Friday, September 23, 2011

Happy, Be Happy, and Happiness

Sorry, it wasn't stole or plagiat. It's only about 'likes' and 'interesting'. So, i've paste this quoto here.... (copied from my friend's status on facebook).

"You can choose to be happy or sad and whichever you choose that is what you get. No one is really responsible to make someone else happy, no matter what most people have been taught and accept as true (Sydney Madwed)"

Please, don't ask me about feelings happy now. I'll let you know, but not now. I tried hard to shutting down my feeling, because it useless right now. I'll only messed up everything if i use feeling. So, please... left it behind... We'll talk more later.... :p

But, yeah.... I know that this quote (above) is completely right. No one is really responsible to make someone else happy. What we do all the time are try to make ourselves enjoy wherever and however we are. I try to enjoy my time, as enjoy as possible. And of course, we do not allowed to forget and run for our responsibility. I try to be responsible with my responsibility too....

So... let's enjoy our beautifull day. Do the best we can. No need to make everyone happy. But have to make our task done. All is well... and life is soooooo damn good.... :))))))

Just so you know, that maturity isn't about age... :p

Have a nice day peoples... ^_^

Thursday, September 22, 2011

All Is Well and Life Is Good

"I am not gonna say anything, excepy : All Is Well, and Life is Good.... Good Night All - Sleep Well.... ^_^"

Malam ini, aku melihat segerombolan kucing. Bukan sembarang kucing lhooo.... Tapi kucing hawai.... Apakah mereka sudah cukup bule? oooh... Kalau kita (gw kaleee) sebagai orang indonesia yang melihat, pasti akan segera berkata "Ya iyalaaaahh.... sesuatu banget yah....". Tapi kalau orangnya bukan dari Indonesia (kayak gw?) don't know bout that... :p

Ok then....
What's up dengan gerombolan kucing? Ada yang aneh? heemmm.... nggak juga. Cuma ada cerita aja. Bukan masalah kucingnya yang aneh, tapi ceritanya yang aneh. Bagaimana ceritanya?

Kalau aku lihat2, sepertinya kucing2 itu bukanlah kucing yang masih anak2. Hampir semua sudah berumur, terlihat dari badannya yang besar2. Selain berumur, sepertinya mereka juga bijak, terlihat dari perilakunya. (pasti ada tapinya....*kata orang yang baca)

Ya betul... ada tapinya. Tapi apa ya?
Ternyata mereka tidak setua penampakannya.... ck..ck... Mereka hanya terlihat tua karena kemungkinan mereka kegemukan? mungkin. Atau karena mereka memang memiliki jiwa tua? entahlah... Yang jelas mereka masih anak2 laahh....

Little known about those cat (pakta nih) : ada banyak sekali kucing2 homeless di samping hotel yang aku tinggali sekarang ini. Mungkin mereka adalah kitten yang dibuang permiliknya? Ck..ck..ck.. Kasiaaannn... Coba di indonesia, pasti anak kosan gw bakalan tertawa gembira mengambil dan memungutnya... :)

Nice to meeting you cat... Hope you all get the wonderful life, as mine. :p

Another story about today?
Ouh.... no story, my first line is all about today..... ^_^

Ndeiwerreilimecure...

I will (imagine to) go home...
Sleep on it...
And Talk more tomorrow... :)

Wednesday, September 21, 2011

I am not gonna say anything

Let's passed today,
And enjoy the rest

Whatever happened, happened
No matter what it'll takes,
I'll still standing here.

The only one thing that we need,
Is take a deep breath
And let it gone with the wind.

Good to know that we're surrounding by ocean
Lovely places, where my life and love will still alive
Once the worlds end.

Look at the sea...
Feel the wind...
Hear the wave...
Absorb the power of universe...

And everything....
Gonna be okay...

That's it....
I am not gonna say anything for everything

Have a good day all :)

Thursday, August 25, 2011

The First Banana

Here it is....

