"Are you ok?"
"Not really...."
"Do you wanna jogging or something?"
"Hhmmm.... good idea...."
Dan akhirnya, aku bersama teman berjalan menuju arena olah raga kampus yang sudah sekian lama tidak ku injak. Dalam perjalanan, kami saling bernostalgia mengenai bagian2 kampus yang dulu sangat akrab dengan kami. Time running so fast.... Sudah cukup lama juga kami tidak menginjak bagian2 itu.
Sesampainya di arena olahraga itu, aku melihat banyak sekali mahasiswa yang sedang berada disana. Ditengah lapangan, para mahasiswa bermain bola. Di tribun penonton sebelah kiriku, ada segerombolan mahasiswa dan mahasiswi yang berteriak2 menyemangati para pemain bola. Mengingatkanku pada masa dulu ketika aku dan teman2 sekelas dengan semangadh melebihi para pemainnya, berteriak2 memberi semangat dari pinggir lapangan.
Di tribun bagian kanan, ada beberapa pasangan yang duduk2 santai dan saling bercengkerama. Romantis sekali bukan? sore2 yang cerah, membicarakan mimpi dan harapan anak muda, berdua dengan yang pasangannya. Mengingatkanku pula pada masa2 dulu, masa2 menjadi mahasiswa yang memiliki hobby bermimpi setinggi langit. :)
Di bagian belakangku, di teras gymnasium, sekelompok mahasiswa dan mahasiswi sedang menyanyi dengan hebohnya dengan iringan musik gitar. Ramai, heboh, akrab, dan ceria. Mengingatkanku pada masa2 dulu pula... :)
Hhmmm.... tersenyum kecil aku dan temanku membicarakan nostalgia2 senja ini. Temanku mengambil tempat duduk di tribun tengah, sedangkan aku melakukan sedikit gerakan pemanasan otot. Formalitas karena sudah sekian lama aku tidak melakukan olah raga ini. Sudah bertahun2 lamannya aku tidak melakukan olahraga lari. Sedihnyaaaa :p
Di sebelah selatan, jauh di atas awan, aku melihat dia tinggi menjulang dan berdampingan. Gunung Salak dengan background awan putih bersih. Awan putih bersih itu membuat warna gunung salak semakin gelap dan keras. Berdiri diam melihatku yang sedang memandangnya dengan rasa iri. Dia bersekongkol dengan Gunung Gede yang setia mendampingi di sebelah kanannya, melihatku dengan tatapan dingin. 'lemah...lemah...lemah...' desis angin menyampaikan pesannya.
Akupun mengacuhkan pikiranku yang semakin berkeliaran tak tentu arah dan bergerak menuju tanah merah yang ada di lapangan. Aku hanya ingin berlari...berlari...dan berlari. Kuawali perjalanan soreku dengan langkah2 kecil perlahan, mengakrabkan diri dengan tanah merah itu. Perlahan2 kemudian, kutambahkan kecepatan hingga akupun berlari kecil. Lari2 kecil. Itu saja.
Dari dahulu kala, aku bukanlah orang yang bisa berlari cepat, aku hanya senang berlari2 kecil. Ketika orang senang berlari kencang, aku akan memilih rytmeku sendiri. Berjalan2 pelan dan santai, menikmati waktu yang kupunya untuk diriku sendiri....
Pikiranku bergerak beberapa centi didepan kepalaku, membayangi setiap langkah kaki yang kuayunkan perlahan. Simpang siur sesukanya sendiri, dan kubiarkan saja. Sengaja kubiarkan, sebanyak2nya mereka berkeliaran, hingga tiba saatnya bagiku untuk mengumpulkan. Ternyata aku merindukan saat2 seperti ini lagi..... Ini adalah satu dari sekian banyak hal yang hilang dariku, hilang karena aku yang melupakannya.
Lima kali mengelilingi lapangan itu, berputar dengan poros anak2 yang sedang bermain bola, sudah cukup rasanya. Kupelankan ayunan kakiku hingga tinggal langkah2 kecil. Aku tidak berhenti berlari, aku hanya melanjutkan dengan berjalan. Berjalan-berlari-berjalan. Hanyalah nama yang membedakan. Karena intinya, mereka adalah pergerakan. Dan aku melanjutkan pergerakanku dengan berjalan, sebanyak satu kali lingkaran. Inilah saatnya aku mengumpulkan apa yang sudah berkeliaran sebelumnya, ketika aku berlari.
Satu, dua, tiga, empat, lima, entah sampai hitungan ke berapa aku menghitung dan menghitung. Tersenyum sendiri aku dalam perjalananku ini. Banyak hal yang akhirnya muncul kembali, setelah sekian lama aku acuhkan di satu sudut. Mereka menampakkan dirinya kembali. PPffiiuuhh..... :)
Akhirnya, dengan senyum sumringah aku berjalan menuju temanku yang setia menunggu di tribun penonton sambil membaca bukunya. Akupun bergabung dengannya untuk minum dan melanjutkan obrolan nostalgia senja. Ouh... so sweeeeeettt... :))
Kembali kutengok negri di atas awan yang berdiri kokoh di ujung selatan sana. Hhmmmm.... Jangan khawatir, aku tidak selemah itu koq.... kataku dalam hati... :p
Thanks a lot Ine,
For this beautifull evening.... Ours beautifull evening.... :)
'Hows your feeling now?'

Notes : Kembali kurasakan sisi 'romantis', setelah temanku mengingatkan aku bahwa aku adalah orang yang romantis... hwekekekkeeee
"Not really...."
