Sunday, January 31, 2010

2 Montir yang berbeda ketrampilan

Hari ini, aku hanya ingin berusaha menjabarkan perbedaan ketrampilan yang di miliki oleh 2 montir langgananku. Bukan hal yang penting bukan? Tapi menurutku itu penting sekali. Karena itu akan menentukan langkah yang akan ku ambil seputar perawatan onderdil yang aku punya.


Sudah lama aku punya langganan montir yang bertugas mengurus segala macam tetek bengek per-onderdilan. Sebut saja dia montir A. Dia memang montir yang biasa saja. Bukan montir elite dan juga bukan montir kelas atas. Montir biasa, yang menikmati pekerjaannya, menghargai pekerjaannya, dan menghormati kliennya. Dia menganggap bahwa pekerjaan montir ini adalah pekerjaannya yang akan terus dilakukan sepanjang masa, tentunya dengan pekerjaan2 pokok yang lainnya pula.


Montir A selalu memperlakukan barang2 yang menjadi milik kliennya dengan hati2. Menge-cek keseluruhan bagian dengan teliti, pelan2, memperhatikan fungsi dan bentuk, serta keindahan/estetika. Dia tidak ingin melukai dengan sedikit goresanpun barang2 milik kliennya. Dia bekerja dengan sangat rajin, telaten, teliti, tekun, dan terampil.


Setiap bagian kecil dari apa yang Montir 1 kerjakan, akan terlihat enak di lihat, dan nyaman dirasakan. Benar2 sebuah kerja keras yang layak di acungi jempol sebanyak2nya. Tentu saja, hasil akhir yang dirasakan oleh para pelanggannya, terutama aku adalah “kepuasan”. Rasa puas terhadap suatu pelayanan adalah nomor satu dalam setiap usaha. Good job mister…. ^_^



Montir yang satu lagi adalah montir yang bisa kita sebut dengan Montir B. Montir yang satu ini memang tidak bisa di sepelekan juga kemampuannya. Dia sudah memiliki jam terbang tinggi untuk urusan per-onderdilan. Sudah banyak klien yang dia tangani. Namun entah mengapa, ada sesuatu yang kurang sesuai dengan ku.


Cara kerjanya sedikit kacau. Dia kurang rapi, kurang berhati2, dan kurang teliti. Dia mengerjakan pekerjaannya sesuka hati dia, dan sekendaknya saja. Dalam memperlakukan benda2 klien, dia juga tidak berhati2. Terkadang dia tidak teliti untuk bagian yang terlalu kecil atau detail.


Tidak jarang dia melakukan pekerjaannya dengan sedikit kasar, sehingga terjadi sedikit goresan2. Memang hanya goresan kecil, namun untuk orang yang teramat sangat mencintai barang2nya, pasti akan merasa sedih melihatnya.

Sepertinya dia juga kurang bisa memaintenance pelanggannya. Namun karena dia memiliki modal besar dalam bidang marketing/pemasaran, maka dia cepat mendapatkan pelanggan yang baru. Sedangkan pelanggan yang lama, mungkin sudah beralih ke montir2 yang lain pula.


Untuk hasil akhir, memang Montir B tidak berbeda jauh dengan hasil kerja Montir A. cukup memuaskan, asalkan kita tidak terlalu detail dalam melihat hasil kerjanya. Namun bagaimanapun juga, nampaknya aku harus segera beralih dan menetapkan pilihan pasti pada Montir A. Lebih aman untuk semua onderdil2, dan juga lebih bisa di percaya. Namun, seandainya kondisi mendesak dan darurat, Montir B masih bisa di gunakan. Hanya saja dia bukan lagi menjadi prioritas. ^_^





Mengapa Aku Penasaran

Sering kali kita mengalami perasaan penasaran akan suatu hal. Mulai dari penasaran yang biasa saja, hingga penasaran yang teramat sangat. Jika kita merasakan penasaran yang biasa saja, maka kita akan sekedar mencari tahu. Tidak akan lama merasakan pusing dan gundah dalam waktu lama. Tetapi, ketika kita mengalami rasa penasaran yang teramat sangat, maka kepala kita hanya akan terisi oleh hal yang membuat kita penasaran itu.

