Sebelum aku lupa, aku hanya ingin menuliskan salah satu obrolan singkatku dengan Ibu. Ibuku yang sangat amat sederhana dalam berfikir dan menjalani hidup. Yang menjadi panutanku dalam setiap langkahku kini.
![]() |
| Panjang x Lebar x Tinggi = Ginuk-Ginuk |
Jadi ceritanya, setiap kali aku pulang kampung ke Ngayogyokarto Hadiningrat, maka ibuku pasti selalu memberikan komentar "koq sekarang kurusan?" Well, kadang-kadang memang iya aku kurusan. Tapi lebih banyak kelirunya. Karena pada kenyataannya aku selalu pulang dengan sekian centi ke samping, ke depan, ataupun ke belakang. Tapi komentar ibuku tak pernah berubah. Ibu yang baik....
Seberapa keras aku menyangkal dan menjelaskan dengan menyertakan bukti angka-angka, semua seolah tak didengarnya... Hmm... Baiklah... Mari kita berdamai...
Sampai pada suatu malam, ketika beliau sedang menonton acara sinetron kesukaannya (yang anak muda balap-balap apalah itu) sendirian. Aku menghampirinya sambil membawa buku untuk di baca.
Aku: "Tak temenin bu..."
Ibu: "Wes do turu po Yudi karo anakmu?"
Aku: "Mpun wau..."
Ibupun dengan khusyuk menyaksikan sinetron yang banyak di hujat orang karena mengajarkan hal kurang baik pada anak muda, tapi ibuku suka.
Aku tengkurap di sampingnya asyik membaca buku lama Marga T - Sekuntum nozomi bagian satu.
Tiba-tiba ibuku duduk, dan diam cukup lama. Aku curiga. Akupun menengoknya dan mendapati beliau sedang memandangi kaki ku.
Aku: "Enten nopo bu?"
Ibu: "Lha koq saiki ki sikilmu gedhe ne sakmono yo?" #ea...ea...
Aku: "Lha rak mpun kulo sanjangi to nek sakniki kulo lemu? Mpun sewidak ketoke..."
Ibu: "Iyo yo.... Gedhe tenan kui. Mau pas ngadheg awor kancane mau koq ora ketok. Lha saiki mbareng tak dheloki koq gede tenan..."
Aku: "Enggih... Kados tales bogor..."
Ibu: "Opo ojo-ojo mergo saiki kowe wes ra nduwe kreditan yo. Dadine pikiranmu sante njuk soyo lemu yo?"
Aku: "Hahahaaa... Lha koq gampang tenan nek ngoten le ngurokne awak bu... Nggeh sesuk kulo tak kredit nopo ngoten ben kuru meleh nggih bu..."
Ibu: "Ojo... engko malah kuru entek awakmu... Kredit ki marai ra iso turu...."
Aku: "Lha rak malah sae bu... cepet dadi langsing... Mboten sah diet-diet..."
Begitulah... Ibuku...
Ibuku tidak mengenal konsep karbohidrat, lemak, kurang aktivitas, jarang olahraga, dan lain-lainnya. Menurut beliau, orang gemuk adalah karena tidak punya beban pikiran akan hutang/kredit.
Nanti akan aku cek kebenarannya, kalau sudah bisa kredit-kredit apa gitu. hahahaha
#Ininggakpenting
#Tapinggakpapa
#Karenaakusuka
#Akusukapikiransederhana

No comments:
Post a Comment