If you know.... Be silent....
Let's make a silent action for this.
Hope some miracle,
Make everything's gonna be okay
Don't let a lot of tears, energy, power, etc...
Gone for nothing...
Just do your best, don't too demanding
Better don't too expecting
And then everything's gonna be okay
"Ketika mimpimu yang begitu indah,
Tak pernah terwujud... ya sudahlah...
Saat kau berlari, mengejar anganmu,
Dan tak pernah sampai... ya sudahlah... "
Let's make a silent action for this.
Hope some miracle,
Make everything's gonna be okay
Don't let a lot of tears, energy, power, etc...
Gone for nothing...
Just do your best, don't too demanding
Better don't too expecting
And then everything's gonna be okay
"Ketika mimpimu yang begitu indah,
Tak pernah terwujud... ya sudahlah...
Saat kau berlari, mengejar anganmu,
Dan tak pernah sampai... ya sudahlah... "
Tetaplah percaya bahwa akan ada kenyataan yang terjadi, jauh lebih indah daripada mimpi dan angan-angan kita. Semoga.... dan semoga.... :p
"Satu dari sekian kemungkinan,
Kau jatuh tanpa ada harapan,
Saat itu raga kupersembahkan,
Bersama jiwa, cita, cinta, dan harapan "
Kemungkinan, kemungkinan, dan kemungkinan... Selalu saja ada kemungkinan di depan kita. Bahkan ketika jalan di depan kita bercabang-cabang. Kata guruku sewaktu SD, siapkan dirimu untuk melalui hari, dengan filosofi pohon cabai. Dimana setiap tumbuh, dia akan menjadi 2 percabangan. Setiap apa yang kita pilih, akan selalu memberikan 2 pilihan dan kemungkinan.
"Kita sambung satu persatu sebab akibat,
Tapi tenanglah mata hati kita kan lihat,
Menuntun ke arah mata angin bahagia,
Kau dan aku tahu, jalan selalu ada "
Jika kutengok kembali sebab akibat, terkadang justru membuatku semakin mengkerut. "Sepertinya ini semua hanya berhubungan dengan belas kasihan". Jika kulihat dengan matahati, terkadang justru membuatku semakin takut. "Tidak ada yang bisa aku gunakan sebagai senjata". Namun aku masih selalu yakin dan percaya bahwa mata angin bahagia itu ada di ujung sana....
"Juga kutahu lagi problema kan terus menerjang,
Bagai deras ombak yang menabrak karang,
Namun ku tahu... ku tahu kau mampu tuk tetap tenang,
Hadapi ini bersamaku hingga ajal datang "
Setidaknya ombak, karang, menerjang, menyerang, membentang, menabrak, dan lain-lainnya itu sudah seringkali kudengar kala ku kecil. Sehingga tidak ada lagi sesuatu yang aneh, sangar, menyeramkan, ataupun mengerikan. Aku rasa, aku bisa cukup tenang dalam mengerti arti "ajal datang". Karena kita semua memang layak dan seharusnya tenang....
"Sempat kuberharap, keramahan cinta,
Tak pernah kau dapat.... ya sudahlah..."
Dalam hal ini, bukan keramahan cinta yang ingin kuraih lagi. Bukan...bukan...dan bukan... Aku hanya ingin bisa meraih "keramahan kalian". Nampaknya itu saja sudah lebih dari cukup mewakili keinginanku.... :)


No comments:
Post a Comment