Finally, we've harvest something from my mother land - again. After everything that happen in the past, this is the point of - start from the beginning. Finally, the crops can live and producing properly again. Our land 's come back... hahaha... lebay. :p

Senangnya rasanya, bisa kembali melihat sesuatu dilahirkan dari tanah ini. Bersamaan dengan matangnya pisang2 di kebun, maka bersemilah semangat dan kepercayaan diri kami di hati. Pohon2 pisang ini adalah saksi hidup dari semua hal yang telah terjadi. Mereka adalah contoh zat yang indah dan menyegarkan. Meskipun dia terbakar habis di kulit luarnya, namun dia subur-hijau-dan basah di bagian dalamnya. Siap siaga untuk memberikan kesejukan dan kesegaran kembali melalui hijau daunnya dan manis buahnya. Dia adalah salah satu tanaman yang tumbuh paling cepat setelah pembakaran masal itu. Dia bersama dengan teman2 se-familinya, Ilalang, Talas, dan Rerumputan lainnya.

Dan sekarang, setelah hampir setahun, pisang ini mulai menguning segar. Disusul dengan pisang2 lain yang masih hijau menggantung di pohonnya, menunggu giliran untuk menguning dan dipanen. What a perfect secondary life, huh... :)

Okey, selintas aku jadi teringat dengan obrolanku bersama teman sejawatku ketika bertemu di tempat taraweh. Dia adalah temanku yang dulu kala, seringkali bermain bersamaku menginjak2 pulau2 di Indonesia (yang ada di taman belakang SD-ku). Dia memilih untuk mengabdikan hidupnya membangun kampung halaman dengan cara menjadi guru TK. Meskipun hal itu menjauhkan angannya untuk bisa benar2 menginjakkan kaki di pulau selain jawa, namun itu tidak membuat dia berduka. Dia bahagia menciptakan masa depan anak2 kampungku. Apa yang bisa aku banggakan dariku, didepannya? Aku bangga menjadi temannya.... Selebihnya, sepertinya tidak ada.

Kami membicarakan apa yang pernah kami alami dan apa yang kami rasakan sekarang ini. Dia mengatakan bahwa saat itu pikirannya sangat kosong manakala membayangkan nasib anak2 didiknya, selain juga nasibnya dan keluarganya.

Sekarang, setelah hampir setahun waktu berlalu, aku dan dia bisa tersenyum (sedikit) lega. Kami semakin menyadari bahwa semua hal yang terjadi di dunia ini, memang sudah saatnya terjadi. Dan apa yang akan terjadi, memang akan terjadi. Tapi yang terpenting adalah, bahwa setelah satu hal terjadi, maka akan selalu ada sesuatu hal lain yang terjadi. Dan yang terjadi kemudian adalah sesuatu yang lebih indah dari sebelumnya.

Samar-samar dia berkata,
"Alhamdullah ya dek, ternyata semuanya tidak seberat yang kita pikirkan dulu. Setelah semua berlalu, sekarang semua terasa lebih ringan...."
"Iya.... Alhamdulillah... Insya Allah semua akan berjalan normal kembali. Meskipun tidak sama dengan yang dulu...."

Kataku kepadanya, dan juga untukku sendiri..... Amin.

Tuesday, August 23, 2011

Memperkirakan Calon Undangan Yang Tersesat

Pagi ini, aku sudah mendarat mulus di Kota Ngayogyokarto Hadiningrat. Rencana mau nyari tempat2 yang bisa dipakai nongkrong seharian sambil ngenet, eh niat dibatalkan karena sepupu2 tercintaku ternyata sudah pada libur dan tidak lagi dikosan masing2. Hiks... Akhirnya akupun memutuskan untuk pulang saja. Ngojek adalah pilihan yang paling bijak, karena jarak yang juaaaauuuh itu akan sangat membebani jika harus minta jemput.

"Pak, Ojek ke cangkringan berapa ya?"
"Lho, mbak nya itu yang cucunya...... ya?"
"Lho, koq?"
"Saya kan yang dulu nganterin mbak pulang juga...."
"Oh, iya ya pak.. iya deh. Mari kita naik gunung pak..."

Ternyata tukang ojek ini adalah tukang ojek yang dulu pernah aku minta antar pulang juga, dan dia masih teringat. Menurut keterangannya, mukaku samar2 masih tergambar... Nah loh... hahahhahaa....

