Friday, October 16, 2009

Police Movie Syndrome

Menceritakan kembali kejadian hari kemarin….

Kemarin aku menjadi korban dari terlalu banyaknya aku dan temanku nonton film di Bioskop. Ceritanya, aku dan temanku itu merasa sebagai seorang actor balap motor yang benar2 handal bergerak lincah disela2 padatnya lalu lintas karena di kejar2 oleh mobil polisi.

Berawal dari malam sebelumnya dimana aku dan temanku itu pergi ke bioskop dan menonton sebuah film Indonesia yang berjudul bahasa inggris tentang polisi2 di Indonesia. Maka paginya, yaitu kemarin aku dan temanku itu mempraktekkan jurus2 dalam film itu secara mendadak. J

Begini ceritanya :

Pagi kemarin, aku bergerak di sekitar kampus. Ke perpustakaan mencari data tentang rajungan di Indonesia dan rajungan di Philippina. Sedikit cerita dulu tentang data rajungan ini. IPB adalah salah satu universitas yang menyediakan layanan perpustakaan digital. Dia menyediakan ruangan khusus di perpustakaan yang berisi data digital seputar jurnal2 penelitian yang ada di Sciencedirect, Teaal, dan Proquest. Murah meriah. Tiap judul kita Cuma dikenakan biaya Rp. 300 ditambah dengan ongkos copy CD Rp. 4000. Murah meriah kan? Namun sayang, aku setengah hari disana tetap tidak menemukan data yang cukup untuk rajungan di Philippina. Cuma dapet 2 biji rajungan Philippine coba ya….karena tanggung, maka aku download aja itu laporan seputar rajungan di semua Negara. Hehehe….14 judul lumayanlah….sebanding dengan copy CD-nya.

Kembali pada cerita semula. Sepulangnya aku dari perpustakaan, aku janjian dengan temanku yang berinisial Ijah itu untuk bertemu di kampong. Dan dari sana kami akan meluncur ke Gekko studio untuk mengambil gaji transcribe nya si Ijah.

Di perjalanan, tepatnya di daerah duta berlian, kami mendengar ada suara sirene mobil ambulance/polisi yang meraung2. Akupun menengok untuk memastikan sirene apa yang meraung2 begitu kerasnya itu. Ternyata mobil polisi yang sempat kami lihat mparkir di depan kantor BRI dekat kampus tadinya.

Think…think…..aku ada ide…..

Lalu aku bilang ke si Ijah….Jah…kita dikejar polisi jah….cepetan larinya motor tambahin…buruan….

Dan untungnya si Ijah langsung connect dengan ideku, dan diapun menambah kecepatan larinya motor sambil berkata…waduh…gawat…kita harus cepetan kabur….

Kami berduapun berlagak sedang benar2 dikejar oleh mobil patrol polisi. Sebentar2 menengok ke belakang sambil pasang tampang panic, bergaya gusrak-gusruk nyalip mobil dan motor…dan lain2…

Ada beberapa pengendara mobil dan juga sepeda motor yang memandang kea rah kami dengan tatapan sedikit curiga dan aneh. Mereka mungkin melihat bagaimana kami panic dan terburu2 ingin segera menyalip kendaraan yang ada di depan kami. Namun kami tidak perduli.

Sampai pada saatnya kami sampai di belakang mobil Avanza silver dengan panic*mode on, itu mobil malah berusaha menghalangi jalan kami. Aku terus saja menengok2 ke belakang sambil menyemangati Ijah untuk segera menyalib mobil selver itu. Namun rupanya mobil silver itu tak mau menepi. Setelah berusaha sekuat tenaga, aku dan ijah akhirnya berhasil menyalip mobil silver itu. Setelah berhasil menyalip, dengan masih berlagak panic, aku bilang ke Ijah.

Jah, jangan2 mobil silver itu nggak mau minggir karena melihat kita panic kayak gitu ya jah…mungkin dia pikir kita memang di kejar sama itu polisi, mangkanya mau menghalangi jalannya kita.

Wah…jangan2 memang begitu ya mbak’e…hwakakaka…

Emang dasar 2 otak ini sama2 errorr…maka semua drama dan sandiwara itu berjalan mulus. Ketika kami berbelok ke arah Yasmin, rupanya mobil polisi itu masih saja bergerak ke arah yang sama dengan kami. Sedikit rasa khawatir menyeruak juga sih di hati kami…takut juga kalau ternyata polisi2 yang ada di dalam mobil itu melihat bagaimana kami menengak2 ke arah mereka dan bergerak mencurigakan begitu. Kami takut mereka benar2 mengejar kami karena sandiwara kami.

Kami pun bersiap2 berbelok kea rah Taman Yasmin V. kami berdua sepakat jika memang mobil polisi itu mengejar kami, maka mereka pasti akan ikut berbelok pula. Dan kami sudah bersiap akan segera tancap gas jika itu terjadi. Setelah kami berhasil menyeberang, kami pun berhenti sejenak untuk melihat kemana mobil patrol polisi itu bergerak.

Mata kami tertuju pada iring2an mobil di belakang mobil polisi itu. Rupanya, mobil itu adalah Patwal untuk pejabat kepolisian. Terlihat dari mobil2 dibelakang mobil patrol itu yang berplat khusus dari kepolisian. Hwakakakakkaa…..

Kamipun melenggang memasuki Taman Yasmin V sambil tertawa ngakak…parno…parno….



No comments: