Wednesday, October 21, 2009

Yang Baru dan Yang Lama

Menemukan sesuatu yang baru itu sangatlah menyenangkan…menggairahkan…dan tentu saja menantang. Menemukan sesuatu yang baru akan membuat kita mengerti bahwa kita ini belumlah menjadi apa2…masih perlu banyak belajar. Memang berat ketika kita harus belajar lagi tentang sesuatu yang baru, terlebih lagi apa yang belum kita mengerti. Tapi sejauh kita ingin dan mau mencoba, maka tidak ada sesuatu yang mustahil. Semuanya mungkin dan layak untuk di coba. Hanya saja, untuk mendapatkan sesuatu yang baru, kita harus meninggalkan sesuatu yang lama.

Meninggalkan sesuatu yang lama adalah suatu pilihan yang berat. Apapun itu. Apakah kita meninggalkannya dengan sukarela, ataupun dengan terpaksa. Semua adalah hal yang berat, bahkan terkadang menyakitkan. Karena sesuatu yang lama itu adalah bagian dari hidup dan juga perjalanan kita dalam hidup ini. Sebuah pengalaman atau malah banyak pengalaman yang menghiasi satu sisi bagian hati kita. Sesuatu yang merenggut sekian banyak waktu dan emosi yang kita miliki. Jika sesuatu yang lama itu baik, indah, dan memberikan kita kenyamanan, maka akan sangat berat dan menyakitkan jika kita harus melepaskannya. Bahkan pun jika sesuatu yang lama itu adalah pahit dan menyakitkan, bukan berarti kita akan dengan senang hati meninggalkannya. Semua tetaplah berat dan butuh pengorbanan.

Kedua hal itu akan selalu berpasangan dan bersama-sama seperti layaknya kebersamaan lahir dan mati, siang dan malam, dan matahari bersama bulan. Keduanya akan tetap membayangi dan menyertai kita kemanapun kita pergi. Apapun, dimanapun, kapanpun, dan siapapun. Mereka, dia, kamu, dan juga aku.

Saat inipun, butuh memori sekian giga untuk ku, agar bisa memikirkan jalan keluar dari sebuah ketidakjelasan. need a door to escape from this ……….Kalau memang ternyata harus keluar dengan paksa :P

Saturday, October 17, 2009

Just 'bout Last Friday

Sebagaimana rencana awal, hari kemarin adalah hari dimana ibu2 akan berkumpul dan melakukan arisan. Hehehe…serasa emak2 kan…Kali ini arisan dilakukan di kedai telapak. Rencana awal yang sesuai dengan undangan, arisan akan di mulai jam 7 malam. Begitulah titah dari jeng miska as a leader of arisan. Pakai penekanan “on time ya….” Lagi di undangannya.

Akhirnya dengan semangat menggebu dan doa yang kuat dari pagi, akupun segera bersiap2 untuk melakukan perjalanan ke kedai telapak. Halah…..tapi, sebelumnya aku harus mencarikan ikan balita dulu untuk temannya oma yang akan berangkat ke Amerika. Lumayan…jadi tau tempat jual ikan balita kalau suatu saat memerlukan oleh2…J

Kembali kepada tema arisan tadi…..arisan kali ini terasa berbeda dan nampaknya memang akan berbeda dari arisan2 biasanya. Kalau arisan biasanya para anggotanya sibuk memikirkan dan mendebatkan potlaknya, maka arisan kali ini semua orang meributkan tentang ramalan. Ya….dalam acara arisan kali ini, akan ada madam lala yang notabene adalah adiknya mbak rainny yang juga seorang peramal. Semua orang berkata pengen diramal. Termasuk juga aku. Banyak hal terbayang untuk aku tanyakan. Sensasi antara berani bertanya tentang ramalan ku tetapi juga ketakutan mendengar apa yang bisa menjadi hasilnya, membuat aku merasa gelisah dan bersemangat. J

Selesai dengan urusan ikan balita, aku segera pergi ke Gekko studio untuk melihat siapa yang hendak berangkat bersama denganku ke arisan. Sampai di Gekko, ada mbak rina yang rupanya memiliki tujuan yang sama denganku. Mendengarkan ramalan. Akhirnya aku dan mbak rina berangkat duluan ke kedai telapak dengan harapan dapat di ramal lebih dulu sebelum anggota yang lainnya datang.

Setibanya di kedai telapak, aku melihat ada mbak rainny, dan juga mbak mina yang sedang serius di ramal oleh madam lala. Karena belum ada uang, maka aku dan mbak rina pergi ke ATM di Botani Square untuk mengambil uang dulu. Setelah ambil uang selesai, mbak rina ingin membeli whisper katanya, dan akupun memutuskan untuk ikut ke Giant, siapa tahu ada sesuatu yang menarik.

Kamipun berjalan dengan santai sambil ngobrol kesana kesini. Memasuki Giant, kami ambil satu keranjang dan berjalan lurus saja. Tiba2 semua orang berlari menuju arah keluar dengan ributnya. Mereka berhamburan semua tanpa mengatakan apa yang terjadi. Mereka hanya berteriak2 nggak jelas karena memang semua orang terlihat panik. Aku langsung berfikir ada kebakaran.

“mbak rin, ada kebakaran kayaknya”

Dan akupun berusaha melihat dimana sumber kebakaran terjadi. Aku tidak melihat ada asap di manapun. Baru kemudian aku melihat papan2 gantung di dalam ruangan itu bergoyang. Rupanya ada gempa. Aku tidak merasakan ada getaran sama sekali, begitu juga mbak rina. Karena nya kamipun mengikuti berjalan keluar, tetapi tidak berlari. Sesampainya di pintu keluar, kami melihat semua orang berjajar di luar gedung dengan muka cemas dan khawatir.

“mana ini liputan dari KBTI?” tanya mbak rina

“oh iya ya…harusnya ada liputannya” kataku

“wah…terlambat kita…harusnya kita tadi merekam kepanikan orang2 itu ya…”

“hwahahaha…iya..iya…telat.” kataku.

Akhirnya kami membatalkan niatan belanjanya, demi menghindari hal2 yang tidak di inginkan. Perjalananpun dilanjutkan ke kedai telapak. Sesampainya disana, rupanya mbak mina sudah selesai dengan ramalannya. Akupun langsung mengambil tempat untuk diramal. Menyalip beberapa orang sebenarnya…tapi ya gimana ya….scara yang lain masih sibuk rapat. Hehehe

Kalimat pertama madam lala adalah “pertanyaannya yang spesifik ya”

Entah kenapa kepalaku langsung kosong dan aku lupa dengan daftar pertanyaan yang sudah aku siapkan sebelumnya. Hehehe. Akhirnya akupun menanyakan masalah jodohku terlebih dahulu. Banyak hal yang di bialng oleh madam lala mengenai ramalan jodohku. “loading”

Setelah selesai dengan urusan jodoh, akupun melanjutkan dengan urusan keluarga. Banyak juga yang terbaca dari sana dan beberapa advice dari madam lala. “loading”

Menyusul adalah urusan karir….sedikit rumit dan ribet karena berhubungan dengan sifat yang complicated. Banyak juga yang terbaca dari sana dan memang membuatku merasa drop. Cuma memang itu adalah fakta yang tidak bisa aku sangkal dan hindari. Fight dong wilis……start now or never…..“loading”

Karena mentok dengan apa yang ingin aku tanyakan lagi, maka aku menanyakan tentang hubungan sosialku sebagai pertanyaan terakhir. Baik2 saj meskipun masih juga blunder…..”loading”.

Setelah selesai acara ramal-meramal dengan nasibku, ada sebuah perasaan yang membuatku sedikit tidak nyaman…tapi memang semua usaha harus dimulai dari yang tidak nyaman. Kalau semua nyaman dan baik2 saja, maka tidak akan ada perubahan. Itulah kelemahanku selama ini. Aku terlalu terlena dengan kenyamanan yang aku dapatkan selama ini. Sehingga banyak hal yang aku lewatkan. Semoga tuhan belum mencoret namaku dari daftar manusia beruntungnya….amin.

Arisan pun berhasil dengan molornya yang lebih dari 1 jam gara2 the leadernya nggak datang2. Jam 8 lebih leader-nya baru menampakkan diri, padahal banyak sekali anggota arisan yang sudah berganti agenda menjadi rapat persiapan mubes telapak. Karenanya, setelah semua uang terkumpul, di kocoklah undiannya. Yang pertama turun sebagai pemenang adalah siapa gitu. Aku nggak begitu jelas mendengar namanya karena rupanya anggota itu sudah lama tidak mengikuti lagi arisan ini. Percobaan kedua menunjukkan mbak mina yang dapat.. dan untuk yang ketiga, ternyata adalah aku sebagai juaranya. Hehehehe. Doa dan niatan kuat ku sampai di telinga tuhan rupanya. Hooray…….

Sesuai dengan nazarku yang menyebutkan bahwa jika aku dapat arisan maka aku akan nonton, dan jika seandainya aku nggak dapat arisan, maka akupun tetap akan nonton. Hehehe. Maka akupun segera bergerak menuju XXI di boqer. Nonton the ugly thruth. Bagus…..

Selesai nonton, ke kedai lagi karena lupa belum bayar minuman, ditodong suruh traktir pisang selimut, dan bayarin lumpia….wuih…:P dan setelah itu akupun pulang bersama jeng miska. Sudah lama tidak mengantarkan dia pulang. Hehehehe…..

What a wonderfull day…..:)

Friday, October 16, 2009

Hamster Make in Love

Pagi tadi, aku melihat beberapa anak mengerubungi kandang hamster di depan secret. Mereka Nampak khusyuk sekali menyaksikan sebuah pertunjukan lucu. Dan akupun bergabung bersama mereka…..

Rupanya hamster secret yang bernama panda dan blacky sedang bermain2…mereka kejar2an dengan serunya. Melihat tanda2nya, nampaknya si blacky sedang on dan ingin mengajak panda make in love….hahahha…

Panda dikejar2 terus dan diuber2….tetapi panda tetap melarikan diri dan berputar2….

Percobaan pertama….gagal….

Percobaan kedua….gagal…

Percobaan ketiga….gagal….

Hingga tak tahu lagi berapa kali percobaan dilakukan oleh kedua makhluk mungil itu, namun tetap saja gagal. Entahlah…mugnkin panda merasa malu karena merasa di lihat dan di tonton oleh manusia2 berotak mesum semua itu. Hwakakakkaa

Setelah lama berselang dan panda tetap menghindar dan menghindar, akhirnya si blacky putus asa dan menyerah kalah. Dia Nampak dengan lunglai bergerak menuju sudut kandang hamster mungil itu.

Blacky segera bersembunyi dan berdiam diri di sudut. Bukan berdiam diri sih…lebih tepatnya sibuk sendiri di sudut yang terhalang pandangan oleh tempat pasirnya. Entahlah…..hanya dia dan Tuhan yang tahu apa yang sedang di lakukannya.

Hanya saja, jikalau hamster memiliki perilaku serupa dengan manusia, kalian pasti tahu apa yang biasa para lelaki lakukan jika hasratnya tidak terpenuhi…hwakakakkaka (kebanyakan nonton film biru nih). ^_^

Police Movie Syndrome

Menceritakan kembali kejadian hari kemarin….

Kemarin aku menjadi korban dari terlalu banyaknya aku dan temanku nonton film di Bioskop. Ceritanya, aku dan temanku itu merasa sebagai seorang actor balap motor yang benar2 handal bergerak lincah disela2 padatnya lalu lintas karena di kejar2 oleh mobil polisi.

Berawal dari malam sebelumnya dimana aku dan temanku itu pergi ke bioskop dan menonton sebuah film Indonesia yang berjudul bahasa inggris tentang polisi2 di Indonesia. Maka paginya, yaitu kemarin aku dan temanku itu mempraktekkan jurus2 dalam film itu secara mendadak. J

Begini ceritanya :

Pagi kemarin, aku bergerak di sekitar kampus. Ke perpustakaan mencari data tentang rajungan di Indonesia dan rajungan di Philippina. Sedikit cerita dulu tentang data rajungan ini. IPB adalah salah satu universitas yang menyediakan layanan perpustakaan digital. Dia menyediakan ruangan khusus di perpustakaan yang berisi data digital seputar jurnal2 penelitian yang ada di Sciencedirect, Teaal, dan Proquest. Murah meriah. Tiap judul kita Cuma dikenakan biaya Rp. 300 ditambah dengan ongkos copy CD Rp. 4000. Murah meriah kan? Namun sayang, aku setengah hari disana tetap tidak menemukan data yang cukup untuk rajungan di Philippina. Cuma dapet 2 biji rajungan Philippine coba ya….karena tanggung, maka aku download aja itu laporan seputar rajungan di semua Negara. Hehehe….14 judul lumayanlah….sebanding dengan copy CD-nya.

Kembali pada cerita semula. Sepulangnya aku dari perpustakaan, aku janjian dengan temanku yang berinisial Ijah itu untuk bertemu di kampong. Dan dari sana kami akan meluncur ke Gekko studio untuk mengambil gaji transcribe nya si Ijah.

Di perjalanan, tepatnya di daerah duta berlian, kami mendengar ada suara sirene mobil ambulance/polisi yang meraung2. Akupun menengok untuk memastikan sirene apa yang meraung2 begitu kerasnya itu. Ternyata mobil polisi yang sempat kami lihat mparkir di depan kantor BRI dekat kampus tadinya.

Think…think…..aku ada ide…..

Lalu aku bilang ke si Ijah….Jah…kita dikejar polisi jah….cepetan larinya motor tambahin…buruan….

Dan untungnya si Ijah langsung connect dengan ideku, dan diapun menambah kecepatan larinya motor sambil berkata…waduh…gawat…kita harus cepetan kabur….

Kami berduapun berlagak sedang benar2 dikejar oleh mobil patrol polisi. Sebentar2 menengok ke belakang sambil pasang tampang panic, bergaya gusrak-gusruk nyalip mobil dan motor…dan lain2…

Ada beberapa pengendara mobil dan juga sepeda motor yang memandang kea rah kami dengan tatapan sedikit curiga dan aneh. Mereka mungkin melihat bagaimana kami panic dan terburu2 ingin segera menyalip kendaraan yang ada di depan kami. Namun kami tidak perduli.

Sampai pada saatnya kami sampai di belakang mobil Avanza silver dengan panic*mode on, itu mobil malah berusaha menghalangi jalan kami. Aku terus saja menengok2 ke belakang sambil menyemangati Ijah untuk segera menyalib mobil selver itu. Namun rupanya mobil silver itu tak mau menepi. Setelah berusaha sekuat tenaga, aku dan ijah akhirnya berhasil menyalip mobil silver itu. Setelah berhasil menyalip, dengan masih berlagak panic, aku bilang ke Ijah.

Jah, jangan2 mobil silver itu nggak mau minggir karena melihat kita panic kayak gitu ya jah…mungkin dia pikir kita memang di kejar sama itu polisi, mangkanya mau menghalangi jalannya kita.

