Friday, March 25, 2011

189216000 Seconds

189216000 detik sudah... For better for worst... Tengkyu... hehehe... ;-p

Tuesday, March 22, 2011

Perlu Rehabilitasi

Pecandu.... Addicted.... Kecanduan.... Candu....

Ini bukanlah cerita mengenai tumbuhan yang banyak tumbuh di serambi mekah sana. Bukan pula cerita mengenai pindahnya Hongkong dari tangan China ke tangan Britania Raya. Bukan pula cerita mengenai artis2 yang keluar masuk penjara. Apalagi sampai lagunya Marcell yang ada dududu...dududu... nya. Bukan.... sama sekali bukan....

Kenapa bukan? Karena memang bukan hanya itu yang bisa membuat orang kecanduan. Bukan sekedar opium, morphin, putaw, ataupun ekstasi dan sejenisnya. Tak sesedikit itu kawan.... :p

*Nggak papa deh cerita tentang para artis sedikit. hehehee* Belakangan ini, banyak sekali artis2 yang tertangkap sedang menggunakan narkoba atau zat2 terlarang sejenis itu. Entah mengapa, semakin lama semakin banyak saja jumlahnya. Ada pula yang tertangkap lebih dari satu kali, yang artinya jatuh kedalam lubang yang sama. ck...ck...ck....

Kebanyakan dari mereka, setelah tertangkap akan berkata "pengguna seperti saya, tidak selayaknya di penjara, tapi seharusnya di rehabilitasi." Nah.... Rehabilitasi ini yang pengen aku ceritain.... :p

Menurut sumber ini, rehabilitasi adalah program untuk membantu memulihkan orang yang memilki penyakit kronis baik dari fisik ataupun psikologisnya. Masih dari sumber yang sama, mereka menyebutkan beberapa gejala penyakit yang di temui di panti rehabilitasi. Diantaranya adalah :
  • Watak Pemarah
  • Perilaku yang aneh
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kehilangan berat badan
Kayaknya aku perlu nih di rehabilitasi. Belakangan ini aku merasa memiliki penyakit kronis yang sangat kronis sekali. Penyakit kronis yang erat hubungannya dengan candu dan kecanduan. Tetapi aku masih belum tahu kenapa dan bagaimananya. Karena setelah melihat gejala2 orang2 yang di rehabilitasi di atas, penyakit kronisku ini berkebalikan semua dengan ciri2 itu. Tuing....tuing... how...how...?

* Watak Pemarah : Menurutku, setelah aku merasakan tanda2 gejala penyakit ini datang, aku malah cenderung menjadi pendiam. Kalem (kayak lembu), cool, and confident... heheheee

* Perilaku yang aneh : Wah, kalau ini sih sepertinya bukan termasuk gejala penyakit kronisku. Scara dalam kondisi dan keadaan apapun, sepertinya aku selalu (dianggap) berperilaku aneh... :p

* Kehilangan nafsu makan : Hmmm.... belakangan ini, nafsu makanku juauuhhh lebih besar dan kuat. Makan berat, cemilan, kopi, dan sodara2nya, pasti wajib ada di meja. Haduh,....haduh....

* Kehilangan berat badan : Oh no.... selama 1 bulan ini, berat badanku sudah naik lebih dari 3 kg sodara. Badanku tak lagi seksi (karena memang tak pernah seksi dari kapan tau), makin banyak timbunan2 daging dan lemak dimana2. Lumayan juga sih, persediaan nanti kalau lebaran haji datang. Lumayan sekilo dua kilo bisa di jual... heheheeee

See.... 180 derajat of difference kan? Tapi yang jelas, aku memang kecanduan. Kecanduan sekali, sampai berulang2, lagi dan lagi, tidak mau berhenti. ~_~

Coba aku bayangkan, bagaimana therapist akan membantuku mengatasi kecanduanku ini :
1. Mungkin aku akan diminta duduk diam disatu ruangan kecil, tanpa ada alat elektronik atau benda2 yang bisa membuatku memenuhi kecanduanku. Paling mentok, mungkin akan ada beberapa buku kalau memang aku mau merayu....

2. Mungkin aku akan diminta berolahraga secara rutin, membuat prakarya, melakukan pekerjaan2 rumah tangga, dan lain2nya. Agar aku bisa memanfaatkan waktu dengan hal2 yang menurut mereka positif.... :p

3. Mungkin aku akan diminta duduk diam (mudah2an tidak perlu di ikat dengan tali, kalau dirasa aku akan memberontak dan melarikan diri) di sebuah kursi, yang diletakkan menghadap televisi. Televisi yang hanya menayangkan sinetron2 indonesia, dengan cerita2 ajaibnya. Mungkin ditujukan agar aku muak menonton TV.... :(

Pppffffiiiuuhhh..... Bagaimana mungkin???? Membayangkannya saja aku sulit..... :p

Sejauh ini, memang belum banyak kerugian yang timbul dari penyakit kronisku ini. Paling2 aku suka sampai begadang malam2 (dan mungkin beberapa hal lain) saja. Tapi, akan tetap lebih baik kalau kecanduan ini direduksi, hingga minimal menjadi 'suka' saja.

OK, fine.... aku memang harus mengakui dengan lapang dada, bahwa aku kecanduan nonton pelem. Specifically, pelem serial TV yang judulnya 'Bones' sama 'Greys Anatomy'. Sulitnya menghilangkan keinginan untuk nonton 2 pelem ini. Sudah lupa pula berapa kali aku menontonnya, bolak-balik dan diulang2. Tak ada bosan sama sekali. Sampai ada beberapa bagian yang aku hafal dialognya. heheheeeee......

Mungkin akan tiba saatnya aku bosan dengan kedua pelem ini, mungkin...dan mungkin saja.... Yang jelas untuk saat ini, aku masih kecanduan dan masih jatuh cinta pada mereka. Rasanya, aku jadi ingin menyanyi : "Cinta ini..... membunuhku.... huuooooo....." :))

Thursday, March 17, 2011

All About the Lines

So, you can waste your life drawing lines...
Or, you can live your life crossing them...
But, there some lines...
Way too dangerous to cross...

Hard to understand, also to choose... :)

Monday, March 14, 2011

Together for Better for Worst

Just for remainder to our friendship :)

Lets start from Saturday, March 12 2011
And we will meet in 4 months
With the best decision

We will make it buddy....
We will make everything's back to the best
We will always stand up behind you

We will always here,
For better and worst
For everything's that friendship has offered

You can do that
Of course you can

Love...love...and love...

Plangi, March 12-2011

TDC

Sunday, March 13, 2011

Ini Hanya Tentang Gossip Saja

"Saya tidak membenci orang, tetapi saya tidak akan pernah datang ke pesta pernikahan orang yang telah merusak hubungan rumah tangga saya...."

Kalimat di atas adalah kalimat yang aku dengar dari beberapa acara infotainment di televisi beberapa hari belakangan ini. Kalimat yang di ucapkan oleh seorang wanita, dan disiarkan secara berulang2 oleh stasiun2 televisi. Seorang wanita yang telah diceraikan oleh suaminya karena konon katanya suaminya berselingkuh dengan seorang artis papan atas di negri ini. Gosip tralalaaaa... :p

Entah karena aku adalah seorang perempuan, ataukah entah karena aku juga pernah (sedikit) merasakan hal serupa, maka aku menganggap bahwa sikap yang di ambil si ibu ini adalah sikap yang tepat... Aku kurang sepakat dengan keputusan mantan suami si artis papan atas yang memutuskan untuk datang ke acara pernikahan itu, dengan membawa pasangan duet terbarunya. Kalau menurutku, si bapak yang satu ini lebih mengedepankan sensasi dari para pewarta gossip di negri ini. As we know kan kalau si bapak yang satu ini nampaknya seneng banget muncul di inpoteinmen dengan sensasi baru menggunakan pasangan2 yang (dianggapnya) sensasional. Mungkin dengan muncul di pesta itu bersama dengan pasangan barunya, para pewarta inpoteinmen itu bakalan melihatnya sebagai sesuatu yang waaahh.... Hwekekekeeeeee

