
Pagi ini, aku sudah mendarat mulus di Kota Ngayogyokarto Hadiningrat. Rencana mau nyari tempat2 yang bisa dipakai nongkrong seharian sambil ngenet, eh niat dibatalkan karena sepupu2 tercintaku ternyata sudah pada libur dan tidak lagi dikosan masing2. Hiks... Akhirnya akupun memutuskan untuk pulang saja. Ngojek adalah pilihan yang paling bijak, karena jarak yang juaaaauuuh itu akan sangat membebani jika harus minta jemput.
"Pak, Ojek ke cangkringan berapa ya?"
"Lho, mbak nya itu yang cucunya...... ya?"
"Lho, koq?"
"Saya kan yang dulu nganterin mbak pulang juga...."
"Oh, iya ya pak.. iya deh. Mari kita naik gunung pak..."
Ternyata tukang ojek ini adalah tukang ojek yang dulu pernah aku minta antar pulang juga, dan dia masih teringat. Menurut keterangannya, mukaku samar2 masih tergambar... Nah loh... hahahhahaa....
Seperti ketika pertama kali si bapak ini mengantarkan aku, kali inipun dia menyupir motornya sambil berbicara kanan-kiri-depan-belakang. Tak ada habisnya dia bercerita mengenai banyak hal yang mungkin hanya sekitar 50% nya masuk ke telingaku. Terkadang, serasa hujan lokal ada air muncrat2melewati helmnya. Oh my God.... Hiiii.... :(
Tapi menyenangkan juga si bapak ini. Jadinya perjalanan jadi berasa mendengar berita radio tanpa sela. Tiba2 dia berkata padaku :
"Mbak, sudah menikah?"
"Belum pak..."
"Wah, nanti kalau mbak menikah bisa dibuat cerita yang bagus tuh mbak. Menikahnya seorang gadis merapi"
Hahhahahahhaaa..... Akupun tertawa ngakak bersamaan dengan pak ojeg.
"Wah, bisa jadi ya pak... keren juga tuh"
" Iya mbak. Pasti sama keluarga yang calon nya mbak, banyak yang bakalan berkata - Koq bisa2nya kamu nemu gadis dari negri antah berantah gini to nak - "
Makin ngakak saja aku mendengarnya. Sepertinya jiwa si tukang ojeg ini sedikit mirip denganku, pembual, banyak omong, dan suka bermain dengan kata2. Hahahaha....
"Iya pak, saya juga bingung. Bagaimana caranya nanti saya membuatkan peta untuk undangan pernikahan saya ya? Jangan2 harus sebesar kertas koran ya...."
"Bisa jadi mbak. Itu saja pasti masih banyak yang nyasar...."
"Atau mungkin saya pasang janur plus spanduk saja dari kota pak"
"Dari bandara kalau perlu mbak..."
Hahhahaa..... Bisa...bisa.....
"Iya pak. Ternyata perjuangan yang paling berat bukan perjuangan mendapatkan saya pak. Tapi perjuangan mencari tempat resepsi." Kataku masih sambil ngakak.
"Pasti banyak yang nyasar itu mbak. Lebih baik nanti di jemput saja di bancara. Daripada tidak sampai ke tempat yang dituju."
"Ya..ya..ya... Bisa di pikirkan lah pak..."
Swwiiinngg... Anganku melayang pada saudara dan teman2ku tercinta yang hampir semua berada di luar kota Jogja. Jika dan hanya jika mereka berkenan hadir di hajatan terbesar dalam hidupku ini, maka kenyataan apa yang akan mereka temukan nantinya? (lebay deeeehhh). N.Y.A.S.A.R. adalah kemungkinan yang paling besar.... huhuhuhu... Jangan sampai deh yaaa...
Ya sudah, nanti saya pikirkan bagaimana2 dan apa2 yang perlu dilakukan. Makasih banyak Pak Ojeg :)

4 comments:
hahhahaaa.... great idea dari c bapa tukang ojeg....
Yuhuuu.... Tukang ojeg yang berwawasan luas kayaknya dia mah.. hohohoho
hahhaa... walopun gw udah pernah ke Cangkringan, tapi kyknya masih butuh peta mba, hehe
Jalannya beda banget dengan jalan yang dulu kita lewati bo.. Soalnya jalan yang itu masih tertutup sama material merapi... hehehehe. Gw nggak yakin lu butuh peta, dengan peta belum tentu lu nyampe juga. hahaha. Mungkin butuh penjemput itu lebih tepatnya kali yaaa :))))
Post a Comment