"Do you wanna jogging or something?"
"Hhmmm.... good idea...."
Dan akhirnya, aku bersama teman berjalan menuju arena olah raga kampus yang sudah sekian lama tidak ku injak. Dalam perjalanan, kami saling bernostalgia mengenai bagian2 kampus yang dulu sangat akrab dengan kami. Time running so fast.... Sudah cukup lama juga kami tidak menginjak bagian2 itu.Sesampainya di arena olahraga itu, aku melihat banyak sekali mahasiswa yang sedang berada disana. Ditengah lapangan, para mahasiswa bermain bola. Di tribun penonton sebelah kiriku, ada segerombolan mahasiswa dan mahasiswi yang berteriak2 menyemangati para pemain bola. Mengingatkanku pada masa dulu ketika aku dan teman2 sekelas dengan semangadh melebihi para pemainnya, berteriak2 memberi semangat dari pinggir lapangan.
Di tribun bagian kanan, ada beberapa pasangan yang duduk2 santai dan saling bercengkerama. Romantis sekali bukan? sore2 yang cerah, membicarakan mimpi dan harapan anak muda, berdua dengan yang pasangannya. Mengingatkanku pula pada masa2 dulu, masa2 menjadi mahasiswa yang memiliki hobby bermimpi setinggi langit. :)
Di bagian belakangku, di teras gymnasium, sekelompok mahasiswa dan mahasiswi sedang menyanyi dengan hebohnya dengan iringan musik gitar. Ramai, heboh, akrab, dan ceria. Mengingatkanku pada masa2 dulu pula... :)
Hhmmm.... tersenyum kecil aku dan temanku membicarakan nostalgia2 senja ini. Temanku mengambil tempat duduk di tribun tengah, sedangkan aku melakukan sedikit gerakan pemanasan otot. Formalitas karena sudah sekian lama aku tidak melakukan olah raga ini. Sudah bertahun2 lamannya aku tidak melakukan olahraga lari. Sedihnyaaaa :p
Di sebelah selatan, jauh di atas awan, aku melihat dia tinggi menjulang dan berdampingan. Gunung Salak dengan background awan putih bersih. Awan putih bersih itu membuat warna gunung salak semakin gelap dan keras. Berdiri diam melihatku yang sedang memandangnya dengan rasa iri. Dia bersekongkol dengan Gunung Gede yang setia mendampingi di sebelah kanannya, melihatku dengan tatapan dingin. 'lemah...lemah...lemah...' desis angin menyampaikan pesannya.
Akupun mengacuhkan pikiranku yang semakin berkeliaran tak tentu arah dan bergerak menuju tanah merah yang ada di lapangan. Aku hanya ingin berlari...berlari...dan berlari. Kuawali perjalanan soreku dengan langkah2 kecil perlahan, mengakrabkan diri dengan tanah merah itu. Perlahan2 kemudian, kutambahkan kecepatan hingga akupun berlari kecil. Lari2 kecil. Itu saja.
Dari dahulu kala, aku bukanlah orang yang bisa berlari cepat, aku hanya senang berlari2 kecil. Ketika orang senang berlari kencang, aku akan memilih rytmeku sendiri. Berjalan2 pelan dan santai, menikmati waktu yang kupunya untuk diriku sendiri....
Pikiranku bergerak beberapa centi didepan kepalaku, membayangi setiap langkah kaki yang kuayunkan perlahan. Simpang siur sesukanya sendiri, dan kubiarkan saja. Sengaja kubiarkan, sebanyak2nya mereka berkeliaran, hingga tiba saatnya bagiku untuk mengumpulkan. Ternyata aku merindukan saat2 seperti ini lagi..... Ini adalah satu dari sekian banyak hal yang hilang dariku, hilang karena aku yang melupakannya.
Lima kali mengelilingi lapangan itu, berputar dengan poros anak2 yang sedang bermain bola, sudah cukup rasanya. Kupelankan ayunan kakiku hingga tinggal langkah2 kecil. Aku tidak berhenti berlari, aku hanya melanjutkan dengan berjalan. Berjalan-berlari-berjalan. Hanyalah nama yang membedakan. Karena intinya, mereka adalah pergerakan. Dan aku melanjutkan pergerakanku dengan berjalan, sebanyak satu kali lingkaran. Inilah saatnya aku mengumpulkan apa yang sudah berkeliaran sebelumnya, ketika aku berlari.
Satu, dua, tiga, empat, lima, entah sampai hitungan ke berapa aku menghitung dan menghitung. Tersenyum sendiri aku dalam perjalananku ini. Banyak hal yang akhirnya muncul kembali, setelah sekian lama aku acuhkan di satu sudut. Mereka menampakkan dirinya kembali. PPffiiuuhh..... :)
Akhirnya, dengan senyum sumringah aku berjalan menuju temanku yang setia menunggu di tribun penonton sambil membaca bukunya. Akupun bergabung dengannya untuk minum dan melanjutkan obrolan nostalgia senja. Ouh... so sweeeeeettt... :))
Kembali kutengok negri di atas awan yang berdiri kokoh di ujung selatan sana. Hhmmmm.... Jangan khawatir, aku tidak selemah itu koq.... kataku dalam hati... :p
Thanks a lot Ine,
For this beautifull evening.... Ours beautifull evening.... :)
'Hows your feeling now?'

Notes : Kembali kurasakan sisi 'romantis', setelah temanku mengingatkan aku bahwa aku adalah orang yang romantis... hwekekekkeeee
No comments:
Post a Comment