Sunday, March 22, 2009

Maafku Yang Pertama

Untukmu yang sangat sensitive

Dulu, kita bertemu layaknya orang baru saling mengenal
Aku melihatmu sebagai salah seorang yang beruntung karena diberikan kelebihan dalam banyak hal
Kita bertemu di lingkungan yang ramai, kompak, jujur, terbuka, penuh rasa persaudaraan dan kekeluargaan
Setiap saat aku hanya mengatakan apa yang ada di otak dan hatiku kepada mereka karena itu yang selalu diajarkan kepada kita.
Terbuka…
Satu kali kita pernah sms-an
Aku bercanda dan kamu juga bercanda
Waktu berlalu tanpa kita bertemu karena semua sibuk dengan aktivitas sendiri-sendiri.
Ketika tiba waktunya keluarga kita diharuskan belajar mengatasi maslah intern,
Kami semua pergi ke suatu tempat yang menurut kita indah dan enak untuk berbagi
Semua anggota keluarga mengeluarkan apa yang selama ini tersumbat dikerongkongan
Dan apa yang terjadi??
aku terkejut dengan ungkapan seorang saudara,
Yang mengatakan bahwa aku telah menyakiti hatimu dan hati seorang saudara kita
Dia bilang aku pernah menyindirmu dengan kata-kata yang menyakitkan hati
Dan aku juga menyakiti saudara kita dengan tidak mengacuhkannya ketika bertemu
Aku bertanya : kapan aku melakukan itu??
dia bilang aku menyakitimu lewat sms
Dan aku menyakitinya secara langsung dikampung kita
Dia bilang aku menyakiti saudara kita karena aku tidak menyapanya ketika dikampung kita
Aku berusaha memanggil kembali ingatanku yang sedikit berantakan susunannya di kepala
Ternyata oh ternyata sms ku yang waktu itu
Tapi, apakah benar aku menyakitimu???
Bukankah saat itu kita saling bercanda??
Menyakitinya??? Kapan???
Aku tidak berhasil memanggil memoriku yang satu itu
Ok
Kalau memang aku salah, aku harus segera minta maaf.
Beberapa hari setelah hari itu,
Akupun mencari kalian berdua
Aku ingin kita menyelesaikan semua sesegera mungkin agar menjadi jelas
Aku bertemu dengan saudara kita,
Dan aku menanyakan apakah benar ada sakit hati di antara kami
Dia malah terkejut.
Karena dia tidak pernah merasa ada sesuatu yang tidak beres diantara kami
Dia mengakui memang ada sesuatu yang tidak beres, tetapi bukan dengan aku
Melainkan dengan salah satu saudara kita yang lain.
Akhirnya kami ngobrol….
Aku lega…
Aku kembali melanjutkan perjalanan pencarianku
Ke tempatmu
Aku menanyakan keberadaanmu, tetapi ternyata kamu tidak ada
Menurut temanmu, kamu sedang ada dirumah keluarga pacarmu
Ok, mungkin lain waktu
Namun lama kita tak pernah ketemu
Karena aku masih saja merasa ada yang janggal,
Akupun menanyakan kepada teman-teman kita apakah nada2 sms kita itu benar2 hal yang menyakitkan??
Menurut mereka itu adalah hal yang biasa
Dan menurut mereka, aku tidak perlu merisaukan hal ini
Lupakan saja
Akhirnya akupun berusaha melupakan permasalahan kita

Inilah jeleknya aku
Aku mungkin lupa, tetapi selalu ada sesuatu yang melekat diotak dan reflekku
Sebagai langkah pembelajaranku
Aku menjadi lebih berhati2 denganmu karena takut akan dapat menyakitimu lagi
Aku yang memang bawel ini, memilih untuk membatasi komunikasi kita
Bukan apa2
Lebih kepada karena aku takut kebablasan lagi

Dan ternyata itu terjadi sampai sekarang
Sekarangpun aku lebih berhati-hati lagi
Namun aku lihat kenapa justru semakin ada jurang diantara kita
Saat ini, aku sedang berusaha mencari cara,
Untuk memperbaiki hubungan kita.

