Friday, September 17, 2010

Dari Nol Kembali Ke Nol

Ini adalah awal dari semua badai yang telah terjadi. Ketika aku harus mulai belajar mengikhlaskan apa yang sebelumnya memang tidak aku punya. Sesuatu yang pada awalnya memang tidak aku miliki. Dan akhirnya harus aku lepaskan kembali.

Materi. Adalah sesuatu yang duniawi. Duniawi yang seringkali menyebabkan manusia melupakan kepentingan surgawi. Kepentingan duniawi yang seringkali membuat orang menjadi lupa diri. Dan kepentingan duniawi yang seringkali membuat orang saling berkelahi. Kehilangan materi, seringkali menjadi penyebab dari hilangnya kepercayaan diri.

Keluarga. Adalah sesuatu yang teramat besar nilainya. Menurut pepatah tua, hubungan keluarga lebih kental dari segala rupa jenis cairan. Hubungan keluarga tak akan pernah terhapuskan meskipun terbentang jarak jutaan kilometer didepannya. Hubungan keluarga tak akan pernah lekang oleh waktu. Namun hubungan keluarga bisa saja terluka dan ternoda. Seringkali pula dikarenakan materi.

Untuk menghindari noda dan luka keluarga ini, aku rela menghilangkan apa yang aku punya. Bukan masalah besar, dan tidak ada kata penyesalan. Semoga apa yang sudah hilang, memberikan manfaat bagi orang yang mendapatkannya. Dan kehilangan ini, semoga bisa menjadikan pelajaran yang berharga dalam perjalanan hidup kami semua. Dari kesalahan-kesalahan itulah kami semua belajar untuk lebih berani dan lebih peduli, agar tercipta sebuah empati diri.

Apa yang dulu tidak aku punya, telah menjadi milik orang lain. Bukan jumlahnya, tetapi nilainya. Berat memang rasanya, namun tidak perlu ada sesal di dalam rasa ikhlas. Ikhlaskan saja, maka yang menjadi hakmu akan kembali padamu dalam jumlah yang berlipat ganda. Amin. Dari nol kembali ke nol, tak mengapa. Hanya sebaris kata maaf untuk "dia", karena apa yang terjadi, mempengaruhi apa yang telah kami rencanakan. Semoga masih ada kesempatan untuk kembali merangkai mimpi yang bisa terwujud dengan indah. Amin.

Apa yang aku jaga, hanyalah sesosok lemah seorang wanita. Menjaganya dari apa yang dibilang tumbang. Menjaganya dari apa yang dibilang kalah. Dan menjaganya dari apa yang dibilang lemah. Karena dia bukanlah orang yang mudah tumbang, bukanlah orang yang mudah kalah, dan bukan pula orang yang lemah. Semua keberanian, kejayaan, dan kekuatannya telah dikeluarkannya hingga titik darah penghabisan. Hingga dia dalam kondisi seperti sekarang ini. Semua adalah karena dia pemberani. Dia tidak layak disakiti, disalahkan, ataupun terlukai. Dia harus bahagia, dan melewati masanya dengan tawa dan canda.

Tugasku dan tugas kamilah untuk selalu menjaga tawa dan canda itu. Bukan tugas orang lain. Bukan berat, bukan tekanan, dan bukan paksaan. Semua adalah perjalanan, dan perjalanan ini telah sampai pada porsinya. Semua akan baik-baik saja, dan akan selalu baik-baik saja. Tersenyum dan tertawalah selalu ibu.... Untukmu, untuknya, dan untuk kami semuanya.... Tak ada yang lebih membahagiakan, daripada sebaris tawa dari raut wajah tuamu. Kami semua menjadi kuat karenanya. Dan kami semua merasa bangga bisa menjadi bagian penting dari hidupmu. We love you "the stronger" mommy.... We always love you... :)


Gambar di ambil dari sini

Tuesday, September 7, 2010

Internet Panci

Terima kasih banyak untuk orang yang menemukan trik ini, dan kemudian menyebarkan infonya di sebuah situs. It means a lot to me.... Yang tinggal di gunung ini :p

Beruntung pula ketika aku sampai dirumah, ibuku sudah memiliki sebuah tutup panci yang memang hilang pegangannya. Jadi aku tidak perlu repot2 meminta dan melubanginya. Langsung pakai saja.

Berbekal kabel USB ukURAn 5 meter yang dibelikannya di Mangga Dua, akupun mulai sibuk sendiri memasang modem. Harap2 cemas dengan hasilnya, seru juga :p

Dan hasilnya.... taraaaaa.... Sinyal penuh. Padahal kalau tanpa menggunakan tutup panci, sinyal 1 pun sangat sulit didapatkan. DAn percobaan yang pertama adalah mendownload email di outlook. Berhasil....!!!

Sayang, pada percobaan pertama aku tidak bisa mengakses faceook. Kurang seru kan? :p

Tapi pada malam harinya ketika posisi laptop, modem beserta tutup pancinya sudah beralih posisi, akupun berhasil mengakses banyak situs. Meskipun koneksinya lambat, namun cukup untuk sekedar menghibur diri yang sedang berduka. Halaahh... :))

And once again, thanks a lot for you guys.. ^_^


Keluarga Cemara

Adakah yang masih ingat dengan film Keluarga Cemara? Film mengenai kehidupan sebuah keluarga kecil yang penuh dengan kesederhanaan dan keprihatinan. Namun meskipun di tengah kemiskina, keprihatinan dan kekurangan, mereka tetap saja hidup harmonis dan bahagia. Alangkah menyenangkan hanya dengan membayangkannya saja. :)

Setiap keluarga pasti memiliki kisah yang berbeda. Meskipun tak seperti kisah di keluarga cemara, namun pastinya semua indah pada tempatnya. Semoga semua keluarga di dunia selalu bisa merasakan kebahagiaan dan keharmonisan seperti layaknya keluarga cemara.

Aku menyukai lagu yang menjadi soundtrack film itu. Belakangan ini sedang aku gunakan juga sebagai soundtrack-ku sendiri.

Harta yang paling berharga,
Adalah keluarga...
Istana yang paling indah,
Adalah keluarga...

Puisi yang paling berharga,
Adalah keluarga...
Mutiara tiada tara,
Adalaaaahhh... Keluargaaaa....

Selamat pagi emak,
Selamat pagi abah...
Mentari hari ini,
Berseri indah...

Terima kasih emak,
Terima kasih abah...
Restu sakti perkasa bagi kami,
Putra-putri yang siap berbakti....

Have a nice day everybody....
Semuanya kembali ke nol.... :(

Monday, August 23, 2010

Menjadi "Tugu Selamat Datang"

Do you know what i mean?
If you know.... Be silent....
Let's make a silent action for this.
Hope some miracle,
Make everything's gonna be okay

Don't let a lot of tears, energy, power, etc...
Gone for nothing...
Just do your best, don't too demanding
Better don't too expecting
And then everything's gonna be okay

"Ketika mimpimu yang begitu indah,
Tak pernah terwujud... ya sudahlah...
Saat kau berlari, mengejar anganmu,
Dan tak pernah sampai... ya sudahlah... "

Tetaplah percaya bahwa akan ada kenyataan yang terjadi, jauh lebih indah daripada mimpi dan angan-angan kita. Semoga.... dan semoga.... :p

"Satu dari sekian kemungkinan,
Kau jatuh tanpa ada harapan,
Saat itu raga kupersembahkan,
Bersama jiwa, cita, cinta, dan harapan "

Kemungkinan, kemungkinan, dan kemungkinan... Selalu saja ada kemungkinan di depan kita. Bahkan ketika jalan di depan kita bercabang-cabang. Kata guruku sewaktu SD, siapkan dirimu untuk melalui hari, dengan filosofi pohon cabai. Dimana setiap tumbuh, dia akan menjadi 2 percabangan. Setiap apa yang kita pilih, akan selalu memberikan 2 pilihan dan kemungkinan.

"Kita sambung satu persatu sebab akibat,
Tapi tenanglah mata hati kita kan lihat,
Menuntun ke arah mata angin bahagia,
Kau dan aku tahu, jalan selalu ada "

Jika kutengok kembali sebab akibat, terkadang justru membuatku semakin mengkerut. "Sepertinya ini semua hanya berhubungan dengan belas kasihan". Jika kulihat dengan matahati, terkadang justru membuatku semakin takut. "Tidak ada yang bisa aku gunakan sebagai senjata". Namun aku masih selalu yakin dan percaya bahwa mata angin bahagia itu ada di ujung sana....