Seperti ketika pertama kali si bapak ini mengantarkan aku, kali inipun dia menyupir motornya sambil berbicara kanan-kiri-depan-belakang. Tak ada habisnya dia bercerita mengenai banyak hal yang mungkin hanya sekitar 50% nya masuk ke telingaku. Terkadang, serasa hujan lokal ada air muncrat2melewati helmnya. Oh my God.... Hiiii.... :(

Tapi menyenangkan juga si bapak ini. Jadinya perjalanan jadi berasa mendengar berita radio tanpa sela. Tiba2 dia berkata padaku :

"Mbak, sudah menikah?"
"Belum pak..."
"Wah, nanti kalau mbak menikah bisa dibuat cerita yang bagus tuh mbak. Menikahnya seorang gadis merapi"

Hahhahahahhaaa..... Akupun tertawa ngakak bersamaan dengan pak ojeg.
"Wah, bisa jadi ya pak... keren juga tuh"
" Iya mbak. Pasti sama keluarga yang calon nya mbak, banyak yang bakalan berkata - Koq bisa2nya kamu nemu gadis dari negri antah berantah gini to nak - "

Makin ngakak saja aku mendengarnya. Sepertinya jiwa si tukang ojeg ini sedikit mirip denganku, pembual, banyak omong, dan suka bermain dengan kata2. Hahahaha....

"Iya pak, saya juga bingung. Bagaimana caranya nanti saya membuatkan peta untuk undangan pernikahan saya ya? Jangan2 harus sebesar kertas koran ya...."
"Bisa jadi mbak. Itu saja pasti masih banyak yang nyasar...."
"Atau mungkin saya pasang janur plus spanduk saja dari kota pak"
"Dari bandara kalau perlu mbak..."

Hahhahaa..... Bisa...bisa.....

"Iya pak. Ternyata perjuangan yang paling berat bukan perjuangan mendapatkan saya pak. Tapi perjuangan mencari tempat resepsi." Kataku masih sambil ngakak.
"Pasti banyak yang nyasar itu mbak. Lebih baik nanti di jemput saja di bancara. Daripada tidak sampai ke tempat yang dituju."
"Ya..ya..ya... Bisa di pikirkan lah pak..."

Swwiiinngg... Anganku melayang pada saudara dan teman2ku tercinta yang hampir semua berada di luar kota Jogja. Jika dan hanya jika mereka berkenan hadir di hajatan terbesar dalam hidupku ini, maka kenyataan apa yang akan mereka temukan nantinya? (lebay deeeehhh). N.Y.A.S.A.R. adalah kemungkinan yang paling besar.... huhuhuhu... Jangan sampai deh yaaa...

Ya sudah, nanti saya pikirkan bagaimana2 dan apa2 yang perlu dilakukan. Makasih banyak Pak Ojeg :)

Mudik ke Kotaku

Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama suasana Jogja

Di persimpangan, langkahku terhenti
Ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri, di tengah deru kotamu

(Walau kini kau t’lah tiada tak kembali) Oh…
(Namun kotamu hadirkan senyummu abadi)
(Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi)
(Bila hati mulai sepi tanpa terobati) Oh… Tak terobati

Musisi jalanan mulai beraksi, oh…
Merintih sendiri, di tengah deru, hey…

Walau kini kau t’lah tiada tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi
(untuk s’lalu pulang lagi)
Bila hati mulai sepi tanpa terobati, oh…

(Walau kini kau t’lah tiada tak kembali)
Tak kembali…
(Namun kotamu hadirkan senyummu abadi)
Namun kotamu hadirkan senyummu yang, yang abadi
(Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi)
Izinkanlah untuk s’lalu, selalu pulang lagi
(Bila hati mulai sepi tanpa terobati)
Bila hati mulai sepi tanpa terobati

Walau kini engkau telah tiada (tak kembali) tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu (abadi)
Senyummu abadi, abadi…


***

Hari ini aku pulaang.... Dalam rangka mudik menyambut lebaran. Selain itu, juga dalam rangka kalibrasi otak. Tapi ya, namanya juga pulang. Apapun bentuk dan rasanya nanti, harus di terima saja. Hehehehe....

Mari mudik teman2.... Aku senang setiap kali harus mudik, karena itu memberikan sensasi yang berbeda. Banyak teman2ku yang rela melantunkan doa secara rutin agar diberikan jodoh orang dari lain pulau, hanya untuk bisa merasakan mudik lebaran. How lucky i am (and we are though), who always get the chance to mudik annualy. hohohoho

Have a nice mudik ya teman2.... ^_^