Aku sih nggak mau banyak membahas dan peduli tentang heboh marebohnya dunia inpoteinmen dengan orang2 ini. Aku cuma tertarik dengan kalimat si ibu yang aku tulis di atas itu*nunjuk baris pertama*. Kenapa? Karena sore ini aku dan teman2ku yang bertemu di ibukota untuk melepas rindu sempat mem-pelesetkan kalimat itu, dan mentertawakannya bersama. Kalimatnya kami ubah menjadi :

"Saya tidak membenci orang, tetapi saya tidak akan pernah datang ke pesta pernikahan orang yang telah merusak hubungan Rock n Roll saya...."

^_^

Tuesday, March 8, 2011

Just Say So...


If you don't wanna help me, just say so......

I think i have something to tell to someone whose name shouldn't be called.
A lot of thing swinging in my head, waiting for the time to blow.
But i tried hard to chewing all of them,
And i let them throw up in the box.

I know that i'm not someone
I know that i'm not good enough to do anything
I know that i'm not pretty sure with everything i've done
I just wanna learn, learn, and learn more

I know that you've given me chance, as far as now
I know that you've trusted me to doing everything, as much as you can
I know that you've helped me to survive, as long as you can
But, i don't know that you really wanna help me...

You're so perfect, i know
You're so great, of course
You're so brave, for sure
It's you.... Not me

I think i just a baby
A baby with her 'baby step'
A baby with her 'baby think'
A baby that wanna be someone

I think this isn't the way to help me, if you really wanna help me to be good
I think this isn't the way to help me, if you really wanna help me to be strong
I think this isn't the way to help me, if you really wanna help me to survive
It just look like you waiting for me to quit

If you wanna help me, just say so...
Which is the wrong part, and the right part...

Or....

If you don't wanna help me, just say so...
Lets the baby go to find another way...


Sunday, March 6, 2011

Berjalan - Berlari - Berjalan

"Are you ok?"
"Not really...."
"Do you wanna jogging or something?"
"Hhmmm.... good idea...."

Dan akhirnya, aku bersama teman berjalan menuju arena olah raga kampus yang sudah sekian lama tidak ku injak. Dalam perjalanan, kami saling bernostalgia mengenai bagian2 kampus yang dulu sangat akrab dengan kami. Time running so fast.... Sudah cukup lama juga kami tidak menginjak bagian2 itu.

Sesampainya di arena olahraga itu, aku melihat banyak sekali mahasiswa yang sedang berada disana. Ditengah lapangan, para mahasiswa bermain bola. Di tribun penonton sebelah kiriku, ada segerombolan mahasiswa dan mahasiswi yang berteriak2 menyemangati para pemain bola. Mengingatkanku pada masa dulu ketika aku dan teman2 sekelas dengan semangadh melebihi para pemainnya, berteriak2 memberi semangat dari pinggir lapangan.

Di tribun bagian kanan, ada beberapa pasangan yang duduk2 santai dan saling bercengkerama. Romantis sekali bukan? sore2 yang cerah, membicarakan mimpi dan harapan anak muda, berdua dengan yang pasangannya. Mengingatkanku pula pada masa2 dulu, masa2 menjadi mahasiswa yang memiliki hobby bermimpi setinggi langit. :)

Di bagian belakangku, di teras gymnasium, sekelompok mahasiswa dan mahasiswi sedang menyanyi dengan hebohnya dengan iringan musik gitar. Ramai, heboh, akrab, dan ceria. Mengingatkanku pada masa2 dulu pula... :)

