *sensor*.:))))))))

Ada sebuah truk kecil berwarna kuning yang sedang berjalan setelah melalui lampu merah. Tiba2 si supir harus memperlambat laju truknya karena tepat di depan truknya yang masih berjalan, ada sekitar 4 anak SMP yang berjalan mundur - menghadapnya. Anak2 itu berusaha menghentikan lanju truknya untuk tujuan tertentu. Mau tidak mau, supir truk pun memperlambat laju truknya, karena jika tidak maka si anak2 itu akan tertubruk dan dia mungkin akan di hajar massa.

Dalam waktu yang bersamaan, puluhan anak SMP yang lainnya berloncatan menaiki truk dan segera mengatur posisi sehingga semua anak terangkut. Setelah anak2 yang jumlahnya puluhan itu naik ke truk, maka satu persatu anak yang ada di depan truk itupun bergerak kesamping dan ikut meloncat ke atas truk. Hingga akhirnya tinggal ada 1 anak yang ada di depan truk. Si anak tetap berada di depan truk sambil berjalan mundur pelan2, hingga dia merasa yakin bahwa semua temannya sudah berada di atas truk dengan aman. Setelah itu, diapun berlari ke pinggir jalan, dimana (ternyata) sudah ada 2 teman yang lain yang sudah menunggunya di atas motor. Dan merekapun melaju dengan motor berbonceng 3. ~_~

Adegan itu berjalan begitu cepat, hingga membuat aku dan dia yang namanya tak boleh disebut terkejut2 dan termangu2. Setelah berhasil mengatasi kaget dan takjub kami, kamipun mulai saling melihat dan tersenyum bersama. Senyuman miris.

"Gila ya, masih kecil sudah berani membajak mobil" Kata dia.
"Iya, ngeri banget ya... Duh, serem nih pergaulan anak2 jaman sekarang..." Kataku.

Kamipun melanjutkan perjalanan kami mencari sesuatu yang sesuatu itu. Namun sayang, hari ini kami belum berhasil. Sepertinya kami harus kembali lagi minggu depan. Mudah2an minggu depan kami tidak harus bertemu dengan adegan pembajakan mobil lagi. Cukup sekali saja... pleaseeeee... please.... let's cross our fingers....

******

Kamipun meneruskan perjalanan menyusuri jalanan Kota Jakarta dengan menggunakan angkutan Bus TransJakarta. Secara tidak sengaja, aku membaca tulisan sebuah stiker yang bertengger manis di kaca bus. Sebelumnya, aku pengen berkata bahwa aku sedikit menyesali diriku sendiri di perjalanan ini. Belakangan ini, insting untuk mengabadikan sesuatu dalam gambar atau video ku sudah sangat berkurang. Entah kenapa. Hiks... Berbanding lurus dengan ke enggananku menuls di blog sepertinya. Huhuhu.... Ok, jadi bunyi tulisannya kalau tidak salah ingat adalah:

"Muda Tawuran,
Dewasa Korupsi,
Tua Masuk Penjara..."

Kusenggol tangannya, dan kutunjukkan tulisan itu padanya. Dia hanya tersenyum seperti biasa. Akupun menambahkan satu kalimat tambahan:

"Mati Masuk Neraka ya...."

Dan diapun tersenyum lagi... Senyam-senyum-senyam-senyum... Mungkin dalam hatinya, dia ini berkata:

"Duh, pacarku ini norak sekali ya... Kalau dilepas dikota, bawaannya jadi katrok. Semua2 di komentari, di perhatiin... *tepok jidat*" heheheeeee....

******

Setelah perjalanan panjang hari ini, kamipun memutuskan untuk mengisi perut yang sempat terlupakan di sebuah restoran cepat saji. Beberapa menupun kami pilih, dan duduk manislah kami disalah satu kursi empuknya. Disinilah kejadian yang membuatku pengen mengelus dada lagi.... *pppffiiuuuhhh....*

Awalnya, dengan sudut mataku yang sedang terpaku pada beberapa pekerjaan di laptop, aku melihat beberapa anak masuk dan membeli es krim. Mereka kemudian duduk rapi di barisan kursi di samping pasangan bapak dan ibu. Mereka sepertinya asyik ngobrol seperti layaknya anak2 kecil lainnya. Seru sekali kelihatannya.