"Juga kutahu lagi problema kan terus menerjang,
Bagai deras ombak yang menabrak karang,
Namun ku tahu... ku tahu kau mampu tuk tetap tenang,
Hadapi ini bersamaku hingga ajal datang "

Setidaknya ombak, karang, menerjang, menyerang, membentang, menabrak, dan lain-lainnya itu sudah seringkali kudengar kala ku kecil. Sehingga tidak ada lagi sesuatu yang aneh, sangar, menyeramkan, ataupun mengerikan. Aku rasa, aku bisa cukup tenang dalam mengerti arti "ajal datang". Karena kita semua memang layak dan seharusnya tenang....

"Sempat kuberharap, keramahan cinta,
Tak pernah kau dapat.... ya sudahlah..."

Dalam hal ini, bukan keramahan cinta yang ingin kuraih lagi. Bukan...bukan...dan bukan... Aku hanya ingin bisa meraih "keramahan kalian". Nampaknya itu saja sudah lebih dari cukup mewakili keinginanku.... :)

Sunday, August 22, 2010

Our Special Moment in Holy Ramadhan


Sms masuk,
"Kagak, gw langsung balik ke Jakarta. Ada janjian buka bareng juga. Sekali2 ketemunya di Jakarta donk, jangan gw melulu yang nyamperin ke Bogor."

Waduh, ada yang ngambek nih.... ya sudahlah, mungkin lain kali bisa bertemu lagi ya. Akhirnya akupun memilih menyelesaikan beberapa urusan. Tanpa sadar, ada sms masuk lagi ke handphone-ku.
"Segera meluncur ke markas 269. Buruaaann!!!!"

Aduuh..... merubah jadwal koq seenake dhewe sih? ck...ck...ck.... Akupun meluncur ke tempat itu setelah semua urusan selesai. Ada 269 dan 271 sedang bersantai di depan TV. 271 rupanya tidak puasa, dan dengan santainya makan pisang. Gluk...gluk...gluk....cessss.... Ngecess deh aku.. :p

Masih belum cukup, dia bilang begini,
"Gw tadi donk, di angkot dengan santainya minum dari T*****W***. Ampe di liatin gitu ama mbak2"
"Pake kerudung nggak lu?"
"Pake"
"Lha iya lah...dodol"

Tak lama kemudian, satu penampakan muncul di depan pintu dengan hebohnya. Yak... siapa lagi kalau bukan 270. Rupanya sekarang matanya sudah berganti warna dengan biru. Lumayan lebih mending daripada mata abu2 yang jadi kelihatan kayak perak sebelumnya. hahahhaaaaa

Kami semuapun melepas rindu dan bertukar cerita. Ngobrol di depan kosan karena si Black nggak boleh masuk ke kosan. :P

Dan beberapa waktu kemudian, ada lagi satu personel datang. Yaks, 262. Hwekkeeeee.... Tumben banget yaks, kumpul kali ini semua personel lengkap. Biasanya kan selalu saja kurang satu atau dua orang. Eh, gara2 sms yang mendadak dangdut dari 271, kami semua malah berkumpul dengan lengkap. hahahaaa

Setelah bosan ngobrol di depan kosan, kamipun memutuskan untuk melanjutkan ngobrol sambil ngabuburit di salah satu tempat makan yang cukup baru. Dari penampakannya sih terlihat OK karena menyediakan tempat lesehan. Asyiik....

Sesampainya di tempat makan itu, kamipun langsung menempati satu bangku yang kosong. Ternyata itu adalah bangku kosong terakhir (kayak judul pelem horor ya), karena beberapa bangku kosong yang lain sudah di pesan orang (meskipun tidak ada tandanya, sehingga membuat beberapa orang yang datang kecele).

Pesanan segera di tulis, hmmm.... lumayan banyak booo :p
Sambil nunggu pesanan, kamipun meanjutkan obrolan ngalor ngidulnya. Rumah makan itu cukup ramai, nampaknya ada yang sedang bikin acara buka bersama. Makin mendekati waktu berbuka, suasana semakin ramai. Seorang mbak2 pelayan mengantarkan kendi tempat air minum ke meja kami. *pikir kami* mungkin buat berbuka.....

Waktu berbuka pun tiba. Pesanan kami belum satupun tiba, dan tidak ada informasi apakah pesanan kami masih butuh waktu lama. Dan yang paling parah, kendi yang tadi di antarkan ke meja kami, tidak di beri teman gelas satupun. Jadi maksudnya??? kami di suruh minum langsung dari kendi? Good job... :p

Beruntung kami membawa beberapa bekal seperti jeruk, wafer, coklat, eggroll, dan pisang. Jadi kami membatalkan puasa dengan bekal kami sendiri. Hahahhaaa.... Dan soal gelas, kami baru mendapatkan gelas ketika kami sudah memanggil si mbak2 pelayan,
"Mbak, ini air minum bukan?"
"Iya, ada isinya kan?"
"Koq kita nggak di kasih gelas ya? Minumnya gimana donk?"
"Oh iya, sebentar...."

Beberapa kali kami menanyakan pesanan, dan jawabannya seragam namun tidak ada muatan solusinya "sebentar mbak"..."Sebentar lagi ya mbak"... AKhirnya 271 mendatangi bagian dapur, bertanya pada kokinya dan mendapat jawaban yang rada unik "belum di bikin mbak, soalnya bahan2nya banyak yang habis, dari kemarin banyak pesanan.. bla...bla...bla..." hwekekeeeeee.... Jadi kalau bahan habis karena banyak pesanan, mereka berhak memaksa kita duduk diam berlama2 tanpa kejelasan nasib perut kami buw? yang benar saja...

Beberapa lama kemudian, kami sudah tidak bisa menahan emosi sodara2. Kamipun memilih untuk segera melakukan pergerakan ke tempat lain. Perut yang telah seharian kosong karena puasa, tidak bisa lagi membantu kami mereda emosi.

"Meja 14 batalin aja mbak"
"Lho, kenapa mbak?"
"Kelamaan, udah kenyang sama bekal sendiri"
"Aduh... maaf ya mbak...Kelamaan"
"Nggak ada informasi juga berapa lamanya"
"Padahal sebentar lagi lho mbak...."
"Nggak usah deh mbak, udah pada kenyang koq sama bekal sendiri"

Beruntung satu kalimat pamungkasku berhasil aku telan lagi, karena tidak akan memberikan pengaruh yang baik. Meskipun susah payah, akupun menelan dan menghancurkan susunan kalimat yang sudah berbaris rapi di tenggorokanku,
"Sebentar lagi? sebentar lagi dari Hongkong ya? Lha wong koki sampeyan aja bilang banyak bahannya yang habis koq bisa2 nya bilang sebentar lagi. Minuman saja juga nggak sanggup bikin koq bisa2nya bilang sebentar lagi.." gluk...gluk...gluk... *telantelan buruan* :p

Dan kamipun pindah ke daerah kampus saja. Merasakan kembali sensasi kemahasiswaan, selain 269 dan 262 yang memang masih mahasiswa tapi ya.... :)

Makan, minum, ngobrol lagi, dan akhirnya tiba saat berpisah. Kamipun berpisah di angkot. 262, 268, dan 269 kembali ke kosan. 270 dan 271 melanjutkan perjalanan ke rumah masing2, dan 237 bertahan di percetakan.

Thanks for last day everybody.... there is really a quality time for us. Looking toward for another meeting yaaaa :)

PS : satu info yang nggak penting dari pertemuan ini adalah akhirnya kita tahu bahwa seorang artis terkenal yang tergabung dalam 3 Diva itu memang mendapatkan aliran dana dari orang yang tinggal di negara pecahan NKRI. Rutin dan nilainya milyaran lagi.... hwekekeeeeeeee :p


Tuesday, August 17, 2010

Happy Independence Day Indonesia


Happy Independence Day Indonesia.....!!!
65 years was gone....

Sekali lagi, aku nongkrong di depan TV untuk ikut merasakan deg2an bersama dengan para pengibar bendera Indonesia di Istana Negara. Paskibraka alias Pasukan Pengibar Bendera Pusaka. Pasti deg2an banget kan harus melakukan kewajiban mulia mengibarkan bendera di depan Presiden Indonesia, pejabar negara, tamu negara, dan di saksikan oleh sekian juta orang di Indonesia melalui layar televisi. Wuidiiihhh....

65 Tahun yang lalu Indonesia juga melakukan hal yang sama. Yaitu menggelar upacara kemerdekaan untuk yang pertama kalinya. Saat itu, terbayang bagimana semangat dari peserta upacara yang benar2 merasakan arti sebuah kemerdekaan. Pasti sangat luar biasa sekali.

Upacara kali ini nampaknya waktunya sama dengan waktu upacara 65 tahun yang lalu. Yaitu dalam suasana puasa. Semoga saja setelah ini, semangat kemerdekaan para pendahulu kita bisa mengalir dan menyatu kepada diri setiap warga negara Indonesia, sehingga negara kita akan semakin membaik dan membaik lagi.

Sedikit perasaan heran selalu menggelitikku ketika peringatan hari kemerdekaan. Beberapa orang temanku mengatakan banyak pendapatnya.
"Kata siapa kita merdeka?"
"Bodoh kalian yang merasa sudah merdeka"
"Merdeka itu cuma untuk mereka yang punya kuasa"
"Kita sekarang ini masih di bawah penjajahan"
"Masih banyak orang2 yang menderita, jadi kata siapa kita sudah merdeka?"

Dan masih banyak lagi pendapat para temanku yang lainnya. Bahkan mereka banyak yang tidak mau mengakui peringatan kemerdekaan di Indonesia. Semua orang memang bisa dan boleh berpendapat sesuka hati mereka. Bahkan itu di lindungi dengan undang2 koq, jadi tenang saja. Selagi pendapat itu tidak melukai orang lain tentunya, kebebasan bertanggung jawab.

Menurutku sih kita wajib memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Kemerdekaan adalah lepasnya kita dari kekuasaan penjajah. Kemerdekaan adalah pengakuan atas jasa2 para pahlawan yang telah tiada, pengakuan terhadap pahlawan yang telah meninggalkan keluarganya demi perjuangan bangsa, dan pengakuan terhadap semangat patriotik yang di miliki oleh para pejuang.

Nenekku hanya tahu bahwa dia kehilangan ayahnya untuk beberapa lama. Nenekku hanya tahu bahwa ayahnya pernah harus pergi dari rumah sekian lama demi menghindari penangkapan penjajah. Nenekku hanya tahu bahwa saudara2nya pernah menderita karena perang. Nenekku hanya tahu bahwa dia, temannya, saudaranya, dan banyak orang2 yang hidup di jamannya dulu pernah terluka karena perang. Dan nenekku hanya tahu bahwa penderitaan perang itu berakhir setelah Indonesia menyatakan kemerdekaannya.

Sekarang ini, setiap kali upacara kemerdekaan, nenekku masih juga tahu artinya. Meskipun sebentar, dia masih juga menengok TV untuk sekedar melihat bapak presiden duduk memimpin upacara. Dia, tetap menganggap bahwa Indonesia telah merdeka.

Bukan berarti nenekku sekarang sudah kaya raya, bukan juga karena nenekku punya kuasa. Sekarang ini, beliau di usia senjanya masih juga mencari rumput demi menghidupi sapinya. Beliau juga merasakan betapa harga2 kebutuhan pokok semakin sulit di jangkau. Beliau juga merasakan ketakutan ketika harus menyalakan kompor gas karena beliau banyak mendengar berita buruk karenanya. Beliau juga tahu bahwa ada lumpur Lapindo di Jawa Timur sana, dan lain2 dan lain2.

Nenekku bilang, nggak ada hubungannya merdeka dengan kondisi sulit sekarang ini di negara ini. Merdeka adalah untuk kita bisa mengakui bahwa kita ini "wong indonesah". Kalau kondisi sulit dan banyaknya masalah di negri ini saat ini, adalah bagian dari proses pendewasaan negara kita. Ibaratnya, merdeka adalah lahirnya seorang bocah. Toh kalau si bocah jadi nakal, bukan berarti kita tidak mengakui kelahiran si bocah itu kan? Bagaimana si bocah itu, tumbuh dan berkembang, adalah tugas kita semua yang harus "mengemong" nya.

Kelahiran seseorang sangatlah berarti. Karena sewaktu lahir, seorang bocah memasuki dunia baru. Mungkin saat itu kelahirannya di bantu oleh seorang bidan atau dukun, di tunggui nenek kakek, bapak, tetangga, dll. Meskipun mungkin orang2 itu hanya membantu mengambilkan air minum, tetaplah mereka yang berjasa. Tidak bisa kita lupakan begitu saja. Beruntung aku masih ingat siapa yang menolong ibuku sewaktu melahirkanku, namanya Mbah Marto.