Beberapa waktu lalu, aku mengalami sebuah perasaan penasaran yang teramat sangat. Penasaran yang mampu bertahan hingga beberapa minggu. Sangat tidak baik untukku, karena mau tidak mau semua rasa penasaran itu mengganggu kinerja otakku. Sedikit sekali kemampuan otak memikirkan hal2 yang lain. Selebihnya adalah memikirkan hal itu.

Apa yang membuat aku sebegitu penasarannya? Entahlah...aku sendiri kurang begitu yakin. Kenken??? (Kalau temanku Hilbul pasti akan segera berkata begitu_red)

Sepertinya aku merasa penasaran yang teramat sangat pada seekor Kancil. Ya.... Kancil. Hewan yang sudah sering kita dengar namanya itu. Mereka adalah bangsa hewan yang cukup melegenda di kalangan anak2. Bagaimana bisa? Bisa saja tentu. Karena di kalangan anak2 ada lagu mengenai dia,

Si Kancil anak nakal
Suka mencuri-curi ketimun
Ayo lekas di kejar
Jangan di beri ampun

Aku memang bertemu seekor kancil. Kancil yang nakal, meskipun dia tidak mencuri ketimun. Dia mencuri sebuah karya seni. Aneh kan? Mana ada kisah di dunia nyata ataupun di dunia dongeng bahwa ada kancil yang mencuri karya seni. Namun, di duniaku semua menjadi nyata. Kancil itu benar2 mencuri karya seni yang selama ini selalu di jaga oleh banyak pihak. Luar biasa sekali bukan...

Bagaimana bisa aku melihat seek0r kancil nakal yang mencuri karya seni itu? Entahlah...semua nya berjalan dengan begitu cepat. Si Kancil mendadak muncul di depanku, melihat ke kanan dan kekiri seolah2 anak kecil yang ingin menyeberang jalan di tahun pertama dia sekolah. Setelah melihat ke kanan dan kekiri, dia hanya menatapku yang masih belum sadar sepenuhnya dari terkejut, sekilas lalu.

Dengan acuh dia berjalan menuju tempat benda itu tersimpan rapi, dengan di kelilingi pagar pelindung. Entah kenapa, aku berjalan mengikutinya. Mungkin aku tersihir atau kalau jaman sekarang lebih trend dengan kata "terhipnotis". Aku mengikuti kancil yang berjalan semakin cepat dan semakin angkuh.

Dia tidak merasa terganggu dengan kehadiranku di belakang dia. Dengan seenaknya dia ngoceh kesana dan kesini mengatakan hal2 yang aku tidak bisa mendengar dengan jelas apa yang dia katakan. Gaya dia mirip seperti bapak penilik di sekolah dasarku dulu. Angkuh, sok berwibawa, sok penting, dan sok sibuk. Itu yang membuat aku semakin penasaran dengan kancil jenis yang aneh ini.

Setelah tiba di lapisan pelindung pertama, si kancil itu berhenti. mengetuk2 dan melihat2 lapisan itu. Memainkannya sebentar, sambil menelengkan kepalanya. Seolah sedang menilai sesuatu. Entah apa yang ada dalam kepala si kancil itu. Dia berkata padaku,
"Aku mau masuk kesana" katanya

Dan yang lebih aneh lagi adalah, tiba2 saja aku sudah mengambil kunci dan membuka pelindung pertama dari benda itu. oh..tidakk... hipnotis...hipnotis...

Semakin lama, hipnotis yang di lancarkan oleh si Kancil rupanya semakin kuat saja. Hampir semua lapisan pelindung sudah terbuka kuncinya. Dia melenggang dengan tenang dan acuhnya. Terkadang terlintas untuk menjewer telinganya yang panjang itu, atau menimpuknya dengan kursi atau pot tanaman yang ada di samping ruangan.

Tapi tunggu....sepertinya ada yang mulai aneh denganku. Tiba2 aku memperhatikan kancil itu. Secara tidak sadar, otakku berpikir,
"Kancil itu manis juga ya...." Addduuhh.... kugeleng2kan kepalaku karena sepertinya mulai meracau.
"Gayanya yang songong itu koq malah membuatku geregetan ya..." kata otakku di bawah sadarku lagi.

Akupun semakin merasa ada yang aneh dengan otakku. Langsung saja kulepaskan pandanganku dari si Kancil yang sok penting itu. Aku berbalik badan, namun justru aku terdiam dan terhenyak. DI belakangku ada sebuah cermin yang cukup besar, dan memantulkan bayanganku secara penuh dan sempurna.

"Ouw...Ouw...Ouw.... Ini sepertinya aneh." kataku sambil menengok kembali ke arah si kancil yang sedang tertawa2 sinis.

Rupanya inilah alasan mengapa aku merasa bahwa si kancil itu lumayan manis dan menggemaskan. Bayangan di cermin itu menunjukkannya padaku. Bayangan yang menampakkan aku sebagaimana aku. Aku yang sebenarnya.

Bayangan itu menunjukkan bahwa selama ini aku salah dalam menilai diriku sendiri. Selama ini aku berpikiran bahwa aku adalah seekor Penyu yang bertugas menjaga benda yang ada di dalam sana. Penyu yang suka sekali mengurung diri di dalam tempurungnya ketika tidak ada yang mengancam dunianya. Rupanya aku salah dalam melihat dan menilai diriku. Aku tidak menyadari siapa dan bagaimana sebenarnya aku.

Bayangan di cermin itu menampakkan aku sebagai seekor kancil yang hampir mirip dengan kancil yang ada disana. Aku yang nakal, angkuh, dan terlalu naif. Naluriahku sebagai seekor kancil membuatku tertarik dengan kancil itu. :P

Aku kembali menengokkan kembali kepalaku ke arah kancil yang semakin berharap bisa masuk ke lapisan pelindung terakhir itu. Aku mendekatinya, dan dia berkata,
"Ayo..buka yang ini. Aku mau benda itu."Katanya
"Oke.... Ayo kita buka." kataku.

Aku menyerah dengan naluriku yang rupanya sama dengan kancil itu. Karena pada dasarnya kami adalah sama, si Kancil anak nakal. ^_^

Thursday, January 28, 2010

Pemeran Tambahan Dalam Dunia Khayalanku


Sudah lama sekali aku tidak menghidupkan dunia khayalanku. Mungkin karena belakangan ini aku lebih sibuk dengan komputer dan internet, jadi kehidupan dunia khayal sedikit terlupakan dan berganti dengan dunia maya. Semoga saja aku masih ingat babak terakhir dalam dunia itu. Seingatku babak terakhir adalah adegan Pak Dokter. Ya…. Clue itu cukup untuk dapat membawaku masuk kembali ke dunia yang selama ini aku bangun dari sejak aku masih SMU. ^_^

Kabar baru dari dunia perkhayalan, adalah aku akan menciptakan cerita yang baru. Cerita baru, dengan tokoh2 baru, setting dan latar baru, tetapi pada ujungnya akan tetap bertemu. Semua akan berujung pada satu cerita, cerita lain dari seorang aku.

Dunia khayal itu aku ciptakan untuk sekedar pelampiasan dari impian, harapan, dan doaku yang belum terkabul. Aku tidak ingin meratapi apa yang memang tidak di berikan Tuhan untukku. Jadi, kuciptakan dunia sendiri, dimana aku bisa memilih pemain, memilih cerita, memilih konflik, memilih selingan, dan memilih ending dengan sesuka hati. Semuanya terserah aku. Suka-suka aku dan bagaimana aku mau saja.

Cerita akan menjadi cerita indah, ketika aku sedang merasa senang. Cerita bisa tiba2 memburuk ketika aku sedang tidak bahagia. Tidak ada yang dirugikan dalam duniaku. Itulah salah satu tujuanku menciptakannya. Menciptakan sebuah dunia yang bisa menyenangkan hati kita, tanpa harus menyusahkan orang lain. Hahahaha

Saat ini aku sedikit bosan dengan cerita lamaku. Selain itu juga, beberapa waktu belakangan ini ada beberapa hal yang aku inginkan terjadi, namun belum menjadi hakku. Karenanya, beberapa hal itu akan masuk di list pertama ceritaku. Akan aku kembangkan menjadi sebuah cerita untuk menemaniku menunggu kantuk. ^_^

Keep on dreaming all….

Meskipun dunia nyata belum bisa ikut tertawa bersama kalian,

Masih ada dunia “kita” yang bisa kita buat tersenyum sesuka hati ^_^