Aku ingin kita berteman seperti biasanya orang berteman
Ini adalah doaku untuk Tuhan, karena mungkin takkan terucap secara langsung padamu
Setidaknya tidak dalam waktu dekat ini.
Semoga Tuhan memberikan jalan untuk kita

Amien

Bogor, 22 Maret 2009

Friday, March 20, 2009

Tante Siaga

Selama ini banyak hal yang rupanya aku takuti….
Ada yang aku akui, tapi banyak juga yang aku ingkari…
Beberapa bisa ku atasi dan kuselesaikan,
Tapi tidak sedikit pula yang justru kusembunyikan.
Satu yang bisa kuatasi semalam adalah,
Ketakutanku memboncengkan ibu hamil.
Hehehehe
Selama ini aku selalu takut melakukan hal yang satu ini
(nge-boncengin ibu hamil pake motorku tercinta_red)
Bukan karena pelit, takut sakit badan karena keberatan,
Atau bukan juga hemat bensin…
Tapi lebih karena aku takut terjadi sesuatu
Soalnya selama ini aku sering berbuat ceroboh kalau naik motor.
Seringkali aku lupa daratan dan seenaknya naik pakai kecepatan.
Karena sering aku naik motor sambil melamun..hehehe
Tapi semalam,
Aku berusaha untuk melawan rasa takutku itu.
Ketika mbak’e yang lagi hamil gede n hampir melahirkan
Berkata bahwa dia malas berjalan.
Kucoba untuk berjalan pelan2 saja…
Hahahaha….
40 km/jam saja cukup
Cukup membuatku ngantuk,
Cukup membuatku heran (bisa jg to aku…)
Cukup membuatku puas…
Sampai juga aku dan mbak’nya dengan selamat dirumahnya
Horeeeee……..
License tante siaga udah bisa kupegang.
Kan nggak lucu kalau jadi tante siaga,
tetapi nggak bisa memboncengkan si ibu hamil.
Akhirnya,
Bisa juga aku memboncengkan ibu hamil dengan sukses
Padahal setiap bertemu lubang, aku selalu merasakan
Ada bola yang menekan punggungku.
Hihihihi….
Sekali lagi, ini adalah satu dari sekian kepuasanku
Karena dengan begitu aku lolos menjadi tante siaga.

Smangadh…!!!!


20 Maret 2009

2 jam yang harus kita mengerti….

Untuk kesekian kalinya,
Aku mendapat kesempatan untuk mencatat dan merekam diskusi

yang melibatkan peserta dari semua daerah di Indonesia.
Aku menyukai kegiatan ini, Kenapa??
Karena aku bisa bertemu dengan orang-orang dari berbagai daerah, itu yang pertama
Yang kedua, aku dapat sedikit banyak melihat dan mengetahui budaya berbagai daerah
Yang ketiga tentunya karena dapet honor. Hehehe
Pengalaman atau hal menarik yang aku ingat adalah adanya beberapa perbedaan kecil yang sering luput dari perhatian kita, karena kita selalu tinggal dekat dengan ibu kota.
Dan perbedaan itu akan muncul pada saat ada kegiatan bersama seperti yang aku ikuti ini.

Perbedaan waktu….
Ya…perbedaan waktu adalah satu hal kecil yang jarang diperhatikan oleh pengatur rundown acara.
Sewaktu ada kegiatan dengan melibtkan orang dari Peru contohnya…
Kami selaku panitia tidak sedikitpun terpikirkan untuk melihat factor ini.
Dan kami melaksanakan kegiatan dengan jadwal kota jabotabek tentunya.
Padahal perbedaan waktu antara Indonesia Peru hampir 180 derajat.
Saat acara diskusi berlangsung,
Penyelenggara kegiatan nampak sering kasak-kusuk karena melihat ada peserta yang sering sekali keluar ruangan dan berjalan-jalan entah kemana.
Setelah acara berjalan 2 hari, kami akhirnya bertanya kepadanya.
Dia mengatakan bahwa dia sangat mengantuk karena di negaranya sana, siang Indonesia adala tengah malam nya Peru. Oleh karena itu, dia berusaha menghilangkan kantuk dengan berjalan-jalan.

Hahahaha……kamipun tertawa bersama

Tahun lalu, ketika ada acara untuk saudara-saudara kita dari Papua,
Acaranya di Jakarta
Diskusi panjang mengenai system pemerintahan daerah Papua yang melibatkan otonomi khusus dll
Saking asiknya diskusi yang dipandu oleh orang Jakarta,
Maka diskusi sampai dengan pukul 11 bahkan 12 malam.
Malam kedua para peserta protes ketika acara selesai pukul 11 lewat.
Mereka banyak yang mengeluh :
“aduh teman-teman…..suka sekali kalian ini diskusi. Di Papua sana sekarang sudah jam 1 lewat. Saatnya kami tidur…”
Panitia, fasilitator, dan pembicara pun terperangah seolah-olah baru tersadar.
Akhirnya acara diskusi dikerucutkan untuk dijadikan pe-er keesokan harinya.

Dan hal itu terjadi lagi beberapa waktu yang lalu
Ketika ada acara dengan peserta dari seluruh daerah Indonesia
Saudara kita dari Papua kembali memprotes hal itu.

Teman…
Satu pelajaran yang berulang, namun belum mampu menempel di kepala
Perbedaan itu kecil, tapi memang perlu dipertimbangkan.


17 Maret 2009


Karena perbedaan itu indah bukan???

Monday, March 16, 2009

Everything Will Be Fine














Tak ada yang lebih baik dari matahari yang bisa kunikmati siang ini
Tak ada yang lebih segar dari angin yang meniupku sejak dini hari
Tak ada yang lebih indah dari monitor yang masih bisa kupelototi pagi ini
Tak ada yang lebih sempurna dari kehidupan yang masih diberikan padaku hari ini

Ketidakberesan adalah seni
Ketidakberesan adalah misteri
Ketidak beresan adalah elegi

Mereka boleh berkata
Mereka boleh menghina
Mereka boleh mencerca
Mereka boleh apa saja

Tapi....
Mereka tak akan menjatuhkanku
Mereka tak akan melukaiku
Mereka hanya akan membuatku sedikit bingung

Bingung membuat aku diam....
Namun dalam diam, akupun semakin bingung

Bogor, 16 Maret 2009

Wednesday, March 11, 2009

Nggak Begitu Penting, Tapi Cukup Pening


Ketika teman yang cuma teman itu mengatakan :
Betapa "ecek-ecek" itu membuat sakit.
Beberapa waktu ini memang berat .
Berat sekali....
Apakah ini adalah bumerang,
Serangan balik,
Atau malah hukuman????
Menyesal??
Tentu TIDAK.
Belajar??
Itu PASTI.
Sakit??
Tidak terlalu penting lagi.
Akankah ini membaik??
Kita lihat saja nanti.
Tulus...Jujur...Apa adanya...
Bukan jalan satu-satunya ternyata.
Pemanis dan Pewarna tetaplah jadi juara.
Perlukah protes untuk hal itu??
Tak ada gunanya.
Inilah kenyataan.
Bahwa pembelajaran itu sangat-sangat berarti.
Ingatlah Bocah...(itu aku).
Bahwa ini bukan yang pertama.
Ingatlah bodoh...(itu aku).
Bahwa ini bukan sekali.
Ingatlah tolol...(itu aku).
Bahwa ini adalah kenyataan.
Ingatlah idiot...(itu aku).
Bahwa ini adalah THB.
Ingatlah bebal...(itu aku).
Bahwa ini adalah jatahmu.
Ingatlah sok hebat...(itu aku).
Bahwa ini bukanlah apa-apa.
Inginkah kamu ini semakin dan semakin dan semakin menjadi??
tentu "TIDAK"...!!!


Jakarta, 11 Maret 2009

Thursday, March 5, 2009

Dibalik Kesuksesan si Jerry

Tom dan jerry (penggambaran tokoh kartun yang selalu bertentangan namun akrab_red) adalah sesama makhluk dari planet, dimana planet itu dipimpin oleh seorang raja baik hati. Mereka telah cukup lama tinggal diplanet yang sama diluar angkasa. Tom adalah tipikal makhluk yang temperamental, sedangkan jerry adalam tipikal makhluk yang lemah lembut dan tidak menyukai peperangan.

Suatu hari, sang raja memberikan tugas kepada semua rakyatnya untuk melakukan pekerjaan membuat suatu karya. Setiap makhluk, diperintahkan untuk membuat sebuah karya bebas sebebas-bebasnya. Karya itu nantinya akan diberikan kepada pengunjung planet mereka sebagai bentuk buah tangan. Jika nantinya para pengunjung planet itu tertarik dengan karya-karya rakyat planet itu, maka aka nada imbalan yang diberikan kepada para rakyatnya. Imbalannya apa, tidak pernah disebutkan oleh raja yang bijaksana itu, karena sang raja tidak menginginkan adanya kecemburuan social dikalangan rakyatnya.

Akhirnya, para makhluk itu membuat karya sesuka hati mereka. Ada yang membuatnya dengan sepenuh hati karena memang dia menyukai kegiatan pembuatan prakarya, tetapi ada juga yang mengerjakannya dengan setengah hati. Suasana menjadi ramai karena setiap makhluk melakukan kegiatan. Termasuk juga Tom dan Jerry.

Setelah semua makhluk selesai membat prakaryanya, mereka mengumpulkan prakarya2 itu di tempat raja mereka. Sang raja sendiri yang akan memberikannya sebagai hadiah kepada para tamu planet itu.

Suatu hari, tiba-tiba saja sang raja memberikan pengumuman kepada semua makhluk di planetnya bahwa telah banyak tamu planet yang tertarik dengan hasil2 karya makhluknya. Para makhluk bersuka-cita mendengar berita gembira itu. Masing-masing mendapatkan imbalan yang beraneka rupa. Ada yang mendapatkan fasilitas keliling planetnya, hingga ada pula yang mendapat hadiah tawaran untuk berkunjung ke planet lain. Tom dan Jerry termasuk ke dalam kelompok makhluk yang mendapatkan imbalan, hanya saja mereka mendapatkan imbalan yang berbeda. Tom mendapatkan fasilitas keliling planetnya, sedangkan Jerry mendapat undangan untuk berkunjung ke planet lain.

Melihat perbedaan imbalan itu, membuat hati Tom berubah. Tom yang memang pada dasarnya termasuk golongan makhluk yang ambisius dan ingin selalu didepan, merasa kurang jika imbalan untuknya hanya berupa keliling planet. Dia sangat ingin berkunjung ke planet lain seperti Jerry. Jerry yang mendapat kesempatan berkunjung ke planet lain itu juga merasa senang. Akan tetapi karena dia bukan tipikal makhluk yang suka berlebihan, maka dia hanya menanggapi kegembiraannya dengan biasa-biasa saja.

Namun sayang disayang. Karena kekecewaan akan imbalan yang didapatnya, ditambah lagi dengan melihat sikap Jerry yang kalem-kalem saja, membuat Tom menjadi semakin panas. Dia mulai menampakkan taringnya dengan selalu mengganggu Jerry dengan sikap dan kalimat-kalimat sindirannya. Awalnya Jerry tidak begitu menanggapi perlakuan Tom padanya. Namun lambat laun, Jerry menjadi cukup terganggu dan risih. Puncaknya adalah ketika Jerry sedang menyiapkan prakarya yang sama, guna ditunjukkan kepada tamu planet yang lainnya. Saat itu Tom mendekatinya dan mulai mengganggunya.

“ oh, jadi itu prakarya mu??huh…Cuma segitu doing, aku juga bisa bikin…” kata Tom sinis.
Jerry hanya diam dan tidak menanggapi perkataan Tom. Bukannya berhenti, Tom justru semakin menjadi-jadi.
“ katanya mau ke planet lain….ngerjain kayak gitu aja lama bener. Kayak gitu koq mau ke planet luar. Kalo aku yang ngerjain, paling nggak lama juga selesai. Kerja kayak gitu koq mau ke planet lain. ” cecar si Tom.
Jerry tetap menahan perasaan dengan diam dan tidak terpancing emosi. Dia hanya menjawab singkat “ kalau tiba waktunya, nanti juga selesai. Kenapa kamu yang sewot?”
Lalu Jerry kembali dalam keasyikannya menyelesaikan prakarya. Sedangkan Tom, bermain-main dengan prakaryanya sambil terus menggumamkan sindiran-sindiran pedas kepada Jerry.

Jerry dapat merasakan ketidaksukaan Tom terhadap keberhasilannya menarik perhatian makhluk planet lain dengan prakaryanya. Mungkin Tom berpikir, seharusnya dia yang mendapatkan imbalan itu. namun Jerry tidak bisa berbuat banyak karena itu adalah kehendak rajanya.

Semakin hari, Tom tidak merubah sikapnya pada Jerry, bahkan terkesan menjadi-jadi. Jerry hanya diam dan diam, serta menelan semua sengatan dari Tom di dalam hati. Walaupun dia berjuang untuk tetap sabar dan menerima, namun ternyata kesabarannya juga ada batasnya.

Karena perlakuan Tom sudah semakin menjadi-jadi, maka Jerry berniat untuk mengungkapkan uneg-unegnya kepada Tom jika ada kesempatan. Dia pun mulai menyusun kalimat yang baik agar tetap tidak menyinggung perasaan makhluk itu.

Apakah pada akhirnya kesempatan itu datang???
Kita tunggu kisah selanjutnya….

Monday, February 23, 2009

Pangeran Berkuda....

Berat sekali rasanya mataku untuk selalu ku ajak bekerja….
Tidur dulu ah….

Dalam terlelap, aku merasakan kenyamanan yang luar biasa.
Nyaman, empuk, wangi, sunyi, dan menentramkan.
Kasurku yang lebar dan empuk….
Selimut yang tebal dan hangat berisi bulu-bulu angsa…
Bantal yang serupa…
Kelambu yang halus melindungiku dari nyamuk-nyamuk nakal…
Lampu yang temaram…
Jendela yang tebuka, memberikan celah untuk angin sepoi-sepoi,
Meniupkan aroma wangi pepohonan dan tanah…
Sunyi yang menentramkan,
Hanya sesekali terdengar jangkrik dan tonggeret saling menyahut….

Perlahan aku terbangun,
Karena mendengar suara yang jauh namun semakin mendekat…
Suara itu berasal dari luar jendela sana.
Dengan mata yang masih merem-melek,
Aku turun dari ranjangku yang empuk.
Dengan sandal kamar yang cantiq,
Aku mulai melangkah perlahan menuju jendela.
Kubuka daun jendela lebar-lebar…

Aku mundur beberapa langkah sambil menutup mataku,
Karena silau oleh cahaya.
Setelah beberapa detik menyesuaikan diri,
Aku kembali mendekat kea rah jendela.
Kuarahkan pandanganku ke arah matahari terbit,
Yang menjadi sumber suara..
Samar-samar dibatas cakrawala,
Muncul bayangan yang bergerak-gerak menuju kearahku.

