Sunday, January 10, 2010

Alkisah Burung Liar dan Onta



Tersebutlah suatu hari yang panas, kering, dan gersang oleh angin laut yang bertiup perlahan. Di tepi laut itu seekor burung liar berjalan perlahan seorang diri, sambil memperhatikan sekelilingnya. Menikmati perjalanan dan anugrah tuhan yang maha kuasa. Dia melihat sebuah bahtera raksasa menjulang di depan sana. Semua makhluk memasuki pintu bahtera, entah dengan tujuan apa. Mungkin Tuhan sedang melakukan absen atau pertemuan mendadak untuk membahas suatu hal. Entahlah…. Si burung liar pun berjalan mendekat dan mengikuti arus kemana semua makhluk itu berjalan. Rupanya Tuhan sedang mengadakan sebuah perjalanan massal. ^_^

Burung liar merasa tidak mengenal satupun mahkluk yang ada di dalam bahtera itu. Dia hanya diam, melihat sekeliling, dan berusaha menemukan peraduan yang sekiranya bisa membuatnya nyaman. Dia tertarik dengan salah satu sudut yang berada dekat dengan tangga yang digunakan oleh semua makhluk itu naik. Di tempat itu, dia merasa bisa melihat sekeliling dengan aman, nyaman, dan leluasa. Selain itu, dia juga bisa menikmati aroma pesisir yang keras menyentak hidungnya.

Karena dia adalah burung liar yang sendirian, dia mencoba beramah-tamah dengan makhluk disekitarnya. Setelah itu, dia diam. Masih tidak tahu harus berbuat apa. Tiba2, dari arah tangga yang ada di depannya, munculah gerombolan onta yang cukup menyita pandangan mata. Gerombolan onta itu terdiri dari 6-7 orang. Kenapa cukup menyita pandangan mata? Tentu saja karena mereka memiliki penampilan yang berbeda dengan makhluk kebanyakan. Mereka terlihat mencolok.

Burung liar hanya diam dan mengarahkan sudut matanya pada gerombolan onta itu. Dia berfikir apakah kiranya dia bisa berteman dengan mereka yang tampak lebih dari yang lainnya itu. Gerombolan onta yang memiliki ukuran tubuh lebih besar dan juga merupakan rombongan itu kesulitan menemukan tempat duduk. Akhirnya mereka berpencar dan mengambil posisi yang berbeda2 demi kenyamanan mereka.

Beberapa onta mengambil tempat dekat dengan burung liar, sedangkan beberapa yang lainnya berada tak jauh dari itu. Sepanjang bahtera itu berjalan, mereka bergerombol membentuk koloni di bagian luar bahtera, tempat satu2nya yang bisa membuat mereka bersatu.

Entah siapa yang memulai, terjadilah obrolan antara satu onta dan burung liar, yang akhirnya membuat si Burung liar masuk ke komunitas onta. Rupanya, selain si burung liar, ada pula sepasang merpati yang sedang dimabuk asmara ikut bergabung dengan gerombolan onta itu. Mungkin makhluk lain yang ada di sekeliling sedikit heran dengan kumpulan makhluk yang berbeda species ini.

Akhirnya mereka menjadi sebuah kumpulan yang penuh dengan keanekaragaman hayati. Biodiversity yang unik dan penuh warna. Menghabiskan hari mereka bersama, kemanapun mereka pergi selalu bersama, dan melakukan apapun selalu bersama. Karena kebersamaan dalam jumlah besar itu, burung liar merasa sedikit aman. Aman untuk menutupi sesuatu yang mungkin terjadi dalam dirinya. Sesuatu memang sedang terjadi padanya.

Manakala ada saat dimana burung liar berada jauh dari kumpulan onta dan merpati itu, matanya akan berusaha untuk focus pada satu hal. Manakala ada kesempatan untuk bisa berkumpul bersama, maka burung liar akan menciptakan kondisi yang wajar agar bisa berada di tempat2 tertentu. Suatu saat, dia bingung harus melakukan apa ketika sepasang matanya tiba2 berbenturan dengan sepasang mata yang lain. Memang terjadi sesuatu dengannya, meskipun sedikit dan berusaha di hindarinya.

Semua berjalan normal dan tidak ada yang aneh sedikitpun karena semua makhluk menjalani hari-harinya dengan sempurna. Mereka menghabiskan waktu dengan berbagai permainan, sehingga waktu berjalan dengan cepat dan tak terasa. Semua menikmati perjalanan yang di rancang oleh Tuhan sedemikian rupa. Menikmati tanpa protes, mengalir bagaikan air. Seusai perjalanan, sedikit yang menyadari bahwa Burung liar menyimpan sesuatu. Sampai dengan mereka berpisah, burung liar berhasil menyimpan semua keindahan itu sendiri.