Hhmmm.... tersenyum kecil aku dan temanku membicarakan nostalgia2 senja ini. Temanku mengambil tempat duduk di tribun tengah, sedangkan aku melakukan sedikit gerakan pemanasan otot. Formalitas karena sudah sekian lama aku tidak melakukan olah raga ini. Sudah bertahun2 lamannya aku tidak melakukan olahraga lari. Sedihnyaaaa :p

Di sebelah selatan, jauh di atas awan, aku melihat dia tinggi menjulang dan berdampingan. Gunung Salak dengan background awan putih bersih. Awan putih bersih itu membuat warna gunung salak semakin gelap dan keras. Berdiri diam melihatku yang sedang memandangnya dengan rasa iri. Dia bersekongkol dengan Gunung Gede yang setia mendampingi di sebelah kanannya, melihatku dengan tatapan dingin. 'lemah...lemah...lemah...' desis angin menyampaikan pesannya.

Akupun mengacuhkan pikiranku yang semakin berkeliaran tak tentu arah dan bergerak menuju tanah merah yang ada di lapangan. Aku hanya ingin berlari...berlari...dan berlari. Kuawali perjalanan soreku dengan langkah2 kecil perlahan, mengakrabkan diri dengan tanah merah itu. Perlahan2 kemudian, kutambahkan kecepatan hingga akupun berlari kecil. Lari2 kecil. Itu saja.

Dari dahulu kala, aku bukanlah orang yang bisa berlari cepat, aku hanya senang berlari2 kecil. Ketika orang senang berlari kencang, aku akan memilih rytmeku sendiri. Berjalan2 pelan dan santai, menikmati waktu yang kupunya untuk diriku sendiri....

Pikiranku bergerak beberapa centi didepan kepalaku, membayangi setiap langkah kaki yang kuayunkan perlahan. Simpang siur sesukanya sendiri, dan kubiarkan saja. Sengaja kubiarkan, sebanyak2nya mereka berkeliaran, hingga tiba saatnya bagiku untuk mengumpulkan. Ternyata aku merindukan saat2 seperti ini lagi..... Ini adalah satu dari sekian banyak hal yang hilang dariku, hilang karena aku yang melupakannya.

Lima kali mengelilingi lapangan itu, berputar dengan poros anak2 yang sedang bermain bola, sudah cukup rasanya. Kupelankan ayunan kakiku hingga tinggal langkah2 kecil. Aku tidak berhenti berlari, aku hanya melanjutkan dengan berjalan. Berjalan-berlari-berjalan. Hanyalah nama yang membedakan. Karena intinya, mereka adalah pergerakan. Dan aku melanjutkan pergerakanku dengan berjalan, sebanyak satu kali lingkaran. Inilah saatnya aku mengumpulkan apa yang sudah berkeliaran sebelumnya, ketika aku berlari.

Satu, dua, tiga, empat, lima, entah sampai hitungan ke berapa aku menghitung dan menghitung. Tersenyum sendiri aku dalam perjalananku ini. Banyak hal yang akhirnya muncul kembali, setelah sekian lama aku acuhkan di satu sudut. Mereka menampakkan dirinya kembali. PPffiiuuhh..... :)

Akhirnya, dengan senyum sumringah aku berjalan menuju temanku yang setia menunggu di tribun penonton sambil membaca bukunya. Akupun bergabung dengannya untuk minum dan melanjutkan obrolan nostalgia senja. Ouh... so sweeeeeettt... :))

Kembali kutengok negri di atas awan yang berdiri kokoh di ujung selatan sana. Hhmmmm.... Jangan khawatir, aku tidak selemah itu koq.... kataku dalam hati... :p

Thanks a lot Ine,
For this beautifull evening.... Ours beautifull evening.... :)

'Hows your feeling now?'




Notes : Kembali kurasakan sisi 'romantis', setelah temanku mengingatkan aku bahwa aku adalah orang yang romantis... hwekekekkeeee