Kupicingkan mataku untuk memperjelas pandangan menantang sinar mentari..
Perlahan namun pasti, bayangan itu semakin dekat dan semakin nyata,
Diiringi denga suara yang semakin menggemuruh…

Membutuhkan waktu beberapa lama hingga akhirnya aku bisa melihat jelas
Apa yang sedang bergerak kearahku itu…
Setelah bayangan itu nyata sempurna dimataku, sedikit terpana…
Seorang pangeran tampan dan gagah berani
Sedang menunggang kuda sembrani menuju kearahku.
Dengan sigap, pangeran itu mengendarai dan mengarahkan kuda putih itu….
Oh….sungguh suatu pemandangan yang sempurna…

Dengan terpana, aku terus mamandangi pangeran itu,
Hingga sewaktu tepat berada dihadapanku,
Pangeran berkuda itu tiba-tiba berhenti.
Dia memandangku untuk beberapa lama,
Hatiku menjadi berbunga-bunga….

Dari arah datangnya sang pangeran,
Nampak muncul kembali bayangan-bayangan yang jumlahnya lebih banyak…
Bayangan itu juga bergerak semakin dan semakin dekat…
Jumlahnya pun, semakin lama semakin nyata banyaknya…
Bayangan-bayangan itu mulai menampakkan diri
Sebagai puluhan orang yang berlari,
Sambil mengacung-ngacungkan berbagai macam senjata…
Ada panah, parang, tali, cambuk, dan lain-lain…

Sementara sang pangeran berkuda….
Tanpa mengucapkan sepatah katapun,
Sang pangeran mengulurkan tangannya kepadaku….
Spontan saja aku menerima uluran tangan itu…

Perlahan, aku langkahkan kakiku melewati jendela…
Laksana puteri raja yang hendak diculik oleh pangeran cintanya…

Dibelakang sana,
Orang-orang yang berlarian itu semakin dekat dan semakin dekat…

Pangeran itu memegangi tanganku,
Dan membantuku untuk naik ke punggung kuda sembraninya…
Satu kaki berhasil aku lewatkan punggung kuda itu.

Ternyata tidak mudah untuk bisa melompat dari jendela
Dan langsung duduk dipunggung kuda..
Ketika aku hendak melepaskan kakiku yang satunya dari jendela,
Aku melakukan kesalahan…
Apa daya…sekuat tenaga aku berusaha melompat,
Namun akhirnya aku tidak berhasil mencapainya….
Dan…
“Gubrak…”

Aku merasakan sakit pada punggung
Dan kepalaku karena terjatuh dan terantuk kursi…
“kursi???” batinku…
Suara-suara kaki yang berderap-derap karena berlarian
Semakin terdengar jelas diluar kamarku…
Masih dengan terheran-heran, aku berjalan untuk melihatnya…
Ternyata banyak sekali orang yang sedang berlarian dan mengejar sesuatu…

Aku memberanikan diri untuk bertanya pada satu orang
Yang larinya lebih lambat karena nampak kecapaian…

“ bapak, kenapa semua orang berlarian dan terburu-buru,
Seperti sedang mengejar sesuatu?” tanyaku.
Si bapak menjawab sambil ngosh-ngosh-an :
“sedang mengejar kuda yang lepas dari istal sebelah neng…”

Aku termangu…..
Lalu aku segera membalikkan badan dan mengamati kamarku…
“Ya tuhan…ternyata itu semua Cuma mimpi….
kamar istana, kuda, pangeran…..
jadi semua itu hanya mimpi???
jadi aku tidak jatuh dari jendela karena terpeleset
ketika hendak pergi bersama pangeran dengan kuda sembraninya???
jadi aku jatuh dari tempat tidurku karena aku bermimpi????” batinku.
“TIIIIIIIIDDDDAAAAAAAAKKKKKKK……….”

Bogor, 23 febuary 2009