Sampai beberapa waktu kemudian baru disadarinya bahwa cupidnya salah arah dalam menembakkan mata panahnya…..^_^

Saturday, January 9, 2010

Persahabatan Itu Indah


Hasil dari perjalanan mengisi liburan tahun baru 2009-2010 yang lalu, adalah aku bertemu dengan teman baru. teman2 baru yang lucu, membantu, dan mengharu biru. mereka bukan petualang, yang sedang mencoba bertualang. hehehhe....penuh dengan cerita lucu dan syahdu yang akan selalu kusimpan dalam sisi cerita hidupku. terima kasih teman2, kalian telah membuat perjalananku menyenangkan, jauh dari apa yang sudah aku bayangkan.

Semoga pertemanan kita bisa berujung dengan persahabatan dan kekeluargaan. i hope so.... Aku harap kita bisa memunculkan perjalanan2 lain yang bisa kita nikmati bersama. thanks a lot for let me enjoy this trip. this is very2 nice trip. sampai ketemu lagi ya teman2..... i will miss u completely. ^_^

SAHABAT

Sahabat Sejatiku
Hilangkah Dari Ingatanmu
Di Hari Kita Saling Berbagi

Dengan Kotak Sejuta Mimpi
Aku Datang Menghampirimu
Kuperlihat Semua Hartaku

Kita S'lalu Berpendapat
Kita Ini Yang Terhebat
Kesombongan Di Masa Muda Yang Indah

Aku Raja Kaupun Raja
Aku Hitam Kaupun Hitam
Arti Teman Lebih Dari Sekedar Materi

Pegang Pundakku, Jangan Pernah Lepaskan
Bila Ku Mulai Lelah
Lelah Dan Tak Bersinar

Remas Sayapku, Jangan Pernah Lepaskan
Bila Ku Ingin Terbang
Terbang Meninggalkanmu

Ku S'lalu Membanggakanmu
Kaupun S'lalu Menyanjungku
Aku Dan Kamu Darah Abadi

Demi Bermain Bersama
Kita Duakan Segalanya
Merdeka Kita, Kita Merdeka

Tak Pernah Kita Pikirkan
Ujung Perjalanan Ini
Tak Usah Kita Pikirkan

Akhir Perjalanan Ini

Tuesday, January 5, 2010

Teman Setiaku Di Akhir Tahun

Tibalah kita di awal tahun baru...tahun 2010. Happy new year all..... wish all be best in this year. :)

Banyak cerita yang akan kutorehkan di tempat ini, seperti biasanya. Tentang tahun2 sebelumnya, tentang tahun lalu, tentang tahun ini, dan tentang apa saja. Saat ini aku terlalu "penuh".....Jadi belum siap untuk mengurai semua untaian benang itu menjadi benang2 halus yang bisa di simpan rapi. Beberapa waktu lagi, mungkin semua akan terasa lebih bagus.

Untuk mengawalai babak baru di tahun ini, aku hanya akan membagi sesuatu terlebih dahulu. Sedikit berbagi tentang apa yang selalu ada di tahun lalu sampai detik pergantian tahun ku. Bukan hal yang penting, tapi tetap ingin aku bagi disini. Karena merekalah yang menemani perjalanan panjangku, dan menemani dalam sepiku di sebuah pulau di Utara Jawa sana.

Handphone kesayanganku, Soery...... Dia memang gembul karena daya serap makan setrumnya kenceng banget, tapi sebanding dengan apa yang dia berikan padaku. update status, ngobrol lewat telp, sms, chating, dengerin music, nyatet agenda, photo2, dll deh. :)

Sewaktu di kereta Argo sindoro, aku menggunakan dia dengan maksimal. Hasilnya, sewaktu tiba di Semarang dan di jemput mantannya temanku, aku segera bertanya, disana bisa nge-charge? hehehe. Kasian si Soery udah kelaparan.

Kamera digital kesayanganku, Si Canny. Kamera kesayangan karena merupakan barang elektronik kebutuhan tersier pertama yang aku beli dengan uang hasil kerjaku. Hurray.....Dia selalu bisa di andalkan untuk arena outdoor. Tapi, tidak begitu bisa di ajak bergaya untuk indoor dan low cahaya. Entah kenapa bisa begitu. Nampaknya daku masih harus belajar mengutak-atik semua tombol yang ada di badan si Canny. Sambil baca buku panduannya ya.... ^_^

Di pulau, si Canny kurang kugunakan secara optimal. Aku tidak memberinya anugrah dengan pemandangan2 yang indah, tetapi justru ku paksa berhadapan dengan wajah2 narsis teman2 baruku. hehehehe....Karena aku pun ikut lupa diri dengan Euforia beraktivitas bersama dengan mereka, aku lupa untuk sekedar hunting pemandangan. its okay beib, sometimes we'll be there again.... :)Selanjutnya adalah laptop kesayanganku "si Lenny". Laptop pinjaman yang sudah setahun ini bertahan denganku. Meskipun baterai sudah soak dan nggak bisa tanpa charger lagi, tapi dia tetap kesayanganku. Meskipun sering ngadat atau nge-hank, tapi dia tetap sangat2 bermanfaat untukku. Dia kubawa serta karena aku berharap akan bisa menambahkan satu atau dua paragraf kedalam file "Mencari Pelangi Di Ujung Senja" ku. hahahaha....

Keberadaan si Lenny membuatku bisa menikmati semua photo dari anak2 yang lain, karena setiap malam kami segera memindahkan foto dari kamera ke si Lenny. Karena itu juga akhirnya aku dapat tugas PR untuk mengirimkan foto2 liburan by email. Tapi akhirnya kukirim by pos karena ampun2an kalau musti upload photo 1,6 Gb. :)

Dan yang paling idola dan juga penting adalah daypack kesayanganku si Karmin. Dia dengan setia menemaniku, memelukku dan diam tak berkutik manakala aku sedang merasa lelah. Dia selalu bertengger di punggungku. Terkadang dia memberiku kehangatan dari punggung, atau melindungiku dari terpaan angin ketika naik motor dari depan. :P

dan sewaktu di Pulau, dia membuatku merasa nyaman dan aman dengan semua barang2ku. Dia selalu menyertaiku kemanapun aku pergi, termasuk juga ketika aku ikut teman2 keliling pulau. Dia kuanggap sebagai yang tertua, dan bertugas melindungi adik2nya. (Jangan pikir aku gila kawan...) hehehe.

Satu lagi yang setia menemaniku. Sendal jepit ini. Dia bukan sendal kesayanganku, tapi dia juga kusayangi. Aku lupa bertanya pada si empunya, siapa namanya. Karena sendal itu mengikutiku tanpa sengaja. Biasa...karena penyakit lupaku yang sangat kronis. Tak sengaja memakai sendal orang, dan baru sadar keesokan harinya. Dengan panik aku mencari sendal jepit merahku "aduuh...siapa sih yang pakai sendal jepit merahku..aku kan mau pakai....." dan mata tak sengaja melihat sendal jepit lapang ini. Ouw..ouw...ouw....mulai curiga deh akyu. jangan2 penyakit lama kumat lagi. Cek n ricek ke Lawalata, benarlah sudah. itu adalah sendal baru OD yang sedianya di bawa ke Arjuno-Welirang. hwahahahaha..... so sorry de...^_^

Selain dengan mereka yang setia dan selalu bersikap manis padaku, aku juga pergi dengan sesuatu yang membuatku sedih. Bahkan membuat aku menangis di kereta. Beruntunglah aku duduk sendirian dekat jendela, jadi tidak perlu malu manakala butuh gerakan menyusut air mata. Dia adalah buku bacaan karya Dewi Lestari yang berjudul Perahu Kertas. Itu adalah buku Dee yang isinya jauh dari tulisan2 terdahulunya. Buku ini lebih ringan dan renyah untuk dibaca. Tentang kisah cinta remaja pastinya. Dee menuliskan dengan gaya bahasa yang sangat ringan dan mengalir, membuatku terlena ke dalam alurnya.

Awalnya aku membawa buku ini untuk kubaca di pantai jika nanti aku mengalami kebosanan. Namun saat berada di kereta menuju Semarang, aku mulai membacanya dengan harapan bisa lebih ngantuk dan tidur. Tapi apa yang terjadi? Karena bukunya menarik untukku, maka jadilah aku tidak tidur semenitpun sampai tiba di Semarang. Di beberapa bagian aku ikut menangis, karena bagian2 itu sempat menyentil perasaanku. hehehe....mellow deh...^_^

Bersama mereka lah aku berkelana sendiri menjadi si bolang.....ke salah satu pulau di Utara Jawa sana.... Its a nice trip guys....:)