Sampai suatu ketika si ibu dan si bapak yang ada disamping mereka berdiri meninggalkan meja karena sudah selesai makan, mereka kemudia terlihat melihat2 ke kiri dan ke kanan. Matakupun semakin ingin melirik dan memperhatikan mereka. Pelan2 duduk mereka bergeser ke arah meja yang tadinya diduduki bapak dan ibu. Aku melihat mereka langsung mengambil sesuatu di piring. *Melotot lagi* Ya ampun, ternyata mereka mengambil tulang sisa makanan bapak dan ibu tadi, dan memakannya dengan lahap.

"Astaghfirullah..... Mungkin hanya iseng kali...." Kataku dalam hati.

Masih dengan penasaran, sudut matakupun akhirnya asyik mengikuti tingkah polah mereka. Mereka sepertinya sedang melihat2 peluang dan memperhatikan pengunjung yang sudah hendak meninggalkan tempat.

Orang yang duduk di kursi depanku, telah selesai makan, berdiri, dan berjalan keluar. Seperti yang sudah aku duga, anak2 itu langsung berdiri, melihat ke pintu (seolah memastikan bahwa orang itu tidak akan kembali masuk), dan berjalan menuju piring bekas makan orang tadi. Merekapun langsung mengambil tulang yang ada dipiring dan memakannya.

Aduuh... tiba2 nafsu makanku jadi sedikit terganggu dan merasa kurang nyaman. Muncul perasaan iba dan miris yang cukup mengganggu. Akupun melihat makanan dan minuman yang ada didepanku. Masih ada sepotong ayam dan beberapa potong kentang goreng yang tidak mampu aku habiskan.

Pikirankupun jadi berkecamuk antara membiarkan sisa2 makanan itu dimeja, atau memaksakan makanan2 itu untuk masuk ke dalam perut. Sebetulnya, bukan masalah pelit atau bagaimana ya... Hanya saja, kalau membayangkan sisa makanan kita dimakan anak2 itu, koq sepertinya kasihan sekali. Mungkin mereka berbuat begitu (salahsatunya) karena ada orang yang meninggalkan makanannya dalam kondisi setengah habis. Sehingga memancing anak2 yang lapar itu memakan sisa2 yang ada dipiring kita. Duuuhh....

******

Hari ini, banyak sekali kejadian2 kecil yang membuatku semakin bersyukur atas apa yang aku miliki saat ini. Tuhan begitu sayang padaku sehingga beribu jalan diberikan-Nya selalu. Alhamdulillah....

Kalau kita memperhatikan sekitar, terkadang atau bahkan seringkali hal2 kecilpun bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk kita. Kisah2 itu akan menggelitik, menyentil, membuat pipi merah, atau bahkan membuat hati patah. Namun dengan memperhatikan adegan2 itulah, kita akan mengetahui dan merasakan seberapa besar dan pentingnya arti kata "Alhamdulillah....."

It's really... really... breaking my heart :(

Kisah moral yang bisa kita ambil dari beberapa cerita diatas menurutku adalah:
1. Jika masih ada kesempatan untuk tinggal dan membesarkan anak keturunan kita tercinta di tempat selain Jakarta, mari kita usahakan dengan maksimal. Jika memang kita harus di Kota Jakarta, maka kita harus lebih waspada dan mawas diri terhadap lingkungan sekitar tumbuh kembang anak2 kita...

2. Tawuran, korupsi, dan penjara, adalah hal2 yang belakangan ini tidak lagi menjadi tabu. Semua semakin menjadi biasa, dan telinga kita semakin kebal terhadap kata2 tersebut. Dulu mungkin kita akan merinding bulu roma kalau mendengarnya, namun seiring dengan bertambah banyaknya kasus dan cerita, membuat kita mau tidak mau jadi terbiasa. Waspada, waspada, dan berusaha yang terbaik untuk orang2 yang kita cintai, tanpa harus menyimpang dari norma. Amin

3. Kalau kita membeli makanan cepat saji di tempat2 umum, membelilah sejumlah yang sanggup kita makan. Jangan sampai bersisa, karena sisa yang kita tinggalkan itu bisa mengundang orang yang pengen dan tidak mampu beli - kemudian memakannya. Bukan masalah pelit atau tidak pelit, tapi lebih untuk menghindari sesuatu yang humiliating people... :(

Selain istilah pepatah yang mengatakan bahwa "Tuhan ada dimana-mana", aku juga percaya bahwa "Pelajaran ada dimana-mana". Cukup dengan membuka mata, telinga, dan mata kita lebar2 sepanjang jalan, kita akan mendapatkan banyak hal yang tidak bisa di install di gadjet2 terbaru itu... Jangan buang2 waktu berharga itu hanya untuk bermain game, lihatlah sekeliling....

No comments: