Saturday, October 17, 2009

Just 'bout Last Friday

Sebagaimana rencana awal, hari kemarin adalah hari dimana ibu2 akan berkumpul dan melakukan arisan. Hehehe…serasa emak2 kan…Kali ini arisan dilakukan di kedai telapak. Rencana awal yang sesuai dengan undangan, arisan akan di mulai jam 7 malam. Begitulah titah dari jeng miska as a leader of arisan. Pakai penekanan “on time ya….” Lagi di undangannya.

Akhirnya dengan semangat menggebu dan doa yang kuat dari pagi, akupun segera bersiap2 untuk melakukan perjalanan ke kedai telapak. Halah…..tapi, sebelumnya aku harus mencarikan ikan balita dulu untuk temannya oma yang akan berangkat ke Amerika. Lumayan…jadi tau tempat jual ikan balita kalau suatu saat memerlukan oleh2…J

Kembali kepada tema arisan tadi…..arisan kali ini terasa berbeda dan nampaknya memang akan berbeda dari arisan2 biasanya. Kalau arisan biasanya para anggotanya sibuk memikirkan dan mendebatkan potlaknya, maka arisan kali ini semua orang meributkan tentang ramalan. Ya….dalam acara arisan kali ini, akan ada madam lala yang notabene adalah adiknya mbak rainny yang juga seorang peramal. Semua orang berkata pengen diramal. Termasuk juga aku. Banyak hal terbayang untuk aku tanyakan. Sensasi antara berani bertanya tentang ramalan ku tetapi juga ketakutan mendengar apa yang bisa menjadi hasilnya, membuat aku merasa gelisah dan bersemangat. J

Selesai dengan urusan ikan balita, aku segera pergi ke Gekko studio untuk melihat siapa yang hendak berangkat bersama denganku ke arisan. Sampai di Gekko, ada mbak rina yang rupanya memiliki tujuan yang sama denganku. Mendengarkan ramalan. Akhirnya aku dan mbak rina berangkat duluan ke kedai telapak dengan harapan dapat di ramal lebih dulu sebelum anggota yang lainnya datang.

Setibanya di kedai telapak, aku melihat ada mbak rainny, dan juga mbak mina yang sedang serius di ramal oleh madam lala. Karena belum ada uang, maka aku dan mbak rina pergi ke ATM di Botani Square untuk mengambil uang dulu. Setelah ambil uang selesai, mbak rina ingin membeli whisper katanya, dan akupun memutuskan untuk ikut ke Giant, siapa tahu ada sesuatu yang menarik.

Kamipun berjalan dengan santai sambil ngobrol kesana kesini. Memasuki Giant, kami ambil satu keranjang dan berjalan lurus saja. Tiba2 semua orang berlari menuju arah keluar dengan ributnya. Mereka berhamburan semua tanpa mengatakan apa yang terjadi. Mereka hanya berteriak2 nggak jelas karena memang semua orang terlihat panik. Aku langsung berfikir ada kebakaran.

“mbak rin, ada kebakaran kayaknya”

Dan akupun berusaha melihat dimana sumber kebakaran terjadi. Aku tidak melihat ada asap di manapun. Baru kemudian aku melihat papan2 gantung di dalam ruangan itu bergoyang. Rupanya ada gempa. Aku tidak merasakan ada getaran sama sekali, begitu juga mbak rina. Karena nya kamipun mengikuti berjalan keluar, tetapi tidak berlari. Sesampainya di pintu keluar, kami melihat semua orang berjajar di luar gedung dengan muka cemas dan khawatir.

“mana ini liputan dari KBTI?” tanya mbak rina

“oh iya ya…harusnya ada liputannya” kataku

“wah…terlambat kita…harusnya kita tadi merekam kepanikan orang2 itu ya…”

“hwahahaha…iya..iya…telat.” kataku.

Akhirnya kami membatalkan niatan belanjanya, demi menghindari hal2 yang tidak di inginkan. Perjalananpun dilanjutkan ke kedai telapak. Sesampainya disana, rupanya mbak mina sudah selesai dengan ramalannya. Akupun langsung mengambil tempat untuk diramal. Menyalip beberapa orang sebenarnya…tapi ya gimana ya….scara yang lain masih sibuk rapat. Hehehe

Kalimat pertama madam lala adalah “pertanyaannya yang spesifik ya”

Entah kenapa kepalaku langsung kosong dan aku lupa dengan daftar pertanyaan yang sudah aku siapkan sebelumnya. Hehehe. Akhirnya akupun menanyakan masalah jodohku terlebih dahulu. Banyak hal yang di bialng oleh madam lala mengenai ramalan jodohku. “loading”

Setelah selesai dengan urusan jodoh, akupun melanjutkan dengan urusan keluarga. Banyak juga yang terbaca dari sana dan beberapa advice dari madam lala. “loading”

Menyusul adalah urusan karir….sedikit rumit dan ribet karena berhubungan dengan sifat yang complicated. Banyak juga yang terbaca dari sana dan memang membuatku merasa drop. Cuma memang itu adalah fakta yang tidak bisa aku sangkal dan hindari. Fight dong wilis……start now or never…..“loading”

Karena mentok dengan apa yang ingin aku tanyakan lagi, maka aku menanyakan tentang hubungan sosialku sebagai pertanyaan terakhir. Baik2 saj meskipun masih juga blunder…..”loading”.

Setelah selesai acara ramal-meramal dengan nasibku, ada sebuah perasaan yang membuatku sedikit tidak nyaman…tapi memang semua usaha harus dimulai dari yang tidak nyaman. Kalau semua nyaman dan baik2 saja, maka tidak akan ada perubahan. Itulah kelemahanku selama ini. Aku terlalu terlena dengan kenyamanan yang aku dapatkan selama ini. Sehingga banyak hal yang aku lewatkan. Semoga tuhan belum mencoret namaku dari daftar manusia beruntungnya….amin.

Arisan pun berhasil dengan molornya yang lebih dari 1 jam gara2 the leadernya nggak datang2. Jam 8 lebih leader-nya baru menampakkan diri, padahal banyak sekali anggota arisan yang sudah berganti agenda menjadi rapat persiapan mubes telapak. Karenanya, setelah semua uang terkumpul, di kocoklah undiannya. Yang pertama turun sebagai pemenang adalah siapa gitu. Aku nggak begitu jelas mendengar namanya karena rupanya anggota itu sudah lama tidak mengikuti lagi arisan ini. Percobaan kedua menunjukkan mbak mina yang dapat.. dan untuk yang ketiga, ternyata adalah aku sebagai juaranya. Hehehehe. Doa dan niatan kuat ku sampai di telinga tuhan rupanya. Hooray…….

Sesuai dengan nazarku yang menyebutkan bahwa jika aku dapat arisan maka aku akan nonton, dan jika seandainya aku nggak dapat arisan, maka akupun tetap akan nonton. Hehehe. Maka akupun segera bergerak menuju XXI di boqer. Nonton the ugly thruth. Bagus…..

Selesai nonton, ke kedai lagi karena lupa belum bayar minuman, ditodong suruh traktir pisang selimut, dan bayarin lumpia….wuih…:P dan setelah itu akupun pulang bersama jeng miska. Sudah lama tidak mengantarkan dia pulang. Hehehehe…..

What a wonderfull day…..:)

No comments: