
Sms masuk,
"Kagak, gw langsung balik ke Jakarta. Ada janjian buka bareng juga. Sekali2 ketemunya di Jakarta donk, jangan gw melulu yang nyamperin ke Bogor."
Waduh, ada yang ngambek nih.... ya sudahlah, mungkin lain kali bisa bertemu lagi ya. Akhirnya akupun memilih menyelesaikan beberapa urusan. Tanpa sadar, ada sms masuk lagi ke handphone-ku.
"Segera meluncur ke markas 269. Buruaaann!!!!"
Aduuh..... merubah jadwal koq seenake dhewe sih? ck...ck...ck.... Akupun meluncur ke tempat itu setelah semua urusan selesai. Ada 269 dan 271 sedang bersantai di depan TV. 271 rupanya tidak puasa, dan dengan santainya makan pisang. Gluk...gluk...gluk....cessss.... Ngecess deh aku.. :p
Masih belum cukup, dia bilang begini,
"Gw tadi donk, di angkot dengan santainya minum dari T*****W***. Ampe di liatin gitu ama mbak2"
"Pake kerudung nggak lu?"
"Pake"
"Lha iya lah...dodol"
Tak lama kemudian, satu penampakan muncul di depan pintu dengan hebohnya. Yak... siapa lagi kalau bukan 270. Rupanya sekarang matanya sudah berganti warna dengan biru. Lumayan lebih mending daripada mata abu2 yang jadi kelihatan kayak perak sebelumnya. hahahhaaaaa
Kami semuapun melepas rindu dan bertukar cerita. Ngobrol di depan kosan karena si Black nggak boleh masuk ke kosan. :P
Dan beberapa waktu kemudian, ada lagi satu personel datang. Yaks, 262. Hwekkeeeee.... Tumben banget yaks, kumpul kali ini semua personel lengkap. Biasanya kan selalu saja kurang satu atau dua orang. Eh, gara2 sms yang mendadak dangdut dari 271, kami semua malah berkumpul dengan lengkap. hahahaaa
Setelah bosan ngobrol di depan kosan, kamipun memutuskan untuk melanjutkan ngobrol sambil ngabuburit di salah satu tempat makan yang cukup baru. Dari penampakannya sih terlihat OK karena menyediakan tempat lesehan. Asyiik....
Sesampainya di tempat makan itu, kamipun langsung menempati satu bangku yang kosong. Ternyata itu adalah bangku kosong terakhir (kayak judul pelem horor ya), karena beberapa bangku kosong yang lain sudah di pesan orang (meskipun tidak ada tandanya, sehingga membuat beberapa orang yang datang kecele).
Pesanan segera di tulis, hmmm.... lumayan banyak booo :p
Sambil nunggu pesanan, kamipun meanjutkan obrolan ngalor ngidulnya. Rumah makan itu cukup ramai, nampaknya ada yang sedang bikin acara buka bersama. Makin mendekati waktu berbuka, suasana semakin ramai. Seorang mbak2 pelayan mengantarkan kendi tempat air minum ke meja kami. *pikir kami* mungkin buat berbuka.....
Waktu berbuka pun tiba. Pesanan kami belum satupun tiba, dan tidak ada informasi apakah pesanan kami masih butuh waktu lama. Dan yang paling parah, kendi yang tadi di antarkan ke meja kami, tidak di beri teman gelas satupun. Jadi maksudnya??? kami di suruh minum langsung dari kendi? Good job... :p
Beruntung kami membawa beberapa bekal seperti jeruk, wafer, coklat, eggroll, dan pisang. Jadi kami membatalkan puasa dengan bekal kami sendiri. Hahahhaaa.... Dan soal gelas, kami baru mendapatkan gelas ketika kami sudah memanggil si mbak2 pelayan,
"Mbak, ini air minum bukan?"
"Iya, ada isinya kan?"
"Koq kita nggak di kasih gelas ya? Minumnya gimana donk?"
"Oh iya, sebentar...."
Beberapa kali kami menanyakan pesanan, dan jawabannya seragam namun tidak ada muatan solusinya "sebentar mbak"..."Sebentar lagi ya mbak"... AKhirnya 271 mendatangi bagian dapur, bertanya pada kokinya dan mendapat jawaban yang rada unik "belum di bikin mbak, soalnya bahan2nya banyak yang habis, dari kemarin banyak pesanan.. bla...bla...bla..." hwekekeeeeee.... Jadi kalau bahan habis karena banyak pesanan, mereka berhak memaksa kita duduk diam berlama2 tanpa kejelasan nasib perut kami buw? yang benar saja...
Beberapa lama kemudian, kami sudah tidak bisa menahan emosi sodara2. Kamipun memilih untuk segera melakukan pergerakan ke tempat lain. Perut yang telah seharian kosong karena puasa, tidak bisa lagi membantu kami mereda emosi.
"Meja 14 batalin aja mbak"
"Lho, kenapa mbak?"
"Kelamaan, udah kenyang sama bekal sendiri"
"Aduh... maaf ya mbak...Kelamaan"
"Nggak ada informasi juga berapa lamanya"
"Padahal sebentar lagi lho mbak...."
"Nggak usah deh mbak, udah pada kenyang koq sama bekal sendiri"
Beruntung satu kalimat pamungkasku berhasil aku telan lagi, karena tidak akan memberikan pengaruh yang baik. Meskipun susah payah, akupun menelan dan menghancurkan susunan kalimat yang sudah berbaris rapi di tenggorokanku,
"Sebentar lagi? sebentar lagi dari Hongkong ya? Lha wong koki sampeyan aja bilang banyak bahannya yang habis koq bisa2 nya bilang sebentar lagi. Minuman saja juga nggak sanggup bikin koq bisa2nya bilang sebentar lagi.." gluk...gluk...gluk... *telantelan buruan* :p
Dan kamipun pindah ke daerah kampus saja. Merasakan kembali sensasi kemahasiswaan, selain 269 dan 262 yang memang masih mahasiswa tapi ya.... :)
Makan, minum, ngobrol lagi, dan akhirnya tiba saat berpisah. Kamipun berpisah di angkot. 262, 268, dan 269 kembali ke kosan. 270 dan 271 melanjutkan perjalanan ke rumah masing2, dan 237 bertahan di percetakan.
Thanks for last day everybody.... there is really a quality time for us. Looking toward for another meeting yaaaa :)

2 comments:
kakakakkakakkakaaa/.......
like this PSnya...
Hwekeekekkee....
Koq bukan like this sama rumah makannya? :p
Pan kita tidak boleh sebut merek... ^_^
Post a Comment