Untukmu yang sangat sensitive
Dulu, kita bertemu layaknya orang baru saling mengenal
Aku melihatmu sebagai salah seorang yang beruntung karena diberikan kelebihan dalam banyak hal
Kita bertemu di lingkungan yang ramai, kompak, jujur, terbuka, penuh rasa persaudaraan dan kekeluargaan
Setiap saat aku hanya mengatakan apa yang ada di otak dan hatiku kepada mereka karena itu yang selalu diajarkan kepada kita.
Terbuka…
Satu kali kita pernah sms-an
Aku bercanda dan kamu juga bercanda
Waktu berlalu tanpa kita bertemu karena semua sibuk dengan aktivitas sendiri-sendiri.
Ketika tiba waktunya keluarga kita diharuskan belajar mengatasi maslah intern,
Kami semua pergi ke suatu tempat yang menurut kita indah dan enak untuk berbagi
Semua anggota keluarga mengeluarkan apa yang selama ini tersumbat dikerongkongan
Dan apa yang terjadi??
aku terkejut dengan ungkapan seorang saudara,
Yang mengatakan bahwa aku telah menyakiti hatimu dan hati seorang saudara kita
Dia bilang aku pernah menyindirmu dengan kata-kata yang menyakitkan hati
Dan aku juga menyakiti saudara kita dengan tidak mengacuhkannya ketika bertemu
Aku bertanya : kapan aku melakukan itu??
dia bilang aku menyakitimu lewat sms
Dan aku menyakitinya secara langsung dikampung kita
Dia bilang aku menyakiti saudara kita karena aku tidak menyapanya ketika dikampung kita
Aku berusaha memanggil kembali ingatanku yang sedikit berantakan susunannya di kepala
Ternyata oh ternyata sms ku yang waktu itu
Tapi, apakah benar aku menyakitimu???
Bukankah saat itu kita saling bercanda??
Menyakitinya??? Kapan???
Aku tidak berhasil memanggil memoriku yang satu itu
Ok
Kalau memang aku salah, aku harus segera minta maaf.
Beberapa hari setelah hari itu,
Akupun mencari kalian berdua
Aku ingin kita menyelesaikan semua sesegera mungkin agar menjadi jelas
Aku bertemu dengan saudara kita,
Dan aku menanyakan apakah benar ada sakit hati di antara kami
Dia malah terkejut.
Karena dia tidak pernah merasa ada sesuatu yang tidak beres diantara kami
Dia mengakui memang ada sesuatu yang tidak beres, tetapi bukan dengan aku
Melainkan dengan salah satu saudara kita yang lain.
Akhirnya kami ngobrol….
Aku lega…
Aku kembali melanjutkan perjalanan pencarianku
Ke tempatmu
Aku menanyakan keberadaanmu, tetapi ternyata kamu tidak ada
Menurut temanmu, kamu sedang ada dirumah keluarga pacarmu
Ok, mungkin lain waktu
Namun lama kita tak pernah ketemu
Karena aku masih saja merasa ada yang janggal,
Akupun menanyakan kepada teman-teman kita apakah nada2 sms kita itu benar2 hal yang menyakitkan??
Menurut mereka itu adalah hal yang biasa
Dan menurut mereka, aku tidak perlu merisaukan hal ini
Lupakan saja
Akhirnya akupun berusaha melupakan permasalahan kita
Inilah jeleknya aku
Aku mungkin lupa, tetapi selalu ada sesuatu yang melekat diotak dan reflekku
Sebagai langkah pembelajaranku
Aku menjadi lebih berhati2 denganmu karena takut akan dapat menyakitimu lagi
Aku yang memang bawel ini, memilih untuk membatasi komunikasi kita
Bukan apa2
Lebih kepada karena aku takut kebablasan lagi
Dan ternyata itu terjadi sampai sekarang
Sekarangpun aku lebih berhati-hati lagi
Namun aku lihat kenapa justru semakin ada jurang diantara kita
Saat ini, aku sedang berusaha mencari cara,
Untuk memperbaiki hubungan kita.
Setidaknya tidak dalam waktu dekat ini.
Semoga Tuhan memberikan jalan untuk kita
Amien
Bogor, 22 Maret 2009