Wah…jangan2 memang begitu ya mbak’e…hwakakaka…

Emang dasar 2 otak ini sama2 errorr…maka semua drama dan sandiwara itu berjalan mulus. Ketika kami berbelok ke arah Yasmin, rupanya mobil polisi itu masih saja bergerak ke arah yang sama dengan kami. Sedikit rasa khawatir menyeruak juga sih di hati kami…takut juga kalau ternyata polisi2 yang ada di dalam mobil itu melihat bagaimana kami menengak2 ke arah mereka dan bergerak mencurigakan begitu. Kami takut mereka benar2 mengejar kami karena sandiwara kami.

Kami pun bersiap2 berbelok kea rah Taman Yasmin V. kami berdua sepakat jika memang mobil polisi itu mengejar kami, maka mereka pasti akan ikut berbelok pula. Dan kami sudah bersiap akan segera tancap gas jika itu terjadi. Setelah kami berhasil menyeberang, kami pun berhenti sejenak untuk melihat kemana mobil patrol polisi itu bergerak.

Mata kami tertuju pada iring2an mobil di belakang mobil polisi itu. Rupanya, mobil itu adalah Patwal untuk pejabat kepolisian. Terlihat dari mobil2 dibelakang mobil patrol itu yang berplat khusus dari kepolisian. Hwakakakakkaa…..

Kamipun melenggang memasuki Taman Yasmin V sambil tertawa ngakak…parno…parno….



Wednesday, October 14, 2009

Kupikir Senyum Itu Untukku

Sekedar bercerita mengenai hari kemarin…..

Sebuah sms masuk ke handphone ku, dengan di tandai suara “Excuse me boss….you have a text message”. Saat aku baca, isinya adalah sebuah pesan pendek dari teman mengenai buku novel yang pernah membuatku tertarik.

“Novel Chentini ketemu. Jadi mau baca?”

Karena memang aku tertarik dengan novel itu, maka aku bermaksud meneruskan niatku meminjamnya. Setelah beberapa kali ber-sms ria, akhirnya terbentuk sebuah keputusan untukku mengambil novel itu dikantor suami temanku itu. Asyik….

Novel Centhini adalah sebuah novel dewasa karena membahas sesuatu yang memang bersifat dewasa. Judul lengkapnya adalah “Chentini -40 malam mengintip sang pengantin”. Berdasarkan cerita dari temanku itu, novel ini menggambarkan bagaimana orang jaman dulu “bermain”. Wuih…jadi penasaran nih….hehehe

Pada jam yang ditetapkan, akupun mengendarai si black menuju kantor suami temanku itu yang tempatnya dekat dengan bekas kosanku. Sesampainya disana, aku mengucap salam yang langsung di balas oleh seorang laki2. Rupanya temannya suami temanku.

“Mas Yusufnya ada?”

“Mas Yusufnya nggak ada, tapi dia menitipkan sesuatu” katanya sambil tersenyum2.

“oh, iya…buku kan?”

“iya…sebentar ya…”

Dalam hati aku berkata “wah, orang ini ramah betul ya….senyam-senyum mulu…”

Dan ketika bukunya sudah berada ditanganku, akupun langsung berpamitan dan pulang, masih dnegan di iringi senyum dari orang itu. Ke-geeran nih gw….^_^

Sesampainnya di rumah, aku langsung membuka buku yang tidak dibungkus itu. Dan secarik kertas yang ukurannya melebihi lebar buku sehingga Nampak menyembul keluar, menarik perhatianku. Akupun membaca sebuah note yang tertera di siti. Spontan akupun ngakak membacanya. Dan terbayanglah sudah mengapa orang tadi tersenyum2 padaku.

“Wilis, selamat praktek. Hehehhe” ditambah dengan tanda tangan.

Haddddoooohhhh……pantes aja orang itu senyum, bahkan mungkin ketawa. Scara membaca pesan begituan bersama dengan buku yang isinya begituan….tidddaaaakkksssss…….

Pasrah*mode on