Apakah mungkin karena anak sekarang banyak di lahirkan di rumah sakit, sehingga mereka tidak perlu mengingat siapa2 yang membantunya melihat dunia yang indah ini? entahlah.... :p

Kembali pada kemerdekaan indonesia, sebelum aku terlena dan malah menceritakan perihal Mbah Marto and the gank... Mari kita memaknai hari kemerdekaan dengan bijak (bukan berarti aku bijak lho ya... mungkin nenekku yang bijak. heheeee). Mengakui kemerdekaan bukanlah suatu hal yang hina koq. Bukan pula dengan mengakui kemerdekaan Indonesia, kita menjadi lemah, loyo, dan lesu. Yang membuat kita lemah, loyo, dan lesu itu karena kita sedang puasa. hwekekeeee

Dengan mengakui bahwa kita pernah merdeka, mungkin justru akan bisa meningkatkan semangat bukan? Siapa tahu jiwa patriotisme para pahlawan dulu malahan bisa menempel pada kita semua. Asal jangan sampai ketempelan aja.... hihihihi.... Yang jelas, dengan tidak mengakui kemerdekaan kita yang selalu kita peringati di tanggal 17 itu, kita malah mungkin membuat para keluarga pahlawan merasa pengorbanan mereka tidak di anggap. Biarkan saja kalau ada pihak2 yang tidak mengakui, yang penting kita dan hati kita mengakui. Toh kalau semua orang berfikir begitu, lama2 mereka tidak akan di akui kan? Ngomong opoooo aku ini... ck..ck..ck.. :p

Memang sih, sekarang ini para pemangku kekuasaan yang seharusnya menjadi nakhoda kapal negara banyak sekali yang mbalelo. Maka dari itu kita perlu menentangnya. Tapi tetep saja berbeda antara mengakui kemerdekaan dan mengatasi para penguasa yang bersikap menjajah di negri sendiri. Maap kalau salah yaa... heheee

Seperti kata nenekku (dduuuhh... populer banget sih si nenekku yang satu ini), jalani hidupmu sekarang ini dengan ikhlas. Bekerjalah dengan sepenuh hati agar ekonomi rumah tangga tercukupi, syukur2 bisa memberikan sumbangsih untuk bangsa, tapi tidak perlu melukai mereka2 yang sudah pernah terluka. Nah loh.... ^_^

Entahlah, teman2ku memang memiliki alasan tersendiri untuk apa yang mereka yakini. Tidak apa2.... Toh pada intinya semua orang hanya ingin melakukan yang terbaik bukan? Hanya saja, yang namanya "yang terbaik" itu selalu saja memiliki banyak sisi dengan arah hadap ke beberapa arah. :))

Pokoknya mah Merdeka nyak!!!

Wednesday, August 11, 2010

Time to Say Goodbye


This is time to say goodbye to Cappuccino
As menu of lunch when break time coming
Just for a while
During fasting

We will meet again next month, dude... :)

Urusan perkopian ini memang sedikit rumit di bulan puasa. Terkadang kita minum kopi sebagai alasan (sugesti) agar tidak mengantuk, atau untuk (sugesti) mengusir kantuk yang terlanjur datang. Nah, kalau bulan puasa seperti ini...???

Bisa saja kopi di minum saat melakukan sahur. Tapi kan biasanya setelah sahur dan subuh kita kebanyakan memilih tidur lagi barang sejenak. Rugi donk minum kopi? Atau di minum ketika buka? Yang ada malah jadi begadang, nggak bisa tidur cepat, dan akhirnya bangun sahur kesiangan. Padahal kan kalau bulan puasa bagusnya tidur cepat saja. :p

So, mungkin memang bagus juga untuk kesehatan kita karena bisa2 sebulan tanpa kafein dalam jumlah banyak. Boleh aja sih kadang di minum pas sahur atau buka kalau memang sangat di butuhkan. heheheheeeee

Its Ok my lovely cappuccino....
I shan't forget you... :p
I will drink a cup of cappuccino,
When the right time coming


Ps :
Sekarang siang hari di hari pertama puasa. Daku sedang memerlukan koneksi internet untuk melakukan beberapa hal. Namun apa daya... rupanya antara kecepatan speedy dan kecepatan tenagaku hari ini sedang terjalin hubungan yang sangaaaattt mesra. Mereka berdua bergandengan tangan dan berjalan kaki lambat2. Bahkan terkadang ngesot berjama'ah. Ppffiiuuhhh.... Bukan bermaksud untuk mengeluh, tapi ini memang semuanya bergerak lambat konsisten sih.... hiks...hiks.... :p